TUGAS DISKUSI TENTANG ENERGI (Tugas kelas X dan XI)

Dengan kejadian MERAPI MELETUS apa yang dapat kalian ungkapkan mengenai:
1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
3. energi apa setelah terjadi letusan?
4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.

Kirim komentar anada lewat facebook Setyaningsih Sumanto, atau bisa komen lewat blog ini juga di intranet SMA 1 Slawi guru Setyaningsih Fisika.

313 Comments

  1. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Ahli goelogi menyadari adanya pergerakan lempeng bumi yang diukur dari pergerakan pertahun antara lapisan dengan membandingkan jarak yang telah diukur pada tahun sebelumnya dengan tahun saat ini. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi. Teori terbentuknya gunung mengatakan bahwa gunung dalam jutaan tahun yang lalu adalah daerah yang labil pada satu sisi dan pada sisi yang lain adalah daerah padat. Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluar dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung. Dibandingkan pada 2006 lalu, erupsi Gunung Merapi kali ini lebih besar dan lebih cepat. Hal ini dikarenakan akumulasi energi yang lebih besar yang dikandung salah satu gunung paling aktif di dunia tersebut. Selain itu di Merapi bagian selatan terdapat bukaan kawah yang jarak ke Kali Adem yang dekat dengan pemukiman penduduk

    2. Material Gunung Meletus
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang terjadi dini kemarin mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.

    3. Energi Setelah Letusan
    kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa (26/11).

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.
    (dikutip dari beberapa sumber)

    • 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
      a.Energi Kalor / Panas.
      b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )

      2. Material Gunung Meletus
      * gas vulkanik
      * Lava dan aliran pasir serta batu panas
      * Lahar
      * Tanah longsor
      * Gempa bumi
      * Abu letusan
      * Awan panas (Piroklastik)

      3. Energi Setelah Letusan
      Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

      4. Sebab dan Energi Awan Panas
      Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
      Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
      Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
      Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

      5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
      Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
      Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

      6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
      Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

      7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
      Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

      Sumberdaya Energi :

      *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
      *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
      *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

      8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
      Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan sikap saling tolong-menolong sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.

      XI NS 1/25/SAFRIAL DWIKY DARMAWAN

    • 1.  energi yang berasal dari dalam bumi(endogen)
      2 menurut wujudnya, material yang di keluarkan oleh letusan gunung api dapat di bedakan menjadi:
       wujud padat(eflata), terdiri atas:
      a. Bom, yaitu eflata yang berukuran besar
      b. Lapili, yaitu eflata dengan ukuran kecil, seperti: kerikil, besarnya kira-kira sebesar biji kemiri
      c. Pasir vulkanik, yakni eflata sebesar batuan pasir
      d. Abu vulkanik, yaitu eflata halus berupa debu yang dapat di terbangkan sampai beberapa kilometer jauhnya
      e. Batu apung, yakni batuan porous(berongga) berasal dari buih magma yang terlontar keluar dan cepat membeku
       Liquid(cair), terdiri dari:
      a. Lava, yatiu aliran magma yang sampai ke permukaan bumi dan suhunya sangat tinggi
      b. Lahar, yaitu lumpur panas yang meurpaka campuran lava dengan air dan bercampur dengan materi-materi di permukaan bumi
       Wujud gas
      Salah satu factor yang menentukan kuat-lemahnya letusan gunung api adalah kekuatan tekanan gasnya. Gas yang di keluarkan antara lain: gas belerang, gas nitrogen, gas asam arang, dan gas uap air. Sumber()

      3.  energi kalor(panas)
      4.

      5.  mitos-mitos tersebut banyak yang tidak masuk akal
      6. yakni dengan cara: mengungsikan warga di lereng gunung, secepat mungkin
      7. energi panas tersebut dapat di manfaatkan untuk pembangkit listrik
       hasil dari letusan dapat menyuburkan tanah
      8.ya, karena material dari gunung berapi tersebut dapat kita manfaatkan untuk kehidupan kita, untuk:
       Menyuburkan tanah
      a. material vulkanik termasuk abu vulkanik yang menutup daerah pertanian, setelah jangka waktu satu atau dua tahun akan menambah kesuburan tanah untuk jangka waktu puluhan tahun.
      b. tanah hancuran bahan vulkanik sangat banyak mengandung unsur hara yang dapat menyuburkan tanah.

    • 1.  energi yang berasal dari dalam bumi(endogen)
      2 menurut wujudnya, material yang di keluarkan oleh letusan gunung api dapat di bedakan menjadi:
       wujud padat(eflata), terdiri atas:
      a. Bom, yaitu eflata yang berukuran besar
      b. Lapili, yaitu eflata dengan ukuran kecil, seperti: kerikil, besarnya kira-kira sebesar biji kemiri
      c. Pasir vulkanik, yakni eflata sebesar batuan pasir
      d. Abu vulkanik, yaitu eflata halus berupa debu yang dapat di terbangkan sampai beberapa kilometer jauhnya
      e. Batu apung, yakni batuan porous(berongga) berasal dari buih magma yang terlontar keluar dan cepat membeku
       Liquid(cair), terdiri dari:
      a. Lava, yatiu aliran magma yang sampai ke permukaan bumi dan suhunya sangat tinggi
      b. Lahar, yaitu lumpur panas yang meurpaka campuran lava dengan air dan bercampur dengan materi-materi di permukaan bumi
       Wujud gas
      Salah satu factor yang menentukan kuat-lemahnya letusan gunung api adalah kekuatan tekanan gasnya. Gas yang di keluarkan antara lain: gas belerang, gas nitrogen, gas asam arang, dan gas uap air. Sumber()

      3.  energi kalor(panas)
      4.

      5.  mitos-mitos tersebut banyak yang tidak masuk akal
      6. yakni dengan cara: mengungsikan warga di lereng gunung, secepat mungkin
      7. energi panas tersebut dapat di manfaatkan untuk pembangkit listrik
       hasil dari letusan dapat menyuburkan tanah
      8.ya, karena material dari gunung berapi tersebut dapat kita manfaatkan untuk kehidupan kita, untuk:
       Menyuburkan tanah
      a. material vulkanik termasuk abu vulkanik yang menutup daerah pertanian, setelah jangka waktu satu atau dua tahun akan menambah kesuburan tanah untuk jangka waktu puluhan tahun.
      b. tanah hancuran bahan vulkanik sangat banyak mengandung unsur hara yang dapat menyuburkan tanah.

      X.3

  2. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    Jawab :
    Energy panas dari magma / Geothermal
    Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Ahli goelogi menyadari adanya pergerakan lempeng bumi yang diukur dari pergerakan pertahun antara lapisan dengan membandingkan jarak yang telah diukur pada tahun sebelumnya dengan tahun saat ini. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi. Teori terbentuknya gunung mengatakan bahwa gunung dalam jutaan tahun yang lalu adalah daerah yang labil pada satu sisi dan pada sisi yang lain adalah daerah padat. Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluar dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung. Dibandingkan pada 2006 lalu, erupsi Gunung Merapi kali ini lebih besar dan lebih cepat. Hal ini dikarenakan akumulasi energi yang lebih besar yang dikandung salah satu gunung paling aktif di dunia tersebut. Selain itu di Merapi bagian selatan terdapat bukaan kawah yang jarak ke Kali Adem yang dekat dengan pemukiman penduduk

    2. Material Gunung Meletus
    Jawab :
    Material dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    *bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    *bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    *bahan gas :solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang terjadi dini kemarin mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.
    3. Energi Setelah Letusan
    Jawab :
    Energy setelah letusan adalah energy gerak / mekanik
    kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Jawab :
    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa (26/11).
    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Jawab ;
    Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan ilmiah tidak bias digabungkan karena mitos tidak bias di logika dan tidak bias dibuktikan secara keilmuan.ada mitos gunung berapi yaitu :
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Jawab :
    Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Jawab ;
    Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Jawab;

    Tentu, saya terinspirasi dari meleutusnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.
    (dikutip dari beberapa sumber)

    Kelas : XI NS 1
    No absent : 13
    Nama : hani halimatus sa’diyah

  3. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    Jawab :
    Energy panas dari magma / Geothermal
    Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Ahli goelogi menyadari adanya pergerakan lempeng bumi yang diukur dari pergerakan pertahun antara lapisan dengan membandingkan jarak yang telah diukur pada tahun sebelumnya dengan tahun saat ini. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi. Teori terbentuknya gunung mengatakan bahwa gunung dalam jutaan tahun yang lalu adalah daerah yang labil pada satu sisi dan pada sisi yang lain adalah daerah padat. Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluar dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung. Dibandingkan pada 2006 lalu, erupsi Gunung Merapi kali ini lebih besar dan lebih cepat. Hal ini dikarenakan akumulasi energi yang lebih besar yang dikandung salah satu gunung paling aktif di dunia tersebut. Selain itu di Merapi bagian selatan terdapat bukaan kawah yang jarak ke Kali Adem yang dekat dengan pemukiman penduduk

    2. Material Gunung Meletus
    Jawab :
    Material dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    *bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    *bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    *bahan gas :solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang terjadi dini kemarin mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.
    3. Energi Setelah Letusan
    Jawab :
    Energy setelah letusan adalah energy gerak / mekanik
    kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Jawab :
    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa (26/11).
    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Jawab ;
    Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan ilmiah tidak bias digabungkan karena mitos tidak bias di logika dan tidak bias dibuktikan secara keilmuan.ada mitos gunung berapi yaitu :
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Jawab :
    Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Jawab ;
    Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Jawab;
    Tentu, saya terinspirasi dari meleutusnya gunung Merapi
    Membuat suatu alat pembersih abu vulkanik agar abu vulkanik tersebut dapat mudah dihilangkan karena tebalnya abu vulkanik yang menempel pada genteng-genteng rumah dapat menyebabkan rumah roboh atau rusak dan tidak layak tinggal.Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

    Kelas : XI NS 1
    No absent : 13
    Nama : hani halimatus sa’diyah

  4. Nama : Endah Anis Sriyekti
    Kelas : XI NS 1
    NUS : 08

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Ahli goelogi menyadari adanya pergerakan lempeng bumi yang diukur dari pergerakan pertahun antara lapisan dengan membandingkan jarak yang telah diukur pada tahun sebelumnya dengan tahun saat ini. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi. Teori terbentuknya gunung mengatakan bahwa gunung dalam jutaan tahun yang lalu adalah daerah yang labil pada satu sisi dan pada sisi yang lain adalah daerah padat. Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluar dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung. Merapi bagian selatan terdapat bukaan kawah yang jarak ke Kali Adem yang dekat dengan pemukiman penduduk.
    2. Material Gunung Meletus
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.

    3. Energi Setelah Letusan
    kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali. Energi yang dikeluarkan oleh Merapi sangat dahsyat. Energi panas, getaran, gelombang vertical dan horizontal, gerak potensial, gesekan, dll.Energi tersebut untuk membentuk keseimbangan alam yaitu energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi dapat diubah ke bentuk yang lain,. Tergantung kita dapat memaknai kejadian ini.

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa (26/11).

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.
    (dikutip dari beberapa sumber)

  5. x-4,Akhmad isnaeni ,no absen o4
    1)Energi yang menyebabkan gunung itu meletus
    energi yang berasal dari adanya penunjaman lempeng Samudera di Selatan Jawa yang menyusup di bawah lempeng benua Asia yang bagian pinggiran atasnya menjadi tempat kita hidup di Sumatra-Jawa-Kalimantan. Penyusupan pertemuan lempeng di arah tersebut sudah dimulai dan berlangsung sejak 32 juta tahun lalu atau zaman Oligocene. Ini menyebabkan dinamika pembentukan jalur gunung berapi pada jarak 150 kilometer dari titik penujaman tersebut, yaitu dalam hal ini Merapi termasuk di dalam jalur tersebut.
    Gunung Merapi paling aktif bergolak antara 4 sampai 5 tahun sekali. Kemungkinan ini karena posisinya pada Blok Jawa Tengah, yang selain disusupi dari Selatan, juga ditekan dari Utara. Coba lihat kelurusan pantai-pantai di sepanjang Jawa Tengah, yang menjorok masuk ke dalam, baik di Utara maupun di Selatan. Sementara pantai-pantai di Jawa Barat dan Jawa Timur lebih sempit dari luasan kedua daerah itu, itu sebagai ekspresi penekanan tersebut.

    2)Material gunung yang dikeluarkan oleh gunung meletus

    Bahan-bahan yang dikeluarkan gunung api saat meletus adalah sebagai berikut :
    a) Material vulkanis padat (efflata)
    – berdasarkan asalnya
    a) Efflata autogen, bersala dari bekuan magma yang keluar.
    b)Efflata aulogen, berasal dari pipa kawah yang terlempar.
    – Berdasarkan ukurannya
    a) Boom berukuran besar
    b)Lapili sebesar kerikil
    c) Pasir vulkanik sebesar butiran pasir
    d)Abu vulkanis efflata yang halus
    – Material berupa cairan
    a) lava, yaitu aliran magma ke permukaan bumi
    b) Lahar panas, yaitu lava yang merupakan campuran lava dengan air
    c) Lahar dingin yaitu lava yang membeku bersama air hujan.
    – Material gas, terdiri dari atas uap air, gas nitrogen, gas belerang, asam arang dan lain-lain.

    3)Energi setelah letusan
    melansir data terbaru letusan Merapi. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi.

    4)Awan panas disebabkan oleh apa,apa kandungan dan energinya
    awan panas disebabkan oleh guguran kubah lava,sedangkan jika arah mengalirnya berdasarkan angin yang bertiup, kandungan yang ada diawan panas merupakan material panas dalam gunung dan energinya merupakan energi dari dalam bumi.

    5)Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    menurut cerita masyarakat Diceritakan bahwa Mbah Petruk itu merupakan kerabat moyangnya penduduk yang mendiami daerah lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Dia memang sangat sakti dan tidak pernah mandi. Namun suatu saat menghilang saat terjerumus atau dijerumuskan di suatu pusaran air atau kedung di sebuah sungai di sana
    Setelah peristiwa itu, menurut kepercayaan masyarakat sekitar, Mbah Petruk sering muncul dalam penampakan. Penampakan ini terjadi bila akan ada hal-hal besar di sekitar daerah itu. Penampakannya untuk mengingatkan para kerabat dan turunannya.

    6)upaya agar gunung merapi tidak meletus eksplosif
    memang segala upaya manusia telah dilakukan tetapi yang bisa menahan letusan eksplosif adalah allah SWT tetapi yang harus dilakukan manusia adalah sebagai berikut
    -diberi lobang di daerah puncak gunung
    -membuka magma dengan meledakanya
    jika kedua usaha tersebut masih gagal maka langkah terakhir adalah mengevakuasi warga setempat ketempat yang aman

    7)Dapatkah energi merapi dimanfaatkan?bagaimana caranya?
    Ya dapat
    -Debu vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung menganding zat yang bisa menyuburkan tanah. Kesuburan tanah akibat letusan gunung ini terutama yang berada di daerah tropis seperti Indonesia. Soal penjelasan ilmiahnya bukan kompetensi saya untuk menjelaskannya. Mudah-mudahan kawan-kawan dari Kementerian Pertanian yang bisa memberikan pencerahan soal ini.
    -Tentang pasir, materi ini akan terkonsentrasi di alur-alur lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Sebab, lahar itu sendiri merupakan bagian dari produk letusan gunung api tersebut. Berdasarkan informasi BPPTK dan PVMBG bahwa material yang sudah dimuntahkan Gunung Merapi ini mencapai 100 juta meter kubik. Maka, diperkirakan pasir-pasir yang akan menjadi rezeki di alur-alur sungai tersebut pastinya tidak akan melebihi jumlah atau volume itu. Karena, mereka hanya sebagian kecil saja proporsinya dari keseluruhan material vulkanik yang diluncurkan Merapi,juga dapat dimanfaatkan sebagai peluang arus listrik.

    8)Apakah anda terinspirasi dari maeltusnya gunung merapi?
    Ya,tentu saja saya terinspirasi dari meletusnya gunung merapi,karena dapat mengetahui/mendalami lebih lanjut tentang fenomena-fenomena alam dari kacamata pendidikan(ilmu),dan menambah wawasan bagi kita,juga dapat sebagai peringatan bagi kita agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.(dikutip dari beberapa sumber dan pendapat para ahli).
    AKHMAD ISNAENI(04)X.4

  6. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi panas / kalor.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi panas,getaran,gelombang,potensial,gerak,bunyi,dll.

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah

    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.

    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya pencegahan hanya dilakukan dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan pencegahan pada sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,Selain berbahaya gunungapi merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :
    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Tentu, meletusnya gnunung merapi menyadarkan kita bahwa bencana dapt datan kapanpun tanpa bisa diduga,jadi kita harus bisa menyiapkan diri kita ketika terjadi bencana.upaya mernyiapkan diri bisa berupa simulasi,jadi ketika terjadi bencana kita telah memiliki persiapan yang matang.

    X1 NS 1 / 25 / SAFRIAL DWIKY DARMAWAN

  7. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas. (cairan lava)
    b.Tekanan (magma dan lava di dalam perut bumi yang mempunyai tekanan tertentu didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )
    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)
    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700˚C akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dengan cara membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Tetapi suara bebatuan yang menuruni bukit tidak begitu gemuruh sebab di selimuti oleh gas-gas yang turun bersama bebatuan tersebut.
    Kandungan dari awan panas tersebut adalah zat padat (debu vulkanik dengan ukuran mulai dari ash sampai lapili), dan fase gas (CO2, sulfur, chlor, uap air dan lainnya) yang bercampur udara. Pada Gunung Merapi, awan panas terbentuk oleh mekanisme guguran lava baru, sering disebut “nuee ardante d’ avalance”. Awan panas jenis ini akan mengalir melalui zona lembah sungai dan kanan/ kirinya, mengikuti arah aliran dari luncuran lava pada dasar lembah.
    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Kalau dahulu mungkin bisa. Tetapi sekarang tidak bisa di gabungkan. Itu terbukti dengan mbah Maridjan yang tidak di beri mimpi ketika merapi akan meletus padahal letusan – letusan sebelumnya pasti di beri mimpi. Lalu dengan setiap bulan baru bencana besar terjadi, itu tidak terbukti di merapi.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sampai saat ini belumada yang bisa mengatasinya. Namun saat letusan kemarin tipe letusan merapi berubah sebentar. Itu mungkin di sebabkan pergerakan lempeng bumi. Yang pasti, warga di sekitar lereng merapi butuh perhatian khusu dari pemerintah setempat.
    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa, seperti:
    *Bahan-bahan seperti pasir, batu, kerikil bisa dimanfatkan untuk bahan bangunan.
    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik(geothermal).
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa nyawa kita bisa di ambil Tuhan YME kapan saja dan menyadarkan kita untuk terus menjaga lingkungan agar bencana besar tidak terjadi.

  8. 1 Energi Penyebab Gunung Meletus1. Peningkatan kegempaan vulkanik

    2. Peningkatan suhu kawah

    3. Peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung.

    4. Lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magma di perut bumi pun mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu aktivitas geologis, vulkanik, dan tektonik.

    5. Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak keluar (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava.

    6. Pelepasan Energy yg tertumpuk

    2 Material Gunung MeletusLetusan eksplosif Gunung Merapi yang terjadi pukul 10.03, Senin (1/11), meruntuhkan material di puncak gunung sekitar 2 juta meter kubik (m3). Tinggi letusan mencapai 1,5 kilometer (km) dan membawa awan panas atu wedhus gembel 4 km ke arah selatan atau Kali Gendol.material yang dikeluarkan antara lain:magma,lahar panas, lahar dingin, pasir, lumpur, batuan, abu vulkanik, dan lain-lain..

    3 Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan sikap saling tolong-menolong sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.

  9. 1. Energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab :
    a. Energi Kalor / Panas
    b. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika ( Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam ), selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak.

    2. Material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab :
    a. Abu vulkanik
    b. Lava pijar
    c. Magma
    d. Lahar panas
    e. Lahar dingin
    f. Awan panas ( Piroklastik )
    g. Pasir
    h. Batuan
    i. Lumpur
    j. Gas beracun
    k. dan lain-lain

    3. Energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab :
    a. Energi Kalor / Panas
    b. Getaran
    c. Gelombang
    d. Bunyi
    e. Gerak
    f. Potensial
    g. Rambatan.

    4. Wedus gembel / Awan panas disebabkan oleh apa? Apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.
    Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin. Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.
    Jauhnya jarak luncur awan panas juga dipengaruhi oleh temperatur yang lebih tinggi, kandungan gas lebih banyak, dan memiliki kecepatan awal lateral pada saat jatuh. Dengan kondisi lebih banyak gas dan temperatur tinggi.
    Kandungan yang terkandung dalam Awan panas adalah zat padat (debu vulkanik dengan ukuran mulai dari ash sampai lapili), dan fase gas ( CO2, sulfur, chlor, uap air dan lainnya) yang bercampur udara.
    Energi yang terkandung di dalamnya adalah Energi Kalor / Panas, yang dapat merusakkan seluruh wilayah, Energi Bunyi, Energi Internal.

    5. Apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? Jelaskan!
    Jawab :
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji,
    Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul.
    Raja adalah sosok yang dipercaya satu-satunya yang bias berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepimpinan tradisional Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan meninggal tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci.

    6. Bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab :
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada Yogyakarta. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus.

    7. Secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab :
    a. Kecepatan pelepasan ( discharge ) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per-satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sembaran petir vertikal dari bawah ke atas. Bermanfaat sebagai penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.

    b. Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    c. Panas bumi yang berupa fluida, misalnya air panas alam (hot spring) di atas suhu 175°C, dapat digunakan sebagai sumber pembangkit flash steam power plant.

    8. Apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan!
    Jawab :
    Ya, tentu. Meletusnya gunung merapi tentu menyadarkan kita akan menjaga lingkungan, menjaga alam bumi yang kita punya, serta menambah wawasan kita tentang pengetahuan yang ada, seperti ilmu geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi, dan lain sebagainya. Dan kejadian ini pula menyadarkan kita bahwa kita semua harus mensyukuri segala sesuatu yang di berikan oleh Tuhan YME.

  10. Kelas : XI NS 1
    NO : 02
    Nama : Agustin Zakkia

    1. energi apa yang menjadikan gunung merapi meletus?
    Jawab : energy penyebab terjadi meletusnya gunung merapi yaitu : energy panas dari magma , energi gerak karena adanya pergeseran lempeng . dan tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab : bahan padat yaitu bom , lapili , pasir ,abu . bahan cair yaitu lava , lahar panas ,dan lahar dingin .dan bahan gas yaitu solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.

    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab : energi panas, energi bunyi, potensial , getaran , gelombang , vertical, horizontal , gesekan.

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab : penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas . Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab : mitos – mitos rakyat setempat tidak dapat di gabungkan dengan keadaan ilmiah . adapun mitos – mitos tersebut seperti yang dikatakan Ponimin (50) yang disebut-sebut “sakti” seperti Mbah Maridjan, punya penafsiran sendiri. Menurutnya, hidung Petruk yang menghadap Yogyakarta mengandung arti Merapi mengincar Yogyakarta. (detiknews,13/11/2010). Permadi, seorang paranormal, dalam sebuah infotainmen “Silet” di sebuah televisi siaran swasta nasional memiliki pendapat yang hampir serupa dengan Ponimin. Lain lagi dengan Sultan Hamengkubuwana, Gubernur Yogyakarta saat ditemui di Kepatihan (2/11/2010) mengungkapkan: “ Itu kan kata mereka. Kalau aku bilang itu Bagong, bagaimana? Atau itu Pinokio, karena hidungnya panjang”. (Tempointeraktif.com, 2/11/2010). Spekulasi terus bermunculan akibat photo ini. Belum lagi juga muncul photo lain dari asap Merapi yang membentuk tulisan Arabic “Allah”. Dari beberapa sumber,memang tidak ada mitos menenai meletusnya gunung merapi yang dapat di gabungkan dengan ilmiah.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab : sampai saat ini upaya yang dilakukan yaitu mengevakuasi warga dan bukan mencegah sifat letusannya sendiri .

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab : energi alam merapi dapat dijadikan sebagai pembangkit listri . dengan cara : pembangkit listrik membutuhkan uap untuk membangkitkan listrik. digunakan untuk memanaskan air pada boiler sehingga terbentuk uap. Selajutnya uap ini digunakan untuk memutar turbin. Turbin akan memutar generator dan dari generator listrik akan dibangkitkan. Lalu bagaimana dengan pembangkit listrik tenaga panas bumi? Pembangkit listrik tenaga panas bumi berbeda dengan pembangkit listrik pada umumnya. Pembangkit listrik panas bumi meminjam panas dari bumi.
    Pembangkit listrik panas bumi menggunakan uap dari sumber panas di dalam bumi. Selajutnya sama seperti pembangkit listrik pada umumnya, uap dari dalam bumi ini digunakan untuk memutar turbin yang akan mengaktifkan generator, sehingga listrik bisa dihasilkan.
    Bagaimana kita bisa mengetahui suatu daerah yang bisa menghasilkan panas bumi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik? Bagian dalam bumi memiliki suhu tinggi. Panas inilah yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listik tenaga panas bumi. Tetapi kita berusaha mencari daerah-daerah yang relatif dangkal. Daerah yang dangkal lebih mudah diambil panasnya secara teknologi. Selain itu juga lebih murah tentunya dalam hal investasi. Keberadaan sumber panas bumi yang relatif dangkal ini ditandai dengan munculnya geyser, sumber air panas, fumarol, kolam air panas, dan lain sebagainya.
    Bagaimana cara kerja pembangkit listrik panas bumi? Di daerah yang berprospek menghasilkan panas bumi, dibuat sumur pemboran. Dari sumur-sumur produksi ini akan menghasilkan uap. Uap selanjutnya akan dialirkan menuju separator untuk memisahkan uap dengan air. Umumnya lapangan panas bumi ini menghasilkan fluida 2 fasa, yaitu uap dan air. Setelah bersih, uap ini akan dialirkan ke turbin, turbin selanjutnya akan memutar generator. Dan generator inilah yang akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik.
    Uap yang keluar dari turbin selajutnya akan masuk ke kondensor untuk dikondensasikan. Uap akan berubah wujudnya menjadi cair yang disebut dengan kondensat. Kondensat ini kemudian dialirkan ke menara pendingin untuk mendinginkan suhunya. Lalu air yang sudah relatif dingin ini diinjeksikan kembali ke dalam bumi melalui sumur injeksi. Inilah yang menjadikan energi panas bumi sebagai energi yang berkelanjutan.

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab : ya, tentu .dengan terjadi meletusnya gunung merapi kita dapat memperoleh wawasan yang luas dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningatkan kita kepada Tuhan YME, bahwa nyawa kita bisa di ambil Tuhan YME kapan saja. Dan agar kita dapat mengembangkan pengalaman yang sudah sudah agar kita tanggap menghadapi apapun masalah yang terjadi di Negara kita.

  11. kelas : XI NS 1
    No absen : 04
    Nama : alifia Nugrahani Sidhi

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )

    2. Material Gunung Meletus
    Material dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    – bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    – bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    – bahan gas :solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    penyebab terjadinya awan panas adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas.

    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    menurut saya tidak bisa, karena mitos yg berkembang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    belum ada yg bisa dilakukan. namun ada beberapa yg menyebutkan caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    bisa, yaitu :
    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    tentu saja. dengan meletusnya merapi, membuat kita adar akan pentingnya menjaga lengkungan sekitar.
    serta untuk tanggap dan waspada terhadap fenomena alam, dan menyadari bahwa hal tersebut adalah wajar bukan hanya didasari mitos belaka.

  12. 1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
    Magma merupakan batu-batuan cair yang terletak di dalam kamar magma di bawah permukaan bumi. Magma di bumi merupakan larutan silika bersuhu tinggi yang kompleks dan merupakan asal semua batuan beku. Magma berada dalam tekanan tinggi dan kadang kala memancut keluar melalui pembukaan gunung berapi dalam bentuk aliran lava atau letusan gunung berapi.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
    Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
    Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
    Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
    Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Energi panas, getaran, gelombang, potensial, gerak, bunyi.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Wedus gembel disebabkan karena ALIRAN PIROKLASTIK.
    Aliran piroklastik adalah salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan (diketahui sebagai tefra). Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h. Gas dapat mencapai temperatur diatas 1000 derajat Celsius.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Tidak. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Sejauh ini belum ada yang mencobanya. Yang bisa menahan letusan eksplosif adalah allah SWT. Langkah terakhir yang harus dilakukan manusia adalah mengevakuasi warga setempat ketempat yang aman.
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Ya. Misal:
    Abu vulkanik: menyuburkan tanaman
    Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Ya, peristiwa itu cukup untuk menyadarkan manusia untuk tetap siaga terhadap bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba anpa adanya tanda-tandanya.
    Kelas : X.4
    Absen : 10
    Nama : Catur Agung Budiadi

  13. (X.4/25/Muhammad Wildan A.)
    1.Energi penyebab Gunung meletus
    Disebabkan akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Energi panas / kalor yang berasal dari magma yang sebenarnya itu adalah inti bumi yang sangat panas. Beberapa ilmuwan menggolongkan kerja inti bumi sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbullah letusan gunung.
    2.Material Gunug Meletus
    Material yang dikeluarkan oleh gunung meletus antara lain : Awan panas (wedus gembel), lahar panas, lahar dingin, abu vulkanik, gas beracun, lava pijar, dll.
    3.Energi setelah letusan
    Energi panas, getaran (gempa), bunyi,
    4.Penyebab Awan panas dan kandungannya
    Penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas. Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    5.Mitos Rakyat
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6.Upaya agar merapi tidak meletus eksplosif
    Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus. Juga upaya untuk mengefakuasi wargan disekitar merapi.
    7.Dapatkah energy merapi dimanfaatkan? Caranya?
    Ya dapat, Material merapi yang keluar bias menyuburkan tanah yang tandus. Pasir akan terkonsentrasi di alur-alur lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Sebab, lahar itu sendiri merupakan bagian dari produk letusan gunung api tersebut. Berdasarkan informasi BPPTK dan PVMBG bahwa material yang sudah dimuntahkan Gunung Merapi ini mencapai 100 juta meter kubik. Maka, diperkirakan pasir-pasir yang akan menjadi rezeki di alur-alur sungai tersebut pastinya tidak akan melebihi jumlah atau volume itu.
    8.Apakah anda terisnpirasi dari meletusnya merapi?
    Ya saya terisnpirasi, yang mulanya tidak tahu dan tidak mau tahu, sekarang saya mulai mencari informasi tentang merapi. Energi apa saja yang dikeluarkan dan terjadi, material yang dikeluarkan, sampai korban yang tewas akibat letusan merapi.Ini juga menambah ilmu sekaligus wawasan tentang merapi, disamping iu kita juga bisa belajar mengenai bagaimana Gunung itu meletus dan penyebabnya, sehingga kita tidak terlalu percaya pada mitos masyarakat sekitar Merapi.Letusan itu juga bias menandakan peringatan dari Allah SWT. agar senantiasa ingat dan beribadah kepadanya.

  14. 1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
    Magma merupakan batu-batuan cair yang terletak di dalam kamar magma di bawah permukaan bumi. Magma di bumi merupakan larutan silika bersuhu tinggi yang kompleks dan merupakan asal semua batuan beku. Magma berada dalam tekanan tinggi dan kadang kala memancut keluar melalui pembukaan gunung berapi dalam bentuk aliran lava atau letusan gunung berapi.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
    Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
    Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
    Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
    Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Energi panas, getaran, gelombang, potensial, gerak, bunyi.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Wedus gembel disebabkan karena ALIRAN PIROKLASTIK.
    Aliran piroklastik adalah salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan (diketahui sebagai tefra). Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h. Gas dapat mencapai temperatur diatas 1000 derajat Celsius.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Tidak.
    sama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Sejauh ini belum ada yang mencobanya. Yang bisa menahan letusan eksplosif adalah allah SWT. Langkah terakhir yang harus dilakukan manusia adalah mengevakuasi warga setempat ketempat yang aman.
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Ya. Misal:
    Abu vulkanik: menyuburkan tanaman
    Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Ya, peristiwa itu cukup untuk menyadarkan manusia untuk tetap siaga terhadap bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba anpa adanya tanda-tandanya.
    Kelas : X.4
    Absen : 10
    Nama : Catur Agung Budiadi

  15. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • Energy panas dari magma / Geothermal : Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung.
    2. Material dikeluarkan dari gunung berapi
    • bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    • bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    • bahan gas : solfatar , fumarol , dan mofet.
    3. energi setelah terjadi letusan
    • energi bunyi : suara gemuruh terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi.
    • energi termal : merapi sudah melepaskan energi termal mencapai 12 megaton TNT.
    • gaya gesekan : peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    • Energi rambatan : gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi.
    • Energy gerak / mekanik : . Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km.
    4. Sebab, kandungan dan energi Awan Panas
    • Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava.
    • awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Yang menewaskan banyak warga lereng Merapi beberapa waktu lalu bahkan mencapai kecepatan 200 km per jam saat turun dari punggung gunung. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin.
    • Energi gerak / mekanik : Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.
    5. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul.Mitos-mitos yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi.
    Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan almiah tidak bisa digabungkan karena mitos tidak bisa di logika dan tidak bisa dibuktikan secara keilmuan. Tetpi menurut masyarakat yang masih memegang teguh mitos itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat.
    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya adalah dengan menyuntik gunung agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    7. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran allah SWT yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

    XI NS I / 19 / Maulida Najwa

  16. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • Energy panas dari magma / Geothermal : Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung.
    2. Material dikeluarkan dari gunung berapi
    • bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    • bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    • bahan gas : solfatar , fumarol , dan mofet.
    3. energi setelah terjadi letusan
    • energi bunyi : suara gemuruh terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi.
    • energi termal : merapi sudah melepaskan energi termal mencapai 12 megaton TNT.
    • gaya gesekan : peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    • Energi rambatan : gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi.
    • Energy gerak / mekanik : . Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km.
    4. Sebab, kandungan dan energi Awan Panas
    • Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava.
    • awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Yang menewaskan banyak warga lereng Merapi beberapa waktu lalu bahkan mencapai kecepatan 200 km per jam saat turun dari punggung gunung. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin.
    • Energi gerak / mekanik : Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.
    5. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul.Mitos-mitos yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi.
    Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan almiah tidak bisa digabungkan karena mitos tidak bisa di logika dan tidak bisa dibuktikan secara keilmuan. Tetpi menurut masyarakat yang masih memegang teguh mitos itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat.
    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya adalah dengan menyuntik gunung agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    7. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran allah SWT yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

    XI NS I / 22 / Niki wahyuniingsih

  17. Kelas : XI NS 1
    No. Absent : 18
    Nama : Ivana Melina

    1. Energi yang menjadikan gunung merapi meletus adalah energi kalor, kinetik, potensial, cahaya, gelombang, suara, gerak, rambatan, listrik.
    2. Material yang keluar dari gunung berapi: abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan panas, lumpur, awan panas, tanah longsor, gempa bumi, gas vulkanik(Karbon monoksida(CO2), Hidrogen sulfide(H2S), Sulfur dioksida(SO2), Nitrogen(NO2)).
    3. Energi setelah terjadi letusan adalah energi kalor, listrik, cahaya, suara, nuklir, termal, rambatan.
    4.Awan panas terjadi karena muntahan gunung merapi oleh ketidakseimbangan pada kubah lava, hasil letusan yang mengalir bergulung. Kandungan: SO2, Silika, gas CO2, belerang. Energi: energi listrik, kalor, gerak, kinetik, gelombang, potensial, suara, getaran, rambatan.
    5. Tidak, karena menurut saya mitos-mitos tesebut tidak ada hubungannya dengan meletusnya gunung merapi. Gunung merapi meletus karena inti bumi yang berisi gas dan cairan lava yang memiliki tekanan tertentu yang suatu saat tekanan tersebut tidak dapat ditahan maka timbullah letusan gunung.
    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya adalah dengan teori menutup pintu, namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus.
    7. Dapat. Kecepatan pelepasan magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas dan bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Ya, tentu saja saya terinspirasi. Setiap peristiwa tentu saja dapat dijadikan inspirasi, dan terdapat segi positifnya seperti edukasi dan kita menjadi sadar akan kebesaran Tuhan, dan kelestarian alam. Kita sebagai makhluk ciptaan-Nya wajib menjaga, melestarikan, dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

  18. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • Energy panas dari magma / Geothermal : Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung.
    2. Material dikeluarkan dari gunung berapi
    • bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    • bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    • bahan gas : solfatar , fumarol , dan mofet.
    3. energi setelah terjadi letusan
    • energi bunyi : suara gemuruh terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi.
    • energi termal : merapi sudah melepaskan energi termal mencapai 12 megaton TNT.
    • gaya gesekan : peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    • Energi rambatan : gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi.
    • Energy gerak / mekanik : . Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km.
    4. Sebab, kandungan dan energi Awan Panas
    • Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava.
    • awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Yang menewaskan banyak warga lereng Merapi beberapa waktu lalu bahkan mencapai kecepatan 200 km per jam saat turun dari punggung gunung. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin.
    • Energi gerak / mekanik : Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.
    5. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul.Mitos-mitos yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi.
    Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan almiah tidak bisa digabungkan karena mitos tidak bisa di logika dan tidak bisa dibuktikan secara keilmuan. Tetpi menurut masyarakat yang masih memegang teguh mitos itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat.
    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya adalah dengan menyuntik gunung agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    7. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran allah SWT yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

    XI NS I / 24 / reza ayu risqi M.

  19. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • Energy panas dari magma / Geothermal : Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung.
    2. Material dikeluarkan dari gunung berapi
    • bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    • bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    • bahan gas : solfatar , fumarol , dan mofet.
    3. energi setelah terjadi letusan
    • energi bunyi : suara gemuruh terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi.
    • energi termal : merapi sudah melepaskan energi termal mencapai 12 megaton TNT.
    • gaya gesekan : peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    • Energi rambatan : gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi.
    • Energy gerak / mekanik : . Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km.
    4. Sebab, kandungan dan energi Awan Panas
    • Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava.
    • awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Yang menewaskan banyak warga lereng Merapi beberapa waktu lalu bahkan mencapai kecepatan 200 km per jam saat turun dari punggung gunung. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin.
    • Energi gerak / mekanik : Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.
    5. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul.Mitos-mitos yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi.
    Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan almiah tidak bisa digabungkan karena mitos tidak bisa di logika dan tidak bisa dibuktikan secara keilmuan. Tetpi menurut masyarakat yang masih memegang teguh mitos itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat.
    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya adalah dengan menyuntik gunung agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    7. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran allah SWT yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

    XI NS I / 17 /inestesia O.

  20. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • Energy panas dari magma / Geothermal : Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung.
    2. Material dikeluarkan dari gunung berapi
    • bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    • bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    • bahan gas : solfatar , fumarol , dan mofet.
    3. energi setelah terjadi letusan
    • energi bunyi : suara gemuruh terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi.
    • energi termal : merapi sudah melepaskan energi termal mencapai 12 megaton TNT.
    • gaya gesekan : peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    • Energi rambatan : gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi.
    • Energy gerak / mekanik : . Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km.
    4. Sebab, kandungan dan energi Awan Panas
    • Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava.
    • awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Yang menewaskan banyak warga lereng Merapi beberapa waktu lalu bahkan mencapai kecepatan 200 km per jam saat turun dari punggung gunung. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin.
    • Energi gerak / mekanik : Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.
    5. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul.Mitos-mitos yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi.
    Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan almiah tidak bisa digabungkan karena mitos tidak bisa di logika dan tidak bisa dibuktikan secara keilmuan. Tetpi menurut masyarakat yang masih memegang teguh mitos itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat.
    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya adalah dengan menyuntik gunung agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    7. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran allah SWT yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

    XI NS I / 10 / fajar mentari

  21. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • Energy panas dari magma / Geothermal : Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung.
    2. Material dikeluarkan dari gunung berapi
    • bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    • bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    • bahan gas : solfatar , fumarol , dan mofet.
    3. energi setelah terjadi letusan
    • energi bunyi : suara gemuruh terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi.
    • energi termal : merapi sudah melepaskan energi termal mencapai 12 megaton TNT.
    • gaya gesekan : peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    • Energi rambatan : gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi.
    • Energy gerak / mekanik : . Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km.
    4. Sebab, kandungan dan energi Awan Panas
    • Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava.
    • awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Yang menewaskan banyak warga lereng Merapi beberapa waktu lalu bahkan mencapai kecepatan 200 km per jam saat turun dari punggung gunung. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin.
    • Energi gerak / mekanik : Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.
    5. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul.Mitos-mitos yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi.
    Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan almiah tidak bisa digabungkan karena mitos tidak bisa di logika dan tidak bisa dibuktikan secara keilmuan. Tetpi menurut masyarakat yang masih memegang teguh mitos itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat.
    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya adalah dengan menyuntik gunung agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    7. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran allah SWT yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

    XI NS I / 29 / tri agung S.

  22. 1.Menurut saya : Secara filsafat gunung merapi sekarang sedang masa sangat aktif(panas-panasnya). Didalam gunung merapi magma tertekan oleh gas bertekanan tinggi. Tetapi energi itu berusaha dibendung oleh material yang menutup di ujung gunung merapi. Suatu saat energi tersebut dapat tidak terbendung dan terjadilah letusan,Hal itu tentu saja penerapan dari ENERGI POTENSIAL.
    2. Lumpur,pasir,bongkahan batu besar,kerikil,abu vulkanik,gas vulkanik(CO,CO2,S02,H2S dan NITROGEN),asap sulfatar(wedhus gembel),magma(lahar),lava,sumber air panas.
    3.Energi panas,Energi getaran,Energi gelombang (vertikal atau horizontal),Energi gerak,Energi gesek,Energi bunyi,energi potensial,energi mekanik.Semuanya itu membentuk alami dan ilmiah (alamiah) {EM=EP+EK}.
    4.Dalam bahasa vulkano logi, wedhus gembel disebut pula dengan piroplastik. Awan panas itu merupakan bagian dari hasil letusan gunung berapi selain gas vulkanik, lava, lahar, serta abu letusan gunung atau biasa disebut pula dengan abu vulkanik.
    Beberapa gas panas atau gas vulkanik yang dihasilkan itu antara lain gas sulfurdioksida (SO2) yang merupakan gas paling dominan, gas karbonmonoksida (CO), gas karbondioksida (CO2), gas hidrogensulfi da (H2S), dan gas nitrogen. gunung yang meletus dikarenakan endapan magma yang ada di dalam perut Bumi didorong keluar oleh gas-gas bertekanan tinggi tersebut.
    Gas-gas itu kemudian bercampur dan bersama- sama dengan material-material vulkanik lainnya, seperti batu vulkanik dalam berbagai ukuran serta tanah, akan muncul dan membentuk gumpalan seperti awan. Material itulah yang kemudian dikenal sebagai wedhus gembel, Suhu awan panas tersebut bisa mencapai 600 derajat celcius.Energi yang terkandung didalam wedhus gembel : (Energi panas dan Energi kinetik).
    5.Sebelumnya mohon maaf,ini pendapat saya pribadi. Menurut saya Samasekali tidak ada kaitanya antara mitos-mitos masyarakat setempat dengan keadaan merapi,seperti penunggu merapi sedang marah dan harus diberi tumbal.Kalau pola pikir rakyat Indonesia seperti itu,bagaimana indonesia masa depan ? Kita ini sedang dituntut oleh jaman agar terus maju dan berdaya saing, jangan sampai kita terperangkap dalam kebodohan. Bersandarlah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mulailah hidup dengan arah yang pasti.
    6.Menurut saya :Letusan eksplosif adalah letusan dengan ledakan yang luar biasa tetapi dapat diatasi dengan melakukan pengeboran di bagian samping merapi,dengan begitu material yang terkandung dalam gunung merapi dapat berangsur angsur keluar(melepas kalor atau kalor berpindah dari sistem ke lingkungan) dan terhindarlah dari letusan yang eksplosif.
    7.Menurut saya :Bisa! caranya dengan membangun sebuah badan pemanfaatan suhu panas,badan itu saya beri nama CALOR COMPANY.Panas(kalor) dialirkan dari gunung dengan pipa baja lalu ditampung pada bejana baja,setelah diolah, hasil tersebut dapat disuplai ke rumah penduduk dan dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak,sumber ini saya beri nama VOLCANOGASES

    8.Menurut saya : Tentu saja! Saya mendapatkan inspirasi dari gunung merapi yaitu: karena sudah banyak kerugian yang ditimbulkan merapi,hebatnya jika merapi dapat dimanfaatkan untuk diambil keuntunganya.Gunung merapi dapat dijadikan objek wisata dengan nama “menonton lava pijar merapi” hal itu tentu menguntungkan bagi pendudu sekitar. Mereka dapat memperoleh mata pencaharian dari alam. Setuju? k
    Class: XI NS 1 No. Absent: 27 Name: Sila Pinastika Muttaqin

  23. kelas : XI NS 1
    No absen : 04
    Nama : alifia Nugrahani Sidhi

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )

    2. Material Gunung Meletus
    Material dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    – bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    – bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    – bahan gas :solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    penyebab terjadinya awan panas adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas.

    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    menurut saya tidak bisa, karena mitos yg berkembang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    belum ada yg bisa dilakukan. namun ada beberapa yg menyebutkan caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    bisa, yaitu :
    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    tentu saja. dengan meletusnya merapi, membuat kita adar akan pentingnya menjaga lengkungan sekitar.
    serta untuk tanggap dan waspada terhadap fenomena alam, dan menyadari bahwa hal tersebut adalah wajar bukan hanya didasari mitos belaka.

  24. KELAS : XI NS 1
    NO : 05
    NAMA : ASTRI FIRMANDHANI

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • energi kalor / panas.
    • tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2. Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    • lava dan aliran pasir serta batu panas
    • lahar panas dan lahar dingin
    • gas vulkanik
    • tanah longsor
    • gempa bumi
    • abu letusan
    • awan panas (piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli, Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 7000C akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku di Gunung Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.

    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya mengevakuasi warga sekitar merapi, bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa, gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. Bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    • Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    • Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    • Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya, meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja, serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.

  25. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • energi kalor / panas.
    • tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2. Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    • lava dan aliran pasir serta batu panas
    • lahar panas dan lahar dingin
    • gas vulkanik
    • tanah longsor
    • gempa bumi
    • abu letusan
    • awan panas (piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli, Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 7000C akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku di Gunung Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.

    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya mengevakuasi warga sekitar merapi, bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa, gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. Bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    • Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    • Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    • Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya, meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja, serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.

    XI NS 1 / 24 / Reza Ayu Rizqi M.

  26. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • energi kalor / panas.
    • tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2. Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    • lava dan aliran pasir serta batu panas
    • lahar panas dan lahar dingin
    • gas vulkanik
    • tanah longsor
    • gempa bumi
    • abu letusan
    • awan panas (piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli, Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 7000C akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku di Gunung Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.

    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya mengevakuasi warga sekitar merapi, bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa, gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. Bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    • Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    • Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    • Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya, meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja, serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.

    XI NS 1 / 22 / Niki Wahyuningsih

  27. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • energi kalor / panas.
    • tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2. Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    • lava dan aliran pasir serta batu panas
    • lahar panas dan lahar dingin
    • gas vulkanik
    • tanah longsor
    • gempa bumi
    • abu letusan
    • awan panas (piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli, Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 7000C akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku di Gunung Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.

    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya mengevakuasi warga sekitar merapi, bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa, gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. Bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    • Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    • Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    • Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya meletusnya gunung berapi sangat menginspirasikan saya, dengan meletusnya gunung merapi kita semua dapat menyadari bahwa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, serta menambah pengetahuan tentang berbagai ilmu, seperti ilmu fisika, kimia, sejarah, sosiologi, dll.

  28. KELAS : X.4
    NO.ABSEN : 13
    NAMA : FAJAR ISTIKOMAH

    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    jawab :
    energi panas atau lava

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    jawab :
    berbagai material telah dikeluarkan Gunung Merapi. Mulai awan panas (wedhus gembel), lahar panas, lahar dingin, abu vulkanik, kerikil, dan bongkahan.

    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    jawab : adanya energi panas
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    jawab :
    a. sebab adanya awan panas
    Naiknya magma ke permukaan kepundan dapat menimbulkan kepulan asap hingga membentuk awan panas. Awan panas tersebut terjadi apabila magma yang naik itu menyentuh air tanah atau genangan air di kepundan.
    b. energi yang terkandung

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    jawab :
    menurut saya, mitos tidak dapat digabungkan dengan keadaan alam, karena mitos tidak dapat dipikirkan secara masuk akal.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    jawab :
    sampai saat ini saya belum bisa menyimpulkan bagaimana caranya

    7. dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam?
    jawab :
    dapat, material- material yang dikeluarkan merapi dapat dijadikan bahan industri, seperti kerikil untuk bahan bangunan

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi?
    jawab :
    tentu saya terinspirasi. setelah saya mendengar berita meletusnya merapi, saya jadi tertarik untuk baca- baca berita di internet, dan akhirnya saya tahu proses2 yang terjadi pada gunung meletus. secara otomatis pengetahuan saya jadi bertambah,, salain itu meletusnya merapi dapat menyadarkan kita bahwa kita harus bersyukur kepada Tuhan karena kita masih diberi kesempatan untuk dapat menjaga bumi kita

  29. XI NS 1
    21
    NAILY MARDHIYYA

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    • energi kalor / panas.
    • tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2. Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    • lava dan aliran pasir serta batu panas
    • lahar panas dan lahar dingin
    • gas vulkanik
    • tanah longsor
    • gempa bumi
    • abu letusan
    • awan panas (piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli, Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 7000C akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku di Gunung Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.

    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya mengevakuasi warga sekitar merapi, bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa, gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. Bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    • Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    • Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    • Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya, meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja, serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.

  30. nama : salman ramdhani
    kelas : X.4
    no.absen : 30

    1. Kemungkinan yang menyebabkan Gunung Merapi meletus :
    energi yang berasal dari adanya penunjaman lempeng Samudera di Selatan Jawa yang menyusup di bawah lempeng benua Asia yang bagian pinggiran atasnya menjadi tempat kita hidup di Sumatra-Jawa-Kalimantan. Penyusupan pertemuan lempeng di arah tersebut sudah dimulai dan berlangsung sejak 32 juta tahun lalu atau zaman Oligocene. Ini menyebabkan dinamika pembentukan jalur gunung berapi pada jarak 150 kilometer dari titik penujaman tersebut, yaitu dalam hal ini Merapi termasuk di dalam jalur tersebut.
    Gunung Merapi paling aktif bergolak antara 4 sampai 5 tahun sekali. Kemungkinan ini karena posisinya pada Blok Jawa Tengah, yang selain disusupi dari Selatan, juga ditekan dari Utara. Coba lihat kelurusan pantai-pantai di sepanjang Jawa Tengah, yang menjorok masuk ke dalam, baik di Utara maupun di Selatan. Sementara pantai-pantai di Jawa Barat dan Jawa Timur lebih sempit dari luasan kedua daerah itu, itu sebagai ekspresi penekanan tersebut.

    2. Material yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi ketika meletus:
    A. Material vulkanis padat (efflata)
    berdasarkan asalnya :
    a. Efflata autogen, bersala dari bekuan magma yang keluar.
    b. Efflata aulogen, berasal dari pipa kawah yang terlempar.
    B. Berdasarkan ukurannya
    a. Boom berukuran besar
    b. Lapili sebesar kerikil
    c. Pasir vulkanik sebesar butiran pasir
    d. Abu vulkanis efflata yang halus
    C. Material berupa cairan
    a. lava, yaitu aliran magma ke permukaan bumi
    b. Lahar panas, yaitu lava yang merupakan campuran lava dengan air
    c. Lahar dingin yaitu lava yang membeku bersama air hujan.
    D. Material gas, terdiri dari uap air, gas nitrogen, gas belerang, asam arang dan lain-lain.

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas, energi bunyi, energi gerak, energi potensial, Getaran, dan Gelombang.

    4. Penyebab terjadinya wedus gembel , serta kandungan dan energi yang terdapat didalamnya .
    awan panas disebabkan oleh guguran kubah lava,sedangkan jika arah mengalirnya berdasarkan angin yang bertiup, kandungan yang ada diawan panas merupakan material panas dalam gunung dan energinya merupakan energi dari dalam bumi.
    Kandungan yang terkandung dalam Awan panas adalah zat padat (debu vulkanik dengan ukuran mulai dari ash sampai lapili), dan fase gas ( CO2, sulfur, chlor, uap air dan lainnya) yang bercampur udara.
    Energi yang terkandung di dalamnya adalah Energi Kalor / Panas, yang dapat merusakkan seluruh wilayah, Energi Bunyi, Energi Internal.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.

    6. Upaya agar gunung merapi tidak meletus eksplosif
    Segala upaya manusia telah dilakukan tetapi yang bisa menahan letusan eksplosif adalah Tuhan YME tetapi upaya yang tetap harus dilakukan manusia yaitu:
    a. Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    b. Diberi lobang di daerah puncak gunung.
    c. Membuka magma dengan meledakanya, dll.
    jika usaha tersebut masih gagal maka langkah terakhir adalah mengevakuasi warga setempat ketempat yang aman
    7. Dapatkah energi merapi dimanfaatkan?bagaimana caranya?
    Ya dapat.
    a. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    b. Debu vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung menganding zat yang bisa menyuburkan tanah. Kesuburan tanah akibat letusan gunung ini terutama yang berada di daerah tropis seperti Indonesia.
    c. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunung api dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah anda terinspirasi dari maeltusnya gunung merapi?
    Ya, Meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan sikap saling tolong-menolong sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.

  31. XI Ns 1/ 26 / SETU ABDUL HADI

    1. Energi apa yang menjadikan gunung api itu meletus ?

    • Pelepasan Energy yg tertumpuk.
    • Lapisan tipis batuan padat (10 hingga 70 Km) yang mengambang di lapisan lebih tebal dari batuan cair, mantel, di mana batu berada pada suhu 1100-1200° C di lapisan paling dangkal dan lebih panas dan semakin panas dengan meningkatnya kedalaman.
    • Peningkatan kegempaan vulkanik
    • Peningkatan suhu kawah.
    • Peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung.
    • Peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung.
    • Lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magma di perut bumi pun mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu aktivitas geologis, vulkanik, dan tektonik.
    • Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak keluar (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava.

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?

    a) Material vulkanis padat (efflata)
    – berdasarkan asalnya
    a) Efflata autogen, bersala dari bekuan magma yang keluar.
    b)Efflata aulogen, berasal dari pipa kawah yang terlempar.
    – Berdasarkan ukurannya
    a) Boom berukuran besar
    b)Lapili sebesar kerikil
    c) Pasir vulkanik sebesar butiran pasir
    d)Abu vulkanis efflata yang halus
    b) Material berupa cairan
    a) lava, yaitu aliran magma ke permukaan bumi
    b) Lahar panas, yaitu lava yang merupakan campuran lava dengan air
    c) Lahar dingin yaitu lava yang membeku bersama air hujan.
    – Material gas, terdiri dari atas uap air, gas nitrogen, gas belerang, asam arang dan lain-lain.

    3. energi apa setelah terjadi letusan?

    Energi panas,getaran,gelombang,potensial,gerak,bunyi,dll

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?

    awan panas disebabkan oleh guguran kubah lava,sedangkan jika arah mengalirnya berdasarkan angin yang bertiup, kandungan yang ada diawan panas merupakan material panas dalam gunung dan energinya merupakan energi dari dalam bumi.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!

    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?

    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?

    Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.

    Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

  32. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )
    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)
    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan.
    4. Sebab dan Energi Awan Panas

    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas.
    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah

    Menurutku, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan ilmiah tidak bias digabungkan karena mitos tidak bias di logika dan tidak bias dibuktikan secara keilmuan.ada mitos gunung berapi yaitu :
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    dan juga sebaiknya lebih sering mendekatkan diri kepada allah minta perlindungan dan keselamatannya.
    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Bisa,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    Sumberdaya Energi :
    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan sikap saling tolong-menolong sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.juga mengingatkan saya kepada sang pencipta,dan saya akan terus menjadi orang yang lebih baik dan lebih baik lagi,karena semua itu semata mata adalah peringatan dari Allah SWT.

    XI NS 1 / 29 / Tri Agung S

  33. 1.Energi yang menjadikan gunung meletus adalah:
    *Energi kalor (magma)
    *Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    2. Material yang keluara ada 3 wujud, yaitu:
    *Padat:bom, lapili,pasir vulkanik, abu vulkanik, batu apung.
    *Cair: Lava. lahar.
    *gas: Gas belerang, nitrogen, gas asam, uap air.
    3. Energi setelah letusan adalah:
    *panas
    *gerak
    *getaran
    *gelombang vertikal
    *gelombang horizontal
    *potensial
    *bunyi
    *gesekan
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.
    5. Mitos-mitos rakyat mengenai meletusnya gunung merapi berkembang pesat, seakan-akan gunung merapi ini meletus dengan adanya mitos-mitos tersebut. Kenyataannya tidak, itu salah besar, mungkin masyarakat yang mengira mito-mitos rakyat yang menyebabkan terjadinya gunung meletus ini pendidikannya masih kurang(tradisional). Banyak ilmu-ilmu yang ada, yang menerangkan dan menjelaskan penyebab terjadinya gunung meletus, seperti: fisika. geografi, geologi, dll. Mitos tentang kyai sapu jagad yang bersemayam di merapi, mbah petruk yang di percaya sesepuh yang menunggu merapi, sehingga perlu diadakannya ritual dan memberikan sesaji, bencana besar/gunung meletus terjadi setiap bulan baru(purnama), itu semuanya tidak benar, yang pasti penyebab terjadinya gunung meletus adalah energi kalor, dan tekanan dari dalam gunung tsb, bukan karena mito masyarakat.
    6. Siapapun ahli vulkanologi di dunia sekalipun tidak ada yang bisa mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya, yang ada hanya pemerintah harus mengefakuasi masyarakat sebelum gunung merapi meletus, sehingga korban bisa dapat diminimalkan.
    7.Ya, itu sangat munkin bisa asalkan kita semua bisa menggunakan dan memanfaatkan itu semua dengan benar.
    Contoh sumber daya energi yang bisa dimanfaatkan yaitu:
    *Energi panas bumi yang bisa di manfaatkan sebagai pembangkit listrik.
    *Bahan-bahan yang di keluarkan/bahan galian seperti:
    -Belerang untuk bahan industri kimia.
    -batu-batuan: batu pasir, kerikil, bisa di manfaatkan sebagai bahan bangunan.
    8. Ya dapat, dengen terjadinya gunung merapi meletus, kita bisa lebih menjaga danmemelihara alam bumi kita ini dengan baik dan benar. Dan juga kita bisa mendapatkan ilmu penetahuan/wawasan yang lebih mengenai gunung meletus, dan yang paling utama adalah kita bisa lebih bersyukur kepada tuhan YME.

    XI NS 1_3_A. BAINI TASLIHUDIN.

  34. Kelas : XI NS 1
    NO : 02
    Nama : Agustin Zakkia

    1. energi apa yang menjadikan gunung merapi meletus?
    Jawab : energy penyebab terjadi meletusnya gunung merapi yaitu : energy panas dari magma , energi gerak karena adanya pergeseran lempeng . dan tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab : bahan padat yaitu bom , lapili , pasir ,abu . bahan cair yaitu lava , lahar panas ,dan lahar dingin .dan bahan gas yaitu solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.

    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab : energi panas, energi bunyi, potensial , getaran , gelombang , vertical, horizontal , gesekan.

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab : penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas . Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab : mitos – mitos rakyat setempat tidak dapat di gabungkan dengan keadaan ilmiah . adapun mitos – mitos tersebut seperti yang dikatakan Ponimin (50) yang disebut-sebut “sakti” seperti Mbah Maridjan, punya penafsiran sendiri. Menurutnya, hidung Petruk yang menghadap Yogyakarta mengandung arti Merapi mengincar Yogyakarta. (detiknews,13/11/2010). Permadi, seorang paranormal, dalam sebuah infotainmen “Silet” di sebuah televisi siaran swasta nasional memiliki pendapat yang hampir serupa dengan Ponimin. Lain lagi dengan Sultan Hamengkubuwana, Gubernur Yogyakarta saat ditemui di Kepatihan (2/11/2010) mengungkapkan: “ Itu kan kata mereka. Kalau aku bilang itu Bagong, bagaimana? Atau itu Pinokio, karena hidungnya panjang”. (Tempointeraktif.com, 2/11/2010). Spekulasi terus bermunculan akibat photo ini. Belum lagi juga muncul photo lain dari asap Merapi yang membentuk tulisan Arabic “Allah”. Dari beberapa sumber,memang tidak ada mitos menenai meletusnya gunung merapi yang dapat di gabungkan dengan ilmiah.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab : sampai saat ini upaya yang dilakukan yaitu mengevakuasi warga dan bukan mencegah sifat letusannya sendiri .

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab : energi alam merapi dapat dijadikan sebagai pembangkit listri . dengan cara : pembangkit listrik membutuhkan uap untuk membangkitkan listrik. digunakan untuk memanaskan air pada boiler sehingga terbentuk uap. Selajutnya uap ini digunakan untuk memutar turbin. Turbin akan memutar generator dan dari generator listrik akan dibangkitkan. Lalu bagaimana dengan pembangkit listrik tenaga panas bumi? Pembangkit listrik tenaga panas bumi berbeda dengan pembangkit listrik pada umumnya. Pembangkit listrik panas bumi meminjam panas dari bumi.
    Pembangkit listrik panas bumi menggunakan uap dari sumber panas di dalam bumi. Selajutnya sama seperti pembangkit listrik pada umumnya, uap dari dalam bumi ini digunakan untuk memutar turbin yang akan mengaktifkan generator, sehingga listrik bisa dihasilkan.
    Bagaimana kita bisa mengetahui suatu daerah yang bisa menghasilkan panas bumi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik? Bagian dalam bumi memiliki suhu tinggi. Panas inilah yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listik tenaga panas bumi. Tetapi kita berusaha mencari daerah-daerah yang relatif dangkal. Daerah yang dangkal lebih mudah diambil panasnya secara teknologi. Selain itu juga lebih murah tentunya dalam hal investasi. Keberadaan sumber panas bumi yang relatif dangkal ini ditandai dengan munculnya geyser, sumber air panas, fumarol, kolam air panas, dan lain sebagainya.
    Bagaimana cara kerja pembangkit listrik panas bumi? Di daerah yang berprospek menghasilkan panas bumi, dibuat sumur pemboran. Dari sumur-sumur produksi ini akan menghasilkan uap. Uap selanjutnya akan dialirkan menuju separator untuk memisahkan uap dengan air. Umumnya lapangan panas bumi ini menghasilkan fluida 2 fasa, yaitu uap dan air. Setelah bersih, uap ini akan dialirkan ke turbin, turbin selanjutnya akan memutar generator. Dan generator inilah yang akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik.
    Uap yang keluar dari turbin selajutnya akan masuk ke kondensor untuk dikondensasikan. Uap akan berubah wujudnya menjadi cair yang disebut dengan kondensat. Kondensat ini kemudian dialirkan ke menara pendingin untuk mendinginkan suhunya. Lalu air yang sudah relatif dingin ini diinjeksikan kembali ke dalam bumi melalui sumur injeksi. Inilah yang menjadikan energi panas bumi sebagai energi yang berkelanjutan.

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab : ya, tentu .dengan terjadi meletusnya gunung merapi kita dapat memperoleh wawasan yang luas dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningatkan kita kepada Tuhan YME, bahwa nyawa kita bisa di ambil Tuhan YME kapan saja tak pandang siapapun itu orangnya. Dan agar kita dapat mengembangkan pengalaman yang sudah sudah agar kita tanggap menghadapi apapun masalah yang terjadi di negara kita.

  35. 1.Energi yang menjadikan gunung meletus adalah:
    *Energi kalor (magma)
    *Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    2. Material yang keluara ada 3 wujud, yaitu:
    *Padat:bom, lapili,pasir vulkanik, abu vulkanik, batu apung.
    *Cair: Lava. lahar.
    *gas: Gas belerang, nitrogen, gas asam, uap air.
    3. Energi setelah letusan adalah:
    *panas
    *gerak
    *getaran
    *gelombang vertikal
    *gelombang horizontal
    *potensial
    *bunyi
    *gesekan
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.
    5. Mitos-mitos rakyat mengenai meletusnya gunung merapi berkembang pesat, seakan-akan gunung merapi ini meletus dengan adanya mitos-mitos tersebut. Kenyataannya tidak, itu salah besar, mungkin masyarakat yang mengira mito-mitos rakyat yang menyebabkan terjadinya gunung meletus ini pendidikannya masih kurang(tradisional). Banyak ilmu-ilmu yang ada, yang menerangkan dan menjelaskan penyebab terjadinya gunung meletus, seperti: fisika. geografi, geologi, dll. Mitos tentang kyai sapu jagad yang bersemayam di merapi, mbah petruk yang di percaya sesepuh yang menunggu merapi, sehingga perlu diadakannya ritual dan memberikan sesaji, bencana besar/gunung meletus terjadi setiap bulan baru(purnama), itu semuanya tidak benar, yang pasti penyebab terjadinya gunung meletus adalah energi kalor, dan tekanan dari dalam gunung tsb, bukan karena mito masyarakat.
    6. Siapapun ahli vulkanologi di dunia sekalipun tidak ada yang bisa mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya, yang ada hanya pemerintah harus mengefakuasi masyarakat sebelum gunung merapi meletus, sehingga korban bisa dapat diminimalkan.
    7.Ya, itu sangat munkin bisa asalkan kita semua bisa menggunakan dan memanfaatkan itu semua dengan benar.
    Contoh sumber daya energi yang bisa dimanfaatkan yaitu:
    *Energi panas bumi yang bisa di manfaatkan sebagai pembangkit listrik.
    *Bahan-bahan yang di keluarkan/bahan galian seperti:
    -Belerang untuk bahan industri kimia.
    -batu-batuan: batu pasir, kerikil, bisa di manfaatkan sebagai bahan bangunan.
    8. Ya dapat, dengen terjadinya gunung merapi meletus, kita bisa lebih menjaga danmemelihara alam bumi kita ini dengan baik dan benar. Dan juga kita bisa mendapatkan ilmu penetahuan/wawasan yang lebih mengenai gunung meletus, dan yang paling utama adalah kita bisa lebih bersyukur kepada tuhan YME.

  36. Nama : SYAFFRINA SUKMAWARDHANI
    Kelas : XI NS 1
    No.absen 28

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    •energi kalor / panas.
    •tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2. Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    •lava dan aliran pasir serta batu panas
    •lahar panas dan lahar dingin
    •gas vulkanik
    •tanah longsor
    •gempa bumi
    •abu letusan
    •awan panas (piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi setelah letusan yaitu Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli, Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 7000C akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku di Gunung Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.

    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya mengevakuasi warga sekitar merapi, bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa, gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. Bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    •Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya, meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja, serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama.

  37. KELAS: XI NS 1
    NO : 11
    NAMA : FIRDA AYUNINGTYAS

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan sikap saling tolong-menolong antar sesama makhluk hidup.

  38. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita kepada TUHAN YME serta mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja tanpa kita ketahui,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan sikap saling tolong-menolong terhadap sesama.

  39. 1.ENERGI PENYEBAB GUNUNG MELETUS
    Bila bagian dari mantel atas bumi atau kerak lebih rendah mencair, bentuk magma.. Sebuah gunung berapi pada dasarnya adalah membuka atau suatu lubang di mana ini magma dan gas-gas terlarut di dalamnya dibuang.Meskipun ada beberapa faktor yang memicu letusan gunung berapi, tiga mendominasi: daya apung dari magma, tekanan dari gas exsolved dalam magma dan injeksi batch baru magma ke dalam dapur magma sudah terisi.. Berikut ini adalah deskripsi singkat dari proses-proses.
    Seperti batu di dalam bumi mencair, massa tetap sama sedangkan volumenya meningkat – menghasilkan lelehan yang kurang padat daripada batu sekitarnya.Magma ini lebih ringan kemudian naik ke permukaan berdasarkan apung nya.Jika kerapatan magma antara zona generasi dan permukaan kurang dibandingkan dengan sekitarnya dan menempati cekungan batuan, magma mencapai permukaan dan meletus.
    magma berkurang, sehingga kelebihan air memisahkan dari magma dalam bentuk gelembung. gas/magma ratio in the conduit. Seperti magma bergerak lebih dekat ke permukaan, exsolves lebih banyak air dan lebih dari magma, sehingga meningkatkan gas / rasio magma dalam saluran tersebut. When the.Ketika volume gelembung mencapai sekitar 75 persen, magma hancur untuk pyroclasts (sebagian fragmen cair dan padat) dan meletus eksplosif.
    Proses ketiga yang menyebabkan letusan gunung berapi adalah suntikan magma baru ke dalam sebuah ruang yang sudah diisi dengan magma dengan komposisi yang sama atau berbeda. This injection forces some of the magma in the chamber to move up in the conduit and erupt at the surface. injeksi ini memaksa beberapa magma dalam ruang untuk bergerak di saluran dan meletus di permukaan.
    Meskipun volcanologists sangat menyadari tiga proses ini, mereka belum bisa memprediksi letusan gunung berapi.Tapi mereka telah membuat kemajuan signifikan dalam meramalkan letusan gunung berapi. Peramalan melibatkan karakter kemungkinan dan waktu letusan di gunung berapi dipantau. The character of an. Karakter letusan didasarkan pada catatan prasejarah dan bersejarah gunung berapi tersebut dan produk vulkanik nya. . Sebagai contoh, sebuah gunung berapi meletus keras yang telah menghasilkan jatuh abu, aliran abu dan lumpur vulkanik (atau lahar) cenderung melakukan hal yang sama di masa depan.

    2.MATERIAL GUNUNG MELETUS
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu Rhyolitic magma dan komposisi yang disebut andesit begitu juga mengandung terlarut volatil, seperti air , sulfur dioksida dan karbon dioksida.Percobaan telah menunjukkan bahwa jumlah gas terlarut dalam magma (kelarutan nya) pada tekanan atmosfer adalah nol, tapi meningkat dengan meningkatnya tekanan.
    Sebagai contoh, dalam sebuah magma andesit jenuh dengan air dan enam kilometer di bawah permukaan, sekitar 5 persen dari berat adalah dilarutkan air. Karena ini magma bergerak ke permukaan, kelarutan air dalam vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang terjadi dini kemarin mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.

    3.ENERGI SETELAH LETUSAN
    Energi Gunung Merapi mulai berkurang, dan kini terus menurun sehingga kondisinya hampir sama dengan saat masa tenang pada akhir Oktober 2010.
    Energi gunung berapi ini mulai berkurang setelah meletus tanpa henti pada 3-8 November 2010, dan kini hampir sama dengan saat masa tenang pada akhir Oktober 2010.Saat ini energi yang dimiliki Merapi hampir sama dengan saat masa tenang pada 26 Oktober hingga 3 November 2010. “Penurunan energi yang tersimpan di gunung ini menjadi salah satu faktor yang mendasari pengurangan radius rawan bencana letusan Merapi di empat kabupaten.Selain penurunan energi,,dari pantauan satelit juga dapat diketahui kandungan sulfur dioksida (SO2) di sekitar Merapi mulai menurun, dan ini berarti aktivitas magmatis gunung tersebut juga menurun.saat terjadi letusan dalam skala besar pada 5 November 2010, kandungan SO2 mencapai 120 kiloton, namun kemudian menurun hingga 40 kiloton pada 8 November 2010, dan sekarang mulai tidak terdeteksi.
    Selain itu, di puncak Gunung Merapi juga terbentuk kubah lava dan apabila kubah lava tersebut hancur, guguran akan mengarah ke selatan dan barat karena bukaan kawah tersebut.

    4. SEBAB DARI ENERGI AWAN PANAS

    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa

    5.MITOS RAKYAT DENGAN KEADAAN ALAMIAH
    Ada mitos dan empat-tempat yang paling angker di Sekitar Gunung Merapi diantaranya adalah:
    1. Kawah Merapi
    Kawah ini merupakan istana dan pusat keraton makhluk halus Gunung Merapi.
    2. Pasar Bubrah
    Di bawah puncak Gunung Merapi ada daerah batuan dan pasir yang bernama “Pasar Bubrah” yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tempat yang sangat angker. “Pasar Bubrah” tersebut dipercaya masyarakat sebagai pasar besar Keraton Merapi dan pada batu besar yang berserakan di daerah itu dianggap sebagai warung dan meja kursi makhluk halus.
    3. Gunung Wutoh
    Bagian dari keraton makhluk halus Merapi yang dianggap angker adalah Gunung Wutoh yang digunakan sebagai pintu gerbang utama Keraton Merapi. Gunung Wutoh dijaga oleh makhluk halus yaitu “Nyai Gadung Melati” yang bertugas melindungi linkungan di daerah gunungnya termasuk tanaman serta hewan.
    4. Sekitar makam Sjech Djumadil Qubro
    Selain tempat yang berhubungan langsung dengan Keraton Merapi ada juga tempat lain yang dianggap angker. Daerah sekitar makam Sjech Djumadil Qubro merupakan tempat angker karena makamnya adalah makam untuk nenek moyang penduduk dan itu harus dihormati.
    5. Lain-lain Tempat
    Selanjutnya tempat-tempat lain seperti di hutan, sumber air, petilasan, sungai dan jurang juga dianggap angker. Beberapa hutan yang dianggap angker yaitu “Hutan Patuk Alap-alap” dimana tempat tersebut digunakan untuk tempat penggembalaan ternak milik Keraton Merapi, “Hutan Gamelan dan Bingungan” serta “Hutan Pijen dadn Blumbang”. Bukit Turgo, Plawangan, Telaga putri, Muncar, Goa Jepang, Umbul Temanten, Bebeng, Ringin Putih dan Watu Gajah.
    Beberapa jenis binatang keramat tinggal di hutan sekeliling Gunung Merapi dimiliki oleh Eyang Merapi. Binatang hutan, terutama macan putih yang tinggal di hutan Blumbang, pantang ditangkap atau dibunuh.
    Selanjautnya kuda yang tinggal di hutan Patuk Alap-alap, di sekitar Gunung Wutoh, dan di antara Gunung Selokopo Ngisor dan Gunung Gajah Mungkur adalah dianggap/dipakai oleh rakyat Keraton Makhluk Halus Merapi sebagai binatang tunggangan dan penarik kereta.
    Di puncak Merapi ada sebuah Keraton yang mirip dengan keraton Mataram, sehingga di sini ada organisasi sendiri yang mengatur hirarki pemerintahan dengan segala atribut dan aktivitasnya. Keraton Merapi itu menurut kepercayaan masyarakat setempat diperintah oleh kakak beradik yaitu Empu Rama dan Empu Permadi.
    Seperti halnya pemerintahan sebagai sebagai Kepala Negara (Empu Rama dan Empu Permadi) melimpahkan kekuasaannya kepada Kyai Sapu Jagad yang bertugas mengatur keadaan alam Gunung Merapi.
    Berikutnya ada juga Nyai Gadung Melati, tokoh ini bertugas memelihara kehijauan tanaman Merapi. Ada Kartadimeja yang bertugas memelihara ternak keraton dan sebagai komando pasukan makhluk halus. Ia merupakan tokoh yang paling terkenal dan disukai penduduk karena acapkali memberi tahu kapan Merapi akan meletus dan apa yang harus dilakukan penduduk untuk menyelamatkan diri. Tokoh berikutnya Kyai Petruk yang dikenal sebagai salah satu prajurit Merapi.
    Begitu besarnya jasa-jasa yang telah diberikan oleh tokoh-tokoh penghuni Gunung Merapi, maka sebagai wujud kecintaan mereka dan terima kasih terhadap Gunung Merapi masyarakat di sekitar Gunung Merapi memberikan suatu upeti yaitu dalam bentuk upacara-upacara ritual keagamaan. Sudah menjadi tradisi keagamaan orang Jawa yaitu dengan mengadakan selamatan atau wilujengan, dengan melakukan upacara keagamaan dan tindakan keramat.
    Upacara Selamatan Labuhan diadakan secara rutin setiap tahun pada tanggal kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono X yakni tanggal 30 Rajab. Upacara dipusatkan di dusun Kinahrejo desa Umbulharjo. Di sinilah tinggal sosok Mbah Marijan sebagai juru kunci Gunung Merapi yang sering bertugas sebagai pemimpin upacara labuhan. Gunung Merapi dan Mbah Marijan adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Keberadaan lelaki tua Mbah Marijan dan kawan-kawannya itulah manusia lebih, mau membuka mata dan telinga batinnya untuk melihat apa yang tidak kasad mata di sekitar Gunung Merapi.
    Di Selo setiap tahun baru Jawa 1 Suro diadakan upacara Sedekah Gunung, dengan harapan masyarakat menjadi aman, tentram dan sejahtera, dengan panen yang melimpah. Upacara ini disertai dengan menanam kepala kerbau di puncak Merapi atau di Pasar Bubrah.

    6.UPAYA AGAR MERAPI TIDAK MELETUS EKSPLOSIF
    Upaya Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.

    7. DAPATKAH ENERGI MERAPI DIMANFAATKAN?BAGAIMANA CARANYA?
    Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.

    8.APAKAH ANDA TERINSPIRASI DARI MELETUSNYA GUNUNG MERAPI?

    Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

    KELAS :XI NS 1
    NAMA :DINA DWI W.
    ABSEN :07

  40. 1. energi yang menyebabkan meletusnya gunung berapi tentunya energi vulkanik yang berupa : peningkatan kegempaan vulkanik,peningkatan suhu kawah, Peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung.
    Lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magma di perut bumi pun mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu aktivitas geologis, vulkanik, dan tektonik.Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak keluar (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava. faktor usia dari sebuah gunung berapi juga mempengaruhi terjadinya erupsi tersebut.posisi gunung tersebut menjadi faktor penting terjadinya erupsi yaitu zona kegempaan aktif dan lapisan lempeng yang menyusunnya.
    2. material yangkeluar ada 3 jenis: a. material padat(kerikil,batu,dan debu) b. material gas(gas beracun,awan panas,uap air) c. material cair(lava cair,lava pijar,lahar dingin,lahar panas)
    3.energi yang tersisa adalah energi vulanik juga namun belum pasti apakah ada energi lainnya.
    4.Komposisi abu vulkanik terdiri dari tiga zat; gas yang berasal dari magma, panas yang berasal dari pertemuan magma dan tanah/air yang dilaluinya, batu, dan silika (bahan baku kaca).Awan panas dan beracun itu berasal dari pencampuran sulfur dioksida, karbon dioksida dan hidrogen flourida. Bila mengenai manusia, dapat mengakibatkan kebutaan, kulit rusak kronis (terbakar) dan gangguan sistem paru-paru (pernapasan)Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium.

    Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit..energi yang terkandung di dalamnya dalah energi panas,energi dorong,energi gesek dan Gravitasi.
    5. tentu saja tidak bisa digabungkan karena metafisika dengan ilmu pengetahuan tidak dapat diintegrasikan.
    6. upaya yang bisa dilakukan selain pncegahan selain sifat erupsinya juga dapat dilakukan dengan cara membuat kanal-kanal lava dan lahar di area gunung berapi dan memotong saluran lava di dalamnya sehingga sebaran lahar dan lava bisa di hindari. penanaman bom pada parit – parit tersebut dapat pula dilakukan dengan cara meledakan saluran tersebut sehingga terdapat kolam lava baru. kolam tersebut akan menampung sebaran lava di dalam bumi. efek tersebut juga bisa dilakukan untuk membebaskan tekanan gas yang terperangkap. sehingga efek eksplosif tidak terjadi.
    7. Sumber energi panas bumi cenderung tidak akan habis, karena proses pembentukannya yang
    terus menerus selama kondisi lingkungannya (geologi dan hidrologi) dapat terjaga
    keseimbangannya. Mengingat energi panas bumi ini tidak dapat diekspor, maka pemanfaatannya
    diarahkan untuk mencukupi kebutuhan energi domestik, dengan demikian energi panas bumi
    akan menjadi energi alternatif andalan dan vital karena dapat mengurangi ketergantungan
    Indonesia terhadap sumber energi fosil yang kian menipis dan dapat memberikan nilai tambah
    dalam rangka optimalisasi pemanfaatan aneka ragam sumber energi di Indonesia
    Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. semestinya penanganan volkano aktif di indonesia dapat diimbangi dengan kinerja pemerintah memberi penyuluhan tentang pra dan pasca bencana yang dapat terjadi kapan saja di indonesia.

  41. 1. energi yang menyebabkan meletusnya gunung berapi tentunya energi vulkanik yang berupa : peningkatan kegempaan vulkanik,peningkatan suhu kawah, Peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung.
    Lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magma di perut bumi pun mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu aktivitas geologis, vulkanik, dan tektonik.Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak keluar (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava. faktor usia dari sebuah gunung berapi juga mempengaruhi terjadinya erupsi tersebut.posisi gunung tersebut menjadi faktor penting terjadinya erupsi yaitu zona kegempaan aktif dan lapisan lempeng yang menyusunnya.
    2. material yangkeluar ada 3 jenis: a. material padat(kerikil,batu,dan debu) b. material gas(gas beracun,awan panas,uap air) c. material cair(lava cair,lava pijar,lahar dingin,lahar panas)
    3.energi yang tersisa adalah energi vulanik juga namun belum pasti apakah ada energi lainnya.
    4.Komposisi abu vulkanik terdiri dari tiga zat; gas yang berasal dari magma, panas yang berasal dari pertemuan magma dan tanah/air yang dilaluinya, batu, dan silika (bahan baku kaca).Awan panas dan beracun itu berasal dari pencampuran sulfur dioksida, karbon dioksida dan hidrogen flourida. Bila mengenai manusia, dapat mengakibatkan kebutaan, kulit rusak kronis (terbakar) dan gangguan sistem paru-paru (pernapasan)Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium.

    Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit..energi yang terkandung di dalamnya dalah energi panas,energi dorong,energi gesek dan Gravitasi.
    5. tentu saja tidak bisa digabungkan karena metafisika dengan ilmu pengetahuan tidak dapat diintegrasikan.
    6. upaya yang bisa dilakukan selain pncegahan selain sifat erupsinya juga dapat dilakukan dengan cara membuat kanal-kanal lava dan lahar di area gunung berapi dan memotong saluran lava di dalamnya sehingga sebaran lahar dan lava bisa di hindari. penanaman bom pada parit – parit tersebut dapat pula dilakukan dengan cara meledakan saluran tersebut sehingga terdapat kolam lava baru. kolam tersebut akan menampung sebaran lava di dalam bumi. efek tersebut juga bisa dilakukan untuk membebaskan tekanan gas yang terperangkap. sehingga efek eksplosif tidak terjadi.
    7. Sumber energi panas bumi cenderung tidak akan habis, karena proses pembentukannya yang
    terus menerus selama kondisi lingkungannya (geologi dan hidrologi) dapat terjaga
    keseimbangannya. Mengingat energi panas bumi ini tidak dapat diekspor, maka pemanfaatannya
    diarahkan untuk mencukupi kebutuhan energi domestik, dengan demikian energi panas bumi
    akan menjadi energi alternatif andalan dan vital karena dapat mengurangi ketergantungan
    Indonesia terhadap sumber energi fosil yang kian menipis dan dapat memberikan nilai tambah
    dalam rangka optimalisasi pemanfaatan aneka ragam sumber energi di Indonesia
    Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. semestinya penanganan volkano aktif di indonesia dapat diimbangi dengan kinerja pemerintah memberi penyuluhan tentang pra dan pasca bencana yang dapat terjadi kapan saja di indonesia.
    SEBENARNYA PENGETAHUAN DAN SOSIALISASINYA HARUS DI SEIMBANGKAN.

  42. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )
    c.energi gerak karena adanya pergeseran lempeng bumi

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)
    * lumpur
    * gas beracun,dll

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, vertical, horizontal,Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan menyadarkan kita akan kuasa Tuhan YME.

  43. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )
    c.energi gerak karena adanya pergeseran lempeng bumi

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)
    * lumpur
    * gas beracun,dll

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, vertical, horizontal,Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan menyadarkan kita akan kuasa Tuhan YME.

  44. Nama : Adhe Apri Setyariyani
    Kelas : XI NS 1
    No. Absen : 01

    1. Energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab :
    a. Energi gerak/getaran, gunung berapi dapat meletus akibat adanya kegempaan vulkanink, hal ini karena lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magma di perut bumi pun mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu aktivitas geologis, vulkanik, dan tektonik.
    b. Energi kalor, peningkatan suhu kawah, peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung dapat mendorong gunung berapi meletus.
    c. Energi dorong, gunung meletus, terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.

    2. Material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab :

    a. Abu vulkanik
    b. Lava pijar
    c. Magma
    d. Lahar panas
    e. Lahar dingin
    f. Awan panas ( Piroklastik )
    g. Pasir
    h. Batuan
    i. Lumpur
    j. Gas beracun
    k. dan lain-lain

    3. Energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab:
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan.

    4. wedus gembel/awan panas disebabkan oleh apa? Apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab:
    Pada Gunung Merapi, awan panas terbentuk oleh mekanisme guguran lava baru yang sering disebut nuee ardante d’ avalance. Awan panas jenis ini akan mengalir melalui zona lembah sungai, mengikuti arah aliran lava di dasar lembah. Pakar vulkanologi John Seach menyebutkan, Merapi merupakan salah satu gunung yang paling aktif dan berbahaya di dunia. Merapi memiliki kubah lava dan selalu meletus dalam jangka satu sampai lima tahun. Tak heran bila gunung ini menjadi gunung teraktif di Indonesia.
    Secara umum kandungan ‘wedhus gembel’ yang nama ilmiahnya pyroclastic density flow, adalah zat padat yang berbentuk debu vulkanik dengan ukuran mulai ash (lebih kecil dari 2 mm) sampai lapili (2-64 mm). Dalam fase gas, awan ini mengandung karbon dioksida, sulfur, chlor, dan uap air yang bercampur dengan udara.
    Energi yang terkandung di dalamnya adalah Energi Kalor / Panas, yang dapat merusakkan seluruh wilayah, Energi Bunyi, Energi Internal.

    5.Apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? Jelaskan!
    Jawab :
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus.
    Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji.
    Namun, hal itu tidak ada kaitannya kebenaran alamiah, karena hal tersebut hanya sebuah kepercayaan terhadap roh-roh halus yang tidak dapat di jangkau oleh logika manusia.

    6. Bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab:
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada Yogyakarta. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus.
    Upaya agar letusan gunung tidak secara eksplosif masih diragukan hipotesisnya, sehingga sampai sejauh ini yang dapat dilakukan hanya melakukan persiapan-persiapan sebelum terjadi letusan gunung.

    7. Secara alamiah dapatkah energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? Bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab :
    a. Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    b. . Panas bumi yang berupa fluida, misalnya air panas alam (hot spring) di atas suhu 175°C, dapat digunakan sebagai sumber pembangkit flash steam power plant.
    c. Kecepatan pelepasan ( discharge ) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per-satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sembaran petir vertikal dari bawah ke atas. Bermanfaat sebagai penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.

    8. Apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan!
    Jawab :
    Letusan gunung merapi meninggalkan banyak material-material yang dapat digunakan oleh penduduk dalam kehudupan ekonominya. Banyak pula para ilmuan yang datang untuk meneliti perkembangan gunung merapi dan lingkungan sekitarnya sehingga dapat menambah pengetahuan. Selain itu, meletusnya merapi juga dapat menyadarkan manusia akan kekuasaan Tuhan, sehingga mendorong manusia untuk memelihara dan bersyukur atas semua yang diberikan Tuhan kepada kita. Dan menjadikan kita sebagai manusia yang lebih peduli, baik peduli dengan alam sekitar maupun dengan sesama manusia.

  45. Nama : Hani Azhar Faris
    Kelas : X.4
    No. : 18

    1). Energi yang menjadikan gunung Merapi meletus
    a. energi kalor (panas)
    b. tekanan (gas bertekanan tinggi mendorong magma keluar dari perut bumi)
    2). Material yang dikeluarkan gunung Merapi
    -Lava (cair)
    -Lahar (cair)
    -belerang(gas)
    -nitrogen (gas)
    -gas asam (gas)
    -lapili(padat)
    -pasir vulkanik(padat)
    -batu apung(padat)
    3). energi setelah letusan
    energi panas, egeri gesek, tekanan, bunyi, gelombang, potensial, gerak.
    4). Energi dan sebab awan panas (wedhus gembel)
    Menurut para ahli, Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 7000C akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku di Gunung Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.

    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.
    5). mitos dengan keadaan alamiah
    selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.
    Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa.
    6). Upaya agar merapi tidak meletus eksolosif
    Tidak ada satupun ahli vulkanologi dapat menghentikan letusan eksplosif. Tetapi apabila terjadi letusan , pemerintah harus cepat mengevakuasi penduduk yang ada di sekitar daerah letusan.
    7). Pemanfaatan energi merapi
    -energi panas untuk pembangkit listrik
    -material yang mengalir di sungai bisa untuk bahan bangunan
    -setelah letusan, abu yang berada di tanah akan membuat tanah lebih subur
    8). Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    ya, gunung Merapi meletus membuat kita untuk lebih bersyukur terhadap Allah SWT. serta menyadarkan kita untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

  46. 1.Gunung api meletus akibat magma di dalam perut bumi
    yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi
    atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan
    dan panas cairan magma. Letusannya membawa abu
    dan batu yang menyembur dengan keras, sedangkan
    lavanya bisa membanjiri daerah sekitarnya. Gunung api
    bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar pada
    wilayah radius ribuan kilometer dan bahkan bisa mempengaruhi
    putaran iklim di bumi ini, seperti yang terjadi pada Gunung Pinatubo di Filipina
    dan Gunung Krakatau di Propinsi Banten, Indonesia.
    jadi,energi yang menyebabkan gunung meletus adalah energi panas/kalor dan energi tekanan
    2.Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
    Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
    Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
    Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
    Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
    3.energi setelah terjadinya letusan diantaranya adalah
    *panas *gerak
    *getaran *gelombang vertikal
    *gelombang horizontal *potensial
    *bunyi *gesekan
    4.Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.
    5.ada banyak sekali mitos-mitos yang berkembang dimasyarakat.mitos seperti apapun menurut saya tidak bisa digabungkan dengan keadaan ilmiah.mitos-mitos yang paling populer diantaranya adalah mbah petruk yang di percaya sesepuh yang menunggu merapi, sehingga perlu diadakannya ritual dan memberikan sesaji, bencana besar/gunung meletus terjadi setiap bulan baru(purnama),Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya.Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus., itu semuanya tidak benar, yang pasti penyebab terjadinya gunung meletus adalah energi kalor, dan tekanan dari dalam gunung tsb, bukan karena mitos masyarakat.
    6.sejauh ini gunung merapi tidak dapat dicegah terjadinya,kita hanya bisa waspada dan siap selalu jika akan terjadi letusan.
    Persiapan dalam menghadapi letusan gunung api adalah
    >Mengenali tanda-tanda bencana, karakter gunung api dan ancamanancamannya
    >Membuat peta ancaman, mengenali daerah ancaman, daerah aman
    >Membuat sistem peringatan dini
    >Mengembangkan Radio komunitas untuk penyebarluasan informasi
    status gunung api
    >Mencermati dan memahami Peta Kawasan Rawan gunung api yang
    diterbitkan oleh instansi berwenang
    >Membuat perencanaan penanganan bencana
    >Mempersiapkan jalur dan tempat pengungsian yang sudah siap dengan
    bahan kebutuhan dasar (air, jamban, makanan, pertolongan pertama)
    jika diperlukan.
    >Mempersiapkan kebutuhan dasar dan dokumen penting
    >Memantau informasi yang diberikan oleh Pos Pengamatan gunung
    api (dikoordinasi oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
    Geologi). Pos pengamatan gunung api biasanya mengkomunikasikan
    perkembangan status gunung api lewat radio komunikasi.
    7.ya,bisa. diantaranya adalah
    a. Kecepatan pelepasan ( discharge ) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per-satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sembaran petir vertikal dari bawah ke atas. Bermanfaat sebagai penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.

    b. Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    c.Energi Panas Bumi
    uap bertekanan tinggi, kadangkala dengan air panas – adalah sumber energi yang dihasilkan ketika air yang turun dari permukaan bumi bertemu dengan magma berkadar panas sangat tinggi dari perut bumi. Daerah sekitar gunung berapi biasanya paling banyak menghasilkan energi panasbumi. Jika keadaannya tepat, yaitu terdapat batuan penyekat di mana terdapat air dan uap, maka terjadilah reservoar seperti reservoar minyak bumi dan gas alam yang dapat diproduksi dengan membor sumur. Uap tersebut naik ke permukaan bumi dengan kekuatan yang sangat dasyat ketika tekanan atmosfir berkurang dan uap mengembang. Pengembangan uap tersebut akan menggerakan turbin, yang kemudian menggerakan generator, yang kemudian menghasilkan tenaga listrik. Uap tersebut akan dicairkan kembali dimenara pendingin cairan tersebut diinjeksikan kembali kedalam tanah dan siklus energinya akan berdaur ulang.
    8.ya,meletusnya gunung merapi,memberikan saya motivasi untuk belajar lebih giat dan mecari ilmu sebanyak-banyaknya agar dapat menolong masyarakat kecil.karena semakin besar kekuatan kita,maka semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menolong orang-orang yang kecil.

  47. 1.a Energi kalor/panas
    b. Tekanan (endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi)

    2. Material gunung meletus
    gas vulkanik, lava, aliran pasir serta batu panas, lahar, abu letusan, awan panas.

    3. Energi setelah letusan
    energi kalor, getaran, gelombang bunyi, gerak, potensial, gesekan

    4. Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki dua kantong magma, masing-masing kedalaman >30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu >700 C akan bermigrasi secara vertikal melalui belah lapisan batuan dan akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan. Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertandah bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan ini makin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan panas dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding tapi sebagian melayani bagaikan ayam di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk lereng merapi menyebutnya wee gembel yang artinya bulu domba

    5. Menurut Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka mempercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya, warga perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji

    6. Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya dengan mengevakuasi warga sekitar Merapi bukan mencegah sifat letusannya

    7. Ya, dapat. Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembalit tenaga listrik. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi. Tawar untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Ya,tentu karena dengan adanya kejadian meletusnya Merapi, dapat menyadarkan kita betapa besarnya kekuasaan Tuhan YME, serta menyadarkan kita untuk menjaga kelestarian lingkungan dan alam di sekitar kita, dan juga untuk menolong sesama yang sedang tertimpa bencana.

  48. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan sikap saling tolong-menolong sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.

  49. x.6_22_Nurullia Rahmawati

    saya ingin bertanya , apakah gunung merapi dapat aktif kembali setelah letusan ini ???

    lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada kemunculan gunung anak krakatau setelah gunung krakatau meletus ?? energi apa yang menyebabkan kemunculan gunung anak Krakatau??

  50. 1.energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    jawab
    energi kalor dan tekanan.
    2.material apa saja yang keluar dari gunung berapi?
    jawab
    -lava pijar
    -pasir
    -abu
    -debu
    -batuan batuan kecil
    -lahar dingin
    -awan panas
    3.energi apa setelah terjadi letusan?
    jawab
    energi panas/kalor,energi bunyi,getaran,gelombang
    4.wedus gembel di sebabkan oleh apa?apa energi yang terkandung di dalamnya?
    jawab
    karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas . Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. energi yang terkandung d awan panas adalah energi kalor,kalium,helium.
    5.apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    jawab
    dapat,karena mitos-mitos yang berkembang bahwa gunung merapi ada penunggunya sedangkan keadaan alam d daerah jogja sanmgat labil terutama di bagian selatan karena sering terjadi pergeseran-pergeseran lempengan bumi yang menyebabkan gunung berapi mulai aktiv.
    6.bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    jawab
    sejauh ini belum ada cara mengatasi supaya tidak melutus eksplosif,yang ada cuma upaya pemerintah untuk mengevakuasi warga dengan cepat dan sigap
    7.bagaimana cara mengendalikannya jika. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bisa?
    jawab
    bisa,contohnya abu vulkanik dapat menyuburkan tanah dan energi panas dapat di manfaatkan sebagai pembangkit listrik serta belarang dapat d manfaatkan sebagai bahan industri kimia
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan
    jawab
    dapat,semua musibah pasti bisa dijadikan inspirasi untuk kita bisamenjaga alam dengan baik,karena semua musibah pasti berasal dari alam dan tentu saja dari tuhan YME

    X.4
    BAYU PRASETYO WIRAWAN
    09

  51. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )
    c.Tenaga Endogen

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8.Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,dengan meletusnya gunung merapi kita bisa mengembangkan teknologi baru untuk mengurangi dampak letusan gunung merapi,

    Nama : Mohammad Asyam Labieba Kelas : X.1 No,abs : 19

  52. X.4 05 Amin syarifudin

    1)energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Energi berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik yang saling bergeseknya antara dua lempengan tektonik
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    lava
    lahar
    magam
    awan panas
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    energi kalor/panas yang membuat keluarnya awan panas dan lahar dingin
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    wedus gembel di sebabkan karena adanya tekanan dari perut bumi yang sangat besar dan menyebabkan letusan yang dahsyat.kandungan wedus gembel berupa material batu-batuan dan lava pijar dan mengandung energi kalor yang besar
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Mitos Gunung Merapi Kumpulan Kisah Mistis Merapi Kiai Sapu Jagad Ratu Kidul Laut Selatan Ritual Keraton Mataram Mitologi. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul. Fenomena Ajaib Terbaru Foto Awan Petruk Gunung Merapi mungkin bagian dari mitologi Merapi ya. Coba baca Ramalan Bencana Alam Gunung Merapi Meletus oleh Paranormal Fenomena Gejolak Alam Semesta Versi Paranormal.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif letusanny
    dengan cara selalu mengamati kegiatan gunung merapi dan selalu berdoa kepada Allah SWT
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    bisa,karena setelah letusan tanah di sekitar gunung menjadi subur dan banyak menghasilkan pasir yang berkualitas tinggi
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    ya,meletusnya gunung merapi membuat kita sadar bahwa kita tidak ada apa-apanya daripada Allah SWT dan membuat kita sadar untuk menjaga lingkungan

  53. 1.Penyebab gunung merapi meletus
    Gunung api meletus akibat magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma. Letusannya membawa abu dan batu yang menyembur dengan keras, sedangkan lavanya bisa membanjiri daerah sekitarnya.DampakHasil letusan gunung api Gas vulkanikLava dan aliran pasir serta batu panasLaharTanah longso Gempa bumi, Abu letusan, Awan panas Lava,lahar,dan awan panas juga salah satu dampak meletusnya gunung merapi.
    2.Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
    Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
    Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
    Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
    Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
    3. Energi yang terjadi setelah letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll
    4. Awan panas atau wedus gembel terjadi karna guguran kubah lava dan merupakan asap yang timbul karna energi kalor yang dikeluarkan dari dalam gunung merapi tersebut.
    5. Tidak, karna meletusnya gunung merapi merupakan kejadian alam yang diketahui penyebabnya, yaitu karna adanya aktivitas merapi yang luar biasa. Dan menurut saya, peristiwa alam tersebut tidak ada hubungannya dengan mitos-mitos yang beredar dimasyarakat.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Mungkin belum ada upaya untuk mengurangi letusan merapi yang eksplosif, karna para warga lebih fokus menyelamatkan para korban dan memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh letusan itu.
    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Ya, karna berbagai macam energi dapat ditimbulkan dari letusan tersebut. Misal energi panas dapat diubah menjadi energi listrik, energi kinetik dapat digunakan untuk menggerakan kincir, dsb.
    8.Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Tentu saja iya, meletusnya alam merupakan bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi lagi. Dan mengingatkan kita agar selalu beriman dan saling membantu saat ada musibah yang melanda saudara-saudara kita.

  54. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )
    c.Tenaga Endogen

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.tapi menurut saya,caranya dengan membuat lubang agar asap merapi dapat keluar dengan lancar.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    bisa,selain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunung api terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunung api, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8.Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,dengan meletusnya gunung merapi kita bisa mengembangkan teknologi baru untuk mengurangi dampak letusan gunung merapi

    Mohammad_Asyam_Labieba_X.1_19

  55. Nama : NIZAR MANARUL HIDAYAT
    Kelas : X.I
    NO.ABSEN : 22

    1. Energi yang Menyebabkan Gunung meletus
    Jawab :
    Energi ENDOGEN Yang berasal Dari dalam Bumi.

    2. Material Gunung Meletus
    Jawab :
    – Abu Panas
    – Lava Dan Aliran Pasir
    – Tanah Longsor
    – Awan Panas
    – Dan Gas Vulkanik

    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Energi Panastau Kalor , getaran, Bunyi , Gerak Dll.

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab :
    Menurut saya : Mitos Tidak bisa di gabungkan Oleh pemikiran ILMIAH, karena mitos hanya Pemikiran Manusia Dan Hanya Logika
    Adapun Mitos Mitos Dari Kyai Sapujagad Dan Mbah Petruk.
    Mitos mitos diatas Hanya Pengetahuan Dan Pemikiran masyarakat Tradisional.
    Mitos-mitos Gunung Merapi yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi. Ada beberapa sumber pengetahuan yang ditengarai oleh sosiolog UGM, Prof Heru Nugroho, saling bersaing untuk memperoleh pembenaran. Gunanya adalah untuk mendapat pengaruh di masyarakat.

    “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji,” kata Heru dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (2/11/2010).

    “Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual,” sambung dia.

    Karena itu tidak heran jika para elite spiritual lokal kemudian memiliki privilege (hak istimewa) dalam komunitasnya. Selain itu, cerita-cerita rakyat yang masih berkembang di masyarakat semakin menguatkan mitos-mitos seputar Merapi. Karena awalnya, banyak masyarakat yang hidup dengan mistis, di mana animisme dan dinamisme masih sangat berkembang.

    “Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan,” lanjutnya.

    Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri.

    “Ada ritual yang kemudian dilakukan masyarakat baik di Merapi maupun di Laut Selatan agar para penguasa tidak marah,” kata Heru.

    Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Dengan ini, Heru melihat basis kekuatan yang dibangun adalah legitimasi secara klenik dan mitos yang sengaja dibangun. Hal ini masih dipercaya sebagian masyarakat.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Jawab :
    Upayanya dengan cara Mengevakuasi dan mencegah Letusan Gunung itu dengan Tetap Menyuntikan Lubang Kepundan agar tidak meletus lagi,
    7.Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Jawab :
    Ya bisa, Kerapatannya bisa memebuat Kerapatan kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi.
    8.Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Jawab :
    Ya saya sangat terinspirasi Terhadap Peristiwa Letusnya Gunung Merapi.
    Karena dengan Peristiwa itu Kita tahu dan kita sadar harus menjaga Alam sebaik baiknya dan Tetap melestarikan Alm.

    • Nama :m.rekza.mufti
      Kelas:x.6
      No.a :15
      1. Energi yang Menyebabkan Gunung meletus
      jawab:
      Energi yang berasal dari dalam bumi atau yang biasa disebut energi Endogen,kalau dilihat dari letusnya gunung energi endogennya yaitu energi vulkanik(energi yang disebabkan karena adanya dorongan magma dari dalam bimi).
      2. Material Gunung Meletus
      jawab:
      Gas vulkanik,Lava dan aliran pasir serta batu panas,Lahar,Abu letusan,dan Awan panas
      3. energi apa setelah terjadi letusan?
      jawab:
      Energi panas,getaran,gelombang,bunyi,eksogen,dll.
      4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
      Jawab :
      Menurut saya awan panas disebabkan karena adanya magma yang naik dan menyebabkan endapan air disekitar daerah gunung menguap dan karena magma tersebut panas sekali akhirnya terbentuklah awan yang panas sekali.(terjadi penguapan).
      5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
      Jawab :
      Menurut saya tidak bisa digabungkan dengan meletusnya gunung berapi karena mitos adlh sesuatu legenda/cerita rakyat dan belum tentu benar tapi kalau ada makhluk halus yang menunggu gung tersebut saya percaya tapi makhluk tersebut tidak bisa mencegah terjadinya gunung meletus tapi hanya bisa memperingatkan dan memberi tahu bahwa gunung tersebut akan meletus kepada orang(juru kunci) gunung tersebut.
      6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
      Jawab :
      Dengan teknologi maupun kemampuan manusia sekarang ini mungkin belum bisa karena dorongan magma sangat kuat dan tidak bisa di cegah,yang bisa dilakukan hanya menyelamatkan atau menyevakuasi orang-orang yang ada di sekitar gunung agar tidak banyak korban.
      7.Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
      Jawab :
      Untuk sekarang ini belum bisa karena energi yang ditimbulkan sangat kuat,Tapi yang bisa dimanfaatkan dari letusnya gunung adalah material yang dikeluarkan seperti
      #abu vulkanik yang bisa membuat subur tanah.
      #material berupa pasir, silika, lava, kristal bisa digunakan sebagai penunjang ekonomi.
      8.Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
      Jawab :
      Ya saya terinspirasi pada letusnya Gunung Merapi.
      karena dengan adanya peristiwa tersebut berarti Bumi kita masih hidup dan apabila tidak adalagi hal tersebut berarti bumi kita sudah MATI karena sudah tidak adalagi proses atau kegiatan yang terjadi di dalam bumi kita.

  56. 1)Penyebab gunung merapi meletus
    kerak bumi adalah lapisan batuan padat (10 hingga 70 Km) yang mengambang di lapisan lebih tebal dari batuan cair, mantel, di mana batu berada pada suhu 1100-1200° C di lapisan paling dangkal dan lebih panas dan semakin panas dengan meningkatnya kedalaman. Batuan cair ini adalah cairan magma yang keluar dari gunung berapi pada permukaan kerak bumi dan menjadi batu lava ketika membeku. Kerak bumi memberikan sebuah tekanan besar pada mantel magma yang cenderung terhadap keuntungan pada setiap titik lemah yang berada diatas kerak bumi, yang terbentuk oleh beberapa patahan, untuk naik dan keluar di atas permukaan. Gunung berapi dengan bentuk kerucut yang khas terbentuk menjadi banyak lapisan dari letusan lava terpadatkan selama ratusan ribu tahun. Hal tersebut merupakan kehidupan normal gunung berapi. Pada titik ini, mengingat banyaknya gunung berapi di dunia, kita bisa bertanya-tanya bagaimana magma dari mantel bisa begitu mudah keluar melalui kerak bumi. Jawabannya terletak pada mantel yang sama, hal ini ditunjukkan oleh gerakan-gerakan konvektif besar yang menyebabkan turunnya magma bagian atas yang lebih dingin, digantikan oleh magma bagian dalam yang lebih panas dalam siklus terus menerus, mirip dengan air mendidih dalam ketel. Konveksi aliran ini banyak terdapat di dalam mantel dan bergerak seperti ban berjalan, mampu bergerak seluas kerak bumi.

    2)Material yang dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    a). Padat : bom , lapili , pasir , abu.
    b). Cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin
    c). Gas : solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang Gunung Merapi mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.

    3) a). Energi bunyi
    b). Energi termal
    c). gaya gesekan
    d). Energi rambatan
    e). Energy gerak / mekanik
    f). Energi Kalor

    4) Wedhus Gembel/ Awan Panas disebabkan oleh guguran kubah lava, sedangkan arah mengalirnya berdasarkan angin yang bertiup, kandungan yang ada diawan panas merupakan material panas dalam gunung dan energinya merupakan energi dari dalam bumi.

    5) Mitosnya adalah Petruk itu merupakan kerabat moyangnya penduduk yang mendiami daerah lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Dia memang sangat sakti dan tidak pernah mandi. Namun suatu saat menghilang saat terjerumus atau dijerumuskan di suatu pusaran air atau kedung di sebuah sungai di sana. Setelah peristiwa itu, menurut kepercayaan masyarakat sekitar, Petruk sering muncul dalam penampakan. Penampakan ini terjadi bila akan ada hal-hal besar di sekitar daerah itu. Penampakannya untuk mengingatkan para kerabat dan turunannya yang ada didaerah tersebut.

    6)a). Diberi lubang di daerah puncak gunung merapi
    b). membuka magma dengan meledakanya.
    Jika cara tersebut masih tidak bisa, kita hanya bisa memohon pertolongan dan berserah diri kepada Allah SWT.

    7)Dapat, Debu vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung menganding zat yang bisa menyuburkan tanah. Sehingga bermanfaat bagi para petani

    8)Tentu saja, peristiwa tersebut adalah peringatan dari Allah SWT kepada kita agar dekat dengan Allah SWT.

    X.1 / 18 / Muhammad Adnan J Alfian

  57. 1. Menurut saya Energi Penyebab Gunung Meletus
    Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Ahli goelogi menyadari adanya pergerakan lempeng bumi yang diukur dari pergerakan pertahun antara lapisan dengan membandingkan jarak yang telah diukur pada tahun sebelumnya dengan tahun saat ini. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi. Teori terbentuknya gunung mengatakan bahwa gunung dalam jutaan tahun yang lalu adalah daerah yang labil pada satu sisi dan pada sisi yang lain adalah daerah padat. Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluar dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung. Merapi bagian selatan terdapat bukaan kawah yang jarak ke Kali Adem yang dekat dengan pemukiman penduduk.

    2. Macam-macam Material Gunung Meletus :
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang terjadi dini kemarin mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.

    3.EnerGi yanG terjadi setelah Letusan Gunung Merapi :
    Energi panas,Energi getaran,Energi gelombang (vertikal atau horizontal),Energi gerak,Energi gesek,Energi bunyi,energi potensial,energi mekanik.Semuanya itu membentuk alami dan ilmiah (alamiah) {EM=EP+EK}.

    4. Penyebab terjadinya wedus gembel , serta kandungan dan energi yang terdapat didalamnya .
    awan panas disebabkan oleh guguran kubah lava,sedangkan jika arah mengalirnya berdasarkan angin yang bertiup, kandungan yang ada diawan panas merupakan material panas dalam gunung dan energinya merupakan energi dari dalam bumi.
    Kandungan yang terkandung dalam Awan panas adalah zat padat (debu vulkanik dengan ukuran mulai dari ash sampai lapili), dan fase gas ( CO2, sulfur, chlor, uap air dan lainnya) yang bercampur udara.
    Energi yang terkandung di dalamnya adalah Energi Kalor / Panas, yang dapat merusakkan seluruh wilayah, Energi Bunyi, Energi Internal.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah dengan Bencana alam
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya mengevakuasi warga sekitar merapi, bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Energi Merapi dapat di manfaatkan
    karena Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.

    8. Tentu, saya terinspirasi dari meleutusnya gunung Merapi
    Membuat suatu alat pembersih abu vulkanik agar abu vulkanik tersebut dapat mudah dihilangkan karena tebalnya abu vulkanik yang menempel pada genteng-genteng rumah dapat menyebabkan rumah roboh atau rusak dan tidak layak tinggal.Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

    Name : Siti Khoerunnisa
    Class : X.1
    No.@ : 26

  58. 1.Energi yang menjadikan gunung meletus adalah:
    – Peningkatan kegempaan vulkanik
    – Peningkatan suhu kawah
    – Peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya
    deformasi pada tubuh gunung
    – Lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magma di perut
    bumi pun mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu
    aktivitas geologis, vulkanik, dan tektonik.
    – Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak keluar
    (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava.
    2.Material Gunung Meletus
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus
    diantaranya:Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar
    dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan
    lain-lain.
    Letusan yang terjadi dini kemarin mencapai tinggi kolom asap
    tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan
    dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu
    vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.
    3.Energi Setelah Letusan
    Yogyakarta (ANTARA) – Energi Gunung Merapi mulai berkurang,
    dan kini terus menurun sehingga kondisinya hampir sama dengan
    saat masa tenang pada akhir Oktober 2010.

    “Energi gunung berapi ini mulai berkurang setelah meletus
    tanpa henti pada 3-8 November 2010, dan kini hampir sama
    dengan saat masa tenang pada akhir Oktober 2010,” kata Kepala
    Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
    (ESDM) R Sukhyar, di Yogyakarta, Minggu.
    4.Sebab dan Energi Awan Panas
    Di puncak Merapi anginnya belum bertiup kencang jadi
    pergerakannya vertikal. Tetapi sepertinya nanti cenderung ke
    barat karena angin diperkirakan bertiup lebih kuat ke barat,
    arah awan panas berubah sesuai dengan bertiupnya angin yang
    dominan Tapi karena letusan kemarin mungkin sudah
    dilongsorkan atau dilontarkan.Dampak dari letusan tersebut
    menyebabkan abu vulkanik semakin jauh berterbangan. Beberapa
    daerah yang sudah terkena abu vulkanik tersebut adalah
    Banyumas, Purwokerto, Banjarnegara dan Cilacap hingga
    Tasikmalaya.
    5. tidak, karena kita sebagai manusia yang berilmu tentunya
    harus menyangkut pautkan kejadian alam dengan ilmu
    pengetahuan yang sudah kita ketahui. bukan dengan mitos mitos.
    6. Baru saja ada diskusi antara para geolog Lembaga Ilmu
    Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Earth Observatory of
    Singapore (EOS) tentang kondisi Merapi. Menurut sumber yang
    dapat dipercaya, ada sejumlah kesimpulan yang ditarik dari
    diskusi tersebut.

    Pertama, letusan Merapi saat ini berbeda dengan letusan
    sebelumnya sejak tahun 1870-an. Letusan sebelumnya berasal
    dari magma dangkal, dengan kedalaman sekitar 2 kilometer.

    “Sekarang tipe eksplosif karena kelihatannya berasal dari
    magma yang sangat dalam, 6 sampai 10 kilometer,” demikian
    informasi yang diperoleh VIVAnews, Jumat, 5 November 2010.

    Situasi juga jadi makin sulit untuk diprediksi. Salah satu
    sebabnya: peralatan yang masih berfungsi hanya seismometer.
    Sementara, alat lainnya seperti alat monitoring deformasi
    (EDM dan tilt meter), alat pencatat gas, dan alat monitoring
    visual, rusak. Karena itu, jangankan mengetahui apa yang
    terjadi dengan Merapi, untuk mengetahui apa saja aktivitas
    Merapi saat ini, sulit dilakukan.

    “Apakah mungkin terjadi letusan yang lebih besar? Jawabannya,
    data yang ada tidak cukup untuk menjawab hal ini,” salah satu
    geolog mengeluh.

    Para geolog was-was karena mereka tidak bisa mengetahui berapa
    besar kantung magma-dalam dan berapa besar feeding dari bawah
    atau mantel Merapi. Meski demikian, ada cara lain untuk
    membantu memprediksi letusan selanjutnya, yakni dengan melihat
    komposisi kimia dari bahan-bahan yang dimuntahkan.

    “Ini yang sedang dilakukan oleh para ahli di Yogyakarta,” kata
    sumber itu. (kd)

    7. Iya betul. Debu vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung
    menganding zat yang bisa menyuburkan tanah. Kesuburan tanah
    akibat letusan gunung ini terutama yang berada di daerah
    tropis seperti Indonesia. Soal penjelasan ilmiahnya bukan
    kompetensi saya untuk menjelaskannya. Mudah-mudahan
    kawan-kawan dari Kementerian Pertanian yang bisa memberikan
    pencerahan soal ini.

    Tentang pasir, materi ini akan terkonsentrasi di alur-alur
    lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Sebab,
    lahar itu sendiri merupakan bagian dari produk letusan gunung
    api tersebut. Berdasarkan informasi BPPTK dan PVMBG bahwa
    material yang sudah dimuntahkan Gunung Merapi ini mencapai
    100 juta meter kubik. Maka, diperkirakan pasir-pasir yang
    akan menjadi rezeki di alur-alur sungai tersebut pastinya
    tidak akan melebihi jumlah atau volume itu. Karena, mereka
    hanya sebagian kecil saja proporsinya dari keseluruhan
    material vulkanik yang diluncurkan Merapi.
    8. dapat, karena hasil erupsi dari letusan gunung berapi dapat
    dimanfaatkan dengan pertanian atau perkebunan. sehingga akan
    muncul lahan pertanian baru dan mata pencaharian yang baru
    untuk warga masyarakat yang tlah terkena bencana.

  59. 1) Energy panas dari magma
    Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Ahli goelogi menyadari adanya pergerakan lempeng bumi yang diukur dari pergerakan pertahun antara lapisan dengan membandingkan jarak yang telah diukur pada tahun sebelumnya dengan tahun saat ini. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi. Teori terbentuknya gunung mengatakan bahwa gunung dalam jutaan tahun yang lalu adalah daerah yang labil pada satu sisi dan pada sisi yang lain adalah daerah padat. Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluar dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung. Dibandingkan pada 2006 lalu, erupsi Gunung Merapi kali ini lebih besar dan lebih cepat. Hal ini dikarenakan akumulasi energi yang lebih besar yang dikandung salah satu gunung paling aktif di dunia tersebut. Selain itu di Merapi bagian selatan terdapat bukaan kawah yang jarak ke Kali Adem yang dekat dengan pemukiman penduduk

    2)Material gunung yang dikeluarkan oleh gunung meletusBahan-bahan yang dikeluarkan gunung api saat meletus adalah sebagai berikut :
    a) Material vulkanis padat (efflata)
    – berdasarkan asalnya
    a) Efflata autogen, bersala dari bekuan magma yang keluar.
    b)Efflata aulogen, berasal dari pipa kawah yang terlempar.
    – Berdasarkan ukurannya
    a) Boom berukuran besar
    b)Lapili sebesar kerikil
    c) Pasir vulkanik sebesar butiran pasir
    d)Abu vulkanis efflata yang halus
    – Material berupa cairan
    a) lava, yaitu aliran magma ke permukaan bumi
    b) Lahar panas, yaitu lava yang merupakan campuran lava dengan air
    c) Lahar dingin yaitu lava yang membeku bersama air hujan.
    – Material gas, terdiri dari atas uap air, gas nitrogen, gas belerang, asam arang dan lain-lain.
    3) Energy setelah letusan adalah energy gerak / mekanik
    kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.

    4) penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa (26/11).

    5)Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    menurut cerita masyarakat Diceritakan bahwa Mbah Petruk itu merupakan kerabat moyangnya penduduk yang mendiami daerah lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Dia memang sangat sakti dan tidak pernah mandi. Namun suatu saat menghilang saat terjerumus atau dijerumuskan di suatu pusaran air atau kedung di sebuah sungai di sana
    Setelah peristiwa itu, menurut kepercayaan masyarakat sekitar, Mbah Petruk sering muncul dalam penampakan. Penampakan ini terjadi bila akan ada hal-hal besar di sekitar daerah itu. Penampakannya untuk mengingatkan para kerabat dan turunannya.
    6)upaya agar gunung merapi tidak meletus eksplosif
    memang segala upaya manusia telah dilakukan tetapi yang bisa menahan letusan eksplosif adalah allah SWT tetapi yang harus dilakukan manusia adalah sebagai berikut
    -diberi lobang di daerah puncak gunung
    -membuka magma dengan meledakanya
    jika kedua usaha tersebut masih gagal maka langkah terakhir adalah mengevakuasi warga setempat ketempat yang aman
    7)Dapatkah energi merapi dimanfaatkan?bagaimana caranya?
    Ya dapat
    -Debu vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung menganding zat yang bisa menyuburkan tanah. Kesuburan tanah akibat letusan gunung ini terutama yang berada di daerah tropis seperti Indonesia. Soal penjelasan ilmiahnya bukan kompetensi saya untuk menjelaskannya. Mudah-mudahan kawan-kawan dari Kementerian Pertanian yang bisa memberikan pencerahan soal ini.
    -Tentang pasir, materi ini akan terkonsentrasi di alur-alur lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Sebab, lahar itu sendiri merupakan bagian dari produk letusan gunung api tersebut. Berdasarkan informasi BPPTK dan PVMBG bahwa material yang sudah dimuntahkan Gunung Merapi ini mencapai 100 juta meter kubik. Maka, diperkirakan pasir-pasir yang akan menjadi rezeki di alur-alur sungai tersebut pastinya tidak akan melebihi jumlah atau volume itu. Karena, mereka hanya sebagian kecil saja proporsinya dari keseluruhan material vulkanik yang diluncurkan Merapi,juga dapat dimanfaatkan sebagai peluang arus listrik.
    8)Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa nyawa kita bisa di ambil Tuhan YME kapan saja dan menyadarkan kita untuk terus menjaga lingkungan agar bencana besar tidak terjadi.Dan di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini,
    Sumber:google,kaskus,dll
    Nama : Nanda Haidar Wadhana
    Kelas : X I
    No : 21

  60. nama : Muhammad Fajrul Falah
    kelas : X.1
    no.absen: 20

    1. Energi endogen (vulkanik)
    2. Lava, magma, abu vulkanik, gas beracun, awan panas, batuan, pasir, aliran lumpur.
    3. Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.
    4. Wedus Gembel di sebabkan naiknya magma ke permukaan kemudian dapat menimbulkan kepulan asap hingga membentuk awan panas. Awan panas tersebut terjadi apabila magma yang naik itu menyentuh air tanah atau genangan air.
    5. Wedhus gembel sejatinya jenis bintang ternak yang tidak ditakuti karena penampilannya memang tidak menakutkan seperti domba yang bertanduk, berperawakan besar, dan di sejumlah tempat dijadikan hewan aduan. Wedhus gembel memiliki bulu lebat dan gimbal yang umumnya berwarna putih dan biasanya dipakai sebagai bahan untuk membuat wol.

    Tetapi bagi masyarakat sekitar Gunung Merapi, gunung berapi aktif yang lokasinya berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, wedhus gembel yang menjadi sosok yang sangat menakutkan. Wedhus gembel selalu menjadi bahan pembicaraan setiap gunung yang diyakini memiliki hubungan magis dengan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini menjadi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan penguasa Laut Selatan Nyi Roro Kidul itu. Ketiga tempat itu berada di satu jalur lintasan simetris yang melambangkan hubungan erat Keraton Yogyakarta, Gunung Merapi, dan Laut Selatan.

    Kenapa sangat menakutkan? Karena wedus gembel itu tidak lain sebutan halus yang biasa dipakai masyarakat Jawa untuk merujuk pada wujud yang diyakini punya kekuatan luar biasa atau mematikan. Atau dalam konteks kedigdayaan sebagai sakti mandraguna.

    Wedhus gembel dalam konteks Gunung Merapi ialah awan panas yang bisa membuat tubuh gosong seperti tersengat listrik tegangan tinggi atau tersambar petir.

    Awan panas itu disebut wedhus gembel karena bentuknya yang bergulung-gulung, mirip bulu gimbal biri-biri, kambing yang oleh orang Jawa disebut wedhus gembel. Wedhus gembel bukan seperti awan biasa yang dari jauh tampak putih halus laksana kapas raksasa.

    Dalam kultur Jawa, ada kebiasaan masyarakat (atau ada yang menyebutnya sebagai kearifan lokal dalam konteks keselarasan dengan alam) untuk menyebutkan nama sesuatu yang punya kekuatan besar tidak dengan nama aslinya.

    Mereka lebih senang dan lega menyebut nama lain sebagai bentuk penghormatan atau gelar. Misalnya, awan panas tadi disebut wedhus gembel. Harimau biasa dipanggil dengan si mbah, ular biasa disebut oyod atau akar. Atau, memakai sebutan Ngarsa Dalem, Kanjeng Sultan atau Sinuhun ketika memanggil atau menyebut raja seperti Sultan Hamengkubuwono X yang memiliki nama asli Herjuno Darpito dengan gelar (sebelum menjadi Sultan) Bendoro Raden Mas (BRM) itu.
    6. Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    7. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

  61. nama : Muhammad Fajrul Falah
    kelas : X.1
    no.absen: 20

    1. Energi endogen (vulkanik)
    2. Lava, magma, abu vulkanik, gas beracun, awan panas, batuan, pasir, aliran lumpur.
    3. Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.
    4. Wedus Gembel di sebabkan naiknya magma ke permukaan kemudian dapat menimbulkan kepulan asap hingga membentuk awan panas. Awan panas tersebut terjadi apabila magma yang naik itu menyentuh air tanah atau genangan air.
    5. Wedhus gembel sejatinya jenis bintang ternak yang tidak ditakuti karena penampilannya memang tidak menakutkan seperti domba yang bertanduk, berperawakan besar, dan di sejumlah tempat dijadikan hewan aduan. Wedhus gembel memiliki bulu lebat dan gimbal yang umumnya berwarna putih dan biasanya dipakai sebagai bahan untuk membuat wol.

    Tetapi bagi masyarakat sekitar Gunung Merapi, gunung berapi aktif yang lokasinya berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, wedhus gembel yang menjadi sosok yang sangat menakutkan. Wedhus gembel selalu menjadi bahan pembicaraan setiap gunung yang diyakini memiliki hubungan magis dengan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini menjadi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan penguasa Laut Selatan Nyi Roro Kidul itu. Ketiga tempat itu berada di satu jalur lintasan simetris yang melambangkan hubungan erat Keraton Yogyakarta, Gunung Merapi, dan Laut Selatan.

    Kenapa sangat menakutkan? Karena wedus gembel itu tidak lain sebutan halus yang biasa dipakai masyarakat Jawa untuk merujuk pada wujud yang diyakini punya kekuatan luar biasa atau mematikan. Atau dalam konteks kedigdayaan sebagai sakti mandraguna.

    Wedhus gembel dalam konteks Gunung Merapi ialah awan panas yang bisa membuat tubuh gosong seperti tersengat listrik tegangan tinggi atau tersambar petir.

    Awan panas itu disebut wedhus gembel karena bentuknya yang bergulung-gulung, mirip bulu gimbal biri-biri, kambing yang oleh orang Jawa disebut wedhus gembel. Wedhus gembel bukan seperti awan biasa yang dari jauh tampak putih halus laksana kapas raksasa.

    Dalam kultur Jawa, ada kebiasaan masyarakat (atau ada yang menyebutnya sebagai kearifan lokal dalam konteks keselarasan dengan alam) untuk menyebutkan nama sesuatu yang punya kekuatan besar tidak dengan nama aslinya.

    Mereka lebih senang dan lega menyebut nama lain sebagai bentuk penghormatan atau gelar. Misalnya, awan panas tadi disebut wedhus gembel. Harimau biasa dipanggil dengan si mbah, ular biasa disebut oyod atau akar. Atau, memakai sebutan Ngarsa Dalem, Kanjeng Sultan atau Sinuhun ketika memanggil atau menyebut raja seperti Sultan Hamengkubuwono X yang memiliki nama asli Herjuno Darpito dengan gelar (sebelum menjadi Sultan) Bendoro Raden Mas (BRM) itu.
    6. Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    7. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. karena peristiwa gunung merapi selain menjadi peristiwa alam juga dapat menjadi teguran bagi kita semua untuk selalu waspada dimana pun kita berada. karena bahwasannya musibah itu bisa datang kapan saja dan dimana saja.

  62. nama : Muhammad Fajrul Falah
    kelas : X.1
    no.absen: 20

    1. Energi endogen (vulkanik)
    2. Lava, magma, abu vulkanik, gas beracun, awan panas, batuan, pasir, aliran lumpur.
    3. Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.
    4. Wedus Gembel di sebabkan naiknya magma ke permukaan kemudian dapat menimbulkan kepulan asap hingga membentuk awan panas. Awan panas tersebut terjadi apabila magma yang naik itu menyentuh air tanah atau genangan air.
    5. Wedhus gembel sejatinya jenis bintang ternak yang tidak ditakuti karena penampilannya memang tidak menakutkan seperti domba yang bertanduk, berperawakan besar, dan di sejumlah tempat dijadikan hewan aduan. Wedhus gembel memiliki bulu lebat dan gimbal yang umumnya berwarna putih dan biasanya dipakai sebagai bahan untuk membuat wol.

    Tetapi bagi masyarakat sekitar Gunung Merapi, gunung berapi aktif yang lokasinya berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, wedhus gembel yang menjadi sosok yang sangat menakutkan. Wedhus gembel selalu menjadi bahan pembicaraan setiap gunung yang diyakini memiliki hubungan magis dengan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini menjadi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan penguasa Laut Selatan Nyi Roro Kidul itu. Ketiga tempat itu berada di satu jalur lintasan simetris yang melambangkan hubungan erat Keraton Yogyakarta, Gunung Merapi, dan Laut Selatan.

    Kenapa sangat menakutkan? Karena wedus gembel itu tidak lain sebutan halus yang biasa dipakai masyarakat Jawa untuk merujuk pada wujud yang diyakini punya kekuatan luar biasa atau mematikan. Atau dalam konteks kedigdayaan sebagai sakti mandraguna.

    Wedhus gembel dalam konteks Gunung Merapi ialah awan panas yang bisa membuat tubuh gosong seperti tersengat listrik tegangan tinggi atau tersambar petir.

    Awan panas itu disebut wedhus gembel karena bentuknya yang bergulung-gulung, mirip bulu gimbal biri-biri, kambing yang oleh orang Jawa disebut wedhus gembel. Wedhus gembel bukan seperti awan biasa yang dari jauh tampak putih halus laksana kapas raksasa.

    Dalam kultur Jawa, ada kebiasaan masyarakat (atau ada yang menyebutnya sebagai kearifan lokal dalam konteks keselarasan dengan alam) untuk menyebutkan nama sesuatu yang punya kekuatan besar tidak dengan nama aslinya.

    Mereka lebih senang dan lega menyebut nama lain sebagai bentuk penghormatan atau gelar. Misalnya, awan panas tadi disebut wedhus gembel. Harimau biasa dipanggil dengan si mbah, ular biasa disebut oyod atau akar. Atau, memakai sebutan Ngarsa Dalem, Kanjeng Sultan atau Sinuhun ketika memanggil atau menyebut raja seperti Sultan Hamengkubuwono X yang memiliki nama asli Herjuno Darpito dengan gelar (sebelum menjadi Sultan) Bendoro Raden Mas (BRM) itu.
    6. Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    7. Ya, bisa.
    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan
    8. Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. karena peristiwa gunung merapi selain menjadi peristiwa alam juga dapat menjadi teguran bagi kita semua untuk selalu waspada dimana pun kita berada. karena bahwasannya musibah itu bisa datang kapan saja dan dimana saja.

  63. 1. Energi penyebab gunung meletus
    – Energi panas atau kalor
    – Tekana dari dalam yaitu endapan magma yang di dorong oleh
    gas yang bertekanan lebih tinggi.

    2. Material yang di keluarkan
    Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas
    tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida
    (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan
    Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.

    Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.

    LAHAR
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.

    ABU LETUSAN
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.

    AWAN PANAS
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

    3. Energi setelah letusan
    Energi kalor atau panas,getaran,energi bunyi,potensial.

    4. Sebab dan kandungan awan panas
    Wedus gembel disebabkan karena ALIRAN PIROKLASTIK.
    Aliran piroklastik adalah salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan (diketahui sebagai tefra). Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h. Gas dapat mencapai temperatur diatas 1000 derajat Celsius.

    5. Mitos Rakyat Dengan Alamiah
    Mitos-mitos Gunung Merapi yang muncul lantas dikaitkan dengan
    pengetahuan tentang Gunung merapi
    Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di
    sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa
    sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan
    penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga
    memberikan sesaji.
    Menurut saya, mitos tidak dapat dikaitkan dengan keadaan
    alamiah karena gimanapun mitos tidak dapat di buktikan dengan
    keilmuan. Mitos hanyalah sebuah kepercayaan yang dimiliki
    oleh seseorang tertentu.

    6. Menjegah Terjadinya eksplosif
    Upaya yang bisa dilakukan dengan mengevakuasi warga.

    7. Dapatkah energi merapi dapat di manfaatkan? Bagaimanakah
    caranya?
    ya dapat di manfaatkan , banyak material isi perut bumi yang
    keluar saat terjadinya letusan gunung. Material itu bis
    berbentuk pasir, silika, lava, kristal dan lain sebagainya
    yang dimuntahkan dari dalam perut bumi dalam jumlah besar.
    Material itu,dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dan
    menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
    Misalkan kristal bisa dimanfaatkan untuk membuat perhiasan
    dan pajangan rumah tangga, silika bisa dimanfaatkan untuk
    membuat kaca dan material lainnya bisa dikembangkan untuk
    menggerakkan ekonomi.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi
    Ya, Saya sangat terinspirasi dengan terjadinya gunung meletus ini. Karna dengan adanya bencana ini kita akan menjadi lebih sadar untuk menjaga lingkungan serta kita menjadi lebih dekat dengan sang khalik karena telah kita ketahui bahwa segala bencana yang terjadi karena kehendak Allah S.W.T

  64. 1.energi yang terjadi adalah energi vulkanik dan energi panas yang terdapat di dalam bumi
    2.material yang keluar dari gunung:
    -lava
    -lahar panas lahar dingin
    -batuan
    -gas belerang
    -awan panas
    3.energi yang terjadi setelah letusan
    -energi panas
    -bunyi
    -gataran
    -enertgi gerak
    4.penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    5.Mitos Gunung Merapi Kumpulan Kisah Mistis Merapi Kiai Sapu Jagad Ratu Kidul Laut Selatan Ritual Keraton Mataram Mitologi. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul. Fenomena Ajaib Terbaru Foto Awan Petruk Gunung Merapi mungkin bagian dari mitologi Merapi ya. Coba baca Ramalan Bencana Alam Gunung Merapi Meletus oleh Paranormal Fenomena Gejolak Alam Semesta Versi Paranormal.
    6.upaya agar gunung merapi tidak meletus eksplosif
    selalu memantau keadaan gunung merapi agar ketika gunung tersebut meletus mereka mengetahui jenis-jenis letusan yang terjadi pada gunung merapi.
    7.ya dapat.
    -material yang keluar seperti batu,pasir dll dapat d manfaatkan untuk mendorong roda perekonomian rakyat d sekitar gunung merapi
    -tanah d sekitarpun akan menjadi subur
    -dan memanfaatkan energi panas yang terdapat di dalam gunung merapi tersebut.contoh:sebagai energi pembangkit listrik.
    8.saya sangat terinspirasi atas terjadinya letusan gunung merapi tersebut.Dari peristiwa tersebut saya dapat berfikir bahwa banyak kuasa Tuhan yang amat dasyat dan di luar pengetahuan manusia.
    dengan kejadian ini kita dapat lebih menjaga alam di dunia ini dengaqn sebaik mungkin dan memanfaatkan SDA dengan secukupnya dan sabaik-baiknya.

  65. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita akan kebesaran TUHAN YME dan mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja tanpa kita ketahui,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan sikap saling tolong-menolong sesama.

  66. Nama : Afinda Risdiyanti
    Kelas : X.1
    No.Absen : 02

    1. energi endogen ( vulkanik )

    2. * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. energi panas, gelombang, gerak, potensial, gesekan, dll.

    4. Lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magma di perut bumi pun mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu aktivitas geologis, vulkanik, dan tektonik.

    5. Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji,
    Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul.
    Raja adalah sosok yang dipercaya satu-satunya yang bias berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepimpinan tradisional Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan meninggal tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci.

    6. upaya yang dilakukan yaitu mengevakuasi warga dan bukan mencegah sifat letusannya sendiri .

    7. bisa, •Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. ya , dapat memberi kita peringatan agar tetap beribadah

  67. Nama : Ika Nur Amalia
    Kelas : X.1
    Absen : 14

    1. Energi yang Menyebabkan Gunung meletus
    Jawab :
    Energi ENDOGEN Yang berasal Dari dalam Bumi.

    2.Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    Jawab :
    *lava dan aliran pasir serta batu panas
    *lahar panas dan lahar dingin
    *gas vulkanik
    *tanah longsor
    *gempa bumi
    *abu letusan
    *awan panas (piroklastik)
    *gas beracun

    3.Energi setelah letusan adalah:
    Jawab :
    *panas
    *gerak
    *getaran
    *gelombang vertikal
    *gelombang horizontal
    *potensial
    *bunyi
    *gesekan
    4.wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    Wedus gembel atau awan panas terjadi karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas. Ketika ada guguran abu lava maka akan membentuk awan panas.

    5.apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab :Mitos Gunung Merapi Kumpulan Kisah Mistis Merapi Kiai Sapu Jagad Ratu Kidul Laut Selatan Ritual Keraton Mataram Mitologi. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul. Fenomena Ajaib Terbaru Foto Awan Petruk Gunung Merapi mungkin bagian dari mitologi Merapi ya. Coba baca Ramalan Bencana Alam Gunung Merapi Meletus oleh Paranormal Fenomena Gejolak Alam Semesta Versi Paranormal.

    6.Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Jawab :
    Upayanya dengan cara Mengevakuasi dan mencegah Letusan Gunung itu dengan Tetap Menyuntikan Lubang Kepundan agar tidak meletus lagi
    7..Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Jawab :
    Ya bisa, dengan memanfaatkan energi panas yang terdapat di dalam gunung merapi,contohnya untuk energi pembangkit listrik.
    abunya bisa untuk menyuburkan tanah.

    8.Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Jawab :
    Ya saya sangat terinspirasi Terhadap Peristiwa Letusnya Gunung Merapi.karena kita dapat mengetahiu dan belajar apa yang belum kita ketahui.
    spt:energi-energi yang terkandung dalam letusan gunung merapi tersebut.

  68. 1.karena energi endogen yang menyebabkan gunung itu meletus dan juga ada reaksi kimia dan fisika, juga ada energi kalor
    gitu loch bu……
    2.lava pijar,gas,abu,pasir,batu,abu vulkanik.
    3.gerak,panas/kalor,bunyi,potensial dan lain-lain.
    4.”Wedhus gembel”
    Saat ini lava mulai lagi membentuk kubah baru. Namun, apabila terjadi suplai magma dalam jumlah besar, ada kemungkinan awan panas yang menimbulkan letusan akan terjadi lagi.
    Di Merapi, guguran lava yang menghasilkan awan panas umumnya terjadi setelah pertumbuhan kubah lava. Tipe erupsi khas Merapi adalah efusif, yaitu pembentukan kubah yang tidak stabil karena terdesak magma hingga akhirnya runtuh berupa guguran lava pijar dan awan panas.
    Dalam volume yang besar, material yang gugur itu berubah menjadi rock avalanche atau lebih dikenal dengan sebutan wedhus gembel. Dinamakan wedhus gembel karena bagi masyarakat sekitar bentuknya bergulung-gulung menyerupai bulu wedhus atau kambing.
    Awan panas ini merupakan campuran material berukuran debu hingga blok bersuhu le- bih dari 700 derajat celsius yang meluncur dengan kecepatan bisa di atas 100 kilometer per jam.
    5.Gunung Merapi menduduki posisi penting dalam mitologi Jawa, diyakini sebagai pusat kerajaan mahluk halus, sebagai “swarga pangrantunan”, dalam alur perjalanan hidup yang digambarkan dengan sumbu imajiner dan garis spiritual kelanggengan yang menghubungkan Laut Kidul – Panggung krapyak – Karaton Yogyakarta – Tugu Pal Putih – Gunung Merapi. Simbol ini mempunyai makna tentang proses kehidupan manusia mulai dari lahir sampai menghadap kepada sang Maha Pencipta.

    Menurut foklor yang diceritakan oleh Juru Kunci Merapi yang bernama R. Ng. Surakso Hargo atau sering disebut mbah Marijan disebutkan bahwa konon Karaton Merapi ini dikuasai oleh Empu Rama dan Empu Permadi. Dahulu sebelum kehidupan manusia, keadaan dunia miring tidak stabil. Batara Guru memerintahkan kepada kedua Empu untuk membuat keris, sebagai pusaka tanah Jawa agar dunia stabil. Namun belum selesai keburu mengutus para Dewa untuk memindahkan G. Jamurdipa yang semula berada di Laut Selatan ke Pulau Jawa bagian tengah, utara Kota Yogyakarta (sekarang) dimana kedua Empu tersebut sedang mengerjakan tugasnya. Karena bersikeras berpegang pada “Sabda Pendhita Ratu” (satunya kata dan perbuatan) serta tidak mau memindahkan kegiatannya, maka terjadilah perang antara para Dewa dengan kedua Empu tadi yang akhirnya dimenangkan oleh kedua Empu tersebut.

    Mendengar kekalahan para Dewa, Batara Guru memerintahkan Batara Bayu untuk menghukum keduanya dengan meniup G. Jamurdipa sehingga terbang diterpa angin besar ke arah utara dan jatuh tepat diatas perapian dan mengubur mati Empu Rama dan Permadi. Namun sebenarnya dia tidak mati hanya berubah menjadi ujud yang lain dan akhirnya menguasai Kraton makhluk halus di tempat itu. Sejak itu arwahnya dipercaya untuk memimpin kerajaan di Gunung Merapi tersebut. Masyarakat Karaton Merapi adalah komunitas arwah mereka yang tatkala hidup didunia melakukan amal yang baik. Bagi mereka yang selalu melakukan amalan yang jelek arwahnya tidak bisa diterima dalam komunitas mahluk halus Karaton Merapi, biasanya terus nglambrang kemana-mana lalu hinggap di batu besar, jembatan, jurang dsb menjadi penunggu tempat tersebut.
    6.mengevakuasi warga yang berada di lokasi rawan bencana ke pengungsian yang aman.
    7.mungkin bisa,namun hingga sekarang belum di temukan caranya mungkin dengan pemikiran dan percobaan yang terus menerus di lakukan pasti ada cara untuk memeanfaatkannya
    dan yang bisa di manfaatkan misalnya:energi panasnya,material guguran dan energi lainnya
    8.ya,dengan ini masyarakat akan sadar bahwa alam suatu saat pasti akan marah jika kita selalu meng eksploitasinya secara ber kelanjutan tanpa ada tindakan untuk memperbaikinya,dan mengajarkan manusia untuk saling peduli dan tolong menolong

  69. NAMA : WAHYU TRI MARTIA
    KELAS : X.5
    NO ABSEN : 31

    1. Penyebab :
    – energi panas
    – energi gerak (pergeseran lempeng)
    – energi panas
    2. Material yg dikeluarkan :
    – lava
    – lahar panas dan lahar dingin
    – abu vulkanik
    – awan panas
    – pasir
    = batuan panas
    3. Energi yg dikeluarkan :
    – energi panas
    – energi bunyi
    – potensial
    – getaran
    – gelombang
    – vertical
    – horizontal
    – gesekan.
    4. Wedus gembel atau awan panas terjadi karena muntahan gunung merapi oleh ketidakseimbangan pada kubah lava, hasil letusan yang mengalir bergulung. Kandungan: SO2, Silika, gas CO2, belerang. Energi: energi listrik, kalor, gerak, kinetik, gelombang, potensial, suara, getaran, rambatan.
    5.tidak , mitos tidak dapat dihubungkan dgn keadaan alamiah yg ada karena mitos tidak mempunyai kebenaran secara ilmiah dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya .
    6. Pencegahan agar merapi tidak meletus secara eksplosif yaitu dengan cara penyuntikan di gunung tersebut .
    Agar letusan dapat diminimalisasikan .
    Selain itu untuk mengurangi banyaknya korban dilakukan evakuasi ke tempat yg aman .
    7. Ya, itu sangat mungkin bisa asalkan kita semua bisa menggunakan dan memanfaatkan itu semua dengan benar.
    Contoh sumber daya energi yang bisa dimanfaatkan yaitu:
    >Energi panas bumi yang bisa di manfaatkan sebagai pembangkit listrik.
    >Bahan-bahan yang di keluarkan/bahan galian seperti:
    -Belerang untuk bahan industri kimia.
    -batu-batuan: batu pasir, kerikil, bisa di manfaatkan sebagai bahan bangunan.
    8. Yaa , saya sangat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi .
    Karena berarti bumi kita ini menyimpan sumber daya dan tenaga dalam bumi yg sangat besar sekali .
    Dan harusnya kita tidak boleh mensia-siakan ini semua .
    Kita harua mempergunakannya dengan sebaik-baiknya .

  70. NAMA: LINDA RAKHMAWATI
    KELAS: X_5
    NO ABSEN: 19

    1. energi yang menyebabkan gunung meletus :
    – energi endogen yang berada pada dalam bumi yang sifatnya membentuk permukaan bumi, energi panas yang sangat besar yang tersimpan dalam perut bumi.
    2. material yang keluar dari letusan gunung merapi :
    – awan panas,
    – lahar panas dan lahar dingin
    – batu kerikil
    – abu vulkanik
    3.
    -panas
    -gerak
    -getaran
    -gelombang vertikal
    -gelombang horizontal
    -potensial
    -bunyi
    -gesekan
    4.penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    awan panas disebabkan oleh guguran kubah lava,sedangkan jika arah mengalirnya berdasarkan angin yang bertiup, kandungan yang ada diawan panas merupakan material panas dalam gunung dan energinya merupakan energi dari dalam bumi.
    kandungan dan energi yg terkandung di dalamnya :
    – debu-debu itu mengandung natrium, kalsium, dan zat yang lainnya.
    -fase gas ( CO2, sulfur, chlor, uap air dan lainnya) yang bercampur udara.
    5.Mitos-mitos Gunung Merapi yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi. Ada beberapa sumber pengetahuan yang ditengarai oleh sosiolog UGM, Prof Heru Nugroho, saling bersaing untuk memperoleh pembenaran. Gunanya adalah untuk mendapat pengaruh di masyarakat. Terkadang dalam kehidupan sehari- hari tentang kejadian alamiah pada letusan gunung merapi juga dapat di gabungkan sesuai dengan tradisi wilayah setemoat.
    6.upaya mengatasi agar gunung merapi tidak eksplosif:
    memantau dari status waspada hingga siaga dan mengevakuasi warga yang rumahnya dekat dengan gunung.
    7.Ya. Misal:
    Abu vulkanik: menyuburkan tanaman
    Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8.dapat ,
    karena peristiwa gunung merapi ini , saya sadar alam ini sudah mulai memanas dan menekan dengan sangat besar pada bumi kita..

  71. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan sikap saling tolong-menolong sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja. Dan menyadarkan kita akan kuasa tuhan Yang Maha Esa.

    Kelas : XI NS 1
    No. : 30
    Nama : Umi Falakh

  72. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a. Energi kalor/panas
    b. Tekanan (endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi)

    2. Material Gunung Meletus
    gas vulkanik, lava, aliran pasir serta batu panas, lahar, abu letusan, awan panas.

    3. Energi setelah letusan
    energi kalor, getaran, gelombang bunyi, gerak, potensial, gesekan

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    menurut para ahli, Merapi memiliki dua kantong magma masing-masing kedalaman >30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu >700 C akan bermigrasi secara vertikal melalui lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebutu, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan. Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Apabila volume guguran berbatuan ini makin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan berbatuan panas tersebut tidak saja menggelinding tapi sebagian melayani bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk lereng merapi menyebutnya wedhus gembel yang artinya bulu domba

    5. Mitos Rakyat
    Menurut Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka mempercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya, warga perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji.

    6. Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya dengan mengevakuasi warga sekitar Merapi bukan mencegah sifat letusannya

    7. Ya, dapat. Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pencangit tenaga listrik. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunung api dapat dijadikan bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Ya, tentu karena dengan adanya kejadian meletusnya Merapi dapat menyadarkan kita betapa besarnya kekuasaan Tuhan YME, serta menyadarkan kita untuk menjaga kelestarian alam di sekitar kita, dan tolong menolong kepada sesama manusia.

  73. 1.Energi penyebab meletus
    Gunung merapi meletus karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanisme didasar gunung tersebut , yaitu pergerakan magma hasil reaksi kimia dan fisika

    2.Material Yang Dikeluarkan
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain. Yang paling menonjol adalah awan panas yang biasa disebut Wedus Gembel yang suhunya kurang lebih 600 derajat

    3.Energi Setelah Meletus
    Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT atau sama dengan Bom Atom yang deledakan di Hiroshima sebanyak 600 kali, energi panas yang besar telah dilepaskan merapi

    4.Sebab dan Energi Awan Panas
    Penyebab wedus Gembel adalah karena erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas.

    5.Mitos-mitos dengan keadaan alamiah
    Merapi menyimpan berbagai mitos antara lain tentang Cemara Sewu, Kerajaan Makhluk Halus Di Merapi, Mbah Petruk dll. Menurut saya hal itu benar contoh cemara sewu , memang di merapi banyak ditumbuhi cemara bahkan jumlahnya melebihi seribu dan ini mungkin yang menyebabkan timbulnya mitos tersebut dan masalah makhluk halus itu hanya Tuhan YME yang tahu.

    6.Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Mungkin dengan melakukan penyuntikan secara rutin terhadap Merapi pada bagian kepunden agar tidak tersumbat

    7.Pemanfaatan Energi Merapi dan Caranya
    Ya dapat, melihat energi merapi jika meletus sama dengan 600 kali bom Hiroshima mungkin merapi bias dijadikan sebagai reactor energi nuklir

    8.Apakah Ada Inspirasi Ketika Merapi Meletus ?
    Ada, Saya menjadi terinspirasi untuk meneliti lebih lanjut tentang Gunung Berapi.

    Nama : M. Wisnu Nagoro
    Kelas : X5
    No Absen 30

  74. 1. Energi penyebab meletus
    Gunung merapi meletus karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanisme didasar gunung tersebut , yaitu pergerakan magma hasil reaksi kimia dan fisika
    2. Material Yang Dikeluarkan
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain. Yang paling menonjol adalah awan panas yang biasa disebut Wedus Gembel yang suhunya kurang lebih 600 derajat
    3. Energi Setelah Meletus
    Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT atau sama dengan Bom Atom yang deledakan di Hiroshima sebanyak 600 kali, energi panas yang besar telah dilepaskan merapi
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Penyebab wedus Gembel adalah karena erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas.
    5. Mitos-mitos dengan keadaan alamiah
    Merapi menyimpan berbagai mitos antara lain tentang Cemara Sewu, Kerajaan Makhluk Halus Di Merapi, Mbah Petruk dll. Menurut saya hal itu benar contoh cemara sewu , memang di merapi banyak ditumbuhi cemara bahkan jumlahnya melebihi seribu dan ini mungkin yang menyebabkan timbulnya mitos tersebut dan masalah makhluk halus itu hanya Tuhan YME yang tahu.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Yaitu dengan cara melakukan penyuntikan secara rutin terhadap Merapi pada bagian kepunden agar tidak tersumbat dan sehat
    7. Pemanfaatan Energi Merapi dan Caranya
    Ya dapat, melihat energi merapi jika meletus sama dengan 600 kali bom Hiroshima mungkin merapi bisa dijadikan sebagai reactor energi nuklir
    8. Apakah Ada Inspirasi Ketika Merapi Meletus ?
    Ada, Saya menjadi terinspirasi agar saya menjadi lebih baik lagi dalam melestarikan alam.

    Nama : Githa Ardianty
    Kelas : X5
    No Absen: 14

  75. NAMA : BELLA MUTIA ALYUMATIN
    KELAS : X.5
    NO. ABSEN : 7

    1. energi gunung meletus :
    – energi endogen yang berasal dari dalam bumi

    2. meterial yang keluar dari gunung meletus :
    – abu vulkanik
    – lahar panas dan lahar dingin
    – kerikil
    – awan panas

    3. Energi setelah letusan yaitu Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.

    4. penyebab wedus gembel :
    karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    awan panas disebabkan oleh guguran kubah lava,sedangkan jika arah mengalirnya berdasarkan angin yang bertiup, kandungan yang ada diawan panas merupakan material panas dalam gunung dan energinya merupakan energi dari dalam bumi.
    energi yang terkandung dalam wedus gembel :
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.

    5. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji,” kata Heru dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (2/11/2010).

    “Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual,” sambung dia.

    Karena itu tidak heran jika para elite spiritual lokal kemudian memiliki privilege (hak istimewa) dalam komunitasnya. Selain itu, cerita-cerita rakyat yang masih berkembang di masyarakat semakin menguatkan mitos-mitos seputar Merapi. Karena awalnya, banyak masyarakat yang hidup dengan mistis, di mana animisme dan dinamisme masih sangat berkembang.

    “Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan,” lanjutnya.

    Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri.

    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya adalah dengan menyuntik gunung agar lubang kepundan tidak tersumbat .

    7. Ya.
    Abu vulkanik: menyuburkan tanaman
    Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. dapat..
    karena dengan terjadinya peristiwa tersebut, dapat menyadarkan saya untuk lebih melestarikan lingkungan dan menolong sesama.

  76. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita kepada TUHAN YME akan kebesarannya dan mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan sikap saling tolong-menolong terhadap sesama.

    XI NS1_06_Danar Sakti B

  77. NAMA : EDWI AZMI M. M
    KELAS : X.5
    NO. ABSEN : 10

    1. energi yang menyebabkan gunung merapi meletus:
    -energi endogen yang berasal dari dalam bumi dan tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).
    2. material yang keluar dari gunung meletus:
    -Efflata autogen, bersala dari bekuan magma yang keluar.
    -Efflata aulogen, berasal dari pipa kawah yang terlempar.
    -Boom berukuran besar
    -Lapili sebesar kerikil
    -Pasir vulkanik sebesar butiran pasir
    -Abu vulkanis efflata yang halus
    -lava, yaitu aliran magma ke permukaan bumi
    -Lahar panas, yaitu lava yang merupakan campuran lava dengan air
    -Lahar dingin yaitu lava yang membeku bersama air hujan.
    -Material gas, terdiri dari uap air, gas nitrogen, gas belerang, asam arang dan lain-lain.
    3. Energi setelah letusan:
    -Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll
    4.penyebab terjadinya wedus gembel dan energi yang terkandung didalamnya:
    -penyebab terjadinya awan panas adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    -energi yang terkandung dalam wedus gembel :
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.
    5. mitos-mitos tentang wedus gembel:
    -Merapi menyimpan berbagai mitos antara lain tentang Cemara Sewu, Kerajaan Makhluk Halus Di Merapi, Mbah Petruk dll. Menurut saya hal itu benar contoh cemara sewu , memang di merapi banyak ditumbuhi cemara bahkan jumlahnya melebihi seribu dan ini mungkin yang menyebabkan timbulnya mitos tersebut dan masalah makhluk halus itu hanya Tuhan YME yang tahu.
    6.Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif:
    Yaitu dengan cara melakukan penyuntikan secara rutin terhadap Merapi pada bagian kepunden agar tidak tersumbat dan sehat.
    7.Ya.
    Abu vulkanik: menyuburkan tanaman
    Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. ya,
    karena dengan terjadinya peristiwa gunung meletus, saya lebih meningkatkan keimanan dan lebih menghargai alam semesta.

  78. 1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab: Energi ENDOGEN
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab:Saat meletus, gunung berapi mengeluarkan material-material yang terdiri dari lava, tepra, dan gas. Jenis dan jumlah material yang dikeluarkan saat letusan, bergantung pada komposisi magma yang ada dalam gunung berapi tersebut.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab:Energi setelah letusan yaitu Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab:Disebabkan oleh adanya awan panas
    dapat menimbulkan kepulan asap hingga membentuk awan panas. Awan panas tersebut terjadi apabila magma yang naik itu menyentuh air tanah atau genangan air di kepundan.Penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab:Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab:Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    jawab:Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    jawab:Ya,saya terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi.karena meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja, serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.

  79. 1.Energi yang menjadikan gunung meletus adalah:
    *Energi kalor (magma)
    *Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    2)Material yang dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    * Padat : bom , lapili , pasir , abu.
    * Cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin
    * Gas : solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang Gunung Merapi mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.
    3. Energi Setelah Letusan
    -Energi Kalor/Panas
    -Getaran
    -Gelombang
    -Bunyi
    -Gerak
    -Potensial
    -Gesekan
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa?
    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas . Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.
    5. Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.
    5.Mencegah merapi meletus eksplosif sangatlah berat. satu-satunya usaha yg dpt kita lakukan untuk meminimalisir korban hanyalah dg mengefakuasi warga secepatnya.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    7.Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. Dapat, meletusnya gunung merapi mengilhami manusia agar lebih taat dengan Allah SWT

    X.2/ 21/ Nurhuda Al-fauzi

  80. Nama:laely Itsna Amana
    Kelas:X.1
    Absen:16

    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab: Energi ENDOGEN
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab:Saat meletus, gunung berapi mengeluarkan material-material yang terdiri dari lava, tepra, dan gas. Jenis dan jumlah material yang dikeluarkan saat letusan, bergantung pada komposisi magma yang ada dalam gunung berapi tersebut.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab:Energi setelah letusan yaitu Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab:Disebabkan oleh adanya awan panas
    dapat menimbulkan kepulan asap hingga membentuk awan panas. Awan panas tersebut terjadi apabila magma yang naik itu menyentuh air tanah atau genangan air di kepundan.Penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab:Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab:Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    jawab:Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    jawab:Ya,saya terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi.karena meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja, serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana saja.

  81. Nama : Surya Eko S.
    Kelas : X.6
    no.@ : 26
    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab :
    energi yang berasal dari dalam bumi yang biasa disebut sebagai tenaga endogen.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab :
    abu vulkanik,lava pijar,magma,awan panas,lahar.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab :
    energi panas,energi bunyi,getaran,dll.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    awan panas disebabkan oleh angin dan terkandung adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab :
    Biasanya mitos-mitos masyarakat dengan keadaan ilmiah tidak bisa digabungkan karena mitos tidak bisa dihubungkan dan dibuktikan secara keilmuan.ada mitos gunung berapi yaitu :
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab :
    yang pertama tentunya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa
    yang kedua mencegah Letusan Gunung tersebut, dengan Menyuntikan Lubang Kepundan agar tidak meletus .

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab :
    Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab :
    Ya, karena kita dapat mengetahui proses terjadinya gunung meletus dan menumbuhkan sikap tolog menolong.

  82. 1.Energi yang menjadikan gunung meletus adalah:
    -Energi kalor (magma)
    -Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    -Energi ENDOGEN Yang berasal Dari dalam Bumi.
    2. Material yang keluara ada 3 wujud, yaitu:
    lapili,pasir vulkanik, abu vulkanik, batu apung.
    Lava. lahar.Gas belerang, nitrogen, gas asam, uap air.
    3. Energi setelah letusan adalah:
    -panas
    -gerak
    -getaran
    -gelombang vertikal
    -gelombang horizontal
    -potensial
    -bunyi
    -gesekan
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.
    5. Mitos-mitos rakyat mengenai meletusnya gunung merapi berkembang pesat, seakan-akan gunung merapi ini meletus dengan adanya mitos-mitos tersebut. Kenyataannya tidak, itu salah besar, mungkin masyarakat yang mengira mito-mitos rakyat yang menyebabkan terjadinya gunung meletus ini pendidikannya masih kurang(tradisional). Banyak ilmu-ilmu yang ada, yang menerangkan dan menjelaskan penyebab terjadinya gunung meletus, seperti: fisika. geografi, geologi, dll. Mitos tentang kyai sapu jagad yang bersemayam di merapi, mbah petruk yang di percaya sesepuh yang menunggu merapi, sehingga perlu diadakannya ritual dan memberikan sesaji, bencana besar/gunung meletus terjadi setiap bulan baru(purnama), itu semuanya tidak benar, yang pasti penyebab terjadinya gunung meletus adalah energi kalor, dan tekanan dari dalam gunung tsb, bukan karena mito masyarakat.
    6. Siapapun ahli vulkanologi di dunia sekalipun tidak ada yang bisa mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya, yang ada hanya pemerintah harus mengefakuasi masyarakat sebelum gunung merapi meletus, sehingga korban bisa dapat diminimalkan.
    7.Ya, itu sangat munkin bisa asalkan kita semua bisa menggunakan dan memanfaatkan itu semua dengan benar.
    Contoh sumber daya energi yang bisa dimanfaatkan yaitu:
    *Energi panas bumi yang bisa di manfaatkan sebagai pembangkit listrik.
    Bahan-bahan yang di keluarkan/bahan galian seperti:
    -Belerang untuk bahan industri kimia.
    -batu-batuan: batu pasir, kerikil, bisa di manfaatkan sebagai bahan bangunan.
    8. Ya dapat, dengan terjadinya gunung merapi meletus, kita bisa lebih menjaga dan memelihara alam bumi kita ini dengan baik dan benar. Dan juga kita bisa mendapatkan ilmu penetahuan/wawasan yang lebih mengenai gunung meletus,kita juga dapat mengembangkan pengetahuan tentang vulkanologi juga mungkin dapat mengembangkan teknologi yang dapat memprediksi letusan gunung berapi dan yang paling utama adalah kita bisa lebih bersyukur kepada tuhan YME.
    Nama :M Alvien Ghifari
    Kelas:X.7
    No :21

  83. 1.Energi yang menjadikan gunung meletus adalah:
    *Energi kalor (magma)
    *Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    2)Material yang dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    * zat Padat : bom , lapili , pasir , abu.
    * zat Cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin
    * zat Gas : solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang Gunung Merapi mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.
    3. Energi Setelah Letusan
    -Energi Kalor/Panas
    -Getaran
    -Gelombang
    -Bunyi
    -Gerak
    -Potensial
    -Gesekan
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa?
    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas . Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.
    5. Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.
    5.Mencegah merapi meletus eksplosif sangatlah berat. satu-satunya usaha yg dpt kita lakukan untuk meminimalisir korban hanyalah dg mengefakuasi warga secepatnya.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    7.Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. Dapat, meletusnya gunung merapi mengilhami manusia agar lebih taat dengan Allah SWT

    X.2/ 21/ Nurhuda Al-fauzi

  84. Nama : Bayu Dwi Aprianto
    Kelas : X.5
    No. Absen : 6

    1.Energi yang menyebabkan gunung meletus:
    •Energy panas dari magma yang berupa tekan lahar.
    •Energi gerak karena adanya pergeseran lempeng yang mengakibatkan lipatan dan patahan.
    2.Material yang keluar dari gunung berapi:
    •Abu vulkanik
    •Larva
    •Batuan yang panas
    •Awan panas (proklatik)
    •Gas vulknik
    •Pasir
    •Lumpur
    •Lahar dingin dan lahar panas
    3.Energi setelah terjadi letusan:
    Energi bunyi : suara gemuruh terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi.
    energi termal : merapi sudah melepaskan energi termal mencapai 12 megaton TNT.
    Gaya gesekan : peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan : gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi.
    Energy gerak / mekanik : . Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km.
    4.Penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .Ketika ada guguran kubah lava yang akan membentuk awan panas. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. atasnya.
    Awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Yang menewaskan banyak warga lereng Merapi beberapa waktu lalu bahkan mencapai kecepatan 200 km per jam saat turun dari punggung gunung. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin.
    Energi gerak / mekanik : Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.
    5.Menurut saya tidak dapat, sebab mitos-mitos tersebut hanya kepercaan masyarakat setempat tentang hal-hal yang gaib sedangkan meletusnya merapi dikarenakan kejadian alam yang tidak dapat dihindarkan.
    6.Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Belum da yg bisa dilakukan. namun ada beberapa yg menyebutkan caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus.
    7.Energi alam merapi dapat dimanfaatkan sebagai cadangan energi alami dengan cara:
    Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8.Ya, saya terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi dengan begitu saya lebih menyadari tentang pentingnya menjaga alam kita dan senantiasa bersyukur kepad Allah SWT.

  85. NAMA: ERINA ARIF DWI PUSPITA
    KELAS : X.5
    NO.ABSEN : 11

    1.energi endogen yang berasal dari dalam bumi dan tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2.material yang keluar dari gunung berapi:
    • lava dan aliran pasir serta batu panas
    • lahar panas dan lahar dingin
    • gas vulkanik
    • tanah longsor
    • gempa bumi
    • abu letusan
    • awan panas (piroklastik)

    3.energi yang terjadi setelah letusan:
    – Energi Kalor / Panas
    – Getaran
    – Gelombang
    – Bunyi
    – Gerak
    – Potensial
    – Rambatan.

    4.-Penyebab wedus Gembel adalah karena erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    -energi yang terkandung dalam wedus gembel :
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.

    5.mitos-mitos:
    -Merapi menyimpan berbagai mitos antara lain tentang Cemara Sewu, Kerajaan Makhluk Halus Di Merapi, Mbah Petruk dll. Menurut saya hal itu benar contoh cemara sewu , memang di merapi banyak ditumbuhi cemara bahkan jumlahnya melebihi seribu dan ini mungkin yang menyebabkan timbulnya mitos tersebut dan masalah makhluk halus itu hanya Tuhan YME yang tahu.

    6.cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya:
    -dengan melakukan pengeboran di bagian samping merapi,dengan begitu material yang terkandung dalam gunung merapi dapat berangsur angsur keluar(melepas kalor atau kalor berpindah dari sistem ke lingkungan) dan terhindarlah dari letusan yang eksplosif.

    7..Ya.
    Abu vulkanik: menyuburkan tanaman
    Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8.ya,,karena dengen terjadinya peristiwa gunung merapi meletus, kita bisa lebih menjaga, memelihara alam bumi kita ini dengan baik dan benar.

  86. Nama : najib mustofa
    Kelas : x.5
    absen : 26

    1. a. Energi gerak karena adanya pergeseran lempeg
    b. energi panas yang disebabkan larva panas
    2. a. lahar dingin
    b. lahar panas
    c. larva
    d. awan panas
    e. debu vulkanik
    f. batuan panas
    3. energi panas,bunyi,gerak,vulkanik,tektonik

    4. penyebab terjadinya wedus gembel adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas

    5. Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.

    6. untuk sekarang belum ada caranya, tapi kita bias mencegahnya dengan mengevakuasi warga ketempat yg lebih aman. Karma hanya allah yg bias menghentikan bencana tersebut

    7. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. dengen terjadinya gunung merapi meletus, kita bisa lebih menjaga danmemelihara alam bumi kita ini dengan baik dan benar. Dan juga kita bisa mendapatkan ilmu penetahuan/wawasan yang lebih mengenai gunung meletus, dan yang paling utama adalah kita bisa lebih bersyukur kepada tuhan YME.

  87. Nama : Sonaria H. M, Lie
    Kelas : X 1
    Absen : 27

    1. Energi yang menjadikan gunung itu meletus adalah
    # Energi kalor (magma)
    # Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.

    2. Material yang keluar dari gunung berapi adalah
    # Abu vulkanik
    # Lava pijar
    # Magma
    # Lahar panas
    # Lahar dingin
    # Awan panas
    # Pasir
    # Batuan
    # Gas beracun
    # Lava Dan Aliran Pasir
    # Tanah Longsor
    # Awan Panas
    # Gas Vulkanik

    3. Energi setelah terjadi letusan adalah
    # energi padat yaitu bom , lapili , pasir ,abu .
    # energi cair yaitu lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    # energi gas yaitu solfatar , fumarol , dan mofet

    4. Awan panas disebabkan oleh dan kandungan yang terkandung di dalamnya adalah
    Menurut para ahli, Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 7000C akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku di Gunung Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos-mitos rakyat mengenai meletusnya gunung merapi berkembang pesat, seakan-akan gunung merapi ini meletus dengan adanya mitos-mitos tersebut. Kenyataannya tidak, itu salah besar, mungkin masyarakat yang mengira mito-mitos rakyat yang menyebabkan terjadinya gunung meletus ini pendidikannya masih kurang(tradisional). Banyak ilmu-ilmu yang ada, yang menerangkan dan menjelaskan penyebab terjadinya gunung meletus, seperti: fisika. geografi, geologi, dll. Mitos tentang kyai sapu jagad yang bersemayam di merapi, mbah petruk yang di percaya sesepuh yang menunggu merapi, sehingga perlu diadakannya ritual dan memberikan sesaji, bencana besar/gunung meletus terjadi setiap bulan baru(purnama), itu semuanya tidak benar, yang pasti penyebab terjadinya gunung meletus adalah energi kalor, dan tekanan dari dalam gunung tsb, bukan karena mitos masyarakat.

    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya adalah dengan membuat lubang agar lubang kepundan tidak tersumbat .

    7. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    •Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Ya dapat, dengen terjadinya gunung merapi meletus, kita harus lebih menjaga dan memelihara bumi kita ini dengan baik dan benar. Kita juga bisa mendapatkan ilmu penetahuan/wawasan yang lebih mengenai gunung meletus, dan yang paling utama adalah kita bisa lebih bersyukur atas keselamatan yang Tuhan berikan.

  88. NAMA: ERINA ARIF DWI PUSPITA
    KELAS : X.5
    NO.ABSEN : 11

    1.energi endogen yang berasal dari dalam bumi dan tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2.material yang keluar dari gunung berapi:
    • lava dan aliran pasir serta batu panas
    • lahar panas dan lahar dingin
    • gas vulkanik
    • tanah longsor
    • gempa bumi
    • abu letusan
    • awan panas (piroklastik)

    3.energi yang terjadi setelah letusan:
    – Energi Kalor / Panas
    – Getaran
    – Gelombang
    – Bunyi
    – Gerak
    – Potensial
    – Rambatan.

    4.-Penyebab wedus Gembel adalah karena erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    -energi yang terkandung dalam wedus gembel :
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.

    5.mitos-mitos:
    Merapi menyimpan berbagai mitos antara lain tentang Cemara Sewu, Kerajaan Makhluk Halus Di Merapi, Mbah Petruk dll. Menurut saya hal itu benar contoh cemara sewu , memang di merapi banyak ditumbuhi cemara bahkan jumlahnya melebihi seribu dan ini mungkin yang menyebabkan timbulnya mitos tersebut dan masalah makhluk halus itu hanya Tuhan YME yang tahu.
    6.cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya:
    -dengan melakukan pengeboran di bagian samping merapi,dengan begitu material yang terkandung dalam gunung merapi dapat berangsur angsur keluar(melepas kalor atau kalor berpindah dari sistem ke lingkungan) dan terhindarlah dari letusan yang eksplosif.

    7..Ya.
    Abu vulkanik: menyuburkan tanaman
    Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8.ya,,karena dengen terjadinya peristiwa gunung merapi meletus, kita bisa lebih menjaga, memelihara alam bumi kita ini dengan baik dan benar.

  89. nama: naili farkhatul j.
    kelas : x.7
    no.@: 25

    1.energi yang menyebabkan gunung meletus adl:
    * energi kalor/magma
    * tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    2.Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)
    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas, energi bunyi, energi gerak, energi potensial, Getaran, dan Gelombang.
    4. Sebab dan Energi Awan Panas

    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas.
    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.
    6. Siapapun ahli vulkanologi di dunia sekalipun tidak ada yang bisa mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya, yang ada hanya pemerintah harus mengefakuasi masyarakat sebelum gunung merapi meletus, sehingga korban bisa dapat diminimalkan.
    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa, gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. Bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    •Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8.Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya dapat, dengen terjadinya gunung merapi meletus, kita bisa lebih menjaga danmemelihara alam bumi kita ini dengan baik dan benar. Dan juga kita bisa mendapatkan ilmu penetahuan/wawasan yang lebih mengenai gunung meletus, dan yang paling utama adalah kita bisa lebih bersyukur kepada tuhan YME.

  90. Nama:Muhamad khaerul Anwar
    Kelas:x.5
    absen:24

    1. Energi penyebab meletus
    Gunung merapi meletus karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanisme didasar gunung tersebut , yaitu pergerakan magma hasil reaksi kimia dan fisika
    2. Material Yang Dikeluarkan
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain. Yang paling menonjol adalah awan panas yang biasa disebut Wedus Gembel yang suhunya kurang lebih 600 derajat
    3. Energi Setelah Meletus
    Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT atau sama dengan Bom Atom yang deledakan di Hiroshima sebanyak 600 kali, energi panas yang besar telah dilepaskan merapi
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Penyebab wedus Gembel adalah karena erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas.
    5. Mitos-mitos dengan keadaan alamiah
    Merapi menyimpan berbagai mitos antara lain tentang Cemara Sewu, Kerajaan Makhluk Halus Di Merapi, Mbah Petruk dll. Menurut saya hal itu benar contoh cemara sewu , memang di merapi banyak ditumbuhi cemara bahkan jumlahnya melebihi seribu dan ini mungkin yang menyebabkan timbulnya mitos tersebut dan masalah makhluk halus itu hanya Tuhan YME yang tahu.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Yaitu dengan cara melakukan penyuntikan secara rutin terhadap Merapi pada bagian kepunden agar tidak tersumbat dan sehat
    7. Pemanfaatan Energi Merapi dan Caranya
    Ya dapat, melihat energi merapi jika meletus sama dengan 600 kali bom Hiroshima mungkin merapi bisa dijadikan sebagai reactor energi nuklir
    8.ya,,karena dengen terjadinya peristiwa gunung merapi meletus, kita bisa lebih menjaga, memelihara alam bumi kita ini dengan baik dan benar.

  91. Nama: Hunun Sri Pawenang
    Kelas : X.7
    No.Absen:12

    1. energi apa yang menjadikan gunung merapi meletus?
    Jawab :
    *Energi kalor (magma)
    *Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab :
    1.) Material vulkanis padat (efflata)
    – berdasarkan asalnya
    a) Efflata autogen, bersala dari bekuan magma yang keluar.
    b)Efflata aulogen, berasal dari pipa kawah yang terlempar.
    – Berdasarkan ukurannya
    a) Boom berukuran besar
    b)Lapili sebesar kerikil
    c) Pasir vulkanik sebesar butiran pasir
    d)Abu vulkanis efflata yang halus
    2.) Material berupa cairan
    a) lava, yaitu aliran magma ke permukaan bumi
    b) Lahar panas, yaitu lava yang merupakan campuran lava dengan air
    c) Lahar dingin yaitu lava yang membeku bersama air hujan.
    3.) Material gas, terdiri dari atas uap air, gas nitrogen, gas belerang, asam arang dan lain-lain.

    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab : energi panas, energi bunyi, potensial , getaran , gelombang , vertical, horizontal , gesekan.

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab : Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab : mitos – mitos rakyat setempat tidak dapat di gabungkan dengan keadaan ilmiah . adapun mitos – mitos tersebut seperti yang dikatakan Ponimin (50) yang disebut-sebut “sakti” seperti Mbah Maridjan, punya penafsiran sendiri. Menurutnya, hidung Petruk yang menghadap Yogyakarta mengandung arti Merapi mengincar Yogyakarta. (detiknews,13/11/2010). Permadi, seorang paranormal, dalam sebuah infotainmen “Silet” di sebuah televisi siaran swasta nasional memiliki pendapat yang hampir serupa dengan Ponimin. Lain lagi dengan Sultan Hamengkubuwana, Gubernur Yogyakarta saat ditemui di Kepatihan (2/11/2010) mengungkapkan: “ Itu kan kata mereka. Kalau aku bilang itu Bagong, bagaimana? Atau itu Pinokio, karena hidungnya panjang”. (Tempointeraktif.com, 2/11/2010). Spekulasi terus bermunculan akibat photo ini. Belum lagi juga muncul photo lain dari asap Merapi yang membentuk tulisan Arabic “Allah”. Dari beberapa sumber,memang tidak ada mitos menenai meletusnya gunung merapi yang dapat di gabungkan dengan ilmiah.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Jawab : memang segala upaya manusia telah dilakukan tetapi yang bisa menahan letusan eksplosif adalah allah SWT tetapi yang harus dilakukan manusia adalah sebagai berikut
    -diberi lobang di daerah puncak gunung
    -membuka magma dengan meledakanya
    jika kedua usaha tersebut masih gagal maka langkah terakhir adalah mengevakuasi warga setempat ketempat yang aman

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Jawab : Tentu saja bisa, gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. Bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    • Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    • Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    • Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8.Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Jawab : Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran allah SWT yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

  92. Nama:Nur Huda A.F
    Kelas:X.2
    Absen:21

    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab:.Energi yang menjadikan gunung meletus adalah:
    *Energi kalor (magma)
    *Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab:Material yang dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    * zat Padat : bom , lapili , pasir , abu.
    * zat Cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin
    * zat Gas : solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang Gunung Merapi mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab:. Energi Setelah Letusan
    -Energi Kalor/Panas
    -Getaran
    -Gelombang
    -Bunyi
    -Gerak
    -Potensial
    -Gesekan
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab:. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa?
    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas . Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit. yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab:. Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab:. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    jawab:Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab:. Dapat, meletusnya gunung merapi mengilhami manusia agar lebih taat dengan Allah SWT

  93. Nama : Agus Muslim
    Kelas : X.6
    No.absen: 01

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Ahli goelogi menyadari adanya pergerakan lempeng bumi yang diukur dari pergerakan pertahun antara lapisan dengan membandingkan jarak yang telah diukur pada tahun sebelumnya dengan tahun saat ini. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi. Teori terbentuknya gunung mengatakan bahwa gunung dalam jutaan tahun yang lalu adalah daerah yang labil pada satu sisi dan pada sisi yang lain adalah daerah padat. Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluar dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung. Dibandingkan pada 2006 lalu, erupsi Gunung Merapi kali ini lebih besar dan lebih cepat. Hal ini dikarenakan akumulasi energi yang lebih besar yang dikandung salah satu gunung paling aktif di dunia tersebut. Selain itu di Merapi bagian selatan terdapat bukaan kawah yang jarak ke Kali Adem yang dekat dengan pemukiman penduduk
    2. Material Gunung Meletus
    Jawab :
    Material dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    *bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    *bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    *bahan gas :solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang terjadi dini kemarin mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.
    3. Energi Setelah Letusan
    Jawab :
    Energy setelah letusan adalah energy gerak / mekanik
    kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.
    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.
    6. Upaya agar merapi tidak meletus eksplosif
    Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus. Juga upaya untuk mengefakuasi warga disekitar merapi.
    7. Dapatkah energy merapi dimanfaatkan? Caranya?
    Ya dapat, Material merapi yang keluar bias menyuburkan tanah yang tandus. Pasir akan terkonsentrasi di alur-alur lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Sebab, lahar itu sendiri merupakan bagian dari produk letusan gunung api tersebut. Berdasarkan informasi BPPTK dan PVMBG bahwa material yang sudah dimuntahkan Gunung Merapi ini mencapai 100 juta meter kubik. Maka, diperkirakan pasir-pasir yang akan menjadi rezeki di alur-alur sungai tersebut pastinya tidak akan melebihi jumlah atau volume itu.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya meletusnya gunung berapi sangat menginspirasikan saya, dengan meletusnya gunung merapi kita semua dapat menyadari bahwa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, serta menambah pengetahuan tentang berbagai ilmu, seperti ilmu fisika, kimia, sejarah, sosiologi, dll.

  94. Nama:Muhamad khaerul Anwar
    Kelas:x.5
    absen:24

    1. Energi penyebab meletus
    Gunung merapi meletus karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanisme didasar gunung tersebut , yaitu pergerakan magma hasil reaksi kimia dan fisika
    2. Material Yang Dikeluarkan
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain. Yang paling menonjol adalah awan panas yang biasa disebut Wedus Gembel yang suhunya kurang lebih 600 derajat
    3. Energi Setelah Meletus
    Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT atau sama dengan Bom Atom yang deledakan di Hiroshima sebanyak 600 kali, energi panas yang besar telah dilepaskan merapi
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Penyebab wedus Gembel adalah karena erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas.
    5. Mitos-mitos dengan keadaan alamiah
    Merapi menyimpan berbagai mitos antara lain tentang Cemara Sewu, Kerajaan Makhluk Halus Di Merapi, Mbah Petruk dll. Menurut saya hal itu benar contoh cemara sewu , memang di merapi banyak ditumbuhi cemara bahkan jumlahnya melebihi seribu dan ini mungkin yang menyebabkan timbulnya mitos tersebut dan masalah makhluk halus itu hanya Tuhan YME yang tahu.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Yaitu dengan cara melakukan penyuntikan secara rutin terhadap Merapi pada bagian kepunden agar tidak tersumbat dan sehat
    7. Pemanfaatan Energi Merapi dan Caranya
    Ya dapat, melihat energi merapi jika meletus sama dengan 600 kali bom Hiroshima mungkin merapi bisa dijadikan sebagai reactor energi nuklir
    8.ya,karena dengen terjadinya peristiwa gunung merapi meletus, kita bisa lebih menjaga, memelihara alam bumi kita ini dengan baik dan benar.

  95. Nama : M. Yusril A.
    Kelas: X.6
    no.@ : 16
    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab :
    Intinya energi yang menjadikan gunung meletus itu, energi- energi yang berasal dari dalam bumi.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab :
    -Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
    Lava dan aliran pasir serta batu panas
    -Lava
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
    -Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
    -Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
    -Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab :
    Energi kalor,getaran,gelombang,bunyi,gerak,gesekan,dsb.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    awan panas disebabkan oleh adanya angin kencang dan didalamnya terkandundang batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab :
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji,
    Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul.
    Raja adalah sosok yang dipercaya satu-satunya yang bias berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepimpinan tradisional Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan meninggal tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci gunung merapi.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab :
    Selalu berdoa kepada Allah SWT dan selain itu salah satu upayanya dilakukan dengan mengevakuasi warga sekitar merapi .
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab :
    Ya, kemungkinan dapat. Karena Kecepatan pelepasan magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat berkumpulnya debu vulkanik menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Manfaatnya sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab :
    Ya tentu saja saya sangat terinspirasi dengan hal tersebut, karena dengan meletusnya gunung merapi kita bisa lebih memahami dan menyadari bahwa semuanya tidak ada yang abadi kecuali sang Maha Pencipta yaitu Allah dan tentunya menumbuhkan rasa taawun,tawaduk,dan tasawuf .

  96. Nama : Ilma Ratih Z
    Kelas : X.3

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    Kerak bumi adalah lapisan tipis batuan padat (10 hingga 70 Km) yang mengambang di lapisan lebih tebal dari batuan cair, mantel, di mana batu berada pada suhu 1100-1200° C di lapisan paling dangkal dan lebih panas dan semakin panas dengan meningkatnya kedalaman. Batuan cair ini adalah cairan magma yang keluar dari gunung berapi pada permukaan kerak bumi dan menjadi batu lava ketika membeku.Kerak bumi memberikan sebuah tekanan besar pada mantel magma yang cenderung terhadap keuntungan pada setiap titik lemah yang berada di atas kerak bumi, yang terbentuk oleh beberapa patahan, untuk naik dan keluar di atas permukaan.
    magma bis akeluar dengan mudah karena ditunjukkan oleh gerakan-gerakan konvektif besar yang menyebabkan turunnya magma bagian atas yang lebih dingin, digantikan oleh magma bagian dalam yang lebih panas dalam siklus terus menerus, mirip dengan air mendidih dalam ketel. Konveksi aliran ini banyak terdapat di dalam mantel dan bergerak seperti ban berjalan, mampu bergerak seluas kerak bumi.Letusan magma mereda oleh gas-gas terlarut di dalamnya, terutama karena magma melintasi lapisan kerak bumi dan mendekomposisi bagian dari batuan di sepanjang jalan. Jadi magma jenuh di bawah tekanan besar dengan gas-gas seperti CO2, SO2, HCl, HF, H2O, H2 dan lainnya. Ketika magma naik sepanjang lubang utama dari gunung berapi, tekanan berkurang dan gas terpisah dari magma membentuk gelembung. Ini cenderung untuk naik ke atas dan meningkatkan tekanan yang diberikan ke atas oleh lava.Penting untuk diketahui bahwa magma meletus dari gunung berapi tidak datang langsung dari mantel, tetapi dari ruang magmatik besar atau “kaldera” dan terletak di dalam kerak bumi. Kaldera tersebut terletak pada beberapa kilometer di bawah gunung berapi, langsung berhubungan dengan kawahnya.Viskositas magma sangat penting untuk menjelaskan letusan gunung berapi karena sangat bervariasi. Magma yang paling kental membentuk gunung berapi di mana batuan cair cenderung memadat segera setelah letusan atau bahkan sebelum keluar dari kawah.Kerasnya letusan di daerah sekitarnya dipicu oleh ledakan yang disebabkan oleh gas-gas yang dilepaskan dengan keras oleh magma yang sangat kental, bergerak bersama sejumlah abu, bara dan puing-puing yang berasal dari bagian-bagian dari gunung yang hancur oleh ledakan.

    2. Material yang dikeluarkan
    meterial diantaranya adalah awan panas ( wedus gembel ),lava pijar,lahar dingin,lahar panas,pasir,gas beracun,,dll.

    3. Energi Setelah Letusan
    Menurut Kepala Badan Geologi, R. Sukhyar, mengataka bahwa, energi yang tersimpan di Gunung Merapi setelah meletus tanpa henti pada 3-8 November mulai berkurang dan kini hampir sama dengan masa tenang pada akhir Oktober 2010.
    Selain penurunan energi, dari pantauan satelit juga dapat diketahui bahwa kandungan sulfur dioksida (SO2) di sekitar Merapi mulai menurun yang berarti bahwa aktivitas magmatis Merapi pun menurun.
    saat terjadi letusan dalam skala besar pada 5 November, kandungan sulfur dioksida mencapai 120 kiloton, namun kemudian menurun hingga 40 kiloton pada 8 November dan sekarang mulai tidak terdeteksi.Badan Geologi semula menambah radius rawan terkena bencana letusan Gunung Merapi pada 5 November menjadi 20 kilomete (km) untuk semua kabupaten di sekitar gunung tersebut.

    Selain itu, di puncak Gunung Merapi juga terbentuk kubah lava dan apabila kubah lava tersebut hancur, guguran akan mengarah ke selatan dan barat karena bukaan kawah tersebut.

    4. Penyebab Awan Panas & Energi
    wedus gembel’ tak lain adalah awan panas yang berisi material-material muntahan Gunung Merapi saat meletus. Suhu wedus gembel di kawah Merapi bisa mencapai 1.000 derajat Celcius. Ketika bergerak ke lereng Merapi sejauh empat kilometer, suhunya berkurang menjadi 500 derajat. Apapun yang diterjangnya akan hancur dan mati. Kerasnya letusan di daerah sekitarnya dipicu oleh ledakan yang disebabkan oleh gas-gas yang dilepaskan dengan keras oleh magma yang sangat kental, bergerak bersama sejumlah abu, bara dan puing-puing yang berasal dari bagian-bagian dari gunung yang hancur oleh ledakan. Ini membentuk awan gas panas yang tinggi dan besar dan partikel padat yang dapat runtuh pada sisi-sisi gunung berapi dan membentuk awan dari abu dan gas yang membakar segala sesuatu di sepanjang jalan mereka.

    5. Mitos Tentang Merapi
    Gunung Merapi menduduki posisi penting dalam mitologi Jawa, diyakini sebagai pusat kerajaan mahluk halus, sebagai “swarga pangrantunan”, dalam alur perjalanan hidup yang digambarkan dengan sumbu imajiner dan garis spiritual kelanggengan yang menghubungkan Laut Kidul – Panggung krapyak – Karaton Yogyakarta – Tugu Pal Putih – Gunung Merapi. Simbol ini mempunyai makna tentang proses kehidupan manusia mulai dari lahir sampai menghadap kepada sang Maha Pencipta.
    Menurut foklor yang diceritakan oleh Juru Kunci Merapi yang bernama R. Ng. Surakso Hargo atau sering disebut mbah Marijan disebutkan bahwa konon Karaton Merapi ini dikuasai oleh Empu Rama dan Empu Permadi. Dahulu sebelum kehidupan manusia, keadaan dunia miring tidak stabil. Batara Guru memerintahkan kepada kedua Empu untuk membuat keris, sebagai pusaka tanah Jawa agar dunia stabil. Namun belum selesai keburu mengutus para Dewa untuk memindahkan G. Jamurdipa yang semula berada di Laut Selatan ke Pulau Jawa bagian tengah, utara Kota Yogyakarta (sekarang) dimana kedua Empu tersebut sedang mengerjakan tugasnya. Karena bersikeras berpegang pada “Sabda Pendhita Ratu” (satunya kata dan perbuatan) serta tidak mau memindahkan kegiatannya, maka terjadilah perang antara para Dewa dengan kedua Empu tadi yang akhirnya dimenangkan oleh kedua Empu tersebut.
    Mendengar kekalahan para Dewa, Batara Guru memerintahkan Batara Bayu untuk menghukum keduanya dengan meniup G. Jamurdipa sehingga terbang diterpa angin besar ke arah utara dan jatuh tepat diatas perapian dan mengubur mati Empu Rama dan Permadi. Namun sebenarnya dia tidak mati hanya berubah menjadi ujud yang lain dan akhirnya menguasai Kraton makhluk halus di tempat itu. Sejak itu arwahnya dipercaya untuk memimpin kerajaan di Gunung Merapi tersebut. Masyarakat Karaton Merapi adalah komunitas arwah mereka yang tatkala hidup didunia melakukan amal yang baik. Bagi mereka yang selalu melakukan amalan yang jelek arwahnya tidak bisa diterima dalam komunitas mahluk halus Karaton Merapi, biasanya terus nglambrang kemana-mana lalu hinggap di batu besar, jembatan, jurang dsb menjadi penunggu tempat tersebut.
    Menurut cerita rakyat yang lain, konon pada masa kerajaan Mataram tepatnya pada pemerintahan Panembahan Senopati Pendiri Dinasti Mataram (1575-1601). Panembahan Senopati mempunyai kekasih yang bernama Kanjeng Ratu Kidul, Penguasa Laut Selatan. Ketika keduanya sedang memadu kasih dia diberi sebutir “endhog jagad” (telur dunia) untuk dimakan. Namun dinasehati oleh Ki Juru Mertani agar endog jagad tersebut jangan dimakan tapi diberikan saja kepada Ki Juru Taman. Setelah memakannya ternyata Juru Taman berubah menjadi raksasa, dengan wajah yang mengerikan. Kemudian Panembahan Senopati memerintahkan kepada si raksasa agar pergi ke G. Merapi dan diangkat menjadi Patih Karaton Merapi, dengan sebutan Kyai Sapujagad. Sebagai perwujudan kepercayaan Karaton Mataram terhadap keberadaan sekutu mistisnya yaitu Karaton Kidul (di Samodera Indonesia) dan Karaton Merapi ini, maka diselenggarakan prosesi Labuhan.
    Labuhan berasal dari kata labuh yang artinya persembahan. Upacara adat karaton Mataram (Yogyakarta dan Surakarta) ini sebagai perwujudan doa persembahan kepada Tuhan YME agar karaton dan rakyatnya selalu diberi keselamatan dan kemakmuran. Labuhan biasanya diselenggarakan di beberapa tempat antara lain di : G. Merapi, Pantai Parangkusumo, G. Lawu dan Kahyangan Dlepih. Biasanya dilaksanakan untuk memulai suatu upacara besar tertentu seperti Tingalan Jumenengan. Barang-barang milik raja yang dilabuh antara lain : Semekan solok, semekan, kain cinde, lorodan layon sekar, guntingan rikmo, dan kenoko selama setahun, seperangkat busana sultan dan kuluk kanigoro.
    Disamping labuhan ada beberapa upacara selamatan yang lain yang dilakukan oleh masyarakat setempat, seperti : Sedekah Gunung, Selamatan Ternak, Selamatan Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon, Selamatan Mencari Orang Hilang, Selamatan Orang Kesurupan, Selamatan Sekul Bali, Selamatan Mengambil Jenazah, Selamatan Menghadapi Bahaya Merapi, dll. Dua diantaranya ditunjukkan oleh Upacara Becekan dan Upacara Banjir Lahar berikut ini.
    Upacara Becekan, disebut juga Dandan Kali atau Memetri Kali yang berarti memelihara atau memperbaiki lingkungan sungai, berupa upacara meminta hujan pada musim kemarau yang berlangsung di Kalurahan Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Air sungai sangat penting bagi penduduk setempat untuk keperluan pertanian. Konon sesudah diadakan upacara biasanya segera turun hujan sehingga tanah menjadi becek maka lalu disebut becekan. Becek diartikan juga sebagai sesaji berujud daging kambing yang dimasak gulai. Dusun yang melaksanakan upacara ini antara lain : Dusun Pagerjurang, Dusun Kepuh dan Dusun Manggong.
    Penyelenggaraannya dibagi menjadi beberapa tahap: Pertama, memetri sumur di Dusun Kepuh (di kawasan itu hanya dusun ini yang memiliki sumur); Kedua, Upacara Becekan dilakukan di tengah-tengah Sungai Gendol; Ketiga upacara khusus di masing-masing dusun. Upacara ini dimaksudkan untuk berdoa memohon hujan kepada Tuhan YME agar tanah menjadi subur, sehingga warga menjadi sehat, aman, selamat dan sejahtera. Waktu penyelenggaraan, menggunakan pranotomongso yaitu pada mongso kapat dan harinya Jumat Kliwon, jika pada mongso kapat tidak terdapat Jumat Kliwon diundur pada mongso kalimo, sebab hari itu dianggap keramat. Upacara ini dipimpin oleh seorang modin dan diikuti oleh warga ketiga dusun. Perlu diketahui bahwa seluruh rangkaian acara ini harus dilakukan/diikuti oleh kaum laki-laki dan sesaji, sama sekali tidak boleh disentuh oleh wanita serta kambing jantan untuk sesaji .
    Upacara Banjir Lahar, tradisi penduduk sekitar gunung berapi, khususnya dalam menanggapi bencana lahar. Salah satunya bisa disaksikan di Dusun Tambakan, Desa Sindumartani, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, sebagai salah satu desa yang sering dilewati bencana lahar (dingin atau panas) dari Gunung Merapi.
    Upacara ini berupa doa mohon keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan YME bagi segenap penduduk agar terhindar dari marabahaya, disertai dengan peletakan sesaji berupa kelapa muda di sungai yang diperkirakan akan dilewati lahar. Hal ini dilakukan bila telah melihat tanda-tanda alam akan datangnya bencana lahar yang telah mereka kenal secara turun temurun.
    Penduduk yang bermukim di tepi sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi kadang mendengar suara-suara aneh di malam hari, misalnya gemerincing suara kereta kencana yang lewat. Konon merupakan pertanda bahwa Karaton Merapi sedang mengirimkan rombongan dalam rangka hajat untuk mengawinkan kerabatnya dengan salah satu penghuni Karaton Laut Kidul. Hal itu ditafsirkan sebagai pertanda mistis bahwa sebentar lagi akan terjadi banjir lahar yang akan melalui sungai itu, sehingga bagi mereka yang tahu akan segera membuat langkah-langkah pengamanan dan penyelamatan.
    tujuan dari penyelenggaraan berbagai prosesi selamatan tersebut konon adalah untuk berdoa memohon keselamatan dan kelimpahan rejeki kepada Tuhan YME serta memberi sedekah kepada makhluk halus penghuni Merapi agar tidak mengganggu penduduk, damai dan terbebas dari marabahaya, sehingga tercipta satu harmoni antara manusia dan lingkungan alam. Apabila perilaku manusia negatif maka maka alampun akan negatif pula.
    Konsep keseimbangan yang menjadi kearifan penduduk sekitar Gunung Merapi merupakan implementasi dari nilai-nilai yang mereka percaya bahwa para penghuni akan murka ketika menyimpang dari kaidah-kaidah alam yang benar dan seimbang. Letak harmoninya tidak saja terletak pada sesaji yang disediakan namun pada perilaku yang selalu diusahakan untuk tidak nyebal (menyimpang) dari kaedah-kaedah keseimbangan alam, yang selalu selaras serasi dan seimbang untuk menjaga keutuhan ekosistem.

    6. Upaya agar tidak meletus eksplosif
    Sampai saat ini belum ditemukan cara yang tepat untuk menanggulanginya. Untuk gunung merapi memang agak susah untuk menerapkannya. mungkin dengan cara mengebor ( melubangi ) kantong kawah, sehingga saat meletus tidak mengeluarkan material yang terlalu banyak.

    7. Energi alam yang dimanfaatkan
    Hanya ada beberapa energi yang bisa dimanfaatkan.misalnya memanfaatkan belerang sebagai penyubur tanah. tetapi tanah akan subur beberapa tahun mendatang.

    8. Inspirasi
    ya, saya terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi. saya bisa mengambil hikmah dari kejadian itu. selain itu, kita juga bisa menambah ilmu pengetahuan kita.
    dan dengan adanya kejadian ini,semoga bisa membuat manusia sadar untuk mensyukuru yang telah diberikan oleh Allah SWT.

  97. Nama:Gusmila Tri Sukarti
    kelas:X.4
    Absen:17

    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab:
    .Energi yang menjadikan gunung meletus adalah:
    *Energi kalor (magma)
    *Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab:)Material yang dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    * zat Padat : bom , lapili , pasir , abu.
    * zat Cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin
    * zat Gas : solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab:Energi Setelah Letusan
    -Energi Kalor/Panas
    -Getaran
    -Gelombang
    -Bunyi
    -Gerak
    -Potensial
    -Gesekan
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab:penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas . Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab:Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus.Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab:Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab:*Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.*Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab:Ya,karena mengingatkan kepada kita bahwa bencana terjadi kapan saja,agar kita menjaga alam,dan supaya kita tolong menolong,berempati terhadap korban bencana gunung meletus dengan menggalang bantuan.

  98. 1.energi apa yang menyebabkan gunung merapi meletus?
    jawab:
    energi panas dengan suhu 1100-1200c oleh cairan magma dan karena ada tekanan besar padaa mantel magma dan juga karena adanya energi gerak dari pergeseran lempeng bumi
    2.material apa saja yang keluar dari letusan gunung berapi?
    jawab:
    abu vulkanik,hujan pasir dan kerikil,material vulkanik, gelombang,bunnyi baik dentuman maupun gemuruh,lava,lahar,awan panas,gas vulkanik/belerang,getaran,gempa bumi.
    3.energi apa setelah terjadi letusan?
    jawab:
    energi bunyi,energi panas,getaran,gesekan,energi potensial,
    4.apa penyebab terjadinya awan panas?kandungan dan enrgi apa yang terkandung di dalamnya?
    jawab:
    karena adanya erupsi explosif yang mengeluarkan awan panas dan karena dorongan magma paling dalam yang dapat memicu ledakan .
    yang terkadung didalamnya adalah abu vulkanik,energipanas,gas vulkanik.
    5.apakah mitos” setmpat dapat anda hubungkan dengan keadaan ilmiah yang ada?jelaskan!
    jawab:
    tidak karena mitos” hanyalah pemikiran yang di buat oleh orang” zaman dahulu yang berhubungan dengan mistis dan merupakan tradisi turu temurun yang bersifat abstrak dan mitos” tidak jelas penyebabnya dan dapat menggoyahkan iman kita kepada sang khalik.
    6.bagaimana cara mengatasi supaya gunung merepi tidak explosif meletusnya?
    jawab:
    dari pernyataan orang” ahli belum bisa mengatasinya yang hanya bisa dilakukan saat sekarang ini adalah mengevakuasi korban becana ke tempat yang lebih aman
    7.dapatkah energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi bagaimaa cara mengendalikannya?
    jawab:
    ya, bisa yaitu dengan membuat alat pembangkit listrik dengan memanfaatkan energipanas dan dari aliran sungainya,pasir dan kerikil untuk bahan bangunan, dan dengan belerenggnya yang dapat dimenfaatkan dalam dunia kimia
    8.apakah anda terinspirasi dengan meletiusnyagunung merapi?
    jawab:
    tentu saja,karena itu menunjukan bahwa kebesaranNya memang luar biasa. dan dari semua bencana yang terjadi ada hikmahnya. dan menjadikan kita lebih dekat denganNya.
    dan memberikan ilmu pengetahuan yang lebih.
    X.4_23_Mefi Kartikasari

  99. Nama : Wenda Riniswati
    Kelas : X.1
    No.absen : 30

    1)Gunung api meletus akibat magma di dalam perut bumi
    yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi
    atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan
    dan panas cairan magma. Letusannya membawa abu
    dan batu yang menyembur dengan keras, sedangkan
    lavanya bisa membanjiri daerah sekitarnya.

    2)Material yang dikeluarkan oleh sebuah gunung berapi yang sedang bererupsi antara lain :
    – Lava pijar. Lava pijar adalah material utama dari gunung berapi, yaitu lelehan material (batu, pasir dll) cair dengan suhu hingga ribuan derajat celcius.
    -Hujan abu, pasir dan kerikil. Abu vulkanik akan keluar dari gunung berapi ketika meletus, begitu juga pasir dan juga kerikil. Material ini biasanya merupakan material yang paling banyak dikeluarkan oleh sebuah gunung berapi yang meletus.
    – Gas beracun. Letusan gunung berapi juga mengeluarkan gas-gas beracun yang berbahaya bagi mahluk hidup. Gas beracun ini biasanya keluar bersamaan dengan keluarnya abu vulkanik.
    – Banjir lahar dingin. Ini bisa dikatakan bahaya sekunder dari letusan sebuah gunung berapi. Lahar dingin adalah material dari letusan gunung berapi (abu vulkanik, pasir, kerikil, batu) yang terbawa air turun melalui sungai-sungai yang berhulu di gunung .

    3)energi yang dihasilkan gunung berapi setelah terjadi letusan adalah energi panas dan gerak.

    4)wedhus gembel ini berbentuk emulsi, berisi uap air, gas, material debu dan pasir vulkanik. Akibatnya, kecepatan luncurnya lebih tinggi dari pada lava maupun lahar.

    5)mitos rakyat dengan keadaan ilmiah dapat digabungkan. tetapi mitos rakyat tersebut tidak mengarah kepada syirik dan berkeyakinan bahwa adanya mitos tersebut karena Tuhan.

    6)sebagai masyarakat kita harus tetap siaga terhadap gunung berapi,apabila ada teguran dari pemerintah untuk mengungsi kita juga harus mendengarnya dan cepat-cepat untuk mengungsi.

    7)ya bisa, misalnya material pasir gunung berapi dapat digunakan sebagai bahan bangunan.

    8)saya terinspirasi dengan adanya peristiwa gunung berapi,karena dengan adanya peristiwa tersebut kita bisa menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya.

  100. 1 . Energi Penyebab Gunung meletus : Energi Kalor / Panas & Tekanan
    2 . Material yang keluar dari gunung ketika meletus : Gas vulkanik, Lava dan aliran pasir, batu panas, Lahar, Abu letusan & Awan panas
    3 . energi bunyi , energi termal , gaya gesekan
    4 . Wedus gembel atau awan panas merupakan : Aliran piroklastik adalah salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan (diketahui sebagai tefra). Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h. Gas dapat mencapai temperatur diatas 1000 derajat Celsius.
    5 . Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya. Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6 . Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya : Ada beberapa yg menyebutkan caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .

    7 . Alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam Material merapi yang keluar bisa menyuburkan tanah yang tandus. Pasir akan terkonsentrasi di alur-alur lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Sebab, lahar itu sendiri merupakan bagian dari produk letusan gunung api tersebut. Diperkirakan pasir-pasir yang akan menjadi rezeki di alur-alur sungai tersebut pastinya tidak akan melebihi jumlah atau volume itu.
    8 . Ya, saya sangat terinspirasi. Saya jadi tahu berbagai hal tentang merapi. Kita juga diperingatkan Allah agar senantiasa menjaga alam lingkungan kita.

    Nama : Viena ‘Izzah (32)
    Kelas : X.7

  101. Nama : Ade Banu Hamdan
    Kelas : X.7
    No : 01

    1. Energi yang Menyebabkan Gunung meletus
    Jawab :
    a.Energi panas / kalor (magma)
    b.Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    2. Material yang keluar dari letusan gunung
    Jawab :
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas / Wedus Gembel (Piroklastik)
    3. Energi Setelah Letusan
    Jawab :
    Energy setelah letusan adalah energy gerak / mekanik
    kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Jawab:
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700 oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.
    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Jawab:
    Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Jawab:
    Segala upaya manusia telah dilakukan tetapi yang bisa menahan letusan eksplosif adalah Tuhan YME tetapi upaya yang tetap harus dilakukan manusia yaitu:
    a. Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    b. Diberi lobang di daerah puncak gunung.
    c. Membuka magma dengan meledakanya, dll.
    jika usaha tersebut masih gagal maka langkah terakhir adalah mengevakuasi warga setempat ketempat yang aman.

    7. Dapatkah energi merapi dimanfaatkan? bagaimana caranya?
    Jawab:
    a. Kecepatan pelepasan ( discharge ) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per-satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sembaran petir vertikal dari bawah ke atas. Bermanfaat sebagai penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    b. Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    c. Panas bumi yang berupa fluida, misalnya air panas alam (hot spring) di atas suhu 175°C, dapat digunakan sebagai sumber pembangkit flash steam power plant.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Jawab:
    Tentu saja, saya terinspirasi dengan bencana meletusnya gunung berapi tersebut. Karena dengan kejadian demikian saya bisa lebih mempercayai kekuasaan Tuhan YME yang tiada batasnya, dan saya lebih bisa menjaga alam di sekitar saya agar bisa terhindar dari peristiwa alam tersebut.

  102. 1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawaban: Kerak bumi adalah lapisan tipis batuan padat (10 hingga 70 Km) yang mengambang di lapisan lebih tebal dari batuan cair, mantel, di mana batu berada pada suhu 1100-1200° C di lapisan paling dangkal dan lebih panas dan semakin panas dengan meningkatnya kedalaman. Batuan cair ini adalah cairan magma yang keluar dari gunung berapi pada permukaan kerak bumi dan menjadi batu lava ketika membeku.
    Kerak bumi memberikan sebuah tekanan besar pada mantel magma yang cenderung terhadap keuntungan pada setiap titik lemah yang berada di atas kerak bumi, yang terbentuk oleh beberapa patahan, untuk naik dan keluar di atas permukaan. Gunung berapi dengan bentuk kerucut yang khas terbentuk menjadi banyak lapisan dari letusan lava terpadatkan selama ratusan ribu tahun. Hal tersebut merupakan kehidupan normal gunung berapi.
    Pada titik ini, mengingat banyaknya gunung berapi di dunia, kita bisa bertanya-tanya bagaimana magma dari mantel bisa begitu mudah keluar melalui kerak bumi.
    Jawabannya terletak pada mantel yang sama, hal ini ditunjukkan oleh gerakan-gerakan konvektif besar yang menyebabkan turunnya magma bagian atas yang lebih dingin, digantikan oleh magma bagian dalam yang lebih panas dalam siklus terus menerus, mirip dengan air mendidih dalam ketel. Konveksi aliran ini banyak terdapat di dalam mantel dan bergerak seperti ban berjalan, mampu bergerak seluas kerak bumi. Untuk alasan ini, dibagi menjadi banyak lempeng kerak yang bergerak antara satu dengan lainnya beberapa centimeter setiap tahun. Hanya tepi lempeng kerak ini merupakan daerah lemah dan tidak stabil dari kerak bumi di mana magma dari mantel dengan mudah dapat muncul untuk membentuk gunung berapi.
    Kerak bumi adalah terpendek (hanya Km 5-10) kedekatannya dengan dasar laut dan tebal paling di bawah pegunungan gunung utama, tapi sebagian besar terbentuk atau masih sedang terbentuk hari ini hanya sepanjang batas antara dua lempeng kerak dimana terjadi tabrakan antara satu dengan yang lain. Jadi, salah satu dari dua lempeng (A) mereda/menyurut dan bergerak ke bawah lempeng lain (B), tenggelam di dalam mantel dan meleleh menjadi kurang padat; magma baru ini memberikan kontribusi mendorong tepi lempeng kerak B ke atas dan membentuk kisaran gunung (pegunungan), sejajar dengan tepi kerak. Ini adalah apa yang terjadi pada lempeng India dengan menabrak dan kembali normal di bawah lempeng Asia dan hasil dari tekanan besar adalah pegunungan Himalaya dan dataran tinggi Tibet.Hal yang sama terjadi di sepanjang pantai barat seluruh Amerika, di mana kerak samudra Pasifik menyurut di bawah lempeng benua Amerika untuk membentuk Pegunungan Andes dan Rocky. Hanya di sini, ada banyak kesalahan dan celah dalam kerak bumi, yang disebabkan oleh tekanan yang cenderung membengkok dan akibatnya banyak gunung berapi.
    Letusan magma mereda oleh gas-gas terlarut di dalamnya, terutama karena magma melintasi lapisan kerak bumi dan mendekomposisi bagian dari batuan di sepanjang jalan. Jadi magma jenuh di bawah tekanan besar dengan gas-gas seperti CO2, SO2, HCl, HF, H2O, H2 dan lainnya. Ketika magma naik sepanjang lubang utama dari gunung berapi, tekanan berkurang dan gas terpisah dari magma membentuk gelembung. Ini cenderung untuk naik ke atas dan meningkatkan tekanan yang diberikan ke atas oleh lava.
    Penting untuk diketahui bahwa magma meletus dari gunung berapi tidak datang langsung dari mantel, tetapi dari ruang magmatik besar atau “kaldera” dan terletak di dalam kerak bumi. Kaldera tersebut terletak pada beberapa kilometer di bawah gunung berapi, langsung berhubungan dengan kawahnya.
    Viskositas magma sangat penting untuk menjelaskan letusan gunung berapi karena sangat bervariasi. Magma yang paling kental membentuk gunung berapi di mana batuan cair cenderung memadat segera setelah letusan atau bahkan sebelum keluar dari kawah. Akibatnya, magma ini cenderung menyumbat vulkanik menyumbat lubang dengan tutup dari magma padat pada akhir setiap letusan. Kesimpulan untuk setiap letusan eksplosif hanya merupakan langkah pertama menuju letusan berikutnya, walaupun terjadi setelah beberapa abad, bahkan tekanan dari dasar magma dan gas, cepat atau lambat cenderung membuat tutup tersebut meledak sehingga letusan dari gunung berapi biasanya mendadak dan eksplosif, setelah periode waktu panjang yang tenang.
    Kerasnya letusan di daerah sekitarnya dipicu oleh ledakan yang disebabkan oleh gas-gas yang dilepaskan dengan keras oleh magma yang sangat kental, bergerak bersama sejumlah abu, bara dan puing-puing yang berasal dari bagian-bagian dari gunung yang hancur oleh ledakan. Ini membentuk awan gas panas yang tinggi dan besar dan partikel padat yang dapat runtuh pada sisi-sisi gunung berapi dan membentuk awan dari abu dan gas yang membakar segala sesuatu di sepanjang jalan mereka.

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    jawaban:Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun.

    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    jawaban:- Energi yang tersimpan di Gunung Merapi masih cukup besar sehingga Badan Geologi masih belum dapat memprediksi kapan letusan gunung api aktif tersebut akan berakhir.”Sejak 3 November 2010 hingga kini Merapi telah empat hari meletus tanpa henti yang berarti bahwa energi yang tersimpan di gunung tersebut masih tetap tinggi,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), R. Sukhyar, di Yogyakarta, Minggu.Menurut dia, energi yang dikeluarkan Gunung Merapi sejak letusan 3 November hingga 7 November 2010 masih terus berlangsung hingga sekarang, bahkan lebih besar dibanding letusan pertama yang terjadi pada 26 Oktober 2010.Ia mengatakan energi letusan Gunung Merapi pada 3-7 November 2010 tiga kali lebih besar dengan energi letusan pada 26 Oktober 2010.”Kami tidak dapat memprediksi, kapan energi tersebut habis sehingga Gunung Merapi tidak lagi meletus. Sekarang, kita ikuti dulu saja apa yang dimaui Merapi,” katanya.Meskipun energi yang dimiliki Gunung Merapi masih cukup tinggi, namun Sukhyar mengatakan bahwa untuk sementara ini radius aman masih ditetapkan pada jarak 20 kilometer dari puncak gunung.Penetapan radius aman tersebut, lanjut Sukhyar, didasarkan pada data-data sejarah letusan Gunung Merapi, khususnya jarak luncur awan panas.”Berdasarkan fakta sejarah, jarak luncur awan panas tidak pernah lebih dari 15 km, yaitu berkisar 12-13 km, sehingga radius 20 km tersebut belum akan diubah,” katanya.Kawah berdiameter 400 meter yang telah terbentuk di puncak Merapi lebih terbuka ke selatan atau mengarah ke Kali Gendol, sehingga diharapkan awan panas yang diluncurkan Merapi akan mengarah ke kali tersebut.Namun demikian, Sukhyar mengatakan bahwa sebanyak 12 sungai yang berhulu di Gunung Merapi harus tetap diwaspadai, khususnya untuk ancaman awan panas dan lahar.

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    jawaban:. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    jawaban:Konon pada masa kerajaan Mataram tepatnya pada pemerintahan Panembahan Senopati Pendiri Dinasti Mataram (1575-1601). Panembahan Senopati mempunyai kekasih yang bernama Kanjeng Ratu Kidul, Penguasa Laut Selatan. Ketika keduanya sedang memadu kasih dia diberi sebutir “endhog jagad” (telur dunia) untuk dimakan. Namun dinasehati oleh Ki Juru Mertani agar endog jagad tersebut jangan dimakan tapi diberikan saja kepada Ki Juru Taman. Setelah memakannya ternyata Juru Taman berubah menjadi raksasa, dengan wajah yang mengerikan. Kemudian Panembahan Senopati memerintahkan kepada si raksasa agar pergi ke G. Merapi dan diangkat menjadi Patih Karaton Merapi, dengan sebutan Kyai Sapujagad. Sebagai perwujudan kepercayaan Karaton Mataram terhadap keberadaan sekutu mistisnya yaitu Karaton Kidul (di Samodera Indonesia) dan Karaton Merapi ini, maka diselenggarakan prosesi Labuhan.

    Labuhan berasal dari kata labuh yang artinya persembahan. Upacara adat karaton Mataram (Yogyakarta dan Surakarta) ini sebagai perwujudan doa persembahan kepada Tuhan YME agar karaton dan rakyatnya selalu diberi keselamatan dan kemakmuran. Labuhan biasanya diselenggarakan di beberapa tempat antara lain di : G. Merapi, Pantai Parangkusumo, G. Lawu dan Kahyangan Dlepih. Biasanya dilaksanakan untuk memulai suatu upacara besar tertentu seperti Tingalan Jumenengan. Barang-barang milik raja yang dilabuh antara lain : Semekan solok, semekan, kain cinde, lorodan layon sekar, guntingan rikmo, dan kenoko selama setahun, seperangkat busana sultan dan kuluk kanigoro.

    Disamping labuhan ada beberapa upacara selamatan yang lain yang dilakukan oleh masyarakat setempat, seperti : Sedekah Gunung, Selamatan Ternak, Selamatan Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon, Selamatan Mencari Orang Hilang, Selamatan Orang Kesurupan, Selamatan Sekul Bali, Selamatan Mengambil Jenazah, Selamatan Menghadapi Bahaya Merapi, dll. Dua diantaranya ditunjukkan oleh Upacara Becekan dan Upacara Banjir Lahar berikut ini.

    Upacara Becekan, disebut juga Dandan Kali atau Memetri Kali yang berarti memelihara atau memperbaiki lingkungan sungai, berupa upacara meminta hujan pada musim kemarau yang berlangsung di Kalurahan Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Air sungai sangat penting bagi penduduk setempat untuk keperluan pertanian. Konon sesudah diadakan upacara biasanya segera turun hujan sehingga tanah menjadi becek maka lalu disebut becekan. Becek diartikan juga sebagai sesaji berujud daging kambing yang dimasak gulai. Dusun yang melaksanakan upacara ini antara lain : Dusun Pagerjurang, Dusun Kepuh dan Dusun Manggong.

    Penyelenggaraannya dibagi menjadi beberapa tahap: Pertama, memetri sumur di Dusun Kepuh (di kawasan itu hanya dusun ini yang memiliki sumur); Kedua, Upacara Becekan dilakukan di tengah-tengah Sungai Gendol; Ketiga upacara khusus di masing-masing dusun. Upacara ini dimaksudkan untuk berdoa memohon hujan kepada Tuhan YME agar tanah menjadi subur, sehingga warga menjadi sehat, aman, selamat dan sejahtera. Waktu penyelenggaraan, menggunakan pranotomongso yaitu pada mongso kapat dan harinya Jumat Kliwon, jika pada mongso kapat tidak terdapat Jumat Kliwon diundur pada mongso kalimo, sebab hari itu dianggap keramat. Upacara ini dipimpin oleh seorang modin dan diikuti oleh warga ketiga dusun. Perlu diketahui bahwa seluruh rangkaian acara ini harus dilakukan/diikuti oleh kaum laki-laki dan sesaji, sama sekali tidak boleh disentuh oleh wanita serta kambing jantan untuk sesaji .

    Upacara Banjir Lahar, tradisi penduduk sekitar gunung berapi, khususnya dalam menanggapi bencana lahar. Salah satunya bisa disaksikan di Dusun Tambakan, Desa Sindumartani, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, sebagai salah satu desa yang sering dilewati bencana lahar (dingin atau panas) dari Gunung Merapi.

    Upacara ini berupa doa mohon keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan YME bagi segenap penduduk agar terhindar dari marabahaya, disertai dengan peletakan sesaji berupa kelapa muda di sungai yang diperkirakan akan dilewati lahar. Hal ini dilakukan bila telah melihat tanda-tanda alam akan datangnya bencana lahar yang telah mereka kenal secara turun temurun.

    Penduduk yang bermukim di tepi sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi kadang mendengar suara-suara aneh di malam hari, misalnya gemerincing suara kereta kencana yang lewat. Konon merupakan pertanda bahwa Karaton Merapi sedang mengirimkan rombongan dalam rangka hajat untuk mengawinkan kerabatnya dengan salah satu penghuni Karaton Laut Kidul. Hal itu ditafsirkan sebagai pertanda mistis bahwa sebentar lagi akan terjadi banjir lahar yang akan melalui sungai itu, sehingga bagi mereka yang tahu akan segera membuat langkah-langkah pengamanan dan penyelamatan.

    Tujuan dari penyelenggaraan berbagai prosesi selamatan tersebut konon adalah untuk berdoa memohon keselamatan dan kelimpahan rejeki kepada Tuhan YME serta memberi sedekah kepada makhluk halus penghuni Merapi agar tidak mengganggu penduduk, damai dan terbebas dari marabahaya, sehingga tercipta satu harmoni antara manusia dan lingkungan alam. Apabila perilaku manusia negatif maka maka alampun akan negatif pula.

    Konsep keseimbangan yang menjadi kearifan penduduk sekitar Gunung Merapi merupakan implementasi dari nilai-nilai yang mereka percaya bahwa para penghuni akan murka ketika menyimpang dari kaidah-kaidah alam yang benar dan seimbang. Letak harmoninya tidak saja terletak pada sesaji yang disediakan namun pada perilaku yang selalu diusahakan untuk tidak nyebal (menyimpang) dari kaedah-kaedah keseimbangan alam, yang selalu selaras serasi dan seimbang untuk menjaga keutuhan ekosistem.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    jawaban:Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    Sejauh ini upaya yang dilakukan kanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    jawaban:Tentu saja bisa. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :Sumberdaya Energi :
    -Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    -Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    -Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    jawaban:Tentu, saya terinspirasi dari meleutusnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-N. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

  103. 1. Energy panas dari magma / Geothermal : Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung.
    2. Seperti yang kita ketahui dari fenoma alam meletusnya gunung berapi merapi. Materialnya ialah : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    3. material yang dikeluarkan oleh gunung berpa 3 macam yaitu : • bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    • bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    • bahan gas : solfatar , fumarol , dan mofet.
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    4. wedus gembel merupakan sebutan halus menurut masyarakat yang berada di sekitar gunung merapi. Terjadinya awan panas karena adanya guguran kubah lava
    5. Mitos-mitos Gunung Merapi yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi. Ada beberapa sumber pengetahuan yang ditengarai oleh sosiolog UGM, Prof Heru Nugroho, saling bersaing untuk memperoleh pembenaran. Gunanya adalah untuk mendapat pengaruh di masyarakat.
    “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji,” kata Heru dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (2/11/2010).
    6. menurut saya sangatlah susah untuk mencegah letusan gunung yang eksploitas karena membutuhkan tenaga-tenaga ahli untuk merencakan suatu pencegahan tersebut dan di dukung oleh fasilitas yang memadai untuk menemukan pencegahan letuan tersebut. Tetapi yang terjadi di Indonesia hanyalah adanya evakuasi setelah terjadi letusan bukan sebuah pencegahan.
    7. menurut saya dapat karena dapat digunaka sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) karena di pegunungan vulkanik, ada banyak batu panas terpendam di bawah sana. Lalu drill dari atas ini. Pasang pipa. Lalu dicor dengan air. Keluarlah uap air. Uap air itu dialirkan ke turbin. Turbin berputar, dan terjadilah listrik. Uap airnya didinginkan kembali, dialirkan masuk ke sumur batu panas tadi. Uap air yang berlebihan, melebihi kapasitas mesin-mesin untuk menggarapnya, dibuang ke udara. Makanya di fasilitas geothermal selalu mengepul gas putih, yang sebenarnya merupakan uap air. Atau info lebih jelasnya dapat klik disini
    8. saya sangat terinspirasi, karena mengingatkan kepada semua orang begitu dekatnya pada kematian yang tanpa kita duga-duga. Dan pelajar ada rasa ingin tahu tentang pencegahan yang akan dilakukan sebelum gunung meletus ssehingga menyebabkan tidak banyaknya kerugian maupun korban jiwa.
    Nama :Fatoni alauddin
    Kelas :X.3
    No absent : 14

  104. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.

  105. Nama: Dyah Pramesti Rini
    Kelas: X.1
    Nomor: 09
    1.energi yang menyebabkan gunung meletus
    yaitu energi yang berasal dari dalam bumi.
    2.material gunung meletus
    – abu vulkanik
    – awan panas
    – lahar panas
    – lahar dingin
    – gas vulkanik
    – batuan dan pasir
    3. enrgi apa setelah letusan?
    getaran bumi,pergeseran bumi,gesekan dll
    4.wedus gembel di sebabkan oleh erupsi eksplosif yang menyababkan
    keluarnya awan panas dari gunung tersebut. yang terkandung dalam wedus gembel yaitu gas vulkanik serta material panas.
    5.apa mitos rakyat setempat
    dampak meletusnya Gunung Merapi sebagai penunggu kawah Gunung Merapi.
    “Mitos beragam dan berkembang. Setiap ada letusan lahir mitos. Ada yang sengaja memunculkan mitos untuk mencari keselamatan supaya selamat dari amukan lahar,” kata sastrawan Jawa modern Suwardi Endraswara, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (2/11/2010).
    Biasanya tokoh yang mempelajari kejawen yang memunculkan mitos baru. Suwardi mencontohkan, ada orang yang tinggal di lereng Merapi memiliki cemeti yang dia percaya bila dilecutkan ke tanah, maka rumahnya akan aman dari dampak letusan Gunung Merapi.
    “Itu keyakinan. Mungkin 1-2 kali kebetulan cocok. Setiap kelompok punya mitos yang berbeda dan beragam,” sambung Suwardi.

    Menurutnya, ada beberapa warga di lereng Merapi yang owel atau tidak rela meninggalkan rumahnya. Sebab daerah itu subur sehingga merasa rugi bila meninggalkan daerahnya untuk sementara waktu atau dalam waktu yang permanen. Karena itulah mereka bertahan hidup dengan membangun mitos yang sekiranya bisa mewakili dunia batinnya untuk menjawab kegelisahannya.
    Menurut Suwardi, mitos akan selalu ada dalam kehidupan masyarakat karena merupakan bagian dari budaya. Mitos bukan hanya milik masyarakat tradisional saja karena masyarakat modern pun melahirkan mitos dalam hidupnya. Mitos menjadi akrab dalam kehidupan masyarakat karena melalui mitos lahir harapan.
    “Yang pertama ada keyakinan. Lalu yang kedua dengan membaca alam. Misalnya saja waktu ada angin ribut di Yogya (akhir September) pohon beringin di sebelah timur Keraton sempal (patah),
    Sebagian masyarakat lantas mengait-ngaitkan dengan pertanyaan ‘akan ada apa ini’. Lalu muncullah seperti tebak-tebakan di tengah masyarakat, apakah Yogya akan dilanda gempa lagi atau akan ada gunung meletus.
    6.upaya agar merapi tidak meletus eksplosif
    mengefakuasi warga yang berada dekat gunung merapi,dan terus memantau aktivitas gunung merapi.
    7. dapatkah energi merapi dimanfaatkan? bagaimana caranya?
    ya bisa,,dengan cara memanfaatkan material dari hasil letusa gunung merapi,seperti memanfaatkan batu-batuan untuk bahan bangunan
    8.anda terinspirasi dari meletusnya gunung merapi?
    ya, dengan kejadian ini saya berfikir agar selalu bersyukur dengan apa yang telah di berikan Allah kepada kita. serta kita harus menjaga alam ini dengan sebaik-baiknya.

  106. X.3 Ninda Atik Nabilah

    1. Energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab
    Energi endogen, yang berasal dari dalam bumi. Gunung api meletus akibat magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma.

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab
    • Lahar panas & lahar dingin
    • Awan panas
    • Abu vulkanik
    • Pasir
    • Lava
    • Batu pijar disertai api
    • Batu-batuan

    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab
    Energi gerak, gesekan, bunyi, getaran, & gelombang.

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab
    Disebabkan oleh adanya guguran magma, yang terjadi diperut gunung, dan keluar kepermukaan bumi berupa awan panas. Kandungannya, co2, so2, H25 dan sulfur. Energi yang terkandung energy kinetik, energy panas, dan energy gerak.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab
    Menurut saya, tidak ada hubungannya, karena mitos masyarakat, hanyalah pemikiran, & logika saja. Dan tidak terbukti secara nyata dan secara ilmiah.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab
    Upayanya, gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat, jangan menebang pohon disekitar merapi, dan jangan mengambil pasir disekitar gunung.
    Intinya tidak merusak alam.

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab
    Ya, bisa. Karena semua bencana alam berasal dari kuasa Tuhan, dan pasti ada manfaatnya, salah satunya, peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis. bermanfaat sebagai pasak. Gas seperti belerang untuk bahan industri kimia, dibidang farmasi, batu-batu dan kerikil yang berasal dari gunung dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan.

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan!
    Jawab
    Tentu saja iya, saya dapat terinspirasi. Dengan adanya meletusnya gunung merapi, saya jadi tahu sedikit, tentang ilmu Geofisika. Dan saya dapat mengambil hikmahnya, untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dan menjaga kelestarian alam sekitar.
    itulah jawaban-jawaban menurut saya. Jika ada yang salah, harap dimaklumin, karena saya masih belajar.
    Mohon maaf ya bu…………

    Ninda Atik Nabilah [X.3]

  107. 1. Energi yang menyebabkan gunung meletus:
    – Peningkatan gelombang magnet dan energi listrik, hingga terjadinya deformasi (perubahan bentuk gunung api,
    biasanya dalam dimensi micron sampai dengan
    meter) pada tubuh gunung.
    – Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak keluar (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava.

    2. Material yang keluar dari gunung berapi:
    – Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.

    – Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.

    – Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.

    – Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.

    – Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600°C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

    3. Energi setelah terjadi letusan:
    – Energi kalor/panas
    – Energi gelombang
    – Energi bunyi
    – Energi getaran
    – Energi gerak
    – Energi gesekan
    – Energi potensial
    dll

    4. Penyebab terjadinya awan panas werdus gembel:
    Karena awan panas terjadi ketika magma atau lava telah mencapai permukaan bumi dan tekanannya berkurang sehingga muncullah awan panas atau wedhus gembel ini.

    Kandungan dan energi yang terkandung dalm awan panas wedus gembel:
    – Sulfur hidroksida
    – Debu
    – Batuan
    – Air
    – Kerikil

    5. Apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? Jelaskan!

    Berdasarkan sumber yang saya dapat, macam-macam mitos yang ada tentang gunung merapi tidak sesuai dengan keadaan ilmiah, karena mitos-mitos tersebut malah banyak mengandung hal-hal mistis. Dan hal-hal mistis tersebut tidak dapat dinalar dengan pikiran manusia. Dan tidak ada hubungannya dengan ilmu alam.

    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya:
    Sampai saat in, para ilmuan belum menemukan cara untuk mengubah jenis letusan pada gunung yang akan meletus, tetapi hanya ada cara untuk menyelamatkan/mengevakuasi warga yang tempat tinggalnya dekat dengan gunung tersebut.

    7. Secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? Bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?

    Ya, karena banyak energi yang dihasilkan dari gunung merapi tersebut. Antara lain:

    – Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    – Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    – Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    dll.

    8. Ya, saya sangat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi. Karena dengan meletusnya gunung merapi kita dapat lebih memperhatikan alam dan lebih peduli dengan alam. Kita juga dapat lebih mengetahui tentang gunung merapi dan gunung berapi lainnya. Kita pun dapat lebih peduli dengan warga yang terkena bencana merapi, sehingga kita bisa lebih hidup dengan baik.

  108. Nama : Rizky Amalia
    Kelas : X.6
    No. Absen : 24

    1. Energi yang menyebabkan gunung meletus:
    – Peningkatan gelombang magnet dan energi listrik, hingga terjadinya deformasi (perubahan bentuk gunung api,
    biasanya dalam dimensi micron sampai dengan
    meter) pada tubuh gunung.
    – Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak keluar (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava.

    2. Material yang keluar dari gunung berapi:
    – Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.

    – Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.

    – Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.

    – Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.

    – Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600°C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

    3. Energi setelah terjadi letusan:
    – Energi kalor/panas
    – Energi gelombang
    – Energi bunyi
    – Energi getaran
    – Energi gerak
    – Energi gesekan
    – Energi potensial
    dll

    4. Penyebab terjadinya awan panas werdus gembel:
    Karena awan panas terjadi ketika magma atau lava telah mencapai permukaan bumi dan tekanannya berkurang sehingga muncullah awan panas atau wedhus gembel ini.

    Kandungan dan energi yang terkandung dalm awan panas wedus gembel:
    – Sulfur hidroksida
    – Debu
    – Batuan
    – Air
    – Kerikil

    5. Apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? Jelaskan!

    Berdasarkan sumber yang saya dapat, macam-macam mitos yang ada tentang gunung merapi tidak sesuai dengan keadaan ilmiah, karena mitos-mitos tersebut malah banyak mengandung hal-hal mistis. Dan hal-hal mistis tersebut tidak dapat dinalar dengan pikiran manusia. Dan tidak ada hubungannya dengan ilmu alam.

    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya:
    Sampai saat in, para ilmuan belum menemukan cara untuk mengubah jenis letusan pada gunung yang akan meletus, tetapi hanya ada cara untuk menyelamatkan/mengevakuasi warga yang tempat tinggalnya dekat dengan gunung tersebut.

    7. Secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? Bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?

    Ya, karena banyak energi yang dihasilkan dari gunung merapi tersebut. Antara lain:

    – Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    – Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    – Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    dll.

    8. Ya, saya sangat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi. Karena dengan meletusnya gunung merapi kita dapat lebih memperhatikan alam dan lebih peduli dengan alam. Kita juga dapat lebih mengetahui tentang gunung merapi dan gunung berapi lainnya. Kita pun dapat lebih peduli dengan warga yang terkena bencana merapi, sehingga kita bisa lebih hidup dengan baik.

  109. X.6_22_Nurullia Rahmawati

    1.energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    jawab:
    Energi penyebab meletusnya gunung merapi adalah
    bila tekanan dibawah tanah bertambah, sehingga memaksa magma naik dan keluar melalui puncak gunung berapi.
    2.material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    jawab:
    material yang keluar :
    a. magma
    b. lahar dingin
    c. batuan
    d. abu vulkanik
    e. awan panas
    f. pasir
    g. lava
    3.energi apa setelah terjadi letusan?
    jawab:
    Energi yang timbul setelah letusan adalahenergi panas, energi bunyi, energi potensial , getaran , gelombang , vertical, horizontal , gesekan.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    jawab :
    Awan panas dan beracun itu berasal dari pencampuran sulfur dioksida, karbon dioksida dan hidrogen flourida. Bila mengenai manusia, dapat mengakibatkan kebutaan, kulit rusak kronis (terbakar) dan gangguan sistem paru-paru (pernapasan).
    Abu vulkanik dapat mengudara hingga lapisan troposfer (8-12 kilometer di atas permukaan laut). Di sana, dapat mengendap selama beberapa minggu dan mengubah cuaca secara lokal. Sayangnya, terjadinya abu dan hawa panas vulkanik ini tidak dapat diprediksi kapan terjadinya.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    jawab: menurut saya , mitos-mitos dalam masyarakat secara logika tidak dapat dihubungkan dengan peristiwa ini. Karena sangat berbeda antara mitos dengan pemikiran ilmiah.
    pemikiran ilmiah menghasilkan bahan yang mampu dibuktukan dengan percobaan dan teruji kebenaranya. sedangkan mitos hanyalah tanggapan masyarakat sekitar yang sering dihubungkan dengan dunia misteri dan sangat sulit diteliti dengan percobaan secara ilmiah. serta mitos ini pun tak semuanya dapat dibuktikan secra mutlak benar.
    6.bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    jawab: sampai saat ini erupsi eksplosif belum dapat diatasi sepenuhnya karena hal itu sangat tergantung pada alam. Kita tak dapat mencegah erupsi yang sangat berbahaya tersebut.
    Tim SAR hanya melakukan evakuasi terhadap warga pada radius bahaya untuk pindah ke lokasi aman agar tak semakin banyak korban jiwa yang tewas.
    7.secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    jawab:
    Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Ekonomi dan Lingkungan Emil Salim mengatakan letusan Gunung Merapi harus bisa dimanfaatkan di masa mendatang demi kesejahteraan rakyat.
    “Ke depannya, muntahan perut bumi karena letusan Gunung Merapi harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Ekonomi dan Lingkungan Emil Salim dalam acara jumpa pers “International Youth Forum on Climate Change” yang diselenggarakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jakarta, Rabu.
    Emil menjelaskan, banyak material isi perut bumi yang keluar saat terjadinya letusan gunung. “Material itu bisa berbentuk pasir, silika, lava, kristal dan lain sebagainya yang dimuntahkan dari dalam perut bumi dalam jumlah besar,” katanya.
    Material itu, menurut Emil bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
    “Contohnya kristal bisa dimanfaatkan untuk membuat perhiasan dan pajangan rumah tangga, silika bisa dimanfaatkan untuk membuat kaca dan material lainnya bisa dikembangkan untuk menggerakkan ekonomi,” katanya.
    Karena itu, menurut Emil apabila kondisi sudah normal kembali pascaerupsi Gunung Merapi maka masyarakat setempat harus segera bangkit dan memanfaatkan apapun yang bisa dikembangkan untuk menggerakkan roda perekonomian.
    “Ini adalah kesempatan membangun bagi masyarakat setempat khususnya para generasi muda,” katanya.
    Dia mengakui, akan menjadi sulit bagi masyarakat untuk menanam padi di tanah berpasir dan memberikan makan ternak di rumput berdebu.
    “Namun dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, semacam tekno biologi maka kita bisa membuat suatu sistem baru memecahkan persoalan tersebut,” katanya.
    Karena itu, dia kembali menegaskan kepada masyarakat dan generasi muda untuk segera bangkit jika kondisi telah kembali normal agar bisa mengembangkan ilmu pengetahuan baru dan program penggerak ekonomi pascaerupsi Gunung Merapi.
    8.apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab: Saya sangat terinspirasi dengan terjadi letusan gunung merapi ini. Karena dengan adanya letusan ini saya pribadi mengetahui dari proses hingga dampak yang ditimbulakn oleh letusan gunung ini.
    DEngan mengetahui itu saya dapat melakukan pencegahan dan upaya peminimalan dampak negatif terhadap letusan gunung ini dengan mengetahui tanda-tanda akan meletusnya gunung berapi.

  110. Nama : Putri Atiyatul Mannani
    Kelas : X.3

    1. Penyebab gunung merapi meletus

    Gunung api meletus akibat magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma. Kerak bumi memberikan sebuah tekanan besar pada mantel magma yang cenderung terhadap keuntungan pada setiap titik lemah yang berada di atas kerak bumi, yang terbentuk oleh beberapa patahan, untuk naik dan keluar di atas permukaan. Gunung berapi dengan bentuk kerucut yang khas terbentuk menjadi banyak lapisan dari letusan lava terpadatkan selama ratusan ribu tahun. Hal tersebut merupakan kehidupan normal gunung berapi.

    Pada titik ini, mengingat banyaknya gunung berapi di dunia, kita bisa bertanya-tanya bagaimana magma dari mantel bisa begitu mudah keluar melalui kerak bumi.

    2. Material yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi

    Letusannya membawa abu dan batu yang menyembur dengan keras, Gas vulkanikLava dan aliran pasir serta batu panasLaharTanah longsorGempa bumiAbu letusan Awan panas (Piroklastik)Gas vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung berapi. Gas-gas yang dikeluarkan antara lain Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen (N2),
    Lava adalah cairan magma bersuhu sangat tinggi yang mengalir ke permukaan melalui kawah gunung berapi. Lava encer mampu mengalir jauh dari sumbernya mengikuti sungai atau lembah yang ada, sedangkan lava kental mengalir tidak jauh dari sumbernya.

    3. Energi setelah terjadi letusan

    Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini.

    4. Wedhus gembel ini dikenal oleh volcanologist sebagai
    awan panas yang keluar dari gunung merapi, jadi jangan dibayangkan dibayangkan kalau wedhus Gembel ini sebagai kambing atau biri-biri yang lucu dan imut. Wedhus gembel merupakan sebuah fenomena khusus dari aktifitas Gunung Merapi di sebelah utara Jogjakarta. Dan kini awan panas atau biasa disebut wedus gembel keluar dari Gunung Merapi.
    Mengutip Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.
    Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Yang menewaskan banyak warga lereng Merapi beberapa waktu lalu bahkan mencapai kecepatan 200 km per jam saat turun dari punggung gunung. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin.
    Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.Volume lebih besar akan menjangkau area yang lebih jauh akibat pengaruh momentum dan efek lain. Tak heran apabila pada letusan besar, awan panas bisa menjangkau hingga 15 kilometer. Awan panas letusan biasanya bisa mengalir sejauh lebih dari 8 kilometer dari puncak.
    Selain volume, jauhnya jarak luncur awan panas juga dipengaruhi oleh temperatur yang lebih tinggi, kandungan gas lebih banyak, dan memiliki kecepatan awal lateral pada saat jatuh. Dengan kondisi lebih banyak gas dan temperatur tinggi, wedhus gembel dipastikan merusak apa saja yang ditemuinya. Jadi siapa pun yang berada di sekitar Merapi selayaknya tidak ingin bertemu dengan “binatang” satu ini.

    5. Mitosntentang gunung merapi

    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.

    Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa.

    Gunung merapi sering dikaiykan dengan hal gaib karena dulu semua dijelaskan dengan mistis. Meskipun sekarang ada juga yang begitu. Itu kembali lagi pada kepercayaan tradisional masyarakat. Ada sebagian orang yang pemahamannya terbuai dengan cerita mistis yang didengarnya.

    Cerita-cerita rakyat yang turun temurun diceritakan juga membantu kepercayaan akan hal-hal yang mistis itu ada, sehingga sebagian ada yang masih tetap percaya. Di antropologi kan juga ada yang meneliti masyarakat bahwa ada yang memiliki kepercayaan terhadap Gunung Merapi.

    6. Cara mengatasi agar gunung merapi tidak eksplosif saat meletus

    Sampai saat ini belum ditemukan cara yang tepat untuk menanggulanginya. Untuk gunung merapi memang agak susah untuk menerapkannya. mungkin dengan cara mengebor ( melubangi ) kantong kawah, sehingga saat meletus tidak mengeluarkan material yang terlalu banyak.

    7.energi letusan gunung tidak hanya menimbulkan kerugian, tapi juga bisa untuk cadangan energi alam, contohnya larva yang keluar dari perut bumi yang meluap sampai ke daerah pemukiman warga dapat menjadikan tanah tersebut menjadi amat subur meski memerlukan waktu yang lama untuk proses tersebut.

    8. iya, saya bisa terinspirasi untuk lebih menjaga alam, lebih waspada karna saya juga tinggal di kaki gunung berapi aktif juga.
    saya juga terinspirasi untuk meningkatkan ibadah saya karna tak satu pun orang yang mengetahui akan terjadinya suatu musubah apalagi kematiannya..

  111. 1. Energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab:
    • energi kalor (energi panas dari magma / Geothermal).
    • tekanan dan daya apung di dalam kerak bumi

    2.Material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab:
    • Gas vulkanik
    Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
    • Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
    • Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
    • Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
    • Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas (wedhus gembel) dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

    3. Energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab:
    Energi yang dikeluarkan oleh Merapi sangat dahsyat antara lain:
     Energi panas,
     Energi getaran,
     Energi gelombang vertical dan horizontal,
     Energi gerak potensial,
     Energi gesekan, dll.
    .Energi tersebut untuk membentuk keseimbangan alam yaitu energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi dapat diubah ke bentuk yang lain.

    4.Wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab:
    Di Merapi, guguran lava yang menghasilkan awan panas umumnya terjadi setelah pertumbuhan kubah lava. Tipe erupsi khas Merapi adalah efusif, yaitu pembentukan kubah yang tidak stabil karena terdesak magma hingga akhirnya runtuh berupa guguran lava pijar dan awan panas.

    Dalam volume yang besar, material yang gugur itu berubah menjadi rock avalanche atau lebih dikenal dengan sebutan wedhus gembel. Dinamakan wedhus gembel karena bagi masyarakat sekitar bentuknya bergulung-gulung menyerupai bulu wedhus atau kambing.Awan panas ini merupakan campuran material berukuran debu hingga blok bersuhu le- bih dari 700 derajat celsius yang meluncur dengan kecepatan bisa di atas 100 kilometer per jam.
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.Energi yang terkandung dalam awan panas itu antara lain:energi panas atau kalor,energi gerak, dll.

    5. Apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab:
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.
    Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa.Menurut saya tidak bisa digabungkan, karena kita sebagai umat islam harus selalu percaya kepada Allah s.w.t.

    6. Bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab:
    Menurut saya cara agar letusan gunung Merapi tidak eksplosif tidak bisa dicegah.Karena letusan eksplosif gunung Merapi sudah hukum alam dan kita sebagai manusia hanya dapat mengungsi dan mengevakuasi warga supaya tidak kena imbas letusan esplosifnya.

    7.Secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab:
    Tentu saja dapat dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam
    Cara mengendalikannya antara lain:
     Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
     Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
     Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab:
    Ya saya terinspirasi,karena dengan meletusnya gunung berapi dapat kita pelajari tentang struktur material gunung berapi yang mungkin saja dapat dimanfaatkan.Dan kita harus mengambil hkmah atas meletusnya Merapi supaya kita selalu bersyukur terhadap karunia yang diberikan oleh Allah s.w.t .

    XI NS 1 / 09 / FACHRIAN LUTHFI RAMADHAN

  112. Nama : Rizqi Amalia Hidayati
    Kelas: X.5
    No.Abs: 29

    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab:energi panas dalam magma dan energi tekanannya.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    JAwab: Gas vulkanik,Lava dan aliran pasir,batu panas,Lahar,Abu letusan,Awan panas
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab:energi panas, energi bunyi, potensial , getaran , gelombang , vertical, horizontal , gesekan.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    JAwab:oleh dorongan magma. gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab:ya, beberapa kepercayaan masyarakat banyak yang sesuai dengan penemuanteknologi, contohnya waktu merapi hampir meletustahun 2006. Ketika itu masyarakat percaya merapi tak akan meletus, dan pada kenyataannya memang tidak.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    JAwab:dengan cara mengevakuai para korban..
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab:iya,sisa-sisa abu vilkanik bisa menyuburkan tanah,,
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab:iya, merupakan pembrlajaran beberapa ilmu.

  113. Nama:Venny Alfasikha
    Kelas:X.5
    Absen:30

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus. Jawab : Energy panas dari magma / Geothermal. Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, dan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi. Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluar dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung. Dibandingkan pada 2006 lalu, erupsi Gunung Merapi kali ini lebih besar dan lebih cepat. Hal ini dikarenakan akumulasi energi yang lebih besar yang dikandung salah satu gunung paling aktif di dunia tersebut.
    2. Material Gunung Meletus. Jawab : Material dikeluarkan dari gunung berapi adalah : *bahan padat :lapili, pasir , bom , abu . *bahan cair :lahar panas , lahar dingin ,dan lahar panas . *bahan gas :fumarol,mofet, dan solfatar. Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain. Letusan yang terjadi dini kemarin mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.
    3. Energi Setelah Letusan. Jawab : Energy setelah letusan adalah energy gerak / mekanik. kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. Energi rambatan gunung terjadi karena gunung memiliki rangkaian yang disebut sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di Indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan. Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.
    4. Sebab dan Energi Awan Panas. Jawab : penyebab terjadinya Awan Panas ( Wedus Gembel ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas . Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Awan panas karena guguran arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas.
    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah. Jawab : Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan ilmiah tidak bisa digabungkan karena mitos tidak bisa di logika dan tidak bisa dibuktikan secara keilmuan. ada mitos gunung berapi yaitu : Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiyai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedangkan rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiyai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kyiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan ghaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif. Jawab : Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat . Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam “perjudian” status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam “perjudian” nasib.
    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ? Jawab : Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ? Jawab: Tentu, saya terinspirasi dari meleutusnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

  114. NAMA : LILING NUR KEMALA
    KELAS : X.5
    NO. ABSEN : 18

    1. Energi yang menjadikan gunung meletus : energi endogen yang berasal dari dalam bumi

    2. material yang keluar dari gunung berapi :
    – abu vulkanik
    – batu kerikil
    – lahar panas dan lahar dingin
    – awan panas

    3. Energi setelah letusan yaitu Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.

    4. Wedus gembel disebabkan karena ALIRAN PIROKLASTIK.
    Aliran piroklastik adalah salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan (diketahui sebagai tefra). Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h. Gas dapat mencapai temperatur diatas 1000 derajat Celsius.

    5. Mitos Gunung Merapi Kumpulan Kisah Mistis Merapi Kiai Sapu Jagad Ratu Kidul Laut Selatan Ritual Keraton Mataram Mitologi. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul. Fenomena Ajaib Terbaru Foto Awan Petruk Gunung Merapi mungkin bagian dari mitologi Merapi ya. Coba baca Ramalan Bencana Alam Gunung Merapi Meletus oleh Paranormal Fenomena Gejolak Alam Semesta Versi Paranormal.

    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya adalah dengan menyuntik gunung agar lubang kepundan tidak tersumbat .

    7. Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.

    8. ya, dapat.
    karena dengan terjadinya peristiwa tersebut, dapat membuat saya sadar untuk lebih mencintai alam, lebih rajin beribadah, dan lebih meningkatkan sikap tolong-menolong.

  115. Nama : Rizaki Nurlaeli
    Kelas/No. Aabsen :X.1/24

    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    answer : Bila bagian dari mantel atas bumi atau kerak lebih rendah mencair, bentuk magma. A volcano is essentially an opening or a vent through which this magma and the dissolved gases it contains are discharged. Sebuah gunung berapi pada dasarnya adalah membuka atau suatu lubang di mana ini magma dan gas-gas terlarut di dalamnya dibuang. Although there are several factors triggering a volcanic eruption, three predominate: the buoyancy of the magma, the pressure from the exsolved gases in the magma and the injection of a new batch of magma into an already filled magma chamber. Meskipun ada beberapa faktor yang memicu letusan gunung berapi, tiga mendominasi: daya apung dari magma, tekanan dari gas exsolved dalam magma dan injeksi batch baru magma ke dalam dapur magma sudah terisi.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    answer :
    – Awan Panas, merupakan campuran material letusan antara gas danbebatuan (segala ukuran) terdorong ke bawah akibat densitas yang tinggi.
    _ Lontaran Material (pijar),terjadi ketika letusan (magmatik)berlangsung.
    – Hujan Abu lebat, terjadi ketika letusan gunung api sedangberlangsung.
    – Lava, merupakan magma yang mencapai permukaan.
    – Gas Racun, muncul tidak selalu didahului oleh letusan gunung apisebab gas ini dapat keluar melalui rongga-rongga ataupunrekahan-rekahan yang terdapat di daerah gunung api.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    answer : energi panas,bunyi,gataran,enertgi gerak, potensial, gesekan,gelombang vertikal,gelombang horizontal.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    answer : Wedus gembel disebabkan karena ALIRAN PIROKLASTIK.
    Aliran piroklastik adalah salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan (diketahui sebagai tefra). Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h. Gas dapat mencapai temperatur diatas 1000 derajat Celsius.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    answer : Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji,
    Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul.
    Raja adalah sosok yang dipercaya satu-satunya yang bias berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepimpinan tradisional Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan meninggal tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    answer : Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    answer : Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    answer : Tentu, saya terinspirasi dari meleutsnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran allah SWT yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

  116. nama : Mawar Ayuningtias
    kelas : X.5
    no.abs : 21
    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    jawab : energi endogen dari dalam perut bumi.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    jawab :gas vulkanik, Lava dan aliran pasir serta batu panas,Lahar,Tanah longsor,Gempa bumi,Abu letusan, Awan panas (Piroklastik)
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    jawab : panas, gerak, getaran, gelombang vertikal, gelombang horizontal, potensial, bunyi, gesekan
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    jawab : Wedus gembel disebabkan karena aliran piroklastik.
    Aliran piroklastik adalah salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan. Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h. Gas dapat mencapai temperatur diatas 1000 derajat Celsius.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    jawab : bisa iya bisa tidak. kadang-kadang mitos yamg beredar dalam masyarakat ada benarnya. Tapi seringkali tidak sesuai, atau diragukan kebenarannya.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    jawab : dengan warga tidak bermukim di sekitar daerah rawan merapi. sehingga tidak repot saat merapi meletus. tanah disekitar merapi di gunakan untuk bercocok tanam saja.
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    jawab : bisa, hasil letusan merapi bisa menyuburkan tanah.
    atau mungkin suatu saat energi panas merapi dapat digunakan sebagai tenaga listrik
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    jawab : iya. kejadian merapi sangat menggugah tanda tanya. kapankah merapi berhenti aktif. ini juga dapat menjadi bahan pembelajaran dalam berbagai ilmu.

  117. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )

    2. Material Gunung Meletus
    Material dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    – bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    – bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    – bahan gas :solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    penyebab terjadinya awan panas adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas.

    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    menurut saya tidak bisa, karena mitos yg berkembang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    belum ada yg bisa dilakukan. namun ada beberapa yg menyebutkan caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    bisa, yaitu :
    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    tentu saja. dengan meletusnya merapi, membuat kita adar akan pentingnya menjaga lengkungan sekitar.
    serta untuk tanggap dan waspada terhadap fenomena alam, dan menyadari bahwa hal tersebut adalah wajar bukan hanya didasari mitos belaka.

  118. Bu,Tadi pagi saya dah komen dan terkirim tapi tak lihat lagi gak ada komennya bu,jadi terpaksa saya komen lagi……
    Nama : Mohammad Asyam Labieba
    Kelas : X.1
    No : 19

    1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )
    c.Tenaga Endogen

    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll

    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.

    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya yang dilakukan hanya dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.Menurut saya juga bisa dilakukan dengan membuat lubang untuk melancarkan aliran udara panas.

    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :

    Sumberdaya Energi :

    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    Selain itu tanah bekas material gunung berapi sangat subur,dan dapat dimanfaatkan untuk pertanian….

    8.Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya,dengan meletusnya gunung merapi kita bisa mengembangkan teknologi baru untuk mengurangi dampak letusan gunung merapi,
    karena dengan adanya suatu bencana,kita seharusnya bisa berpikir bagaimana cara mengurangi dampak dari bencana tersebu……..

    Nama : Mohammad Asyam Labieba Kelas : X.1 No,abs : 19

  119. 1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.

  120. 1. Energi yang Menyebabkan Gunung meletus
    Jawab :
    Energi endogen Yang berasal Dari dalam Bumi.

    2.Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    Jawab :
    *lava dan aliran pasir serta batu panas
    *lahar panas dan lahar dingin
    *gas vulkanik
    *tanah longsor
    *gempa bumi
    *abu letusan
    *awan panas (piroklastik)
    *gas beracun

    3.Energi setelah letusan adalah:
    Jawab :
    *panas
    *gerak
    *getaran
    *gelombang vertikal
    *gelombang horizontal
    *potensial
    *bunyi
    *gesekan
    4.wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    Wedus gembel atau awan panas terjadi karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas. Ketika ada guguran abu lava maka akan membentuk awan panas.

    5.apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab :Mitos Gunung Merapi Kumpulan Kisah Mistis Merapi Kiai Sapu Jagad Ratu Kidul Laut Selatan Ritual Keraton Mataram Mitologi. Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul. Fenomena Ajaib Terbaru Foto Awan Petruk Gunung Merapi mungkin bagian dari mitologi Merapi ya. Coba baca Ramalan Bencana Alam Gunung Merapi Meletus oleh Paranormal Fenomena Gejolak Alam Semesta Versi Paranormal.

    6.Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Jawab :
    Upayanya dengan cara Mengevakuasi dan mencegah Letusan Gunung itu dengan Tetap Menyuntikan Lubang Kepundan agar tidak meletus lagi
    7..Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Jawab :
    Ya bisa, dengan memanfaatkan energi panas yang terdapat di dalam gunung merapi,contohnya untuk energi pembangkit listrik.
    abunya bisa untuk menyuburkan tanah.

    8.Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Jawab :
    Ya saya sangat terinspirasi Terhadap Peristiwa Letusnya Gunung Merapi.karena kita dapat mengetahiu dan belajar apa yang belum kita ketahui.
    spt:energi-energi yang terkandung dalam letusan gunung merapi tersebut.

  121. Nama : Syarif Mutaqin
    Kelas : X.6
    No.Absen: 27

    Dengan kejadian MERAPI MELETUS apa yang dapat kalian ungkapkan mengenai:
    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    jawab:*Energi kalor (magma)
    *Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    *Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    jawab:pada saat gunung merapi meletus maka gunung merapi tersebut mengeluarkan beberapa material yang di dalamnya karena tidah kuatnya tekanan yang berada didalam gunung merapi tersebut.Mka kelurlah beberapa material yang ada di dalamnya meliputi, yaitu:
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)
    Ada pula pengelompokannya di bagi menjadi 3, yaitu :
    *bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    *bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    *bahan gas :solfatar , fumarol , dan mofet
    Dan harus diketahui pula bahwa jenis dan jumlah material yang dikeluarkan saat letusan, bergantung pada komposisi magma yang ada dalam gunung berapi tersebut.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    jawab:
    setelah terjadinya letusan tersebut,maka masih ada energi yang lain setelah gunung tersebut meletus , yaitu:
    *Energi Kalor/Panas,
    *Getaran,
    *Gelombang,
    *Bunyi,
    *Gerak,
    *Potensial,
    *Gesekan,dll
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    jawab:
    Disebabkan oleh adanya awan panas
    dapat menimbulkan kepulan asap hingga membentuk awan panas. Penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas
    Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng.
    Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah.
    Jadi penduduk Lereng Merapi melihat awan tersebut menyerupai , sehingga mereka menyimpulkan sediri bahwa awan tersebut disebut dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    jawab:
    Mitos Tidak bisa di gabungkan Oleh KEADAAN ALAMIAH, karena mitos hanya Pemikiran Manusia Dan Hanya Logika.
    mempercayai mitos tersebut, ada juga masyarakat yang tidak
    mempercayainya.
    Jika mitos tersebut terbukti kebenarannya, maka
    masyarakat yang mempercayainya merasa untung. Tetapi jika mitos
    tersebut belum terbukti kebenarannya, maka masyarakat bisa dirugikan.
    Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul. Fenomena Ajaib Terbaru Foto Awan Petruk Gunung Merapi mungkin bagian dari mitologi Merapi ya. Coba baca Ramalan Bencana Alam Gunung Merapi Meletus oleh Paranormal Fenomena Gejolak Alam Semesta Versi Paranormal.
    Mitos-mitos Gunung Merapi yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi. Ada beberapa sumber pengetahuan yang ditengarai oleh sosiolog UGM, Prof Heru Nugroho, saling bersaing untuk memperoleh pembenaran. Gunanya adalah untuk mendapat pengaruh di masyarakat.

    “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji,” kata Heru dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (2/11/2010).

    “Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual,” sambung dia.

    Karena itu tidak heran jika para elite spiritual lokal kemudian memiliki privilege (hak istimewa) dalam komunitasnya. Selain itu, cerita-cerita rakyat yang masih berkembang di masyarakat semakin menguatkan mitos-mitos seputar Merapi. Karena awalnya, banyak masyarakat yang hidup dengan mistis, di mana animisme dan dinamisme masih sangat berkembang.

    “Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan,” lanjutnya.

    Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri.

    “Ada ritual yang kemudian dilakukan masyarakat baik di Merapi maupun di Laut Selatan agar para penguasa tidak marah,” kata Heru.

    Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Dengan ini, Heru melihat basis kekuatan yang dibangun adalah legitimasi secara klenik dan mitos yang sengaja dibangun. Hal ini masih dipercaya sebagian masyarakat.

    “Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi,”
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur.
    Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya).
    Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    jawab:
    Menurut saya,
    Upaya yang dilakukan lebih utama yaitu : mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.Akan tetapi jika gunung tersebut belum adanya tanda-tanda akan meletus maka kita bisa melakukan pencegahan agar letusannya tidak terlalu besar.
    Upaya /langkah Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif yaitu dengan beberapa cara :
    ”Langkah Pertama : gunung merapi tersebut disuntik(bukan memakai jarum suntik)melainkan alat khusus untuk menyuntikkan gunung merapi tersebut.Jika sudah di suntikan ke gunung merapi maka gunung tersebut terlihat seperti ada lubang,Nah lubang tersebutlah hasil dari suntikan tadi.
    ” Langkah Kedua :dari lubang tersebut,kita bikin yang menyerupai dengan sungai kecil,Nah dari bentuk sungai kecil tersebut berguna untuk mengalirkan material-material gunung.Agar untuk memperkecil ledakan yang akan terjadi
    ” Langkah Ketiga :aliran seperti sungai tersebut akan kita alirkan pada sungai-sungai terdekat pada puncak lereng merapi.Hal tersebut hanya bersifat sementara.
    7. secara alamiah dapatkah energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    jawab:
    Menurut saya tentu saja bisa,selain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME.Bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya dengn baik dan dapat bernilai tinggi ataupun berguna untuk masyarakat sekitar.
    Manfaat dari gunungapi tersebut adalah :

    ”Energi panasbumi:sebagai pembangkit tenaga listrik.

    ”Aliran sungai bervolume besar dan deras: pembangkit listrik tenaga air.

    ”Sumberdaya Bahan Galian Industri”.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi sebagai bahan galian industri

    Contohnya seperti:
    -yarosit dan belerang : bahan industri kimia dan farmasi,
    -tawas : penjernih air serta pasir,
    -batu bongkah dan kerikil : bahan bangunan.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab:
    Tentu saja kita sebagai umat manusia akan terinspirasi akan kejadian-kejadian di sekitar kita.Oleh karena itu setiap adanya bencana maka setiap umat manusia akan terinspirasi,
    contohnya mengirimkan bantuan berupa (baju layak pakai,sembako,susu,alat tulis,&untuk keperluan wanita)kepada korban merapi dan untuk meringankan penderitaan mereka,Sehingga orang-orang yang cukup mampu hanya akan terketuk dengan hal tersebut.
    Namun juga disayangkan jika warga negara yang mampu masih tidak peduli kepada orang yang lebih membutuhkan.
    Maka , saya simpulkan bahwa semua kejadian pasti ada hikmah tersendiri.oleh karena itu jaga baik-baik bumi kita dan lestarikan sumber daya alam kita agar terjaga dengan baik atau pun di pergunakan dengan baik dan tidak melebihi batas.

  122. 1. Energi yang Menyebabkan Gunung meletus
    Jawab :
    Energi endogen Yang berasal Dari dalam Bumi.

    2.Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    Jawab :
    *lava dan aliran pasir serta batu panas
    *lahar panas dan lahar dingin
    *gas vulkanik
    *tanah longsor
    *gempa bumi
    *abu letusan
    *awan panas (piroklastik)
    *gas beracun

    3.Energi setelah letusan adalah:
    Jawab :
    *panas
    *gerak
    *getaran
    *gelombang vertikal
    *gelombang horizontal
    *potensial
    *bunyi
    *gesekan
    4.wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    Wedus gembel atau awan panas terjadi karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas. Ketika ada guguran abu lava maka akan membentuk awan panas.

    5.apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab :mitos tetaplah mitos,alangkah bijaknya jika kita lebih percaya akan Kuasa sang Khalik
    6.Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Jawab :
    mungkin meletusnya merapi tidak dapat dicegah namun alangkah baiknya jika jarak aman merapi di perluas agar warga yang dahulu merasa awan panas tidak akan menjangkau desa mereka bisa lebih waspada
    7..Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Jawab :
    bisa,lahar dingin yang mengalir di sungai-sungai yang menjadi jalurnya terdiri dari pasir-yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.kandungan dalam abun merapi juga bisa untuk menyuburkan tanah.

    8.Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Jawab :
    meletusnya merapi membuat saya semakin percaya akan kuasa Tuhan yang begitu dahsyatnya,,,,

  123. Nama: Adib Rizqi Afriansyah
    Kelas: X.1
    No.Absen: 01

    1.Energi yang menjadikan gunung meletus :
    -energi panas dari magma yg ada di dalam perut bumi (energi endogen),
    -tekanan tinggi yang disebabkan oleh bergesernya lempeng-lempeng bumi,menyebabkan magma tersebut terdorong keluar dari perut bumi.

    2.Material yang keluar :
    *lahar panas dan lahar dingin
    *gas vulkanik
    *yang berupa gas:gas belerang,solfatar,fumarol,mofet,dll
    *tanah longsor
    *batuan pijar panas
    *abu letusan
    *awan panas (piroklastik) atau yg dikenal WEDUS GEMBEL

    3.Energi setelah terjadi letusan :
    – energi panas (geothermal)
    – getaran, gelombang, potensial, bunyi,

    4.Sebab dan kandungan energi yang ada pada wedus gembel :
    *awan panas/wedus gembel adalah salah satu hasil erupsi gunung berapi.Kubah lava yang terbentuk membentuk guguran-guguran lava yang kemudian membentuk awan panas itu sendiri.Arah awan panas ditentukan oleh keseimbangan kubah lava dan kekuatan angin yang bertiup.Awan itu sangat panas (bisa mencapai lebih dari 600 derajat celcius)
    *kandungan yang ada di awan panas itu antara lain:batuan pijar panas,material vulkanik,abu vulkanik,dan material berupa batuan-batuan lainnya.

    5.Keterkaitan mitos masyarakat dengan Keadaan ilmiah :
    – Menurut saya, mitos-mitos yg berkembang di masyarakat sekitar merapi tidak bisa atau kurang tepat jika dikaitkan dengan suatu keadaan ilmiah.
    – Selama ini mitos-mitos yang berkembang di kalangan masyarakat sekitar merapi antara lain:
    a. bersemayamnya mbah petruk sebagai penunggu merapi,
    b. merapi meletus karena adanya hajatan besar yang diselenggarakan penunggunya, dll.
    – Kejadian meletusnya Merapi tidak terjadi karena adanya kaitan dengan mitos-mitos tsb, tapi murni karena alam dan kehendak Tuhan YME. jadi,kalo menurut masyarakat disana mitos itu ada kaitannya, menurut saya pribadi itu tidak ada kaitannya.

    6.Bagaimana cara supaya Merapi tidak eksplosif meletusnya :
    – Menurut saya, tidak ada yang bisa menghentikan atau mengubah supaya Merapi tidak eksplosif meletusnya.Hanya Tuhan yang bisa, kita sebagai manusia hanya bisa pasrah.Dan hanya bisa melakukan tindakan pencegahan.Kepada Pemerintah,supaya bisa melakukan evakuasi terhadap warga sekitar ke tempat yang jauh dari zona berbahaya agar jumlah korban bisa diminimalisir dan jumlah korban tidak berjatuhan lagi.

    7.Pemanfaatan energi akibat letusan,apakah bisa? bagaimana caranya? :
    – Tentu saja,di setiap ada musibah pasti ada hikmahnya.Begitu juga dengan apa yang terjadi dengan Merapi.Kita bisa memanfaatkannya.Antara lain:
    a.Abu vulkanik dan material-material lain dari Merapi bisa menyuburkan tanah.Mengapa tidak kita manfaatkan saja lahan-lahan di sekitar Merapi untuk lahan pertanian?pasti bisa.Selain bisa untuk mata pencaharian warga,lahan pertanian itu juga bisa dijadikan warga sebagai sarana meningkatkan kegiatan ekonomi di desa tsb.
    b.Kita tahu juga bahwa,aliran sungai yang berada di sekeliling gunung Merapi hampir semuanya meluap akibat adanya lahar dingin dari gunung Merapi.Bukankah lebih baik kalo aliran yang meluap itu kita jadikan sebuah energi yang bisa digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik? jika itu bisa, mengapa tidak?

    8.Apakah anda terinspirasi dari meletusnya gunung merapi?
    jawab: Ya, tentu.
    *Setiap peristiwa atau bencana khususnya, bisa lebih mengingatkan kita kepada Tuhan.Bahwa, apa yg ada di dunia ini itu tidak selamanya abadi.Bahwa, kita dituntut lebih sabar,lebih tabah,dan lebih taat beribadah lagi kepada Tuhan YME.
    *Setiap manusia bisa lebih mensyukuri apa yang sudah ada, apa yang sudah dia punya.Sehingga setiap manusia bisa terhindar dari yang namanya sifat rakus.

    ADIB RIZQI/X.1/01

  124. 1. Question : energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Answer :
    Semua gejala di dalam bumi sebagai akibat adanya aktivitas magma disebut vulkanisme begitu juga gunung merapi. Vulkanisme yaitu peristiwa yang sehubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Magma adalah campuran batu-batuan dalam keadaan cair, liat serta sangat panas yang berada dalam perut bumi. Aktifitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya sehingga dapat terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi. Magma dapat berbentuk gas padat dan cair. Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer (kulit bumi). Dengan tekanan yang sangat kuat magma itu bisa sampai keluar disebut ekstrusi, inilah yang melahirkan gunung api. Jika magma tetap di bawah permukaan bumi disebut intrusi magma. Magma yang ada di dapur magma, suhunya masih tinggi, dan makin ke atas suhunya makin turun, dalam pergerakanya magma kadang bisa sampai keluar ke permukaan bumi, kadang belum sampai keluar, magma sudah dingin dan membeku serta berubah menjadi batuan. Apabila endapan magma di dalam perut bumi didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi dan terus mendesak ke permukaan, dan desakan ini cukup kuat, yang terjadi adalah letusan gunung itu.

    2. Question : material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Answer :
    a) Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
    b) Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
    c) Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
    d) Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
    e) Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
    f) Hujan lumpur
    Hujan lumpur terjadi apabila kawah terdapat danau maka bila terjadi letusan menghasilkan lumpur.
    g) Pasir
    Material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Material ini akan terkonsentrasi di alur-alur lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di gunung.
    3. Question : energi apa setelah terjadi letusan?
    Answer : Banyak energi setelah letusan merapi diantaranya pertama lontaran material (pijar),terjadi ketika letusan (magmatik) berlangsung. Jauh lontarannya tergantung dari besarnya energi letusan, bisa mencapai ratusan meter jauhnya. Selain suhunya tinggi, ukuran materialnya pun besar dengan diameter > 10 cm sehingga mampu membakar sekaligus melukai, bahkan mematikan mahluk hidup. Lazim juga disebut sebagai “bom vulkanik”. Sedangkan kedua yaitu energi panas yang berupa awan panas dengan suhu dan kecepatan yang sangat tinggi. Dan masih banyak energi lainnya diantaranya getaran, gelombang, bunyi, gerak dan gesekan.
    4. Question : wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Answer :
    Gunung merapi yang memiliki kandungan magma yang kental (sticky).Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Proses tersebut berlaku pula di Merapi. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan.
    Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan.
    Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba, maka penduduk Lereng Merapi menyebutnya dengan “wedhus gembel” yang artinya bulu domba.
    Energi yang terkandung didalamnya adalah energi panas dengan suhu yang tinggi (300 – 700o C). Sementara kandungan material berupa abu, pasir hingga bongkah dalam satu adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi karena densiti dan panas.

    5. Question : apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Answer: Sebagai contoh meletusnya merapi, telah tersebar kepercayaan di masyarakat kita sekarang ini yaitu tentang adanya awan berbentuk petruk keluar dari puncak Gunung Merapi, yang menurut mitologi memiliki arti kurang menguntungkan.
    Apabila dijelaskan dengan ilmiah mengenai awan petruk sebagai berikut. Awan adalah massa terlihat dari tetesan air atau beku kristal tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi atau lain planet tubuh. Jika matahari bersinar, cahayanya sampai di permukaan bumi, lantas diserap bumi, tumbuhan, tanah, sungai, danau dan laut, sehingga menyebabkan air menguap. Uap air naik ke udara atau atmosfer. Uap air naik semakin lama semakin tinggi karena tekanan udara di dekat permukaan bumi lebih besar dibandingkan di atmosfer bagian atas. Semakin ke atas, suhu atmosfer juga semakin dingin, maka uap air mengembun pada debu-debu atmosfer, membentuk titik air yang sangat halus berukuran 2 – 100 mm (1 mm = 1 / 1.000.000 meter). Tanpa adanya debu atmosfer, yang disebut aerosol, pengembunan tidak mudah terjadi. Miliaran titik-titik air tersebut kemudian berkumpul membentuk awan.
    Sementara bentuk awan bermacam-macam tergantung dari keadaan cuaca dan ketinggiannya. Tapi bentuk utamanya ada tiga jenis yaitu
    a) Awan Commulus, yaitu awan yang bergumpal dan bentuk dasarnya horizontal
    b) Awan Stratus, yaitu awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata
    c) Awan Cirrus, yaitu awan yang berdiri sendiri, halus dan berserat, sering terdapat kristal es tetapi tak menimbulkan hujan
    Sehingga kemunculan awan berbentuk mirip “petruk” merupakan kejadian biasa, dimana awan dapat berbentuk apa saja tergantung keadaan cuaca dan ketinggian suatu tempat
    6. Question : bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Answer : Sejauh ini upaya yang dilakukan yaitu dengan cara “disuntik” dan upaya meminimalisir dampak letusan supaya tidak banyak korban akibat letusan gunung api. Secara teori gunung meletus pada dasarnya ada tekanan dalam perut bumi yang harus dikeluarkan. Disuntik itu maksudnya dibuat terowongan atau saluran untuk melepas atau mengurangi tekanan itu. Sedangkan upaya untuk menanggulangi bencana akibat letusan sebagai berikut :
    a) Melakukan mitigasi yang bersifat struktural yaitu dengan cara membangun konstruksi dengan cara membuat saluran-saluran air dari puncak ke bawah, agar sewaktu gunung meletus bisa diminimalisir air yang ditumpahkan.
    b) Mitigasi yang bersifat nonstruktural yaitu dengan penataan ruang, dengan tidak menempatkan pemukiman penduduk di daerah rawan bencana.
    7. Question : secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Answer : Ya dapat,
    Beberapa gunung di Indonesia mempunyai potensi energi panas bumi yang cukup banyak. Indonesia saat ini hanya menggunakan 1.100 Mw atau hanya 4,2 persen dari cadangan panas bumi dalam negeri atau sekitar 40 persen dari potensi panas bumi dunia Energi panas bumi adalah energi yang diekstraksi dari panas yang tersimpan di dalam bumi.
    Pembangkit listrik panas bumi menggunakan uap dari sumber panas di dalam bumi. Selajutnya sama seperti pembangkit listrik pada umumnya, uap dari dalam bumi ini digunakan untuk memutar turbin yang akan mengaktifkan generator, sehingga listrik bisa dihasilkan Efisiensi termal dari pembangkit listrik tenaga panas bumi cenderung rendah karena fluida panas bumi berada pada temperatur yang lebih rendah dibandingkan dengan uap atau air mendidih. Berdasarkan hukum termodinamika, rendahnya temperatur membatasi efisiensi dari mesin kalor dalam mengambil energi selama menghasilkan listrik. Sisa panas terbuang, kecuali jika bisa dimanfaatkan secara lokal dan langsung, misalnya untuk pemanas ruangan. Efisiensi sistem tidak mempengaruhi biaya operasional seperti pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil.
    Cara untuk mengendalikan energi panas bumi gunung berapi :
    Bagian dalam bumi memiliki suhu tinggi. Panas inilah yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listik tenaga panas bumi. Tetapi kita berusaha mencari daerah-daerah yang relatif dangkal. Daerah yang dangkal lebih mudah diambil panasnya secara teknologi. Selain itu juga lebih murah tentunya dalam hal investasi. Keberadaan sumber panas bumi yang relatif dangkal ini ditandai dengan munculnya geyser, sumber air panas, fumarol, kolam air panas, dan lain sebagainya.
    Di daerah yang berprospek menghasilkan panas bumi, dibuat sumur pemboran. Dari sumur-sumur produksi ini akan menghasilkan uap. Uap selanjutnya akan dialirkan menuju separator untuk memisahkan uap dengan air. Umumnya lapangan panas bumi ini menghasilkan fluida 2 fasa, yaitu uap dan air. Setelah bersih, uap ini akan dialirkan ke turbin, turbin selanjutnya akan memutar generator. Dan generator inilah yang akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik.
    Uap yang keluar dari turbin selajutnya akan masuk ke kondensor untuk dikondensasikan. Uap akan berubah wujudnya menjadi cair yang disebut dengan kondensat. Kondensat ini kemudian dialirkan ke menara pendingin untuk mendinginkan suhunya. Lalu air yang sudah relatif dingin ini diinjeksikan kembali ke dalam bumi melalui sumur injeksi. Inilah yang menjadikan energi panas bumi sebagai energi yang berkelanjutan. Dampak negatif pemanfaatan energi panas bumi ini tehadap lingkungan bisa dikatakan nol. Tidak ada emisi karbon, tidak ada hujan asam. Sehingga menjadikan panas bumi sebagai sumber energi yang ramah lingkungan

    8. Question : apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Answer :
    Ya saya terinspirasi, dengan kejadian ini dari sisi kemanusiaan saya lebih memahami akan pentingnya tolong menolong dengan sesama. Dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi dari kejadian ini saya lebih mengerti proses terjadinya letusan gunung berapi sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan tujuan untuk mengurangi dampak dari letusan gunung berapi.
    Selain memberikan dampak negatif, letusan gunung merapi juga dapat memberi dampak positif dikemudian hari, karena tanah akan menjadi sangat subur karena batuan dan mineral yang membentuk komposisi gunung berapi sangat dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan. Selain itu material seperti batu dan pasir yang merupakan hasil dari letusan dapat dimanfaatkan dan masih banyak keuntungan lainnya.
    Nama : Arfiana Nurani
    Kelas : X.4
    No.Abs : 08

  125. 1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    a.Energi Kalor / Panas.
    b. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika ( Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Energi Kalor/Panas
    Getaran
    Gelombang
    Bunyi
    Gerak
    Potensial
    Gesekan
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava.
    5.apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada?
    mnurut pemikiran saya mitostidak tidak dapt dihubungkan degan keadaan ilmiah karena sebenarnya mtos kurang masu aal dan hanya sebuah kpercayaan atau animisme dari masyarakat setempat.
    6.Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sejauh ini upaya pencegahan hanya dilakukan dengan mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan pencegahan pada sifat letusannya.
    7..Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    a. Kecepatan pelepasan ( discharge ) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per-satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sembaran petir vertikal dari bawah ke atas. Bermanfaat sebagai penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    b.Panas bumi yang berupa fluida, misalnya air panas alam (hot spring) di atas suhu 175°C, dapat digunakan sebagai sumber pembangkit flash steam power plant.
    c.Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8.Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    ya, tentu .dengan terjadi meletusnya gunung merapi kita dapat memperoleh wawasan yang luas dengan menjaga kelestarian lingkungan dan tidak merusak alam serta meningatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan

  126. Nama : Dimas Anugrah D.s
    Kelas : X.3
    No. Absen : 11

    1. Energi apa yang menjadikan gunung merapi meletus?
    Energi gerak karena adanya pergeseran lempeng, energy panas dari magma , dan endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).
    2. Material Gunung Meletus
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    3. Energi apa setelah terjadi letusan?
    Letusan Merapi kali ini bertipe vulkanian karena ada energi yang cukup maka bisa membersihkan kubah lava. Tidak hanya menyusupkan magma, tapi melontarkan. Ini karena energinya yang terakumulasi. Perubahan tipenya karena dinamika magma yang mengandung semakin banyak gas.
    Tipe letusan Merapi memang dalam sejarahnya ada perubahan mengalirkan lava, membentuk kubah, erupsi letusan. Dan memang ada siklusnya. Jadi sekian tahun kubah, sekian tahun eksplosif, sekian tahun berubah lagi. Ini siklus gunung strato (tinggi dan mengerucut yang terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras).
    Pada suatu gunung ada siklus pertumbuhan gunung api. Ada periode yang erupsinya banyak lava mengalir, bentuk kubah, dan sebagainya. Sifatnya bisa saja berubah-ubah, namun tidak berarti sangat cepat. Tipe strato, seperti kebanyakan gunung di Indonesia memang begitu.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Awan Panas guguran (wedus gembel) ataupun guguran lava pijar merupakan manifestasi dari aktivitas gunung api yang sangat berbahaya. Dari kejauhan aktivitas Merapi yang berupa wedus gembel dan guguran lava pijar dan keadaan cuaca terang sangat indah untuk dilihat.
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Yang menewaskan banyak warga lereng Merapi beberapa waktu lalu bahkan mencapai kecepatan 200 km per jam saat turun dari punggung gunung. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin. Energi gerak / mekanik : Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.
    5. Apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul.Mitos-mitos yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus. Juga upaya untuk mengefakuasi wargan disekitar merapi.
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Ya dapat, Material merapi yang keluar bias menyuburkan tanah yang tandus. Pasir akan terkonsentrasi di alur-alur lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Sebab, lahar itu sendiri merupakan bagian dari produk letusan gunung api tersebut. Berdasarkan informasi BPPTK dan PVMBG bahwa material yang sudah dimuntahkan Gunung Merapi ini mencapai 100 juta meter kubik. Maka, diperkirakan pasir-pasir yang akan menjadi rezeki di alur-alur sungai tersebut pastinya tidak akan melebihi jumlah atau volume itu.
    8.Apakah anda terisnpirasi dari meletusnya merapi?
    Ya saya terisnpirasi, yang mulanya tidak tahu dan tidak mau tahu, sekarang saya mulai mencari informasi tentang merapi. Energi apa saja yang dikeluarkan dan terjadi, material yang dikeluarkan, sampai korban yang tewas akibat letusan merapi.Ini juga menambah ilmu sekaligus wawasan tentang merapi, disamping iu kita juga bisa belajar mengenai bagaimana Gunung itu meletus dan penyebabnya, sehingga kita tidak terlalu percaya pada mitos masyarakat sekitar Merapi.Letusan itu juga bias menandakan peringatan dari Allah SWT. agar senantiasa ingat dan beribadah kepadanya.

  127. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    Energi tersebut adalah Energi Kalor (Panas) beserta Tekanan endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi dan mengeluarkan lahar.
    2. Material yang keluar dari gunung berapi:
    -Gas Vulkanik
    -Lava dan aliran pasir serta batu panas
    -Lahar
    -Abu Letusan
    -Awan Panas
    3. Energi setelah Letusan terjadi :
    -Energi Eksogen
    4. – Penyebab terjadinya wedus gembel :
    kubah lava di puncak Gunung berapi mengalami guguran.
    – Energi yang terkandung :
    Awan panas ini merupakan campuran material berukuran debu hingga blok bersuhu lebih dari 700 derajat celsius yang meluncur dengan kecepatan bisa di atas 100 kilometer per jam.
    5. Mitos tanggal 26 adalah hari dimana terjadinya bencana besar..
    itulah yang banyak orang katakan ..
    . tetapi apabila dipelajari secara ilmiah,
    maka tidak ada hubungannya dengan tanggal 26 tersebut
    . bencana alam yang terjadi dibumi itu di akibatkan karena perubahan bentuk bumi yang semakin tua .
    6. semua Letusan gunung merapi tidak dapat diubah bagaimana cara meletusnya, tetapi hanya dapat mencegah letusan itu terjadi
    dan upaya tersebut adalah dengan cara manusia melestarikan lingkungan hidupnya dan terutama tidah menebang pohon secara bebas tanpa kendali .
    7. pemanfaatan Merapi :
    merapi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dengan muatan kecil dan biasa digunakan sebagai cadangan energi listrik
    8. ya , karena dengan kejadian meletusnya gunung merapi kita dapat lebih bersyukur karena tempat kejadiannya bukan ditempat dimana saya tinggal, dan kita dapat lebih membudidayakan dan menjaga lingkungan alam sekitar

    Nama : Siti Khoerunnisa (26)
    Klass : X1

  128. NAMA : DIAN RATNA SARI
    KELAS : X.1
    NO. ABSEN : 08

    1. Energi yang menyebabkan gunung meletus adalah energi kalor, tekanan dan kemagnetan. Di bawah kerak bumi terdapat cairan panas berpijar yang disebut magma. Gunung ai meletus bila tekanan di bawah tanah bertambah , sehingga memaksa magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi. Selain itu, adanya peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung.

    2. Material yang keluar dari gunung berapi:
    – Wujud padat (eflata) :
    * Bom (eflata berukuran besar)
    * Lapili (eflata berukuran kecil)
    * Pasir vulkanik
    * Abu vulkanik
    * Batu apung
    – Wujud cair :
    * Lava (aliran magma yang sampai ke permukaan bumi)
    * Lahar (lava yang telah bercampur dengan materi-materi di permukaan bumi)
    – Wujud gas :
    * Gas belerang
    * Gas nitrogen
    * Gas asam arang
    * Uap air

    3. Energi yang dihasilkan setelah gunung meletus :
    Energi potensial, getaran gelombang dan bunyi, suhu, kalor.

    4. Penyebab munculnya awan panas : Gunung berapi memiliki dua kantong magma. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Kemudian terjadi migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar. Kemudian dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas.
    Kandungan dari awan panas : Campuran material letusan berupa abu, pasir hingga bongkah dalam satu adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi karena densiti dan suhunya yang tinggi.
    Energi yang terkandung : Energi kinetic, suhu, gerak, tekanan.

    5. Mitos-mitos rakyat setempat tidak dapat digabungkan dengan keadaan alamiah. Karena mitos-mitos tersebut hanya kepercayaan masyarakat setempat dan tidak dapat dijelaskan secara keilmuan.

    6. Hingga saat ini, eksplosif dari gunung berapi tidak dapat dicegah. Yang bisa dilakukan sekarang adalah mendeteksi kapan kira-kira gunung berapi akan meletus menggunakan berbagai alat, seperti, seismometer, alat monitoring deformasi (EDM dan tilt meter), alat pencatat gas, dan alat monitoring visual. sehingga penduduk disekitar gunung berapi tersebut dapat segera dievakuasi.

    7. Energi alam gunung berapi yang dapat dimanfaatkan :
    Abu vulkanik yang dimuntahkan gunung berapi saat meletus dapat membuat tanah lebih subur. Selain itu, gunung api merupakan daerah penangkapan huja yang baik sehingga dapat berfungsi sebagai tempat reservoir air.

    8. Saya terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi. Meletusnya gunung merapi menyadarkan saya untuk selalu menjaga alam selagi bisa dan mensyukuri apa yang telah saya miliki sekarang. Serta, kejadian ini lebih menyadarkan saya untuk selalu membantu sesama selagi saya mampu.

  129. NAMA : DIAN RATNA SARI
    KELAS : X.1
    NO. ABSEN : 08

    1. Energi yang menyebabkan gunung meletus adalah energi kalor, tekanan dan kemagnetan. Di bawah kerak bumi terdapat cairan panas berpijar yang disebut magma. Gunung ai meletus bila tekanan di bawah tanah bertambah , sehingga memaksa magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi. Selain itu, adanya peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung. (sumber : yahoo answer dan buku geografi bilingual kelas X)

    2. Material yang keluar dari gunung berapi:
    – Wujud padat (eflata) :
    * Bom (eflata berukuran besar)
    * Lapili (eflata berukuran kecil)
    * Pasir vulkanik
    * Abu vulkanik
    * Batu apung
    – Wujud cair :
    * Lava (aliran magma yang sampai ke permukaan bumi)
    * Lahar (lava yang telah bercampur dengan materi-materi di permukaan bumi)
    – Wujud gas :
    * Gas belerang
    * Gas nitrogen
    * Gas asam arang
    * Uap air
    (sumber : buku geografi bilingual kelas X)

    3. Energi yang dihasilkan setelah gunung meletus :
    Energi potensial, getaran gelombang dan bunyi, suhu, kalor.

    4. Penyebab munculnya awan panas : Gunung berapi memiliki dua kantong magma. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Kemudian terjadi migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar. Kemudian dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas.
    Kandungan dari awan panas : Campuran material letusan berupa abu, pasir hingga bongkah dalam satu adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi karena densiti dan suhunya yang tinggi.
    Energi yang terkandung : Energi kinetic, suhu, gerak, tekanan
    (rovicky.wordpress.com)
    5. Mitos-mitos rakyat setempat tidak dapat digabungkan dengan keadaan alamiah. Karena mitos-mitos tersebut hanya kepercayaan masyarakat setempat dan tidak dapat dijelaskan secara keilmuan.
    6. Hingga saat ini, eksplosif dari gunung berapi tidak dapat dicegah. Yang bisa dilakukan sekarang adalah mendeteksi kapan kira-kira gunung berapi akan meletus menggunakan berbagai alat, seperti, seismometer, alat monitoring deformasi (EDM dan tilt meter), alat pencatat gas, dan alat monitoring visual. sehingga penduduk disekitar gunung berapi tersebut dapat segera dievakuasi.
    7. Energi alam gunung berapi yang dapat dimanfaatkan :
    Abu vulkanik yang dimuntahkan gunung berapi saat meletus dapat membuat tanah lebih subur. Selain itu, gunung api merupakan daerah penangkapan huja yang baik sehingga dapat berfungsi sebagai tempat reservoir air.

    8. Saya terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi. Meletusnya gunung merapi menyadarkan saya untuk selalu menjaga alam selagi bisa dan mensyukuri apa yang telah saya miliki sekarang. Serta, kejadian ini lebih menyadarkan saya untuk selalu menolong sesama selagi mampu

  130. 1 ) gunung meletus terjadi akibat adanya endapan magma yg terus menerus bertambah hingga akhirnya sampai pada suatu titik dimana magma trsebut akan keluar dengan dibantu oleh gas bertekanan tinggi, maka terjadilah letusan….

    2 )material yang dikeluarkan yaitu,
    * gas vulkanik * Lava dan aliran pasir serta batu panas * Lahar * Tanah longsor * Gempa bumi * Abu letusan * Awan panas

    3 )3.Energi setelah letusan adalah: energi *panas *gerak *getaran *gelombang vertikal *gelombang horizontal *potensial *bunyi *gesekan

    4 )Menurut para ahli bahwa Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 700oC akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    Awan panas dan beracun itu berasal dari pencampuran sulfur dioksida, karbon dioksida dan hidrogen flourida.

    5 )mitos-mitos yg ada tak dapt dikaitkan dg fakta ilmiah yg ada karna,,mitos2 trsebt tdak didsarkan dg pembuktian ilmiah yg jelas maka, mitos2 tersebut hanya dpt menjadi cerita imajinasi belaka.

    6 )upaya untuk menghindarinya memang sulit dilakukan,, namun dapat dilakukan dg cara mengevakuasi masyarakat lebih dini sehingga korban jiwa yg ada sedikit atau mungkin dapat selamat semua ^_^

    7 )adapun hal itu dpt dimanfaatkan sebagai
    •Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan

    8 )ya,, saya sangat terinspirasi dr hal itu dg begitu saya dpat mengetahui bahwa ciptaanNya itu sangat luar biasa hebatnya dan juga hal itu dpt melatih rasa kemanusiaan kita kepada sesama jug a bisa melatih kita untuk slalu waspada bahwa bencana dapat datang kapanpun dan dimanapun kita berada….

  131. Nama :Dany Afrianto
    Kelas :X.4
    No.Absen :11

    1. Energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab : Energi dari perut bumi.

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab :
    Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus.Gastersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
    Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
    Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
    Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan.Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
    Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab : Energi panas,energi bunyi,energi cahaya

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    Wedus gembel disebabkan karena ALIRAN PIROKLASTIK.
    Aliran piroklastik adalah salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan (diketahui sebagai tefra).Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h. Gas dapat mencapai temperatur diatas 1000 derajat Celsius.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada?jelaskan!
    Jawab :
    Tidak bisa karena mitos rakyat tidak bisa dibuktikan dengan keadaan ilmiah dan keduanya sangat berbeda.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab : Saat ini belum ada yang bisa manusia lakukan untuk menahannya. Yang kita bisa lakukan hanyalah berdoa kepada Allah SWT
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam?bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab : Dapat, contoh energi panas bumi dapat kita manfaatkan untuk sumber tenaga listirk.

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab : Ya, karena saya bisa belajar banyak dari meletusnya Gunung Merapi dan juga saya semakin percaya akan keagungan Allah SWT

  132. 1.Energi yang menyebabkan gunung meletus yaitu energi geothermal atau panas bumi.
    2.Ada beberapa material yang keluar pada saat gunung meletus, seperti:
    1. Material padat : bebatuan, awan panas, dsb.
    2. Mterial cair: Lahar panas, lahar dingin, magma, lava pijar, dsb.
    3. Material gas: mofet, gas beracun, dsb.
    Secara umum material yang keluar adalah awan panas, debu vulkanik, lahar, magma, gas beracun, bebebatuan, dan yang lainnya.
    3. Energi setelah gunung meletus yaitu energi kalor, energi mekanik, energi bunyi, serta ada juga gaya gesekan.
    4. Wedhus gembel/awan panas disebabkan oleh erupsi eksplosif dalam mengeluarkan magma. Sedangkan yang dikandungnya yaitu material panas.
    5.Menurut saya mitos yang ada disekitar masyarakat tidak bias dikaitkan dengan keadaan ilmiah. Karena keadaan ilmiah berbasis ilmu pengetahuan, sedangkan mitos tersebut merupakan tradisi kepercayaan masyarakat.
    6.Mungkin dapat dengan cara menyuntik gunung tersebut agar kepundan tidak tersumbat, maka letusan yang eksplosif pun dapat terkurangi atu bahkan hilang.
    7.Tentu saja bisa,lain berbahaya,gunung api merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    Sumberdaya Energi :
    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    Selain itu tanah bekas material gunung berapi sangat subur,dan dapat dimanfaatkan untuk pertanian.
    8.Ya. Dengan meletusnya gunung berapi, saya terinspirasi untuk memepelajarinya, karena dengan mempelajarinya kita dapat menambah pengetahuan kita.
    X.1/7/Dhony Setyawan

  133. Nama : Ayu Imade Rosdiana
    Kelas : X.1
    Absen : 04
    1. Energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab :
    a. Energi Kalor / Panas
    b. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika ( Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam ), selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak.
    2. Material dikeluarkan dari gunung berapi?
    Jawab :
    a. bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    b. bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    c. bahan gas : solfatar , fumarol , dan mofet
    3. energi setelah terjadi letusan
    Jawab :
    a. energi bunyi : suara gemuruh terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi.
    b. energi termal : merapi sudah melepaskan energi termal mencapai 12 megaton TNT.
    c. gaya gesekan : peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    d. Energi rambatan : gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi.
    e. Energy gerak / mekanik : . Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    awan panas disebabkan oleh guguran kubah lava,sedangkan jika arah mengalirnya berdasarkan angin yang bertiup, kandungan yang ada diawan panas merupakan material panas dalam gunung dan energinya merupakan energi dari dalam bumi.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab :
    Tidak.
    sama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.
    6.Upaya agar merapi tidak meletus eksplosif
    Jawab :
    Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus. Juga upaya untuk mengefakuasi wargan disekitar merapi.
    7. Dapatkah energi merapi dimanfaatkan?bagaimana caranya?
    Jawab :
    Ya dapat.
    a. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    b. Debu vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung menganding zat yang bisa menyuburkan tanah. Kesuburan tanah akibat letusan gunung ini terutama yang berada di daerah tropis seperti Indonesia.
    c. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunung api dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Jawab :
    Ya, meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja, serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama.

  134. Nama : Maria Christia Yossy.A
    kelas: X.3
    No.absen: 21

    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Letusan gunung api adalah salah satu panorama dramatis di bumi.Di bawah kerak bumi terdapat cairan merah panas yang disebut magma. Gunung berapi meletus krn tekanan di bawah tanah bertambah, shg memaksa magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    material yg keluar antara lain:
    Wujud padat:
    -Bom= eflata yg berukuran besar
    -Lapili= eflata dg ukuran kecil spt kerikil
    -Pasir vulkanik
    -Abu vulkanik
    -Batu apung
    Wujud cair:
    -Lava
    -Lahar
    Wujud gas:
    -gas belerang
    -gas nitrogen
    -gas asam arang
    -uap air
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    energi setelah terjadi letusan antara lain energi panas,gerak,energi potensial,getaran,bunyi,gelombang vertikal,gesek.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Wedus gembel adalah Awan panas yang berisi gumpalan abu vulkanik dan material-material lain sehingga menghasilkan suhu yang sangat panas itu akibat dari meletusnya gunung merapi.
    Gas yang ada di dalam wedhus gembel yaitu: Gas piroklastik campuran dari fragmen solid hingga semisolid yang panas piroklastik merupakan fenomena paling mematikan dari semua unsur vulkanik lainnya. Wedus gembel ini terdiri dari dua bagian yaitu aliran basal yang merukan fragmen kasar dan bergerak di stagnan serta awan abu turbelen yang muncul di aliran basal.
    Gas: SO2,CO2.H2S,CO,HCL,dan H2O2
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    mitos akan selalu ada dalam kehidupan masyarakat karena merupakan bagian dari budaya. Mitos bukan hanya milik masyarakat tradisional saja karena masyarakat modern pun melahirkan mitos dalam hidupnya. Mitos menjadi akrab dalam kehidupan masyarakat karena melalui mitos lahir harapan.Di Gunung Merapi banyak mitos yang dilahirkan warga sekitar. Misalnya saja, mitos Kiai Sapu Jagad, mitos Mbah Petruk, dan sebagainya.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    setahu saya belum ada cara yg dpt mengatasi gunung merapi tidak eksplosif saat meletus.hanya bisa di cegah,misal dengan menyuntiknya supaya lubang kepundan tdk tersumbat.

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Bisa. Material vulkanik termasuk abu vulkanik yg menutupi daerah pertanian,setelah jangka waktu satu atau dua tahun akan menambah kesuburan tanah untuk jangka waktu puluhan tahun.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    ya. saya sangat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi di sleman, jogjakarta,karena dengan fenomena ini saya menjadi lebih yakin bahwasanya kuasa Tuhan begitu dasyat.Dan saya sangat bersyukur karena tempat di mana saya dan keluarga saya tinggal masih aman-aman saja.

  135. nama;mayherra riyaji rinantya
    kelas;x.3
    no;22

    1. energi apa yang mengakibatkan gunung itu meletus?

    dapat di pengaruhi energi dari dalam(endogen),dan energi dari luar(eksogen).serta dorongan magma dari dalam perut gunung yang memaksa keluar

    2.material vulkanik,seperti
    bebatuan,awan panas,lahar,lava,magma dll.
    3.energi apa setelah terjadi letusan????
    energi panas,potensial,bunyi,getaran dll.
    4.awan panas disebabkan oleh apa?apa kandungannya?
    disebabkan dari erupsi eksplosif yang mengeluarkan awan panas,dari kuba kawah.
    gas yang terkandungdalanm awan panas;gas flour,
    belerang,
    H2S,
    magnesium dan,
    kalium.
    5.mitos2 rakyat.
    mitos2 gunung selalu di kait2kan pada hal2 mistik yang menurut mitos2 rakyat setiap gunung berapi pasti ada juru kuncinya,dan si juru kunci dapat mengatasi keadaan gunung yang sedang tidak stabil,padahal dalam nyatanya,gunung yang tidak stabil itu bukan karena si juru kunci, tetapi karna keadaan gunung itu sendiri.
    6cara mengatasi supaya gunung tidak eksploitas meletusnya.
    dengan cara mengawasi terus keadaan gunung,agar terus stabil,dan melakukan pengevakuasian warga ke tempat yang lebih aman.
    7.ya….energi panas merapi dapat di gunakan sebagai alat pembangkit listrik,sebagai pembangkit aliran sungai ,sebagai daya bahan galian industri.
    8.apakah anda dapat terinspirasi debgan meletusnya gunung merapi?????????
    kita jadi semakin mengerti tentang alam,sebagai kita menjaga alam kita,sebelum rusak tidak menebangi tumbuhan di sekitar gunung agar nantinya tidak terjadi longsor,tidak membangun tempat pemukiman di sekitar gunung berapi………..

  136. 1.energi apa ang menyebabkan gunung meletus?
    energi/tenaga endogen yang terdapat di dalam bumi
    2.material apa saja yang keluar dari letusan gunung berapi?
    *lava pijar
    *lahar panas/dingin
    *wedhus gembel
    *abu letusan
    *gas yang beracun
    *gas vulkanik dll.
    3.energi apa setelah letusan?
    *gelombang vertikal
    *gelombang horizontal
    *gerak
    *potensial
    *bunyi
    *gesekan
    4.wedhus gembel/awan panas terjadi karena apa?dan kandungan/energi apa yang ada di dalamnya?
    wedhus gembel disebabkan karena aliran piroklastik
    kandungan di dalam wedus gembel adlh abu lava/lava pijar yang suhunya kurang lebih 700 derajat celcius
    5.apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan ilmiah yang ada?jelaskan!
    mitos hanyalah sebuah pembicaraan yang belum di ketahui benar/tidaknya sehingga belum tentu mitos tersebut dapat dihubungkan dengan bukti ilmiah
    untuk itu pelu adanya penelitian terhadap mitos tersebut
    6.bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak meletus secara ekplosif?
    menurut saya meletusnya merapi tidak bisa di cegah karena sudah menjadi kuasa tuhan tetapi kita bisa mencegah jatuhnya banyak korban dengan mengevakuasi daerah sekitar merapi.
    7.secara ilmiah dapatkah energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam?bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    bisa,aliran lahar digin yang cukup deras dapat digunakan untuk tenaga pembangkit listrik.
    8.apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi?jelaskan!
    meletusnya gunung merapi membuat saya sadar bahwa alam sedang tidak berada dalam keseimbangan,saya berfikir kenapa kita tidak mengembalikan apa yang alam pinjamkan kepada kita.,,,

  137. nama : indah ayu rossiana letty
    kelas : X5
    1.Penyebab gunung merapi meletus
    Letusan gunung merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas bertekanan tinggi. Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika yang terbentuk jutaan lalu.
    Magma itu sandiri merupakan material cair yang terletak di dalam dapur magma di bawah permukaan bumi. Magma di bumi merupakan larutan silika bersuhu tinggi yang kompleks dan merupakan asal semua batuan beku. Magma berada dalam tekanan tinggi dan kadang kala memancut keluar melalui pembukaan gunung berapi dalam bentuk aliran lava atau letusan gunung berapi. Letusan gunung Merapi mungkin saja terjadi karena material yang berada di dalam perut gunung berkontraksi sangat kuat sehingga selalu mencari tempat/celah-celah untuk memuntahkannya.

    2. material yang keluar dari gunung berapi
    Material dikeluarkan dari gunung berapi adalah berupa material padat yakni bom , lapili , pasir ,abu material cair yang berupa lava , lahar panas ,dan lahar dingin serta material gas yang berupa solfatar , fumarol ,mofet, Karbonmonoksida, Karbondioksida, Hidrogen Sulfida, Sulfurdioksida, dan Nitrogen yang berbahaya bagi manusia.
    3. energi yang tibul setelah terjadi letusan
    Energi yang terbentuk setelah terjadinya letusan gunung Merapi ialah energi kalor, getaran, energi potensial, energi gerak,energi bunyi serta gelombang.
    4. penyebab wedus gembel/ awan panas dan kandungan serta energi yang terkandung
    Wedus gembel/awan panas disebabkan karena aliran piroklastik yang merupakan aliran yang dihasilkan oleh letusan gunung yang terdiri atas gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan. Aliran ini bergerak dengan sangat cepat dan bertemperatur hingga 1000 derajat Celcius lebih. Tidak mengherankan bila awan panas tersebut telah menelan banyak korban termasuk manusia. Energa yang terkandung ialah energa kalor/panas
    5. apakah mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Menurut saya tidak, mitos-mitos yang diperbincangkan di masyarakat tidak dapat dikait-kaitkan dengan keadaan alamiah.
    Beberapa masyarakat setempaat mengatakan bahwa gunung Merapi meletus kerena menurutnya itu semua merupakan tanda-tanda sebentar lagi akan terjadi kiamat, selain itu mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya. Semua mitos-mitos tersebut menurut saya hanya karena nasyarakat yang masih berpikiran tradisional. Tapi jika kita memandang masalah tersebut secara ilmiah maka jawaban yang tepat menurut saya ialah gunung Merapi meletus karena gunung Merapi telah bertahun-tahun mengalami kontraksi di dalam perutnya, dan mungkin sekarang waktunya untuk mengeluarkannya.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Menurut saya sementara ini belum ada yang dapat mengatasi agar gunung Merapi tidak eksplosif meletusnya, kita juga tidak dapat mengetahui kapan gunung Merapi akan meletus kembali dan kapan pula akan mereda. Sejauh ini kita hanya dapat memperkirakan saja.
    Hanya Tuhan yang mengetahui apa yang akan terjadi, dan sudah seharusnya kita meminta kepada Yang Maha Kuasa agar Ia memberikan yang terbaik untuk umatnya.
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Ya, dapat.
    Abu vulkanik yang dihasilkan oleh letusan gunung berapi menyuburkan tanaman. Pada saat abu vulkanik keluar dan mengalir di atas tanah kemungkinan tanaman yang dilaluinya akan mati pada waktu itu, namun beberapa tahun kemudian tanah yang terlewati tadi akan menjadi sangat subur dan tanaman yang tumbuh disekitarnyapun akan tumbuh subur pula.
    Selain itu Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    8. inspirasi yang timbul dengan adanya letusan gunung merapi
    Ya, peristiwa meletusnya gunung Merapi telah memberikan pelajaran khususnya bagi saya agar selalu berwaspada terhadap segala hal yang mungkin akan terjadi, juga menginspirasi saya agar saya selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang mengatur alam ini.
    Namun dibalik peristiwa yang terjadi ini saya amat yakin ada sebuah hikmah yang baik bagi kita.

  138. 1. penyebab gunung merapi meletus di karenakan adanya tenaga endogen yang berasal dari dalam bumi dan kemudian mendorong magma keluar melalui kawah di gunung merapi. Magma tersebut dikeluarkan selain adanya tenaga endogen juga dipengaruhi oleh tekanan gas yang berada di bawahnya dan mendorong magma tersebut keluar.
    2. material yang dikeluarkan:
    a. lava pijar
    b. awan panas
    c. batuan dan juga kerikil
    d. abu vulkanik yang menyebar sampai di jawa barat
    e. gas-gas beracun
    f. lahar panas
    g. lahar dingin
    selain material-material tersebut juga menghasilkan getaran sejauh 12 km.
    3. energi yang dihasilkan setelah terjadinya letusan ialah antara lain:
    a. energi panas/kalor
    b. energi gerak
    c. energi bunyi yang masih terdengar suara gemuruh 30 km dari puncak merapi
    d. energi potensial
    4. awan panas adalah salah satu material yang dikeluarkan oleh gunung merapi. awan ini mengandung beberapa gas yang sangat berbahaya, seperti sulfur dioksida, karbon dioksida, dan lain-lain. Awan ini dapat mencapai suhu 600 C. dan meluncur dengan kecepatan 120 km/h.
    5. menurut pendapat saya. Mitos-mitos tersebut tidak sesuai dengan penjelasan ilmiah. Karena mitos-mitos tersebut hanya karangan semata dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.
    6. cara untuk mengatasi agar gunung merapi tidak eksplosif meletusnya mungkin sangatlah sulit. Ini dikarenakan kita tidak mungkin bisa melawan alam. Kita hanya bisa menjaga dan merawatnya. Mungkin agar dapat meminimalisir jatuhnya korban dapat dilakukan dengan cara melakukan evakuasi warga yang berada dalam jangkauan letusan gunung merapi.
    7. dapat. Letusan merapi selain mengakibatkan kerusakan juga pasti ada manfaatnya. Seperti aliran lahar yang mengalir di sungai ketika sudah mongering dapat dimanfaatkan untuk mengambil pasir dan bebatuan dan digunakan sebagai bahan membuat bangunan. Dan juga abu vulkaniknya akan bisa menyuburkan tanah. Energi panasnya buminya pun dapat dijadikan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik.
    8. dengan meletusnya gunung merapi, saya berharap agar kita semua dapat menjaga dan memelihara alam dengan baik. Seperti kodrat manusia diciptakan sebagai penjaga ala ini. Semoga tidak ada lagi bencana yang melanda Tanah Air Kita ini lagi. Amin

  139. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    Gunung berapi terbentuk dari magma, yaitu batuan cair yang terdalam di dalam bumi. Magma terbentuk akibat panasnya suhu di dalam interior bumi. Pada kedalaman tertentu, suhu panas ini sangat tinggi sehingga mampu melelehkan batu-batuan di dalam bumi. Saat batuan ini meleleh, dihasilkanlah gas yang kemudian bercampur dengan magma. Sebagian besar magma terbentuk pada kedalaman 60 hingga 160 km di bawah permukaan bumi. Sebagian lainnya terbentuk pada kedalaman 24 hingga 48 km.
    Magma yang mengandung gas, sedikit demi sedikit naik ke permukaan karena massanya yang lebih ringan dibanding batu-batuan padat di sekelilingnya. Saat magma naik, magma tersebut melelehkan batu-batuan di dekatnya sehingga terbentuklah kabin yang besar pada kedalaman sekitar 3 km dari permukaan. Kabin magma (magma chamber) inilah yang merupakan gudang (reservoir) darimana letusan material-material vulkanik berasal.
    Magma yang mengandung gas dalam kabin magma berada dalam kondisi di bawah tekanan batu-batuan berat yang mengelilinginya. Tekanan ini menyebabkan magma meletus atau melelehkan conduit (saluran) pada bagian batuan yang rapuh atau retak. Magma bergerak keluar melalui saluran ini menuju ke permukaan. Saat magma mendekati permukaan, kandungan gas di dalamnya terlepas. Gas dan magma ini bersama-sama meledak dan membentuk lubang yang disebut lubang utama (central vent). Sebagian besar magma dan material vulkanik lainnya kemudian menyembur keluar melalui lubang ini. Setelah semburan berhenti, kawah (crater) yang menyerupai mangkuk biasanya terbentuk pada bagian puncak gunung berapi. Sementara lubang utama terdapat di dasar kawah tersebut.
    Setelah gunung berapi terbentuk, tidak semua magma yang muncul pada letusan berikutnya naik sampai ke permukaan melalui lubang utama. Saat magma naik, sebagian mungkin terpecah melalui retakan dinding atau bercabang melalui saluran yang lebih kecil. Magma yang melalui saluran ini mungkin akan keluar melalui lubang lain yang terbentuk pada sisi gunung, atau mungkin juga tetap berada di bawah permukaan
    “Gunung berapi adalahmanifestasi keluarnya magma dari dalam perut bumi, yaitu dari zona subduction. Biasanya karena subduction yang terus menerus bergerak, di mana ada bukaan keluar dalam bentuk gunung api, keluarlah magma”

    Gempa tektonik yang terus-menerus juga dapat memicu aktivitas gunung berapi. Seperti yang saat ini dapat diamati di Gunung Talang. setelah gempa tektonik Mentawai yang berkekuatan 6,8 skala richter pada tanggal 10 April 2005, Gunung Talang sempat menunjukan aktivitas vulkanik pada tanggal 12 April 2005.

    2. Material letusan gunung berapi
    Saat meletus, gunung berapi mengeluarkan material-material yang terdiri dari lava, tepra, dan gas. Jenis dan jumlah material yang dikeluarkan saat letusan, bergantung pada komposisi magma yang ada dalam gunung berapi tersebut.
    Lava
    Batuan pijar meleleh yang terdapat di dalam perut bumi disebut dengan magma. Magma yang keluar dari gunung berapi saat terjadi letusan, disebut dengan lava. Bila magma bersifat cair (fluid), maka lava yang dihasilkannya akan mengalir dengan cepat di permukaan lereng gunung. Sambil mengalir, lava ini mendingin, dan akhirnya menjadi batuan beku dan membentuk kubah lava baru.
    Tepra
    Disebut juga dengan material piroklastik (pyroclastic material). Gunung berapi yang memiliki kandungan magma yang kental (sticky), bila terjadi letusan yang eksplosif, akan menghasilkan aliran piroklastik (pyroclastic flow), atau di Indonesia biasa dikenal dengan istilah wedus gembel. Wedus gembel merupakan awan panas yang tersusun dari batu, debu, bara, dan gas, mengalir menuruni lereng gunung dengan kecepatan yang sangat tinggi, mencapai 300 km/jam. Ini kira-kira 2 kali kecepatan maksimal mobil sedan di jalan Tol! Semua benda yang dilaluinya akan hangus terbakar dan hancur.
    Gas
    Gas dihasilkan pada letusan gunung berapi baik yang eksplosif maupun non eksplosif, biasanya dalam bentuk uap. Pelepasan gas yang tiba-tiba dengan tekanan yang sangat tinggi inilah yang menyebabkan terjadinya letusan. Gas yang banyak terkandung dalam gunung berapi antara lain adalah uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), dan sulfur dioksida (SO2); sedangkan gas lainnya dalam jumlah kecil adalah Klorin (CL) dan Fluorin (F).
    Awan Panas
    Awan panas (ledakan freatik atau ultravulcanian eruptions) terjadi bila magma yang sedang naik menyentuh air tanah atau air di permukaan bumi. Suhu tinggi dari magma (dari 600°C sampai 1.170°C) membuat air langsung menguap dan terjadi letusan uap, air, debu, batu dan volcanic bomb.
    3. Energi saat terjadi letusan
    Energi pada saat terjadi letusan antara lain :
    Energi Panas, energi bunyi, gelombang, energi kinetic, gelombang bahkan energi ledakan gunung berapi lain seperti krakatau diperkirakan memiliki daya ledak 300.000 kali bom atom yang diledakkan pada akhir perang dunia. Energi ledakan ini suatu saat pastidapat dimanfaatkan untuk solusi mengatasi kekurangan energi.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?

    Wedhus gembel yang bernama ilmiah pyroclastic density flow adalah gas, yang juga disertai batu, bersuhu 1.000 derajat Celsius. kecepatan luncuran “wedhus gembel” tersebut ditaksir mencapai 200 km/jam. Awan panas itu menyembur dari Gunung Merapi setiap 15 menit. gerakan wedhus gembel Merapi mencapai 7 kilometer dari puncak, bahkan ada yang sampai 13 kilometer.
    Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogjakarta, menyatakan, wedhus gembel tak lain adalah awan panas yang berisi material-material muntahan Gunung Merapi saat meletus. Batu-batu dengan ukuran besar, kerikil dan juga abu yang menjadi satu dengan gas, bergerak ke perbukitan yang ada di sisi Gunung Merapi. “Karena gerakan dari muntahan Merapi tersebut tak teratur seakan-akan bergumpal-gumpal dan berwarna keputihan dan dari jarak jauh seperti bulu wedhus gembel (domba gembel) maka warga setempat menamakannya wedhus gembel,”
    Suhu wedhus gembel di kawah Merapi bisa mencapai 1.000 derajat Celcius. Ketika bergerak ke lereng Merapi sejauh 4 kilometer, suhunya berkurang menjadi 500-600 derajat. Apapun yang diterjangnya akan hancur dan mati. Jika wedhus gembel itu melewati kawasan hutan maka hutan tersebut akan terbakar. Begitu pula jika melewati kawasan penduduk maka akan membakar dan merusak yang dilewatinya, setidaknya awan panas yang menyerupai bulu domba itu, saat keluar mulut gunung suhunya sekitar 1.000 – 1.100 derajat Celcius. Ketika menerjang pemukiman, suhunya sudah berubah menjadi 500-600 derajat. Bayangkan saja, suhu ‘wedhus gembel’ ini saat menyengat desa Kinahrejo masih enam kali panasnya air mendidih.Pada Gunung Merapi, awan panas terbentuk oleh mekanisme guguran lava baru yang sering disebut nuee ardante d’ avalance. Awan panas jenis ini akan mengalir melalui zona lembah sungai, mengikuti arah aliran lava di dasar lembah
    Lalu bagaimana jika wedhus gembel itu menerjang atau mengenai manusia? menyatakan, dengan suhu yang masih di atas 500 derajat Celcius maka jelas akan membakar sekujur tubuh korban. “Untuk mengantisipasi hal itu maka penduduk dan hewan peliharaan yang ada di daerah berbahaya harus diungsikan manakala Gunung Merapi meletus,”
    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya. Tapi, menurut pendapat saya, tak ada mitos dalam kejadian alam. Ini semata karena takdir tuhan YME. Jika kita terus memiliki pikiran dan anggapan semacam ini, kita tidak akan pernah bisa maju dan membangun Negara ini ke jalan kemajuan. Kepercayaan boleh diterapkan, akan tetapi jangan sampai dikait-kaitkan dengan masalah lingkungan dan mencemaskan warga-warga yang lain.
    6. Pencegahan letusan eksplosif
    Menurut pendapat saya, ledakan eksplosif terjadi karena kurangnya jalan keluar magma, untuk itu, alangkah baiknya bila di lereng gunung dibuatkan semacam jalan magma atau bisa juga disebut “kalen”. Dengan itu, lava bisa mengalir dengan lancar serta tidak menyebar kemana-mana.
    Atau, bisa juga dengan cara lain, yaitu membuat kawah baru dengan cara meledakanya pada saat gunung berada dalam keadaan non-aktif.
    Bisa juga dengan member lubang di lereng, namun, itu semua masihlah rencana jangka panjang. Kita semua para manusia hanya berkewajiban berusaha sebaik mungkin. Semua keputusan berada di tangan Tuhan YME. Langkah terbaik untuk perlakuan dalam jangka pendek adalah dengan mengevakuasi warga ke tempat yang aman.

    7. Pemanfaatan Energi Letusan Gunung Berapi
    Selain berbahaya gunungapi merupakan anugerah Tuhan YME. bagi manusia asal saja kita mengetahui cara memanfaatkannya. Manfaat gunungapi terangkum dalam tiga kelompok sumberdaya gunungapi, yaitu :
    Sumberdaya Energi :
    • Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    • Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    Sumberdaya Bahan Galian Industri
    • Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    Sumberdaya Lingkungan
    • Keindahan panorama gunungapi dapat menjadi daya tarik pariwisata.
    • Hujan lebat di kawasan gunungapi dapat menjadikan gunungapi sebagai daerah konservasi air.
    • Kawasan gunungapi merupakan kawasan cagar alam dan suaka margasatwa.
    • Kawasan gunungapi yang subur dapat dijadikan lahan industri pertanian seperti padi, sayuran, teh, cengkeh dan lain sebagainya.
    • Bekas Debu vulkanik dapat menyuburkan tanaman
    Saya memiliki ide lain, yaitu dengan membuat tanggul mengelilingi gunung. Sehingga lava dingin dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk dan dapat ditranspor ke daerah yang kurang subur dengan mudah.
    8. Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Tentu, Meskipun meletusnya gunung tersebut merupakan bencana yang sangat menyengsarakan kita dapat mengambil banyak sekali inspirasi dari bencana ini, antara lain :
    – Kita tidak boleh bersantai ria, kita harus siap dan tanggap untuk menghadapi keadaan apapun, ini membuat kita sadar bahwa segala hal berada dalam keputusan Tuhan YME.
    – Setiap hal buruk pasti memiliki sisi baik, kita tidak boleh terus meratapi luka dan kesedihan. Tapi kita harus mengambil sisi positipnya, yakni dengan menambah ilmu kita tentang vulkanologi. Agar tidak terjadi terlalu banyak korban di masa yang akan dating.
    – Kita patut bersyukur, karena kita masih diberi kesempatan untuk selamat dan melihat bencana dahsyat ini. Agar kita dapat menjaga lingkungan dan tidak membiarkan bencana yang lain terjadi.
    – Meskipun banyak kehancuran, ini memacu semangat kita agar bekerja lebih baik lagi dan kita harus bias memanfaatkan kehancuran itu. Misak dengan memanfaatkan lava dingin untuk menyuburkan tanah.
    – Kita bisa meningkatkan keimanan kita dengan melihat bencana ini. Kita menjadi sadar bahwa nyawa, harta, jiwa dan raga dapat diambil kapan saja tanpa kuasa kita.
    ADAM ARDITYA FAJRIAWAN
    X.3
    01

  140. 1.Energi yang menjadikan gunung meletus adalah:
    *Energi kalor (magma)
    *Tekanan dari dalam (magma yang berada di dalam perut bumi
    didorong keluar bersama batu, debu, gas (lava) sehingga memaksa
    magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi.
    2)Material yang dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    * Padat : bom , lapili , pasir , abu.
    * Cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin
    * Gas : solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang Gunung Merapi mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.
    3. Energi Setelah Letusan adalah :
    -Energi Kalor/Panas
    -Getaran
    -Gelombang
    -Bunyi
    -Gerak
    -Potensial
    -Gesekan
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa?
    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas . Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa
    Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium. Fluor adalah gas halogen beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif dan elektronegatif. Gas ini amat berbahaya karena menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit.
    5. Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    Mitos boleh saja berkembang. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi. Demikian pula mitologi tentang gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi memang memiliki sejarah panjang. Dengan kekuatan dahsyatnya yang luar biasa, merapi bahkan pernah menimbun pusat-pusat kebudayaan pada jaman Mataram Kuno, seperti candi Borobudur. Bersama dengan Laut Selatan, Merapi pun dianggap sebagai unsur legitimasi kerajaan Mataram.
    Namun, sejak Kraton Yogyakarta berdiri pada tahun 1755, kedua unsur ini tak hanya dianggap sebagai legitimasi. Laut di selatan dan gunung di utara, sekaligus dianggap sebagai kekuatan alam yang menyangga wilayah Yogyakarta (lengkap dengan segala unsur positif dan destruktifnya). Dengan emas abu-abunya, Merapi mendatangkan banyak berkah bagi warganya. Tapi, tentu saja warga juga tak bisa menolak saat sang gunung api sudah berkehendak untuk memuntahkan isi perutnya.
    6.Upaya mencegah merapi meletus eksplosif
    Mencegah merapi meletus eksplosif proesetasenya sedikit. satu-satunya usaha yg dpt kita lakukan untuk meminimalisir dg mengevakuasi warga sekitar secepatnya
    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    bisa, yaitu :
    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.

    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. Anda Terinspirasai dari meletusnya Gunung Merapi?
    Ya, tentu ,, dg kejadian alam tersebut lebih meyakinkan saya bahwa Alloh SWT dpt menghancurkan semuanya dg hnya bbrp detik .. Peristiwa tersebut menjadikan saya lebih dekat dg Alloh SWT..

  141. Nama : Dwi Kusuma Ramdani
    Kelas : X.3
    No. Absen : 12

    1. Energi yang menyebabkan gunung meletus :
    karena pergerakan magma , pergerakan kerak bumi, Kerak bumi adalah lapisan tipis batuan padat (10 hingga 70 Km) yang mengambang di lapisan lebih tebal dari batuan cair, mantel, di mana batu berada pada suhu 1100-1200° C di lapisan paling dangkal dan lebih panas dan semakin panas dengan meningkatnya kedalaman. Batuan cair ini adalah cairan magma yang keluar dari gunung berapi pada permukaan kerak bumi dan menjadi batu lava ketika membeku. hal ini ditunjukkan oleh gerakan-gerakan konvektif besar yang menyebabkan turunnya magma bagian atas yang lebih dingin, digantikan oleh magma bagian dalam yang lebih panas dalam siklus terus menerus, mirip dengan air mendidih dalam ketel. Konveksi aliran ini banyak terdapat di dalam mantel dan bergerak seperti ban berjalan, mampu bergerak seluas kerak bumi. Untuk alasan ini, dibagi menjadi banyak lempeng kerak yang bergerak antara satu dengan lainnya beberapa centimeter setiap tahun

    2. Material yang keluar dari gunung berapi:
    Lava Flow Material

    Aa : Aa (pronounced “ah-ah” – a Hawaiian term), is lava that has a rough, jagged, spiny, and generally clinkery surface. Aa : Aa (diucapkan “ah-ah” – istilah Hawaii), adalah lava yang memiliki, bergerigi, berduri, dan umumnya clinkery permukaan kasar. In thick aa flows, the rubbly surface of loose clinkers and blocks hides a massive, relatively dense interior. Dalam arus aa tebal, permukaan rubbly clinker longgar dan menyembunyikan blok interior, besar relatif padat.

    Block : Fragments of lava or rock larger than 64 millimeters in size which form due to the fracturing of viscous lava flow surfaces during flow. Blok : Fragmen dari lava atau batuan lebih besar dari 64 milimeter dalam ukuran yang terbentuk karena patahan permukaan aliran lava viskos selama aliran.

    Lava : The term used for magma once it has erupted onto the Earth’s surface. Lava : Istilah yang digunakan untuk magma setelah telah meletus ke permukaan bumi. Molten rock that erupts from a vent or fissure. Molten batuan yang meletus dari lubang atau retakan.

    Lava flow : Stream of molten rock that erupts relatively non-explosively from a volcano and moves slowly downslope. Aliran lava : Stream batuan cair yang meletus relatif non-eksplosif dari gunung berapi dan bergerak perlahan-lahan lereng bawah. An outpouring of lava onto the land surface from a vent or fissure. Curahan lava ke permukaan tanah dari sebuah lubang atau retakan. Also, a solidified tongue-like or sheet-like body formed by outpouring lava. Juga, tubuh lidah-suka atau lembaran seperti dipadatkan dibentuk oleh semburan lava.

    Pahoehoe : Pahoehoe (pronounced “pah-hoy-hoy” – a Hawaiian term), is a very fluid lava flow, that in solidified form, is characterized by a smooth, billowy, or ropy surfaces. Pahoehoe : Pahoehoe (diucapkan “PAH-hoy-hoy” – istilah Hawaii), adalah lava aliran fluida yang sangat, yang dalam bentuk padat, ditandai dengan, halus bergelombang, atau permukaan berurat.

    Pillow Lava : Fluid lava erupted or flowing under water may form a special structure called pillow lava. Lava Bantal : Cairan meletus atau lava yang mengalir di bawah air dapat membentuk struktur khusus yang disebut lava bantal. Such structures form when molten lava breaks through the thin walls of underwater tubes, squeezes out like toothpaste, and quickly solidifies as irregular, tongue-like protrusions. struktur tersebut terbentuk ketika istirahat lava melalui dinding tipis tabung bawah air, meremas keluar seperti pasta gigi, dan cepat membeku sebagai tidak teratur, tonjolan seperti lidah. This process is repeated countless times, and the resulting protrusions stack one upon another as the lava flow advances underwater. Proses ini berulang kali tak terhitung, dan tonjolan yang dihasilkan stack satu atas yang lain sebagai uang muka lava aliran air. The term pillow comes from the observation that these stacked protrusions are sack- or pillow-shaped in cross section. Bantal Istilah berasal dari pengamatan bahwa tonjolan ditumpuk adalah karung-atau bantal-berbentuk cross section. Typically ranging from less than a foot to several feet in diameter, each pillow has a glassy outer skin formed by the rapid cooling of the lava by water. Biasanya berkisar dari kurang dari satu kaki ke beberapa meter dengan diameter, bantal masing-masing memiliki kulit luar kaca yang dibentuk oleh pendinginan cepat dari lava dengan air. Much pillow lava is erupted under relatively high pressure created by the weight of the overlying water; there is little or no explosive interaction between hot lava and cold water. lava bantal Banyak meletus di bawah tekanan relatif tinggi yang diciptakan oleh berat air di atasnya, ada sedikit atau tidak ada interaksi bahan peledak antara lahar panas dan air dingin. The bulk of the submarine part of a Hawaiian volcano is composed of pillow lavas. Sebagian besar bagian kapal selam gunung berapi Hawaii terdiri dari lava bantal.
    Pyroclastic Materials Piroklastika Bahan

    Agglutinate : Cinders, scoria or pumice fragments that have partially welded together to form a cohesive mass. Mengaglutinasi : Cinders, scoria atau fragmen batu apung yang sebagian dilas bersama untuk membentuk suatu massa kohesif. Agglutinate forms when the individual pyroclasts retain a high enough temperature after impact to partially melt together (welding). bentuk mengaglutinasi ketika pyroclasts individu mempertahankan suhu yang cukup tinggi setelah dampak terhadap sebagian mencair bersama (pengelasan). If the fragment are completely molten after impact, they may begin to flow downhill in what is known as a rootless flow. Jika fragmen benar-benar cair setelah dampak, mereka mungkin mulai mengalir menurun dalam apa yang dikenal sebagai aliran tanpa akar.

    Ash (volcanic): Fragments less than 2 millimeters in diameter of lava or rock blasted into the air by volcanic explosions. Abu (vulkanik): Fragmen kurang dari 2 milimeter diameter lava atau batuan meledak ke udara oleh ledakan vulkanik.

    Blocks : Fragments of lava or rock larger than 64 millimeters in size that are blasted into the air by volcanic explosions. Blok : Fragmen dari lava atau batuan lebih besar dari 64 milimeter dalam ukuran yang mengecam ke udara oleh ledakan vulkanik. Blocks are ejected during the eruption in a solid state, while bombs are ejected during the eruption in a semi-solid, or partial molten, condition. Blok yang dikeluarkan selama letusan dalam keadaan padat, sedangkan bom yang dikeluarkan selama letusan dalam cair semi-padat, atau parsial, kondisi. Generally, blocks often have an angular appearance, due to the fracturing of solid material during the eruption. Umumnya, blok sering memiliki penampilan sudut, karena patahan material padat selama letusan.

    Bombs : Fragments of fluid or partially fluid lava or rock larger than 64 millimeters in size that are blasted into the air by volcanic explosions. Bom: Fragmen atau sebagian cairan lava cairan atau batu yang lebih besar dari 64 milimeter dalam ukuran yang mengecam ke udara oleh ledakan vulkanik. Bombs are ejected during the eruption in a semi-solid, or partial molten, condition, while blocks are ejected during the eruption in a solid state. Bom yang dikeluarkan selama letusan dalam cair semi-padat, atau parsial, kondisi, sementara blok yang dikeluarkan selama letusan dalam keadaan padat. Volcanic bombs undergo widely varying degrees of aerodynamic and/or impact shaping, depending on their fluidity, during the flight through the atmosphere and subsequent impact with the ground. bom Vulkanik menjalani luas berbagai tingkat aerodinamis dan / atau dampak membentuk, tergantung pada fluiditas mereka, selama penerbangan melalui suasana dan dampak selanjutnya dengan tanah.

    3. Energi yang dihasilkan setelah gunung meletus :
    Energi Kalor/Panas
    Getaran
    Gelombang
    Bunyi
    Gerak

    4. Penyebab munculnya awan panas :
    Kerasnya letusan di daerah sekitarnya dipicu oleh ledakan yang disebabkan oleh gas-gas yang dilepaskan dengan keras oleh magma yang sangat kental, bergerak bersama sejumlah abu, bara dan puing-puing yang berasal dari bagian-bagian dari gunung yang hancur oleh ledakan. Ini membentuk awan gas panas yang tinggi dan besar dan partikel padat yang dapat runtuh pada sisi-sisi gunung berapi dan membentuk awan dari abu dan gas yang membakar segala sesuatu di sepanjang jalan mereka.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. Mitos-mitos rakyat setempat tidak dapat digabungkan dengan keadaan alamiah. Karena mitos-mitos tersebut hanya kepercayaan masyarakat setempat dan tidak dapat dijelaskan secara keilmuan & logis

    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). dan mendeteksi kapan kira-kira gunung berapi akan meletus menggunakan berbagai alat, seperti, seismometer, alat monitoring deformasi (EDM dan tilt meter), alat pencatat gas, dan alat monitoring visual. sehingga penduduk disekitar gunung berapi tersebut dapat segera dievakuasi.

    7. Energi alam gunung berapi yang dapat dimanfaatkan :
    Abu vulkanik yang dimuntahkan gunung berapi saat meletus dapat membuat tanah lebih subur, energi panas, Sumberdaya Bahan Galian Industri

    8.Apakah anda terisnpirasi dari meletusnya merapi?
    ya karena meletusnya gunung merapi menyimpan banyak sekali misteri, seperti mengapa gunung merapi meletus?, apa yang menyababkannya?, bagaimana cara menanggulanginya?, kenapa material tanah yang terkena abu vulkanik bis menjadi lebih subur?, dengan kejadian ini dari sisi kemanusiaan saya lebih memahami akan pentingnya tolong menolong dengan sesama

  142. Nama : M.faishal Rizki
    Kelas : X.6
    No absen : 19

    1.Energi yang menyebabkan gunung meletus adalah Peningkatan gelombang magnet dan energi listrik, hingga terjadinya deformasi (perubahan bentuk gunung api,
    biasanya dalam dimensi micron sampai dengan
    meter) pada tubuh gunung.Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak keluar (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava.

    2.* gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)

    Gas vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung berapi yang dikeluarkan antara lain carbon monoksida (CO), Carbondioksida(Co2), Hidrogen Sulfida (H2S), sulfurdioksida(SO2) dan nitrogen (NO2) yang membahayakan manusia.

    Lava adalah cairan magma yang bersuhu tinggi yang mengalir ke permukaan melalui kawah gunung berapi. Lava encer mampu mengalir jauh dari sumbernya mengikuti sungai atau lembah yang ada sedangkan lava kental mengalir tidak jauh dari sumbernya. Lahar adalah merupakan salah satu bahaya bagi masyarakat yang tingla di lereng gunung berapi. Lahar adalah banjir Bandang di lereng gunung yang terdiri dari campuran bahan vulkanik berukuran lempung sampai bongkah. Dikenal sebagai lahar letusan dan lahar hujan. Lahar letusan terjadi apabila gunung berapi yang memiliki danau kawah meletus, sehingga air danau yang panas bercampur dengan material letusan, sedangkan lahar hujan terjadi karena percampuran material letusan dengan air hujan di sekitar puncaknya.

    Awan panas bisa berupa awan panas aliran, awan panas hembusan dan awan panas jatuhan. Awan panas aliran adalah awan dari material letusan besar yang panas, mengalir Turun dan akhirnya mengendap di dalam dan disekitar sungai dari lembah. Awan panas hembusan adalah awan dari material letusan kecil yang panas, dihembuskan angin dengan kecepatan mencapai 90 km/jam. Awan panas jatuhan adalah awan dari material letusan panas besar dan kecil yang dilontarkan ke atas oleh kekuatan letusan yang besar. Material berukuran besar akan jatuh di sekitar puncak sedangkan yang halus akan jatuh mencapai puluhan, ratusan bahkan ribuan km dari puncak karena pengaruh hembusan angin. Awan panas bisa mengakibatkan luka bakar pada bagian tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga menyebabkan sesak sampai tidak bernafas.

    Abu letusan gunung berapi adalah material yang sangat halus. Karena hembusan angin dampaknya bisa dirasakan ratusan kilometer jauhnya. Dampak abu letusan

    3.- Energi kalor/panas
    – Energi gelombang
    – Energi bunyi
    – Energi getaran
    – Energi gerak
    – Energi gesekan
    – Energi potensial

    4.awan panas/wedus gembel adalah salah satu hasil erupsi gunung berapi.Kubah lava yang terbentuk membentuk guguran-guguran lava yang kemudian membentuk awan panas itu sendiri.Arah awan panas ditentukan oleh keseimbangan kubah lava dan kekuatan angin yang bertiup.Awan itu sangat panas (bisa mencapai lebih dari 600 derajat celcius)
    kandungan yang ada di awan panas itu antara lain:batuan pijar panas,material vulkanik,abu vulkanik,dan material berupa batuan-batuan lainnya.

    5.Berdasarkan sumber yang saya dapat,macam-macam mitos yang ada tentang gunung merapi tidak sesuai dengan keadaan ilmiah,karena mitos tersebut malah banyak mengandung hal-hal mistis.Dan hal-hal mistis tersebut tidak dapat dinalar dengan pikiran dan akal sehat manusia. Dan juga tidak ad hubungannya dengan ilmu alam.

    6.Sampai saat ini belum ada yang menemukan cara untuk mengubah jenis letusan pada gunung yang akan meletus,tapi hanya ada ncara untuk mengevakuasi warga yag tempat tinggalnya dekat dengan puncak gunung tersebut.

    7.-Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    -Sumber daya bahan galian industri.Material yang di hasilkan dari letusan gunung dapat di jadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan beleranguntuk bahan industri kimia dan farmasi,tawas untuk menjernihkan air serta pasir,batu bongkahan da kerikil untuk bahan bangunan.

    8.Ya saya sangat terinspirasi dengan hal tersebut.Karena dengan kejadian tersebut kita dapat lebih memperhatikan alam dan peduli dengan alam.Kita juga dapat belajar tentang gunung-gunung berapi yang masih aktif di Indonesia secara langsung dan mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari hal tersebut.

  143. 1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Gaya tekanan gas yang dilakukan bumi akibat magma yang sudah menumpuk di dalam gunung merapi

    2. Material yang keluar dari gunung berapi:*lava dan aliran pasir serta batu panas
    *lahar panas dan lahar dingin
    *gas vulkanik
    *tanah longsor
    *abu letusan
    *awan panas (piroklastik)
    *gas beracun
    *Batu apung Bom (material padat berukuran besar)
    *Lapili (material padat berukuran kecil)

    3. Energi apa setelah terjadi letusan?
    Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.

    4. Sebab dan Energi Awan Panas

    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.
    Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus., mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa.
    menurut saya sendiri mitos2 tersebut tidak dapat digabungkan karena kita berbicara tentang ilmu fisika (ilmu pasti dan real ) bukan dongen,legenda dsb

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    belum ada yg bisa dilakukan. namun ada beberapa yg menyebutkan caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Energi :
    *Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    *Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    *Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Saya sangat terinspirasi oleh letusan gunung merapi tsb , dsmpg menimbulkan masalah tapi juga memberikan manfaat juga ,, slah stunya kita harus lebih berkaca diri seberapa pedulikah kita terhadap lingkungan tempat tinggal kita ,,, dan juga dapat kita manfaatkan untuk belajar ilmu2 yang terkait dg letusan gunung merapi secara langsung, :)

    Riski Muktiarto Nugroho Ajinegoro
    X5
    28

  144. KELAS X.3
    LINTANG LAILA RIZQY
    ABSEN 19
    1)Energi yang menyebabkan meletusnya gunung merapi?
    Jawab;
    Energi yang menyebabkan meletusnya gunung merapi adalah eneergi yang berasal dari aktifitas magma, bagian dari mantel atas bumi atau kerak yang lebih rendah mencair.nbj1 Sebuah gunung berapi pada dasarnya adalah membuka atau suatu lubang di mana ini magma dan gas-gas terlarut di dalamnya dibuang. Meskipun ada beberapa faktor yang memicu letusan gunung berapi, tiga mendominasi: daya apung dari magma, tekanan dari gas exsolved dalam magma dan injeksi batch baru magma cair, atau magma, dan gas memuntahkan dari mulut gunung berapi di kepulauan Hawaii.
    Sebagai batu di dalam bumi mencair, massa tetap sama sedangkan volumenya meningkat – menghasilkan lelehan yang kurang padat daripada batu sekitarnya. Magma ini lebih ringan kemudian naik ke permukaan berdasarkan daya apungnya. Jika kerapatan magma antara zona generasi dan permukaan kurang dibandingkan dengan sekitarnya dan menempati cekungan batuan, magma mencapai permukaan dan meletus.
    magma dan komposisi yang disebut andesit begitu juga mengandung terlarut volatil, seperti air , sulfur dioksida dan karbon dioksida. Percobaan telah menunjukkan bahwa jumlah gas terlarut dalam magma (kelarutan nya) pada tekanan atmosfer adalah nol, tapi meningkat dengan meningkatnya tekanan.
    Sebagai contoh, dalam sebuah magma andesit jenuh dengan air dan enam kilometer di bawah permukaan, sekitar 5 persen dari berat adalah dilarutkan air.. Karena ini magma bergerak ke permukaan, kelarutan air dalam magma berkurang, sehingga kelebihan air memisahkan dari magma dalam bentuk gelembung.. Seperti magma bergerak lebih dekat ke permukaan, exsolves lebih banyak air dan lebih dari magma, sehingga meningkatkan gas / rasio magma dalam saluran tersebut.. Ketika volume gelembung mencapai sekitar 75 persen, magma hancur untuk pyroclasts (sebagian fragmen cair dan padat) dan meletus eksplosif

    2.material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab:
    * Berdasarkan erupsi magmanya,material dibedakan menjadi:
    a)Material dari erupsi magmatik,yaitu material yang dikeluarkan berupa cairan magma.
    b)Matreial preatik,yaitu material yang dikeluarkan berupa uap air panas.
    c)Material preatomagmatik,yaitu material yang dikeluarkan berupa gabungan dari magma dan air tanah
    *Berdarkan bentuknya:
    a)Material padat:
    – batuan besar(bom vulkanik)
    – batu kecil(lapili)
    – abu vulkanik
    – pasir vulkanik
    b)Material cair
    – Larva : magma yang keluar
    – Lahar panas : lumpur panas
    – Lahar dingin : lumpur yang berasal dari eflata puncak
    c)Material gas
    – Gas fumarol: gas yang mengandung uap air
    – Gas sulfatar: gas yang mengandung belerang
    – Gas mofet: gas yang mengandung gas asam arang

    3.energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab:
    – Energi termal, energi ini disebabkan oleh letusan gunung api tersebut, energi letusan Merapi, diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar.
    – Energi rambatan gunung, terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi.
    – selain itu,energi ysng ditimbulkan adalah energi kalor,bunyi,getaran dan gelombang

    4.wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab:
    ‘wedus gembel’ tak lain adalah awan panas yang berisi material-material muntahan Gunung Merapi saat meletus.
    Batu-batu dengan ukuran besar, kerikil dan juga abu yang menjadi satu dengas gas, bergerak ke perbukitan yang ada di sisi Gunung Merapi.Karena gerakan dari muntahan Merapi tersebut tak teratur seakan akan bergumpal gumpal dan berwarna putih dan dari jarak jauh seperti bulu wedus gembel [domba gembel] maka warga setempat menamakannya ‘wedus gembel’.
    Suhu wedus gembel di kawah Merapi bisa mencapai 1.000 derajat Celcius. Ketika bergerak ke lereng Merapi sejauh empat kilometer, suhunya berkurang menjadi 500 derajat. Apapun yang diterjangnya akan hancur dan mati.Jika wedus gembel itu melewati kawasan hutan maka hutan tersebut akan terbakar. Begitu pula jika melewati kawasan penduduk maka akan membakar dan merusak yang dilewatinya.
    5.apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab:
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.
    Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut para ahli, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa.

    6.bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab:
    meletusnya gunung merapi,merupakan fenomena alam yang sulit untuk dicegah.tetapi untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan,bisa dilakukan dengan cara menyuntik lubang kepundan, dan dengan pelestarian alam.

    7.secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab:
    banyak material isi perut bumi yang keluar saat terjadinya letusan gunung. “Material itu bisa berbentuk pasir, silika, lava, kristal dan lain sebagainya yang dimuntahkan dari dalam perut bumi dalam jumlah besar,Material itu, menurut Emil bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.Contohnya kristal bisa dimanfaatkan untuk membuat perhiasan dan pajangan rumah tangga, silika bisa dimanfaatkan untuk membuat kaca dan material lainnya bisa dikembangkan untuk menggerakkan ekonomi
    Karena itu, apabila kondisi sudah normal kembali pascaerupsi Gunung Merapi maka masyarakat setempat harus segera bangkit dan memanfaatkan apapun yang bisa dikembangkan untuk menggerakkan roda perekonomian.

    “Ini adalah kesempatan membangun bagi masyarakat setempat khususnya para generasi muda.

    8.apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab:
    saya terinspirasi dengan kejadian meletusnya gunung merapi,dengan adanya peristiwa tersebut,kita sadar bahwa satu saja kekayaan alam yang rusak,akan berdampak besar bagi kehidupan manusia

  145. 1. Energi apa yang menjadikan gunung merapi meletus?
    Energi gerak karena adanya pergeseran lempeng, energy panas dari magma , dan endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).
    2. Question : material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    3.Energi setelah letusan adalah:
    Jawab :
    *panas
    *gerak
    *getaran
    *gelombang vertikal
    *gelombang horizontal
    *potensial
    *bunyi
    *gesekan

    Answer :
    a) Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
    b) Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
    c) Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
    d) Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
    e) Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
    f) Hujan lumpur
    Hujan lumpur terjadi apabila kawah terdapat danau maka bila terjadi letusan menghasilkan lumpur.
    g) Pasir
    Material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Material ini akan terkonsentrasi di alur-alur lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di gunung.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Awan Panas guguran (wedus gembel) ataupun guguran lava pijar merupakan manifestasi dari aktivitas gunung api yang sangat berbahaya. Dari kejauhan aktivitas Merapi yang berupa wedus gembel dan guguran lava pijar dan keadaan cuaca terang sangat indah untuk dilihat.
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Awan panas Merapi terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan kedua, gumpalan gas bersuhu 200-700 derajat celsius.Kedua unsur ini bercampur mengalir secara turbulen dengan kecepatan lebih dari 80 kilometer per jam. Yang menewaskan banyak warga lereng Merapi beberapa waktu lalu bahkan mencapai kecepatan 200 km per jam saat turun dari punggung gunung. Abu vulkanik tersebar dari awan panas yang terbang dan terendapkan menurut besar dan arah angin. Energi gerak / mekanik : Jarak luncur awan panas umumnya bergantung kepada volume dan formasinya dan bergerak mengikuti alur topografi dan lembah sungai.
    5. Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    jawab:
    Menurut saya,
    Upaya yang dilakukan lebih utama yaitu : mengevakuasi warga sekitar merapi,bukan mencegah sifat letusannya.Akan tetapi jika gunung tersebut belum adanya tanda-tanda akan meletus maka kita bisa melakukan pencegahan agar letusannya tidak terlalu besar.
    Upaya /langkah Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif yaitu dengan beberapa cara :
    ”Langkah Pertama : gunung merapi tersebut disuntik(bukan memakai jarum suntik)melainkan alat khusus untuk menyuntikkan gunung merapi tersebut.Jika sudah di suntikan ke gunung merapi maka gunung tersebut terlihat seperti ada lubang,Nah lubang tersebutlah hasil dari suntikan tadi.
    ” Langkah Kedua :dari lubang tersebut,kita bikin yang menyerupai dengan sungai kecil,Nah dari bentuk sungai kecil tersebut berguna untuk mengalirkan material-material gunung.Agar untuk memperkecil ledakan yang akan terjadi
    ” Langkah Ketiga :aliran seperti sungai tersebut akan kita alirkan pada sungai-sungai terdekat pada puncak lereng merapi.Hal tersebut hanya bersifat sementara.
    7. Dapatkah energy merapi dimanfaatkan? Caranya?
    Ya dapat, Material merapi yang keluar bias menyuburkan tanah yang tandus. Pasir akan terkonsentrasi di alur-alur lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Sebab, lahar itu sendiri merupakan bagian dari produk letusan gunung api tersebut. Berdasarkan informasi BPPTK dan PVMBG bahwa material yang sudah dimuntahkan Gunung Merapi ini mencapai 100 juta meter kubik. Maka, diperkirakan pasir-pasir yang akan menjadi rezeki di alur-alur sungai tersebut pastinya tidak akan melebihi jumlah atau volume itu.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Ya, meletusnya Gunung Merapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja, serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama.

  146. Nama : Asy Syifa Labibah
    Kelas : X.5
    No. Absen : 04

    1.Energi yang menjadikan gunung meletus :
    -energi panas dari magma yg ada di dalam perut bumi (tenaga endogen)
    -tekanan tinggi yang disebabkan oleh bergesernya lempeng-lempeng bumi,menyebabkan magma tersebut terdorong keluar dari perut bumi.
    -Gunung merapi meletus karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanisme didasar gunung tersebut , yaitu pergerakan magma hasil reaksi kimia dan fisika.
    2. a.Lava pijar. Lava pijar adalah material utama dari gunung berapi, yaitu lelehan material (batu, pasir dll) cair dengan suhu hingga ribuan derajar celcius.
    b.Awan panas. Material ini juga berbahaya bagi mahluk hidup, karena awan panas dari dari letusan gunung berapi juga memiliki suhu yang sangat tinggi (sekitar 500 derajat celcius).
    c.Hujan abu, pasir dan kerikil. Abu vulkanik akan keluar dari gunung berapi ketika meletus, begitu juga pasir dan juga kerikil.
    d. Gas Racun, muncul tidak selalu didahului oleh letusan gunung api sebab gas ini dapat keluar melalui rongga-rongga ataupun rekahan-rekahan yang terdapat di daerah gunung api.
    3. Energi setelah letusan yaitu Energi kalor / panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.
    4. Awan Panas, merupakan campuran material letusan antara gas dan bebatuan (segala ukuran) terdorong ke bawah akibat densitas yang tinggi dan merupakan adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi bagaikan gunung awan yang menyusuri lereng. Selain suhunya sangat tinggi, antara 300 – 700� Celcius, kecepatan lumpurnyapun sangat tinggi, > 70 km/jam (tergantung kemiringan lereng).
    5.Merapi menyimpan berbagai mitos antara lain tentang Cemara Sewu, Kerajaan Makhluk Halus Di Merapi, Mbah Petruk dll. Menurut saya hal itu benar contoh cemara sewu , memang di merapi banyak ditumbuhi cemara bahkan jumlahnya melebihi seribu dan ini mungkin yang menyebabkan timbulnya mitos tersebut dan masalah makhluk halus itu hanya Tuhan YME yang tahu.
    6. memang segala upaya manusia telah dilakukan tetapi yang bisa menahan letusan eksplosif adalah allah SWT tetapi yang harus dilakukan manusia adalah sebagai berikut
    -diberi lobang di daerah puncak gunung
    -membuka magma dengan meledakanya
    jika kedua usaha tersebut masih gagal maka langkah terakhir adalah mengevakuasi warga setempat ketempat yang aman
    7. menurut saya dapat karena dapat digunaka sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) karena di pegunungan vulkanik, ada banyak batu panas terpendam di bawah sana. Lalu drill dari atas ini. Pasang pipa. Lalu dicor dengan air. Keluarlah uap air. Uap air itu dialirkan ke turbin. Turbin berputar, dan terjadilah listrik. Uap airnya didinginkan kembali, dialirkan masuk ke sumur batu panas tadi. Uap air yang berlebihan, melebihi kapasitas mesin-mesin untuk menggarapnya, dibuang ke udara. Makanya di fasilitas geothermal selalu mengepul gas putih, yang sebenarnya merupakan uap air. Atau info lebih jelasnya dapat klik disini
    8. saya sangat terinspirasi, karena mengingatkan kepada semua orang begitu dekatnya pada kematian yang tanpa kita duga-duga. Dan pelajar ada rasa ingin tahu tentang pencegahan yang akan dilakukan sebelum gunung meletus ssehingga menyebabkan tidak banyaknya kerugian maupun korban jiwa.

  147. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    Energy panas dari magma / Geothermal
    Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Ahli goelogi menyadari adanya pergerakan lempeng bumi yang diukur dari pergerakan pertahun antara lapisan dengan membandingkan jarak yang telah diukur pada tahun sebelumnya dengan tahun saat ini. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi. Teori terbentuknya gunung mengatakan bahwa gunung dalam jutaan tahun yang lalu adalah daerah yang labil pada satu sisi dan pada sisi yang lain adalah daerah padat. Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluar dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung. Dibandingkan pada 2006 lalu, erupsi Gunung Merapi kali ini lebih besar dan lebih cepat. Hal ini dikarenakan akumulasi energi yang lebih besar yang dikandung salah satu gunung paling aktif di dunia tersebut.
    2. Material Gunung Meletus
    * gas vulkanik
    * Lava dan aliran pasir serta batu panas
    * Lahar
    * Tanah longsor
    * Gempa bumi
    * Abu letusan
    * Awan panas (Piroklastik)
    3. Energi Setelah Letusan
    Energi Kalor/Panas,Getaran,Gelombang, Bunyi,Gerak,Potensial,Gesekan,dll
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa (26/11).
    5)Mitos rakyat dengan keadaan alamiah
    menurut cerita masyarakat Diceritakan bahwa Mbah Petruk itu merupakan kerabat moyangnya penduduk yang mendiami daerah lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Dia memang sangat sakti dan tidak pernah mandi. Namun suatu saat menghilang saat terjerumus atau dijerumuskan di suatu pusaran air atau kedung di sebuah sungai di sana
    Setelah peristiwa itu, menurut kepercayaan masyarakat sekitar, Mbah Petruk sering muncul dalam penampakan. Penampakan ini terjadi bila akan ada hal-hal besar di sekitar daerah itu. Penampakannya untuk mengingatkan para kerabat dan turunannya.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Sampai saat ini belumada yang bisa mengatasinya. Namun saat letusan kemarin tipe letusan merapi berubah sebentar. Itu mungkin di sebabkan pergerakan lempeng bumi. Yang pasti, warga di sekitar lereng merapi butuh perhatian khusu dari pemerintah setempat.
    7. Secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    a. Kecepatan pelepasan ( discharge ) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per-satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sembaran petir vertikal dari bawah ke atas. Bermanfaat sebagai penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    b. Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    c. Panas bumi yang berupa fluida, misalnya air panas alam (hot spring) di atas suhu 175°C, dapat digunakan sebagai sumber pembangkit flash steam power plant.
    8. Apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan!
    Tentunya setiap hal pasti ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya, warga indonesia banyak yang menjadi lebih beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, dll. Negatifnya, indonesia yang sedang kacau oleh berbagai hal menjadi lebih kacau. Saya sendiri sangat terinspirasi, karena itu mengingatkan saya bahwa kekuatan Tuhan itu tak ada yang bisa menandinginya.

  148. Kelas X.3
    No. Absen : 10
    Nama : Dian Nafilatul Maulidah
    1. energi yang menyebabkan meletusnya gunung berapi dapat berupa :
    a. endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi
    b. energi gerak karena adanya pergeseran lempeng bumi
    c. Energi kalor, peningkatan suhu kawah, peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung dapat mendorong gunung berapi meletus.
    2. Material yang dikeluarkan berupa abu vulkanik, awan panas, lahar panas dan dingin, lava pijar, batu-batuan panas, pasir, lumpur, magma, gas yang beracun, tanah longsor dan lain-lain.
    3. Energi yang dikeluarkan setelah gunung merapi meletus diantaranya adalah energi , energi bunyi, energi gerak, energi potensial, Getaran, dan Gelombang.
    4. Penyebab wedhus gembel adalah gerakan dari muntahan Merapi yang tidak teratur seakan-akan bergumpal. Kandungan dalam wedhus gembel diantaranya gas CO2, belerang. Energi yang terkandung seperti energi kalor
    5. Menurut saya tidak bisa. Karena mitos hanyalah kepercayaan masyarakat zaman dahulu yang kebenarannya belum dapat dibuktikan. Dan gunung merapi itu meletus karena inti bumi tidak dapat menahan lagi materi yang terkandung didalamnya seperti gas dan lava
    6. Mungkin menurut saya, letusan eksplosif tidak dapat dicegah, hanya tim SAR berusaha untuk mengevakuasi penduduk agar selamat dari bahaya tersebut.
    7. Ya, dapat.
    a. Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    b. Menurut saya, Lahan atau tanah yang dilewati lava pijar nantinya akan subur. Hal tersebut sangat bermanfaat, karena tumbuhan dapat tumbuh dengan baik, dari itu maka air akan menjadi lebih baik kualitasnya juga mencegah adanya longsor.
    8. Ya, tentu saja saya sangat terinspirasi dengan kejadian tersebut. Karena sebenarnya tanpa disadari semua peristiwa dapat dijadikan inspirasi. Dari peristiwa ini sebenarnya manusia dianjurkan untuk selalu bersyukur kepada Tuhan dan selalu menjaga kelestarian alam.

  149. X.4 – 24 – Muhammad Rifqi A.
    1. Energi yang menyebabkan gunung itu meletus adalah energi yang berasal dari adanya penunjaman lempeng Samudera di Selatan Jawa yang menyusup di bawah lempeng benua Asia yang bagian pinggiran atasnya menjadi tempat kita hidup di Sumatra-Jawa-Kalimantan. Penyusupan pertemuan lempeng di arah tersebut sudah dimulai dan berlangsung sejak 32 juta tahun lalu atau zaman Oligocene. Ini menyebabkan dinamika pembentukan jalur gunung berapi pada jarak 150 kilometer dari titik penujaman tersebut, yaitu dalam hal ini Merapi termasuk di dalam jalur tersebut.
    Gunung Merapi paling aktif bergolak antara 4 sampai 5 tahun sekali. Kemungkinan ini karena posisinya pada Blok Jawa Tengah, yang selain disusupi dari Selatan, juga ditekan dari Utara. Coba lihat kelurusan pantai-pantai di sepanjang Jawa Tengah, yang menjorok masuk ke dalam, baik di Utara maupun di Selatan. Sementara pantai-pantai di Jawa Barat dan Jawa Timur lebih sempit dari luasan kedua daerah itu, itu sebagai ekspresi penekanan tersebut.
    2. material yangkeluar dari gunung tersebut antara lain: material padat(kerikil,batu,dan debu) , material gas(gas beracun,awan panas,uap air) , material cair(lava cair,lava pijar,lahar dingin,lahar panas)
    3. Energi setelah terjadi letusan yaitu energi kalor /panas, getaran, gelombang, bunyi, gerak, potensial, gesekan, dll.
    4. Awan panas terdiri dari tiga zat: gas yang berasal dari magma, panas yang berasal dari pertemuan magma dan tanah/air yang dilaluinya, batu, dan silika (bahan baku kaca).Awan panas dan beracun itu berasal dari pencampuran sulfur dioksida, karbon dioksida dan hidrogen flourida. Bila mengenai manusia, dapat mengakibatkan kebutaan, kulit rusak kronis (terbakar) dan gangguan sistem paru-paru (pernapasan)Kandungan awan panas diantaranya terdiri dari gas fluor, belerang, H2S (gas asam), magnesium, dan kalium.
    5. Mitos rakyat setempat antara lain tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus.
    Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji.
    Namun, hal itu tidak ada kaitannya kebenaran alamiah, karena hal tersebut hanya sebuah kepercayaan terhadap roh-roh halus yang tidak dapat di jangkau oleh logika manusia.
    6. Selama ini belum ada satupun ahli vulkanologi yg dapat menghentikan letusan eksplosif. tetapi apabila terjadi letusan , pemerintah harus cepat mengevakuasi penduduk yang ada di sekitar daerah letusan.
    7. Dapat, Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembalit tenaga listrik. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi. Tawar untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. Ya, meletusnya gunung merapi mengingatkan saya bahwa bencana bisa datang kapan saja, juga menyadarkan saya akan pentingnya menjaga alam sekitar dan tidak mengekploitasi alam secara berlebihan.

  150. 1)Energi Penyebab Gunung Meletus
    Gunung berapi terbentuk dari magma, yaitu batuan cair yang terdalam di dalam bumi. Magma terbentuk akibat panasnya suhu di dalam interior bumi. Pada kedalaman tertentu, suhu panas ini sangat tinggi sehingga mampu melelehkan batu-batuan di dalam bumi. Saat batuan ini meleleh, dihasilkanlah gas yang kemudian bercampur dengan magma. Sebagian besar magma terbentuk pada kedalaman 60 hingga 160 km di bawah permukaan bumi. Sebagian lainnya terbentuk pada kedalaman 24 hingga 48 km.
    Magma yang mengandung gas, sedikit demi sedikit naik ke permukaan karena massanya yang lebih ringan dibanding batu-batuan padat di sekelilingnya. Saat magma naik, magma tersebut melelehkan batu-batuan di dekatnya sehingga terbentuklah kabin yang besar pada kedalaman sekitar 3 km dari permukaan. Kabin magma (magma chamber) inilah yang merupakan gudang (reservoir) darimana letusan material-material vulkanik berasal.
    Magma yang mengandung gas dalam kabin magma berada dalam kondisi di bawah tekanan batu-batuan berat yang mengelilinginya. Tekanan ini menyebabkan magma meletus atau melelehkan conduit (saluran) pada bagian batuan yang rapuh atau retak. Magma bergerak keluar melalui saluran ini menuju ke permukaan. Saat magma mendekati permukaan, kandungan gas di dalamnya terlepas. Gas dan magma ini bersama-sama meledak dan membentuk lubang yang disebut lubang utama (central vent). Sebagian besar magma dan material vulkanik lainnya kemudian menyembur keluar melalui lubang ini. Setelah semburan berhenti, kawah (crater) yang menyerupai mangkuk biasanya terbentuk pada bagian puncak gunung berapi. Sementara lubang utama terdapat di dasar kawah tersebut.
    Setelah gunung berapi terbentuk, tidak semua magma yang muncul pada letusan berikutnya naik sampai ke permukaan melalui lubang utama. Saat magma naik, sebagian mungkin terpecah melalui retakan dinding atau bercabang melalui saluran yang lebih kecil. Magma yang melalui saluran ini mungkin akan keluar melalui lubang lain yang terbentuk pada sisi gunung, atau mungkin juga tetap berada di bawah permukaan.
    Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini.
    Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Dengan volume magma sedemikian besar, maka letusan Merapi kini telah memasuki skala VEI 4, yang secara kualitatif diklasifikasikan sebagai letusan kataklismik alias letusan yang menghasilkan perubahan besar bagi lingkungannya. Secara global rata-rata letusan skala ini terjadi tiap 10 tahun sekali. Sementara dalam konteks Indonesia, letusan Merapi 2010 adalah yang terparah sepanjang 30 tahun terakhir pasca letusan Galunggung 1982-1983. Status skala VEI 4 membuat Merapi 2010 kini berdiri sejajar dengan letusan Galunggung 1982-1983, letusan gunung Agung 1963 dan pula letusan Vesuvius yang legendaris itu di tahun 79 M.

    2)Material yang dihasilkan dari Gunung Meletus
    Material yang dikeluarkan gunung merapi diantaranya berupa: Lava, magma, gas beracun, awan panas, Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, pasir, batuan, Lumpur, Tepra dan lain-lain.

    3)Energi yang dihasilkan Setelah Letusan
    energi yang dihasilkan dari letusan gunung berapi dapat berupa energi panas, energi bunyi, getaran , gelombang, gesekan, dll.

    4)Sebab dan Energi Awan Panas
    Awan panas dan beracun itu berasal dari pencampuran sulfur dioksida, karbon dioksida dan hidrogen flourida. Wedhus gembel atau awan panas Gunung Merapi mencapai 1.000 derajat celcius. Awan panas itu mengandung bermacam-macam material berupa berupa batu, kerikil, pasir, abu dan gas vulkanik. Material itu meluncur mengikuti morfologi lereng dan gas vulkanik yang bertekanan tinggi bergerak secara turbulen.Luncuran kencang itu karena tekanan gas sangat kuat, kecepatannya mencapai 300 kilometer per jam.

    5)Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Masyarakat Indonesia memang masih mengenal tantang adanya mitos-mitos. Bolehlah saja mitos berkembang pesat dalam masyarakat sebagai tradisi turun-temurun. Tetapi hal tersebut tidak ada kaitanya dengan keadaan ilmiah.

    6)Upaya agar tidak meletus eksplosif
    Dilakukan penyuntikansecara rutin agar lubang kepundan tidak tersumbat, sehingga saat terjadi letusan tidak mengeluarkan material yang begitu banyak.

    7)Energi alam yang dimanfaatkan
    ada beberapa energi yang bisa dimanfaatkan.misalnya memanfaatkan belerang sebagai penyubur tanah, energi panas bumi yang dapat digunakan untuk berbagai macam, pasir-pasir yang mengendap disekitar aliran sungai, dan energi lainya yang mungkin masih belum kita ketahui.

    8)Inspirasi dari letusan gunung merapi
    Tentu saja dapat, yang pertama mengajarkan manusia untuk merawat alamnya sendiri. Selain itu’, manusia juga bisa dapat menjadikan meletusnya gunung merapi sebagai tempat untuk penelitian tentang gunung berapi supaya kita bisa lebih mengetahui tantang seluk-beluk gunung api.

    Nama: Moh Lutfi Assaidiky
    Kelas: X.6

  151. 1.energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaska
    Answer :
    1. Energi panas
    Energi gerak
    Tekanan ( endapan magma didalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi )
    2. Lava
    Gas
    Tepra
    Lahar dingin
    Lahar panas
    3. Energi vertical
    Energi Horisontal
    Energi Panas
    Energi potensial
    4. Menurut para ahli, Merapi memiliki 2 (dua) kantong magma, masing-masing di kedalaman > 30 km dan 60 km. Secara fisika diterangkan bahwa benda panas yang berada di sekeliling benda yang relatif lebih dingin cenderung terdorong. Magma yang mempunyai suhu > 7000C akan bermigrasi secara vertikal melalui celah lapisan batuan dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kantong yang ada di atasnya.
    karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas . Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. energi yang terkandung d awan panas adalah energi kalor,kalium,helium.
    5 Mitos gunug Merapi yang muncul lantas dikaitkan dengan
    pengetahuan tentang Gunung merapi. Gunung itu selalu dikaitkaitan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus.
    6.Berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa.
    dengan melakukan pengeboran di bagian samping merapi,dengan begitu material yang terkandung dalam gunung merapi dapat berangsur angsur keluar(melepas kalor atau kalor berpindah dari sistem ke lingkungan) dan terhindarlah dari letusan yang eksplosif.
    7.Ya,dapat
    Karena Alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam Material merapi yang keluar bisa menyuburkan tanah yang tandus.
     Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik,dll
    8. Ya
    Karena dengan meletusnya peristiwa gunung merapi tersebut kita dapat menambah
    Pengetahuan dan wawasan kita,dan selain itu kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada tuhan yang maha esa

  152. 1. Energi dan material yang ada dalam perut bumi dikeluarkan setiap saat secara berangsur hingga selalu terjadi keseimbangan antara “rumah” (perut dan kerak bumi) dengan isinya, jika tidak terjadi keseimbangan mungkin saja bumi akan meledak karena tak tahan mengatasi tekanan dari dalamnya.

    2. Saat meletus, gunung berapi mengeluarkan material-material yang terdiri dari lava, tepra, dan gas. Jenis dan jumlah material yang dikeluarkan saat letusan, bergantung pada komposisi magma yang ada dalam gunung berapi tersebut. Lava adalah
    batuan pijar meleleh yang terdapat di dalam perut bumi disebut dengan magma. Magma yang keluar dari gunung berapi saat terjadi letusan, disebut dengan lava. Bila magma bersifat cair (fluid), maka lava yang dihasilkannya akan mengalir dengan cepat di permukaan lereng gunung. Sambil mengalir, lava ini mendingin, dan akhirnya menjadi batuan beku dan membentuk kubah lava baru.
    Tepra adalah material piroklastik (pyroclastic material). Gunung berapi yang memiliki kandungan magma yang kental (sticky), bila terjadi letusan yang eksplosif, akan menghasilkan aliran piroklastik (pyroclastic flow), atau di Indonesia biasa dikenal dengan istilah wedus gembel. Gas dihasilkan pada letusan gunung berapi baik yang eksplosif maupun non eksplosif, biasanya dalam bentuk uap. Pelepasan gas yang tiba-tiba dengan tekanan yang sangat tinggi inilah yang menyebabkan terjadinya letusan. Gas yang banyak terkandung dalam gunung berapi antara lain adalah uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), dan sulfur dioksida (SO2); sedangkan gas lainnya dalam jumlah kecil adalah Klorin (CL) dan Fluorin (F).

    3. Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini.

    4. Saat ini lava mulai lagi membentuk kubah baru. Namun, apabila terjadi suplai magma dalam jumlah besar, ada kemungkinan awan panas yang menimbulkan letusan akan terjadi lagi.
    Di Merapi, guguran lava yang menghasilkan awan panas umumnya terjadi setelah pertumbuhan kubah lava. Tipe erupsi khas Merapi adalah efusif, yaitu pembentukan kubah yang tidak stabil karena terdesak magma hingga akhirnya runtuh berupa guguran lava pijar dan awan panas. Dalam volume yang besar, material yang gugur itu berubah menjadi rock avalanche atau lebih dikenal dengan sebutan wedhus gembel. Dinamakan wedhus gembel karena bagi masyarakat sekitar bentuknya bergulung-gulung menyerupai bulu wedhus atau kambing. Awan panas ini merupakan campuran material berukuran debu hingga blok bersuhu le- bih dari 700 derajat celsius yang meluncur dengan kecepatan bisa di atas 100 kilometer per jam.

    5. Penduduk di daerah Gunung Merapi mempunyai kepercayaan tentang adanya tempat-tempat angker atau sakral. Tempat angker tersebut dipercayai sebagai tempat-tempat yang telah dijaga oleh mahkluk halus, dimana itu tidak dapat diganggu dan tempat tersebut mempunyai kekuatan gaib yang harus dihormati. Penduduk pantang untuk melakukan kegiatan seperti menebang pohon, merumput dan mengambil ataupun memindahkan benda-benda yang ada di daerah tersebut. Selain pantangan tersebut ada juga pantangan untuk tidak berbicara kotor, kencing atau buang air besar, karena akan mengakibatkan rasa tersinggung makhluk halus yang mendiami daerah itu. Tempat-tempat yang paling angker di Gunung Merapi adalah kawah Merapi sebagai istana dan pusat keraton makhluk halus Gunung Merapi. Di bawah puncak Gunung Merapi ada daerah batuan dan pasir yang bernama “Pasar Bubrah” yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tempat yang sangat angker. “Pasar Bubrah” tersebut dipercaya masyarakat sebagai pasar besar Keraton Merapi dan pada batu besar yang berserakan di daerah itu dianggap sebagai warung dan meja kursi makhluk halus.Upacara Selamatan Labuhan diadakan secara rutin setiap tahun pada tanggal kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono X yakni tanggal 30 Rajab. Upacara dipusatkan di dusun Kinahrejo desa Umbulharjo. Di sinilah tinggal sosok Mbah Marijan sebagai juru kunci Gunung Merapi yang sering bertugas sebagai pemimpin upacara labuhan. Gunung Merapi dan Mbah Marijan adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Keberadaan lelaki tua Mbah Marijan dan kawan-kawannya itulah manusia lebih, mau membuka mata dan telinga batinnya untuk melihat apa yang tidak kasad mata di sekitar Gunung Merapi.

    6. Dengan memprediksi bahwa jika munculnya awan panas tersebut menjadi tanda sebagai erupsi Gunung Merapi. Dan masyarakat bisa mengantisipasinya. Seperti dengan mengungsi ke tempat pengungsian yang jauh dari kawasan letusan genung merapi. Awan panas pertama yang muncul pada pukul 17.02 WIb mengarah ke barat. Namun awan panas yang berikutnya tidak dapat terpantau dengan baik karena kondisi cuaca di puncak Merapi cukup gelap dan hujan. Sirine bahaya di Kaliurang, Sleman berbunyi pada pukul 17.57 WIB. Pada pukul 18.05 WIB Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menarik semua petugas dari pos pengamatan.

    7. Ya energi alam dari gunung merapi dapat di manfaatkan. Asalkan energi itu bisa kita atur dengan sebaik-baik mungkin supaya berguna bagi kehidupan manusia.Dengan berbagai macam tehnologi yang ada pasti manusia dapat mengatasi dan memanfaatkan sebaik-baiknya energi alam gunung merapi tersebut.

    8. Jika sekiranya Al-Qur’an diturunkan kepada gunung maka gunung tersebut tak sanggup memikul amanah tersebut, dan Al-Qur’an pun diamanahkan pada yang namanya manusia, makhluk Alloh yang sempurna bahkan setan pun disuruh bersujud pada nabi Adam walau akhirnya membangkangnya dan masuklah setan kedalam neraka. Coba kita membayangkan kejadian di Jogjakarta, gunung itu baru “batuk” belum meletus apalagi terpecah belah. Begitu mulianya Al-Qur’an bahkan begitu mulianya, gunung pun tak sanggup dengan amanah tersebut. Sungguh beruntung yang namanya manusia, diberi amanah Al-Qur’an ini. Untaian kalimat tersebut ada dalam Al-Qur’an surat Al Hasyr ayat 21. Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

  153. Dengan kejadian MERAPI MELETUS apa yang dapat kalian ungkapkan mengenai
    :1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus? jawab: energi panas dari magma energi gerak (karena pergeseran lempeng) energi endapan magma di dalam perut bumi,yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut? jawab:-lava -tepra (pyroclastic material) -gas vulkanik -abu letusan
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    jawab: energi panas , enegi gerak, energi bunyi, energi gesekan,dll
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    jawab:awan panas terjadi ketika magma atau lava telah mencapai permukaan bumi dan tekanannya berkurang sehingga muncullah awan panas atau wedhus gembel ini. Awan panas (wedus gembel) terdiri dari Sulfur hidroksida serta material vulkanik lain semacam debu, batuan,air, dan kerikil.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    jawab: tentu saja tidak bisa digabungkan karena metafisika dengan ilmu pengetahuan tidak dapat disamakan.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab : belum ada cara untuk mengatasi gunung merapi supaya tidak eksplosif meletusnya.

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab : bisa,karena setelah letusan tanah di sekitar gunung menjadi subur dan banyak menghasilkan pasir yang berkualitas tinggi

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan
    Jawab:ya, karena dengan adanya peristiwa itu, saya bisamengetahui semua yang ada tentang meletusnya gunung merapi.

  154. nama: febriana nur mukhabibie
    kelas: x.4
    no. absen: 14

    Apa itu energi ?
    Seingatku energi diajarkan oleh bapak dan ibu guru pada waktu dulu kita sekolah dasar atau lebih dikenal dengan sebutan SD, tepatnya kelas 5 di semester II. Mungkin diantara teman-teman ada yg masih ingat dan mungkin juga sudah lupa sama sekali. Nah, untuk mengingat apa itu enegi. saya ingin menjelaskan sedikit…,bolehkan bu…hee ^_^
    Begini, energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Energi disebut juga dengan tenaga loh….pada tau ga ?, dan energi itu bermacam-macam loh….ada 7 macam, antara lain :
    1. Energi gerak atau kinetik
    Maksudnya, benda-benda yang bergerak memiliki energi. Energi yg dimiliki oleh benda-benda tersebut disebut dengan energi gerak.
    2. Energi panas
    Maksudnya, benda yg terbakar menimbulkan panas. Energi yg dimiliki oleh benda tersebut disebut energi panas. Energi panas disebut juga dengan kalor.
    3. Energi cahaya
    Maksudnya, suatu benda yang berenergi karena cahaya. itulah energi cahaya.
    4. Energi listrik
    Energi yg dihasilkan oleh arus listrik.
    5. Energi bunyi
    Bunyi dihasilkan dari getaran. Bunyi yang kuat dapat dihasilkan dari getaran yang kuat. Halilintar, mercon, bom adalah bunyi yang kuat. Bunyi kuat dpt memekakan telinga, mengger\tarkan dan bahkan memecahkan jendela loh teman…. Nah, energi yg timbul oleh bunyi tersebut yg disebut dengan energi bunyi.
    6. Energi potensial
    Energi yang tersimpan dalam suatu benda disebut energi potensial.
    7. Energi kimia
    Tenaga yang tersimpan dalam bahan kimia disebut dengan energi kimia.

    Tau ga teman, energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain loh…huaahh,,hebat yah! Seperti :

    a. Energi kimia berubah menjadi energi gerak.
    b. Energi kimia berubah menjadi energi panas.
    c. Energi listrik berubah menjadi energi cahaya.
    d. Energi listrik berubah menjadi energi bunyi.
    e. Energi listrik berubah menjadi enrgi panas.
    f. Energi listrik berubah menjadi energi gerak.
    g. Dll.

    Dan juga perlu kita bahas lagi bahwa, energi berasal dari berbagai macam sumber, antara lain:

    ~ Matahari ~ Minyak bumi
    ~ Angin ~ Batu bara
    ~ Air ~ Panas bumi
    ~ Makanan ~ Uranium dan plutonium

    Nah, itulahenergi. Sudah fahamkan teman, klo belum. Tolong dianggap faham, hee

    Dengan begitu pertanyaan ibu setyaningsih mengenai Dengan kejadian MERAPI MELETUS, jawabannya adalah :

    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?

    Yang menjadikan gunung tersebut meletus adalah
    ~ Adanya energi panas yang karena adanya inti bumi yg biasa disebut dgn magma yg juga berisi cairan panas.
    ~ energi kinetik / gerak dilihat dari akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yg menyebabkan lempeng-lempeng bumi bergerak.
    ~ energi bunyi didapat dari gunung merapi sewaktu meletus , tentu mengeluarkan bunyi yang sangat amat keras. Nah, dari suara keras itu timbulah suatu getaran. Ingat, bunyi disebabkan karena getaran.
    ~ energi potensial , dalam pembahasan diatas disebutkan energi potensial adalah energi yang tersimpan dalam suatu benda. Ibaratkan benda itu adalah gunung dan isi yang disebut energi itu adalah magma.
    ~ ebergi cahaya karena adanya kilatan.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?

    Material-material yang dimuntahkan oleh gunung merapi diantaranya adalah:
    Abu vulkanik, Lava pijar, magma , lahar pandas, lahar dingin, awan panas yang biasa orang sana menyebut dengan wedus gembel, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Gunung berapi memuntahkan material vulkanik dan material silika ke udara. Asap membubung tinggi, lalu jatuh ke mana angin membawa.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Energi panas, energi bunyi, energi gesekan, energi listrik,
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Terjadinya awan panas karena dorongan dari dalam bumi,yg biasanya mengekluarkan magma.
    kandungan sulfur dioksida (SO2)
    energi panas,
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Ada mitos dan empat-tempat yang paling angker di Sekitar Gunung Merapi diantaranya adalah:
    1. Kawah Merapi
    Kawah ini merupakan istana dan pusat keraton makhluk halus Gunung Merapi.
    2. Pasar Bubrah
    Di bawah puncak Gunung Merapi ada daerah batuan dan pasir yang bernama “Pasar Bubrah” yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tempat yang sangat angker. “Pasar Bubrah” tersebut dipercaya masyarakat sebagai pasar besar Keraton Merapi dan pada batu besar yang berserakan di daerah itu dianggap sebagai warung dan meja kursi makhluk halus.(batuan dan pasir merupakaan hasil letusan merapi.)
    3. Gunung Wutoh
    Bagian dari keraton makhluk halus Merapi yang dianggap angker adalah Gunung Wutoh yang digunakan sebagai pintu gerbang utama Keraton Merapi. Gunung Wutoh dijaga oleh makhluk halus yaitu “Nyai Gadung Melati” yang bertugas melindungi linkungan di daerah gunungnya termasuk tanaman serta hewan.
    4. Sekitar makam Sjech Djumadil Qubro
    Selain tempat yang berhubungan langsung dengan Keraton Merapi ada juga tempat lain yang dianggap angker. Daerah sekitar makam Sjech Djumadil Qubro merupakan tempat angker karena makamnya adalah makam untuk nenek moyang penduduk dan itu harus dihormati.
    5. Lain-lain Tempat
    Selanjutnya tempat-tempat lain seperti di hutan, sumber air, petilasan, sungai dan jurang juga dianggap angker. Beberapa hutan yang dianggap angker yaitu “Hutan Patuk Alap-alap” dimana tempat tersebut digunakan untuk tempat penggembalaan ternak milik Keraton Merapi, “Hutan Gamelan dan Bingungan” serta “Hutan Pijen dadn Blumbang”. Bukit Turgo, Plawangan, Telaga putri, Muncar, Goa Jepang, Umbul Temanten, Bebeng, Ringin Putih dan Watu Gajah.
    Beberapa jenis binatang keramat tinggal di hutan sekeliling Gunung Merapi dimiliki oleh Eyang Merapi. Binatang hutan, terutama macan putih yang tinggal di hutan Blumbang, pantang ditangkap atau dibunuh.
    Selanjautnya kuda yang tinggal di hutan Patuk Alap-alap, di sekitar Gunung Wutoh, dan di antara Gunung Selokopo Ngisor dan Gunung Gajah Mungkur adalah dianggap/dipakai oleh rakyat Keraton Makhluk Halus Merapi sebagai binatang tunggangan dan penarik kereta.
    Di puncak Merapi ada sebuah Keraton yang mirip dengan keraton Mataram, sehingga di sini ada organisasi sendiri yang mengatur hirarki pemerintahan dengan segala atribut dan aktivitasnya. Keraton Merapi itu menurut kepercayaan masyarakat setempat diperintah oleh kakak beradik yaitu Empu Rama dan Empu Permadi.
    Seperti halnya pemerintahan sebagai sebagai Kepala Negara (Empu Rama dan Empu Permadi) melimpahkan kekuasaannya kepada Kyai Sapu Jagad yang bertugas mengatur keadaan alam Gunung Merapi.
    Berikutnya ada juga Nyai Gadung Melati, tokoh ini bertugas memelihara kehijauan tanaman Merapi. Ada Kartadimeja yang bertugas memelihara ternak keraton dan sebagai komando pasukan makhluk halus. Ia merupakan tokoh yang paling terkenal dan disukai penduduk karena acapkali memberi tahu kapan Merapi akan meletus dan apa yang harus dilakukan penduduk untuk menyelamatkan diri. Tokoh berikutnya Kyai Petruk yang dikenal sebagai salah satu prajurit Merapi.
    Begitu besarnya jasa-jasa yang telah diberikan oleh tokoh-tokoh penghuni Gunung Merapi, maka sebagai wujud kecintaan mereka dan terima kasih terhadap Gunung Merapi masyarakat di sekitar Gunung Merapi memberikan suatu upeti yaitu dalam bentuk upacara-upacara ritual keagamaan. Sudah menjadi tradisi keagamaan orang Jawa yaitu dengan mengadakan selamatan atau wilujengan, dengan melakukan upacara keagamaan dan tindakan keramat.
    Upacara Selamatan Labuhan diadakan secara rutin setiap tahun pada tanggal kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono X yakni tanggal 30 Rajab. Upacara dipusatkan di dusun Kinahrejo desa Umbulharjo. Di sinilah tinggal sosok Mbah Marijan sebagai juru kunci Gunung Merapi yang sering bertugas sebagai pemimpin upacara labuhan. Gunung Merapi dan Mbah Marijan adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Keberadaan lelaki tua Mbah Marijan dan kawan-kawannya itulah manusia lebih, mau membuka mata dan telinga batinnya untuk melihat apa yang tidak kasad mata di sekitar Gunung Merapi.
    Di Selo setiap tahun baru Jawa 1 Suro diadakan upacara Sedekah Gunung, dengan harapan masyarakat menjadi aman, tentram dan sejahtera, dengan panen yang melimpah. Upacara ini disertai dengan menanam kepala kerbau di puncak Merapi atau di Pasar Bubrah.
    Sumber

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?

    Saya tidak tahu pasti apakah memang ini gejala alam biasa atau ini terjadi karena ulah tangan manusia. yang jelas yang perlu kita renungkan adalah bahwa di balik musibah atau peristiwa seperti meletusnya gunung merapi itu ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil.
    diantara hikmah yang bisa kita petik antara lain adalah:
    1. Musibah akan mendidik jiwa dan menyucikannya dari dosa dan kemaksiatan.
    Allah Ta’ala berfirman:
    artinya, “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS asy Syura: 30)
    Dalam ayat ini terdapat kabar gembira sekaligus ancaman jika kita mengetahui bahwa musibah yang kita alami adalah merupakan hukuman atas dosa-dosa kita. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melain-kan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.” (HR. Bukhari)
    Dalam hadits lain beliau bersabda:“Cobaan senantiasa akan menimpa seorang mukmin, keluarga, harta dan anaknya hingga dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.”
    Sebagian ulama salaf berkata, “Kalau bukan karena musibah-musibah yang kita alami di dunia, niscaya kita akan datang di hari kiamat dalam keadaan pailit.”

    2. Mendapatkan kebahagiaan (pahala) tak terhingga di akhirat.
    Itu merupakan balasan dari musibah yang diderita oleh seorang hamba sewaktu di dunia, sebab kegetiran hidup yang dirasakan seorang hamba ketika di dunia akan berubah menjadi kenikmatan di akhirat dan sebaliknya. Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, ”Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.”
    Dan dalam hadits lain disebutkan, ”Kematian adalah hiburan bagi orang beriman.” (HR .Ibnu Abi ad Dunya dengan sanad hasan).
    3. Sebagai parameter kesabaran seorang hamba.
    Sebagaimana dituturkan, bahwa seandainya tidak ada ujian maka tidak akan tampak keutamaan sabar. Apabila ada kesabaran maka akan muncul segala macam kebaikan yang menyertainya, namun jika tidak ada kesabaran maka akan lenyap pula kebaikan itu.
    Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan sebuah hadits secara marfu’, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Barang siapa yang ridha atas cobaan tersebut maka dia mendapat keridhaan Allah dan barang siapa yang berkeluh kesah (marah) maka ia akan mendapat murka Allah.”
    Apabila seorang hamba bersabar dan imannya tetap tegar maka akan ditulis namanya dalam daftar orang-orang yang sabar. Apabila kesabaran itu memunculkan sikap ridha maka ia akan ditulis dalam daftar orang-orang yang ridha. Dan jikalau memunculkan pujian dan syukur kepada Allah maka dia akan ditulis namanya bersama-sama orang yang bersyukur. Jika Allah mengaruniai sikap sabar dan syukur kepada seorang hamba maka setiap ketetapan Allah yang berlaku padanya akan menjadi baik semuanya.
    Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Jika memperoleh kelapangan lalu ia bersyukur maka itu adalah baik baginya. Dan jika ditimpa kesempitan lalu ia bersabar maka itupun baik baginya (juga).”
    4- Dapat memurnikan tauhid dan menautkan hati kepada Allah.
    Wahab bin Munabbih berkata, “Allah menurunkan cobaan supaya hamba memanjatkan do’a dengan sebab bala’ itu.”
    Dalam surat Fushilat ayat 51 Allah berfirman,
    artinya, “Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdo’a.”
    Musibah dapat menyebabkan seorang hamba berdoa dengan sungguh-sungguh, tawakkal dan ikhlas dalam memohon. Dengan kembali kepada Allah (inabah) seorang hamba akan merasakan manisnya iman, yang lebih nikmat dari lenyapnya penyakit yang diderita. Apabila seseorang ditimpa musibah baik berupa kefakiran, penyakit dan lainnya maka hendaknya hanya berdo’a dan memohon pertolongan kepada Allah saja sebagiamana dilakukan oleh Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam yang berdoa, “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya, ”(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS. Al Anbiyaa :83)
    5. Memunculkan berbagai macam ibadah yang menyertainya.
    Di antara ibadah yang muncul adalah ibadah hati berupa khasyyah (rasa takut) kepada Allah. Berapa banyak musibah yang menyebabkan seorang hamba menjadi istiqamah dalam agamanya, berlari mendekat kepada Allah menjauhkan diri dari kesesatan.
    6. Dapat mengikis sikap sombong, ujub dan besar kepala.
    Jika seorang hamba kondisinya serba baik dan tak pernah ditimpa musibah maka biasanya ia akan bertindak melampaui batas, lupa awal kejadiannya dan lupa tujuan akhir dari kehidupannya. Akan tetapi ketika ia ditimpa sakit, mengeluarkan berbagai kotoran, bau tak sedap,dahak dan terpaksa harus lapar, kesakitan bahkan mati, maka ia tak mampu memberi manfaat dan menolak bahaya dari dirinya. Dia tak akan mampu menguasai kematian, terkadang ia ingin mengetahui sesuatu tetapi tak kuasa, ingin mengingat sesuatu namun tetap saja lupa. Tak ada yang dapat ia lakukan untuk dirinya, demikian pula orang lain tak mampu berbuat apa-apa untuk menolongnya. Maka apakah pantas baginya menyombongkan diri di hadapan Allah dan sesama manusia?
    7. Memperkuat harapan (raja’) kepada Allah.
    Harapan atau raja’ merupakan ibadah yang sangat utama, karena menyebabkan seorang hamba hatinya tertambat kepada Allah dengan kuat. Apalagi orang yang terkena musibah besar, maka dalam kondisi seperti ini satu-satunya yang jadi tumpuan harapan hanyalah Allah semata, sehingga ia mengadu: “Ya Allah tak ada lagi harapan untuk keluar dari bencana ini kecuali hanya kepada-Mu.” Dan banyak terbukti ketika seseorang dalam keadaan kritis, ketika para dokter sudah angkat tangan namun dengan permohonan yang sungguh-sungguh kepada Allah ia dapat sembuh dan sehat kembali. Dan ibadah raja’ ini tak akan bisa terwujud dengan utuh dan sempurna jika seseorang tidak dalam keadaan kritis.
    8. Merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan.
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’ bahwa Rasulullah n bersabda, ”Barang siapa yang dikehen-daki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR al Bukhari). Seorang mukmin meskipun hidupnya sarat dengan ujian dan musibah namun hati dan jiwanya tetap sehat.
    9. Allah tetap menulis pahala kebaikan yang biasa dilakukan oleh orang yang sakit.
    Meskipun ia tidak lagi dapat melakukannya atau dapat melakukan namun tidak dengan sem-purna. Hal ini dikarenakan seandainya ia tidak terhalang sakit tentu ia akan tetap melakukan kebajikan tersebut, maka sakinya tidaklah menghalangi pahala meskipun menghalanginya untuk melakukan amalan. Hal ini akan terus berlanjut selagi dia (orang yang sakit) masih dalam niat atau janji untuk terus melakukan kebaikan tersebut. Dari Abdullah bin Amr dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, ”Tidak seorangpun yang ditimpa bala pada jasadnya melainkan Allah memerintah-kan kepada para malaikat untuk menjaganya, Allah berfirman kepada malaikat itu, “Tulislah untuk hamba-Ku siang dan malam amal shaleh yang (biasa) ia kerjakan selama ia masih dalam perjanjian denganKu.” (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya)
    12. Dengan adanya musibah seseorang akan mengetahui betapa besarnya nikmat keselamatan dan ‘afiyah
    Jika seseorang selalu dalam keadaan senang dan sehat maka ia tidak akan mengetahui derita orang yang tertimpa cobaan dan kesusahan, dan ia tidak akan tahu pula besarnya nikmat yang ia peroleh. Maka ketika seorang hamba terkena musibah, diharapkan agar ia bisa betapa mahalnya nikmat yang selama ini ia terima dari Allah ?.
    Hendaknya seorang hamba bersabar dan memuji Allah ketika tertimpa musibah, sebab walaupun ia sedang terkena musibah sesungguhnya masih ada orang yang lebih susah darinya, dan jika tertimpa kefakiran maka pasti ada yang lebih fakir lagi. Hendaknya ia melihat musibah yang sedang diterimanya dengan keridhaan dan kesabaran serta berserah diri kepada Allah Dzat yang telah mentakdirkan musibah itu untuknya sebagai ujian atas keimanan dan kesabarannya.
    Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menukil ucapan ‘Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu: “Tidaklah turun musibah kecuali dengan sebab dosa dan tidaklah musibah diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali dengan bertobat.” (Al-Jawabul Kafi hal. 118)
    Oleh karena itulah marilah kita kembali kepada Allah dengan bertaubat dari segala dosa dan khilaf serta menginstropeksi diri kita masing-masing, apakah kita termasuk orang yang terkena musibah sebagai cobaan dan ujian keimanan kita ataukah termasuk mereka- wal’iyadzubillah- yang sedang disiksa dan dimurkai oleh Allah karena kita tidak mau beribadah dan banyak melanggar larangan-larangan-Nya.
    13. Sebuah musibah akan dapat membukakan hati dan menggugah empati sesama manusia, hikmahnya semakin merekatkan rasa cinta kasih dan silaturrahim, serta mampu pula mengeluarkan nilai-nilai ubudiyah doa yang selama ini terpendam, saling mendoakan kepada yang sedang tertimpa. Selayaknya dan manusiawi sekali bila orang-orang merasa terpanggil untuk ikut bertanggung jawab dan mencintai orang yang sedang tertimpa musibah dan mendapatkan cobaan/ujian, masing-masing membantu semaksimal kemampuan kita.
    14.Kemudian diantara hikmah lain yang bisa dirasakan manusia ketika mendapat kan musibah yaitu dicabutnya sumbu perseteruan, maka tiba-tiba orang-orang yang saling bermusuhan diantara mereka lebur dengan sendirinya, kemudian mereka menjadi kawan yang sangat setia, saling membantu. Dan masih banyak hikmah-hikmah lainnya dibalik sebuah musibah.
    15. Peringatan bagi manusia
    peristiwa apapun yang terjadi seperti gunung merapi ini adalah sebagai peringatan dari Allah untuk bangsa Indonesia khususnya. dengan peristiwa ini, diharapkan manusia bisa merenungi bahwa Allah Maha Kuasa yang berkuasa melakukan apapun yang Dia mau. kalau Allah sudah berkehendak maka tidak ada yang bisa menghalangi.
    mudah-mudahan dengan adanya peristiwa gunung merapi ini, kita sadar dan segera bertaubat dari kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan sebelum datang kematian.

    8. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    9.
    Meski proses pelapukan dan pelepasan unsur hara debu vulkanik yang dikeluarkan gunung api membutuhkan waktu lama, debu itu tetap dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam dengan sedikit modifikasi. Jenis tanaman yang dapat ditanam pun tidak berbeda dengan tanaman pada tanah sebelum terkena debu vulkanik. Ahli kimia dan kesuburan tanah yang juga dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Abdul Syukur, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (10/11), mengatakan, modifikasi yang dapat dilakukan adalah dengan mencampur debu vulkanik yang banyak mengandung pasir dengan tanah liat ataupun pupuk organik dan anorganik. Hasil modifikasi itu harus membuat komposisi tanah liat, pasir, dan debu menjadi berimbang. Setelah dicampur, tanah tersebut tidak dapat langsung ditanami, tetapi harus didiamkan dua minggu hingga tiga minggu, tergantung dari komposisi debu vulkanik di setiap daerah. Selama masa menunggu, tanah harus dijaga kelembabannya hingga reaksi campuran debu vulkanik dengan tanah liat dan pupuk menjadi lebih cepat. ”Setelah tercampur dan terlihat gembur, masyarakat dapat menanaminya dengan tanaman musiman, yaitu cabai, kedelai, kacang, atau sayuran lainnya,” katanya. Ahli mineralogi liat Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Institut Pertanian Bogor, Iskandar, menambahkan, pencampuran debu vulkanik dengan tanah liat dan pupuk itu akan membuat akar tanaman bisa berjangkar dengan kuat di dalam tanah. Tanah liat yang digunakan dapat berasal dari tanah di bawah lapisan debu vulkanik, sedangkan pupuk organiknya dapat berupa pupuk kandang atau kompos yang ada di sekitar mereka. Menurut Iskandar, persoalan keasaman tanah tak perlu dikhawatirkan. Walau material Gunung Merapi mengandung belerang dan dikhawatirkan akan membuat hujan asam, alam memiliki mekanisme sendiri untuk menetralkan kembali tanah. Saat terjadi letusan, semua unsur hara dalam batuan keluar dan menetralkan sifat asam yang ditimbulkan belerang. Sebagian belerang yang menempel pada permukaan pasir juga langsung terbawa air saat hujan turun. ”Meski tanah terkena debu vulkanik, hal itu tidak otomatis meningkatkan keasaman tanah. Tanah memiliki mekanisme sendiri untuk mempertahankan tingkat keasamannya,” ujarnya. (Kompas, hal 13)

    Tentang pasir, materi ini akan terkonsentrasi di alur-alur lahar, yaitu di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Sebab, lahar itu sendiri merupakan bagian dari produk letusan gunung api tersebut. Berdasarkan informasi BPPTK dan PVMBG bahwa material yang sudah dimuntahkan Gunung Merapi ini mencapai 100 juta meter kubik. Maka, diperkirakan pasir-pasir yang akan menjadi rezeki di alur-alur sungai tersebut pastinya tidak akan melebihi jumlah atau volume itu. Karena, mereka hanya sebagian kecil saja proporsinya dari keseluruhan material vulkanik yang diluncurkan Merapi.
    (zal/diks)

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.

    Inspirasi Mengubah Hidup Terasa Jauh Lebih Berarti. BEBERAPA MASALAH SERTA USAHA PENYELAMATAN SAAT MELETUSNYA GUNUNG BERAPI. Inspirasi Kecilku. meletusnya gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang menakutkan bagi semua manusia.

    Lihatlah sosok alm. Mbah marijan, beliau adalah sesosok orang yg pemberani, tepat janji, dan bermoral .dr hal tersebut saya dpt bercermin kpd diri saya sendiri,,beliau yg telah rentang, masih sanggup menepati janjinya sbg kuncen dgn mempertaruhkan nyawanya. Saya pun jg harus bias, apalagi umur beliau dan saya terpaut jauh.

    Dll.

  155. 1. Energi penyebab gunung merapi meletus adalah energi panas karena ada tekanan yang sangat kuat maka akan mendorong material yang ada di dalam perut bumi akan keluar.
    2. Material yang keluar dari gunung merapi adalah lahar, awan panas, gas belerang/ sulvur, abu vulkanik, lahar dingin dll.
    3. Energi setelah letusan gunung merapi meletus adalah getaran ditandai adanya Energi panas ditandai munculnya awan panas.
    4. awan panas/ wedus gembel muncul disebabkan oleh bongkaran batuan dalam perut bumi tercampur dengan magma sehingga cairan magma akan terdorong keluar ditandai dengan lva pijar yang keluar pada malam hari, setelah itu batuan yang tercampur dalam magma menghasilkan gas yang keluar sebagai awan panas / wedus gembel.
    5. mitos masyarakat yogyakarta tentang keberadaan gunung merapi sebagai tempat keramat yang dihuni oleh mbah petruk ada hubungannya dengan kondisi alamiah di sekitar gunung merapi karena lingkungan disekitar gunung merapi sudah mengalami perubahan di sebabkan oleh adanya pembangunan tempat wisata, hotel/ vila dll.Maka hal inilah yang menyebabkan mbah petruk marah sehingga terjadilah letusan gunung merapi, ditandai munculnya awan panas yang berbentuk mbah petruk.
    6. karena peristiwa meletusnya gunung merapi di Indonesia hanya mengandalkan seismograf atau alat pencatat gempa vulkanik saja sehingga tidak mampu untuk mengatasi eksplosifnya gunung merapi.
    7. secara alamiah energi dari gunung merapi menghancurkan ekosistem alami menjadi ekosistem suksesi. Ekosistem suksesi akan pulih menjadi ekosistem alami dengan sendirinya karena material yang keluar dapat menyuburkan tanah.
    8.ya tentu saya terinspirasi karena intuk mengamati gunung-gunung berapi di Indonesia khusunya gunung slamet di Tegal.

    X.3_03_AjiPamungkas.

  156. Nama : Nadia Aghni Nurmala
    Kelas : X.6
    No Absen : 21

    Dengan kejadian MERAPI MELETUS apa yang dapat kalian ungkapkan mengenai:
    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab: Bila bagian dari mantel atas bumi atau kerak lebih rendah mencair, bentuk magma. Sebuah gunung berapi pada dasarnya adalah membuka atau suatu lubang di mana ini magma dan gas-gas terlarut di dalamnya dibuang. Meskipun ada beberapa faktor yang memicu letusan gunung berapi, tiga mendominasi: daya apung dari magma, tekanan dari gas exsolved dalam magma dan injeksi batch baru magma ke dalam dapur magma sudah terisi. Berikut ini adalah deskripsi singkat dari proses-proses.
    Sebagai batu di dalam bumi mencair, massa tetap sama sedangkan volumenya meningkat – menghasilkan lelehan yang kurang padat daripada batu sekitarnya. Magma ini lebih ringan kemudian naik ke permukaan berdasarkan apung nya. Jika kerapatan magma antara zona generasi dan permukaan kurang dibandingkan dengan sekitarnya dan menempati cekungan batuan, magma mencapai permukaan dan meletus.
    Rhyolitic magma dan komposisi yang disebut andesit begitu juga mengandung terlarut volatil, seperti air , sulfur dioksida dan karbon dioksida. \Percobaan telah menunjukkan bahwa jumlah gas terlarut dalam magma (kelarutan nya) pada tekanan atmosfer adalah nol, tapi meningkat dengan meningkatnya tekanan.
    Sebagai contoh, dalam sebuah magma andesit jenuh dengan air dan enam kilometer di bawah permukaan, sekitar 5 persen dari berat adalah dilarutkan air. \ Karena ini magma bergerak ke permukaan, kelarutan air dalam magma berkurang, sehingga kelebihan air memisahkan dari magma dalam bentuk gelembung. \Seperti magma bergerak lebih dekat ke permukaan, exsolves lebih banyak air dan lebih dari magma, sehingga meningkatkan gas / rasio magma dalam saluran tersebut. \ Ketika volume gelembung mencapai sekitar 75 persen, magma hancur untuk pyroclasts (sebagian fragmen cair dan padat) dan meletus eksplosif.
    Proses ketiga yang menyebabkan letusan gunung berapi adalah suntikan magma baru ke dalam sebuah ruang yang sudah diisi dengan magma dengan komposisi yang sama atau berbeda. injeksi ini memaksa beberapa magma dalam ruang untuk bergerak di saluran dan meletus di permukaan. Energi Endogen.

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab: Material yang keluar dari gunung berapi yaitu pasir, batu, abu vulkanik, awan panas, lahar panas, lahar dingin.

    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab: Energi kalor.

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab: Gelegar suara benturan bebatuan yang menggelinding diselingi dengan desiran semilir angin melengkapi serenade yang tengah berlangsung di lereng Merapi menciptakan suasana magis.Percikan api dari lava pijar bagaikan kilat yang menyambar menerangi gelapnya malam melengkapi resahnya gundah hati penduduk. Itu adalah simfoni klasik yang digelar secara berkala setiap 4 atau 5 tahun sekali, di kala Merapi meletus. Gemuruh gelinding bebatuan ibarat hentakan ratusan kuda perang yang berlari kencang menerbangkan debu dan memercikkan pijaran api, apapun yang berada dihadapannya akan diterjang tanpa ampun. Gulungan ombak bermuatan debu hingga bongkah bersatu padu dalam satu adonan bersuhu tinggi dengan tekanan turbulensi yang amat dahsyat menyusuri lereng dengan kecepatan melampaui jet, bagaikan awan yang melayang rendah, itulah awan panas.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab: Dapat, yaitu sebagai contoh mitos bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Dengan mengadakan ritual yang kemudian dilakukan masyarakat baik di Merapi maupun di Laut Selatan agar para penguasa tidak marah.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab: Membuat alur aliran lahar di sekitar gunung agar aliran laharnya teratur sehingga letusan yang dikeluarkan tidak besar.

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab: Dapat, banyak manfaat yang gunung berapi menyediakan bagi masyarakat. Gunung berapi membantu memperkaya tanah untuk pertanian dan dalam beberapa kasus menyediakan waduk untuk penyimpanan air tanah (Chester 186). Selain itu berharga sumber daya bumi terbentuk dalam gunung berapi. Elemen-elemen ini termasuk fluor, sulfur, seng, tembaga, timah, arsenik, timah, molybdenum, uranium, tungsten, perak, merkuri, dan emas (Chester 186). Masyarakat memanfaatkan semua elemen yang gunung berapi membantu menyediakan.. daya Panas Bumi merupakan sumber energi alternatif yang lebih baik untuk lingkungan dan gunung berapi memberikan ini untuk masyarakat juga. Gunung berapi bahkan membantu kita memahami peradaban masa lalu dan budaya.
    Adapun cara mengendalikannya yaitu dengan mengadakan explorasi yang teratur dan sistematik agar penggunaanya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab: Iya, saat gunung merapi meletus tentu ada tekanan dari dalam. Dengan meletusnya gunung merapi maka kita dapat berinstropeksi diri.

  157. Nama : Hizki Beta Sunarna
    Kelas : X.6
    No.Abs : 10

    Tugas Fisika.
    1. Energi penyebab meletusnya gunung Merapi.
    Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
    Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.

    2.Material yang keluar akibat letusan Merapi.
    Berikut adalah hasil dari letusan gunung berapi, antara lain :

    a. Gas vulkanik
    Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
    b. Lava dan aliran pasir serta batu panas
    Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
    c. Lahar
    Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
    d. Abu letusan
    Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
    e. Awan panas
    Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

    3. Energi setelah letusan.
    Energy setelah letusan adalah energy gerak / mekanik
    kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.

    4. Wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa dan apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Awan panas disebut juga aliran piroklastik adalah salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan (diketahui sebagai tefra). Aliran ini dapat bergerak dari gunung Merapi dengan kecepatan 200 km/h. Gas dapat mencapai temperatur 600-1000 derajat Celsius.

    5. Mitos-mitos rakyat setempat yang dapat gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada.
    Beberapa mitos yang dihubung-hubungkan dengan kepercayaan masyarakat sekitar gunung berapi, yaitu munculnya Mbah petruk (awan tebal berbentuk kepala “Petruk” yaitu: salah satu tokoh punakawan dalam cerita pewayangan) di atas puncak gunung berapi. Menurut kepercayaan masyarakat yang ada di sekitar gunung Merapi, bahwa; Jika kepala petruk sudah muncul di puncak merapi itu tandanya, Gunung Merapi akan memuntahkan ledakan yang lebih dahsyat dan hebat lagi. Letusan pamungkas sebagai tanda atas kemarahan mbah petruk terhadap kesalahan anak cucu nya yang ada disekitar gunung Merapi.
    Sebagaimana sedang ramai di bicarakan, bahwa sekarang ini kepala petruk sudah muncul di atas puncak gunung Merapi, dimana Mbah petruk yang di yakini sebagai penunggu puncak Merapi keluar dengan kepala menghadap ke arah bagian Jogjakarta. Ini artinya bahwa; ledakan dahsyat akan menghantam Jogja dan sekitarnya.
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.
    Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa.
    Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji. Nah, yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual.
    Karena itu, para elite spiritual lokal kemudian memiliki previlege (hak istimewa) dalam komunitasnya. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan. Dari sini ditegaskan, penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul.
    Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Ada ritual yang kemudian dilakukan masyarakat baik di Merapi maupun di Laut Selatan agar para penguasa tidak marah.
    Selain mengetahui Merapi dari mitos, ada pula pengetahuan modern yang direproduksi oleh orang-orang universitas dan digunakan pemerintah untuk menjadi landasan kebijakannya. Jadi dasarnya adalah science, yang dalam hal ini adalah ilmu tentang kegunungapian. Science ini dapat mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi perilaku Merapi.
    Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi. Itu melestarikan mitologi Jawa yang berkaitan dengan Keraton, Gunung Merapi dan Laut Selatan.
    Lalu karena dilestarikan, maka jadi kepercayaan beberapa orang, dan secara tradisional membuat sebagian dari mereka merasa sangat hormat kepada Keraton. Bahkan mereka masih melakukan ritual-ritual sebagai bagian dari kepercayaan itu.
    Ini menjadi basis kekuasaan, legitimasi melalui klenik dan mitos yang dibangun. Misalnya mitos bahwa Merapi diberi sesaji setiap tahun, juga sesaji di Laut Selatan. Ini semua agar selaras dan mendukung kekuasaan kerajaan.
    Mbah Maridjan dan beberapa warga sekitarnya enggan meninggalkan rumahnya karena percaya Merapi tidak akan apa-apa. Ini karena kepercayaan mistis juga dan juga karena keterikatan mereka dengan ekonomi sehingga membuat mereka sulit meninggalkan rumahnya. Karena mereka punya tanah, punya ternak, dan sebagainya.
    Seharusnya bukan alam yang memahami kita, tapi kita yang memahami alam. Saatnya kita hidup berdemokrasi dengan alam. Karena itu memang sebaiknya kita menjaga jarak, dengan tinggal tidak terlalu dekat dengan puncak gunung. Padahal gunung itu punya hak untuk mengalirkan lahar. Sebelum ada banyak manusia, lahar sudah mengalir lebih dulu.Ini harus dipahami secara rasional.

    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya.
    Sampai sekarang belum ada cara mengatasi agar gunung Merapi tidak meletus secara eksplosif, yang ada adalah cara menghadapi letusan gunung tersebut.
    TIPS MENGHADAPI BAHAYA LETUSAN GUNUNG API

    SEBELUM LETUSAN:
    1. Cari tahu tentang system pengamanan di komunitas daerah masing-masing serta bagan
    alur keadaan darurat
    2. Waspadai mengenai bahaya yang menyertai letusan gunungapi yaitu :
    – Lahar dan banjir bandang
    – Longsor dan hujan batu (material gunung api)
    – Gempa bumi
    – Hujan abu dan hujan asam
    – Tsunami
    3. Lakukan rencana evakuasi
    – Apabila anda tinggal di daerah rawan bencana gunung api,
    harus ingat route mana yang aman untuk dilalui.
    – Bentuk komunitas bahaya bencana gunungapi
    – Apabila anggota keluarga tidak berkumpul ketika terjadi letusan (misalnya yang
    dewasa sedang bekerja dan anak-anak sedang sekolah) usahakan untuk berkumpul
    dalam keluarga jangan terpisah.
    – Mintalah keluarga yang tinggal berjauhan untuk saling mengontak sebagai ‘hubungan
    keluarga’ sebab sehabis terjadi bencana biasanya lebih mudah untuk kontak jarak jauh.
    Tiap anggota keluarga usahakan untuk mengetahui nama, alamat dan nomor telepon
    anggota keluarga yang lain.
    4. Buatlah persediaan perlengkapan darurat seperti :
    – Batere/ senter dan extra batu batere
    – Obat-obatan untuk pertolongan pertama
    – Makanan dan air minum untuk keadaan darurat.
    – Pembuka kaleng
    – Masker debu
    – Sepatu
    – Pakailah kacamata dan gunakan masker apabila terjadi hujan abu.
    5. Hubungi pihak-pihak yang berwenang mengenai penanggulangan bencana.
    6. Walaupun tampaknya lebih aman untuk tinggal di dalam rumah sampai gunungapi
    berhenti meletus, tapi apabila anda tinggal di daerah rawan bahaya gunungapi akan sangat
    berbahaya. Patuhi instruksi yang berwenang dan lakukan secepatnya
    SELAMA LETUSAN:
    1. Ikuti perintah pengungsian yang diperintahkan oleh yang berwenang.
    2. Hindari melewati searah dengan arah angin dan sungai-sungai yang berhulu di puncak
    gunung yang sedang meletus.
    3. Apabila terjebak di dalam ruangan/ rumah :
    – Tutup seluruh jendela, pintu-pintu masuk dan lubang /keran
    – Letakkan seluruh mesin ke dalam garasi atau tempat yang tertutup.
    – Bawa binatang atau hewan peliharaan lainnya ke dalam ruang yang terlindung
    4. Apabila berada di ruang terbuka:
    – Cari ruang perlindungan .
    – Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi melingkar seperti bola.
    – Apabila terjebak dekat suatu aliran, hati-hati terhadap adanya aliran lahar.Cari tempat
    yang lebih tinggi terutama
    – Lindungi diri anda dari hujan
    – Kenakan pakaian kemeja lengan panjang dan celana
    – Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda
    – Gunakan masker debu atau gunakan kain/ sapu tangan untuk melindungi pernapasan
    anda
    – Matikan mesin mobil atau kendaraan lainnya kalau mendengar adanya aliran lahar
    5. Hindari daerah bahaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah/ lembaga yang
    berwenang/lihat peta daerah bahaya gunung api
    6. Akibat letusan gunungapi bisa dirasakan berkilo meter jauhnya dari gunung api yang
    sedang meletus. Aliran lahar dan banjir bandang, kebakaran hutan bahkan aliran awan panas
    yang mematikan dapat mengenai anda yang bahkan tidak melihat ketika gunung api meletus.
    Hindari lembah-lembah sungai dan daerah yang rendah. Mencoba mendekati gunung api yang
    sedang meletus merupakan ide yang dapat membawa maut.
    7. Apabila anda melihat permukaan aliran air sungai naik cepat-cepat cari daerah yang lebih
    tinggi. Apabila aliran lahar melewati jembatan jauhi jembatan tersebut. Aliran lahar memiliki
    daya kekuatan yang besar , membentuk aliran yang mengandung lumpur dan bahan gunung
    api lainnya yang dapat bergerak dengan kecepatan 30-60 kilometer perjam. Awan panas yang
    mengandung debu gunungapi dapat membakar tumbuhan yang dilaluinya dengan amat cepat.
    Dengarkan berita dari radio atau televisi mengenai situasi terakhir bahaya letusan gunung api
    PASCA LETUSAN:
    1. Apabila mungkin, hindari daerah-daerah zona hujan abu.
    2. Apabila berada di luar ruangan:
    – Tutup mulut dan hidung anda. Debu gunungapi dapat mengiritasi system pernapasan
    anda.
    – Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda.
    – Lindungi kulit anda dari iritasi akibat debu gunungapi.
    – Bersihkan atap dari hujan debu gunungapi
    – Hujan debu yang menutupi atap sangat berat dan dapat mengakibatkan runtuhnya atap
    bangunan. Hati-hati ketika bekerja di atap bangunan rumah.
    3. Hindari mengendarai kendaraan di daerah hujan abu yang lebat.
    4. Mengendarai kendaraan mengakibatkan debu tersedot dan dapat merusak mesin
    kendaraan tersebut.
    5. Apabila anda punya penyakit pernapasan, hindari sedapat mungkin kontak dengan debu
    gunung api.
    6. Tinggallah di dalam rumah sampai keadaan dinyatakan aman di luar rumah.
    7. Ingat untuk membantu tetangga yang mungkin membutuhkan pertolongan seperti orang
    tua, orang yang cacat fisik, anak-anak yang tidak memiliki orang tua dan sebagainya.

    7. Pemanfaatan energi alam Merapi sebagai cadangan energi alam.
    •Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    •Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    •Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. Inspirasi dengan meletusnya gunung merapi.
    Dengan meletusnya gunung Merapi menginspirasi saya agar selalu waspada terhadap segala sesuatu, karena bencana bisa datang kapan saja tanpa kita duga. Dan kita harus lebih sadar terhadap kekuasaan Tuhan YME, kita harus menjaga dan memelihara segala ciptaan-Nya dan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan kepada kita.

    SEMOGA BERMANFAAT.
    Terimakasih.

  158. 1. magma yang berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi.
    2. Lava
    Batuan pijar meleleh yang terdapat di dalam perut bumi disebut dengan magma. Magma yang keluar dari gunung berapi saat terjadi letusan, disebut dengan lava.
    Tepra/wedus gembel
    Wedus gembel merupakan awan panas yang tersusun dari batu, debu, bara, dan gas, mengalir menuruni lereng gunung dengan kecepatan yang sangat tinggi, mencapai 300 km/jam. Ini kira-kira 2 kali kecepatan maksimal mobil sedan di jalan Tol! Semua benda yang dilaluinya akan hangus terbakar dan hancur.
    Gas
    Gas dihasilkan biasanya dalam bentuk uap. Pelepasan gas yang tiba-tiba dengan tekanan yang sangat tinggi inilah yang menyebabkan terjadinya letusan. Gas yang banyak terkandung dalam gunung berapi antara lain adalah uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), dan sulfur dioksida (SO2); sedangkan gas lainnya dalam jumlah kecil adalah Klorin (CL) dan Fluorin (F).
    3. Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    4. wedus gembel
    Wedus gembel merupakan awan panas yang tersusun dari batu, debu, bara, dan gas, mengalir menuruni lereng gunung dengan kecepatan yang sangat tinggi, mencapai 300 km/jam. Ini kira-kira 2 kali kecepatan maksimal mobil sedan di jalan Tol! Semua benda yang dilaluinya akan hangus terbakar dan hancur.
    5. Kadang-kadang mitos dibumbui dengan sains. Tentu saja dari orang yang tidak begitu mengerti sains. Tidak hany aterjadi di Indonesia, mengenai bencana alam yang dikaitkan dengan mitos-mitos. Ketika Islam masuk ke Mesir, dan ingin melarang orang Mesir meneruskan tradisi ruwatan, mereka menghadapi penolakan. “Kalau tidak diruwat, kalau terjadi bencana gimana …”. Maka Khalifah Umar bin Khaththab lalu menulis sebuah surat.
    Bunyi surat itu kira-kira begini, “Wahai Sungai Nil, kalau engkau mengalir karena dirimu sendiri, maka janganlah mengalir. Namun jika yang mengalirkan airmu adalah Allah, maka mintalah kepada-Nya untuk mengalirkanmu kembali”. Umar menyuruh orang Mesir untuk melarung surat itu, sebagai ganti dari perawan rupawan.
    Allah Maha Mendengar. Tahun itu sungai Nil tidak membuat bencana. Dan mitos Mesir kuno pelan-pelan tergantikan dengan iman. Dan di zaman keemasan Islam, sains kemudian tumbuh pesat di sana dengan landasan iman.
    Oleh sebab itu, mungkin rakyat Yogya ¬ terutama yang muslim ¬ perlu menggantikan segala jenis ruwatan ke Merapi, cukup dengan surat seperti surat Umar bin Khaththab tadi. “Wahai gunung Merapi, kalau engkau meletus karena kehendak Allah, taatlah kepada-Nya …. “.
    Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Qs. 29-al-Ankabut : 2)

    6. dengan cara , Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus. Juga upaya untuk mengefakuasi wargan disekitar merapi.
    7. panas bumi sebagai pembangkit listrik
    Pembangkit listrik panas bumi menggunakan uap dari sumber panas di dalam bumi. Selajutnya sama seperti pembangkit listrik pada umumnya, uap dari dalam bumi ini digunakan untuk memutar turbin yang akan mengaktifkan generator, sehingga listrik bisa dihasilkan.
    Bagian dalam bumi memiliki suhu tinggi. Panas inilah yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listik tenaga panas bumi. Daerah yang dangkal lebih mudah diambil panasnya secara teknologi. Keberadaan sumber panas bumi yang relatif dangkal ini ditandai dengan munculnya geyser, sumber air panas, fumarol, kolam air panas, dan lain sebagainya.
    8. ya, karena kita dapat mengetahui penyebab atau energi apa saja yang dapat membuat gunung merapi itu meletus, kandungan yang terdapat di dalam gunung merapi itu, serta dapat dimanfaatkan untuk apa saja energy yang terdapat dari dalam kandung gunung merapi itu. Dan juga mengetahui betapa besar kuasa Allah SWT, dan semakin mendekatkan diri kita kepadaNya. :)

  159. NAma : Muhammad Syaeful Mujab
    Kelas : X.7
    No : 24

    1. Energi penyebab gunung meletus=> Energi endogen
    Kerak bumi adalah lapisan tipis batuan padat (10 hingga 70 Km) yang mengambang di lapisan lebih tebal dari batuan cair, mantel, di mana batu berada pada suhu 1100-1200° C di lapisan paling dangkal dan lebih panas dan semakin panas dengan meningkatnya kedalaman. Batuan cair ini adalah cairan magma yang keluar dari gunung berapi pada permukaan kerak bumi dan menjadi batu lava ketika membeku.

    Kerak bumi memberikan sebuah tekanan besar pada mantel magma yang cenderung terhadap keuntungan pada setiap titik lemah yang berada di atas kerak bumi, yang terbentuk oleh beberapa patahan, untuk naik dan keluar di atas permukaan. Gunung berapi dengan bentuk kerucut yang khas terbentuk menjadi banyak lapisan dari letusan lava terpadatkan selama ratusan ribu tahun. Hal tersebut merupakan kehidupan normal gunung berapi.

    Pada titik ini, mengingat banyaknya gunung berapi di dunia, kita bisa bertanya-tanya bagaimana magma dari mantel bisa begitu mudah keluar melalui kerak bumi.

    Jawabannya terletak pada mantel yang sama, hal ini ditunjukkan oleh gerakan-gerakan konvektif besar yang menyebabkan turunnya magma bagian atas yang lebih dingin, digantikan oleh magma bagian dalam yang lebih panas dalam siklus terus menerus, mirip dengan air mendidih dalam ketel. Konveksi aliran ini banyak terdapat di dalam mantel dan bergerak seperti ban berjalan, mampu bergerak seluas kerak bumi. Untuk alasan ini, dibagi menjadi banyak lempeng kerak yang bergerak antara satu dengan lainnya beberapa centimeter setiap tahun. Hanya tepi lempeng kerak ini merupakan daerah lemah dan tidak stabil dari kerak bumi di mana magma dari mantel dengan mudah dapat muncul untuk membentuk gunung berapi.

    Kerak bumi adalah terpendek (hanya Km 5-10) kedekatannya dengan dasar laut dan tebal paling di bawah pegunungan gunung utama, tapi sebagian besar terbentuk atau masih sedang terbentuk hari ini hanya sepanjang batas antara dua lempeng kerak dimana terjadi tabrakan antara satu dengan yang lain. Jadi, salah satu dari dua lempeng (A) mereda/menyurut dan bergerak ke bawah lempeng lain (B), tenggelam di dalam mantel dan meleleh menjadi kurang padat; magma baru ini memberikan kontribusi mendorong tepi lempeng kerak B ke atas dan membentuk kisaran gunung (pegunungan), sejajar dengan tepi kerak. Ini adalah apa yang terjadi pada lempeng India dengan menabrak dan kembali normal di bawah lempeng Asia dan hasil dari tekanan besar adalah pegunungan Himalaya dan dataran tinggi Tibet.

    Hal yang sama terjadi di sepanjang pantai barat seluruh Amerika, di mana kerak samudra Pasifik menyurut di bawah lempeng benua Amerika untuk membentuk Pegunungan Andes dan Rocky. Hanya di sini, ada banyak kesalahan dan celah dalam kerak bumi, yang disebabkan oleh tekanan yang cenderung membengkok dan akibatnya banyak gunung berapi.

    Letusan magma mereda oleh gas-gas terlarut di dalamnya, terutama karena magma melintasi lapisan kerak bumi dan mendekomposisi bagian dari batuan di sepanjang jalan. Jadi magma jenuh di bawah tekanan besar dengan gas-gas seperti CO2, SO2, HCl, HF, H2O, H2 dan lainnya. Ketika magma naik sepanjang lubang utama dari gunung berapi, tekanan berkurang dan gas terpisah dari magma membentuk gelembung. Ini cenderung untuk naik ke atas dan meningkatkan tekanan yang diberikan ke atas oleh lava.

    Penting untuk diketahui bahwa magma meletus dari gunung berapi tidak datang langsung dari mantel, tetapi dari ruang magmatik besar atau “kaldera” dan terletak di dalam kerak bumi. Kaldera tersebut terletak pada beberapa kilometer di bawah gunung berapi, langsung berhubungan dengan kawahnya.

    Viskositas magma sangat penting untuk menjelaskan letusan gunung berapi karena sangat bervariasi. Magma yang paling kental membentuk gunung berapi di mana batuan cair cenderung memadat segera setelah letusan atau bahkan sebelum keluar dari kawah. Akibatnya, magma ini cenderung menyumbat vulkanik menyumbat lubang dengan tutup dari magma padat pada akhir setiap letusan. Kesimpulan untuk setiap letusan eksplosif hanya merupakan langkah pertama menuju letusan berikutnya, walaupun terjadi setelah beberapa abad, bahkan tekanan dari dasar magma dan gas, cepat atau lambat cenderung membuat tutup tersebut meledak sehingga letusan dari gunung berapi biasanya mendadak dan eksplosif, setelah periode waktu panjang yang tenang.

    Kerasnya letusan di daerah sekitarnya dipicu oleh ledakan yang disebabkan oleh gas-gas yang dilepaskan dengan keras oleh magma yang sangat kental, bergerak bersama sejumlah abu, bara dan puing-puing yang berasal dari bagian-bagian dari gunung yang hancur oleh ledakan. Ini membentuk awan gas panas yang tinggi dan besar dan partikel padat yang dapat runtuh pada sisi-sisi gunung berapi dan membentuk awan dari abu dan gas yang membakar segala sesuatu di sepanjang jalan mereka.

    2. material yang dikeluarkan saat meletus
    Saat meletus, gunung berapi mengeluarkan material-material yang terdiri dari lava, tepra, dan gas. Jenis dan jumlah material yang dikeluarkan saat letusan, bergantung pada komposisi magma yang ada dalam gunung berapi tersebut.

    Lava
    Batuan pijar meleleh yang terdapat di dalam perut bumi disebut dengan magma. Magma yang keluar dari gunung berapi saat terjadi letusan, disebut dengan lava. Bila magma bersifat cair (fluid), maka lava yang dihasilkannya akan mengalir dengan cepat di permukaan lereng gunung. Sambil mengalir, lava ini mendingin, dan akhirnya menjadi batuan beku dan membentuk kubah lava baru.
    Tepra
    Disebut juga dengan material piroklastik (pyroclastic material). Gunung berapi yang memiliki kandungan magma yang kental (sticky), bila terjadi letusan yang eksplosif, akan menghasilkan aliran piroklastik (pyroclastic flow), atau di Indonesia biasa dikenal dengan istilah wedus gembel. Wedus gembel merupakan awan panas yang tersusun dari batu, debu, bara, dan gas, mengalir menuruni lereng gunung dengan kecepatan yang sangat tinggi, mencapai 300 km/jam. Ini kira-kira 2 kali kecepatan maksimal mobil sedan di jalan Tol! Semua benda yang dilaluinya akan hangus terbakar dan hancur.
    Gas
    Gas dihasilkan pada letusan gunung berapi baik yang eksplosif maupun non eksplosif, biasanya dalam bentuk uap. Pelepasan gas yang tiba-tiba dengan tekanan yang sangat tinggi inilah yang menyebabkan terjadinya letusan. Gas yang banyak terkandung dalam gunung berapi antara lain adalah uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), dan sulfur dioksida (SO2); sedangkan gas lainnya dalam jumlah kecil adalah Klorin (CL) dan Fluorin (F).

    3. Energi setelah letusan
    Saat meletus, gunung berapi mengeluarkan material-material yang terdiri dari lava, tepra, dan gas. Jenis dan jumlah material yang dikeluarkan saat letusan, bergantung pada komposisi magma yang ada dalam gunung berapi tersebut.

    Lava
    Batuan pijar meleleh yang terdapat di dalam perut bumi disebut dengan magma. Magma yang keluar dari gunung berapi saat terjadi letusan, disebut dengan lava. Bila magma bersifat cair (fluid), maka lava yang dihasilkannya akan mengalir dengan cepat di permukaan lereng gunung. Sambil mengalir, lava ini mendingin, dan akhirnya menjadi batuan beku dan membentuk kubah lava baru.
    Tepra
    Disebut juga dengan material piroklastik (pyroclastic material). Gunung berapi yang memiliki kandungan magma yang kental (sticky), bila terjadi letusan yang eksplosif, akan menghasilkan aliran piroklastik (pyroclastic flow), atau di Indonesia biasa dikenal dengan istilah wedus gembel. Wedus gembel merupakan awan panas yang tersusun dari batu, debu, bara, dan gas, mengalir menuruni lereng gunung dengan kecepatan yang sangat tinggi, mencapai 300 km/jam. Ini kira-kira 2 kali kecepatan maksimal mobil sedan di jalan Tol! Semua benda yang dilaluinya akan hangus terbakar dan hancur.
    Gas
    Gas dihasilkan pada letusan gunung berapi baik yang eksplosif maupun non eksplosif, biasanya dalam bentuk uap. Pelepasan gas yang tiba-tiba dengan tekanan yang sangat tinggi inilah yang menyebabkan terjadinya letusan. Gas yang banyak terkandung dalam gunung berapi antara lain adalah uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), dan sulfur dioksida (SO2); sedangkan gas lainnya dalam jumlah kecil adalah Klorin (CL) dan Fluorin (F).

    4.PEnyebab wedus gembel
    wedus gembel’ tak lain adalah awan panas yang berisi material-material muntahan Gunung Merapi saat meletus.

    Batu-batu dengan ukuran besar, kerikil dan juga abu yang menjadi satu dengas gas, bergerak ke perbukitan yang ada di sisi Gunung Merapi.

    “Karena gerakan dari muntahan Merapi tersebut tak teratur seakan akan bergumpal gumpal dan berwarna putih dan dari jarak jauh seperti bulu wedus gembel [domba gembel] maka warga setempat menamakannya ‘wedus gembel’,” katanya.

    Suhu wedus gembel di kawah Merapi bisa mencapai 1.000 derajat Celcius. Ketika bergerak ke lereng Merapi sejauh empat kilometer, suhunya berkurang menjadi 500 derajat. Apapun yang diterjangnya akan hancur dan mati.

    5.MItos dg kejadian alamiah
    Mitos yang merebak di masyarakat boleh dikatakan tidak ada hubungannya dengan fenomena alam yang terjadi pada saat ini dengan kacamata ilmiah. Seperti fenomena tangggal 26 dan legenda penunggu gunung Merapi yaitu mbah petruk.
    Hal tersebut hanya merebak krena perkembangan budaya masyarakat.

    6. Kita sebagai manusia sangat sulit untuk memprediksinya. Tapi kita bisa meminimalisir dampaknya dengan lebih siaga dan tanggap terhadap bencana. Dan dari kacamata agama kita harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

    7.Geothermal berasal dari bahasa Yunani yaitu geo adalah bumi, dan therme adalah panas. Maka Energi Geothermal adalah panas yang berasal dari dalam bumi. Kita dapat memanfaatkan uap atau air panas yang dihasilkan dari dalam bumi untuk memanaskan bangunan atau untuk pembangkit listrik.

    Energi geothermal adalah energy yang terbaharukan karena air di dapat dari air hujan dan panas secara continue diproduksi dari dalam bumi. Energi Geothermal dibentuk pada inti bumi kira-kira 4 ribu mil dibawah permukaan. Suhu lebih panas daripada panas permukaan matahari, yang secara kontinue diproduksi di dalam bumi dengan cara peluruhan radio aktif secara perlahan, proses ini terjadi dalam semua lapisan batuan.

    Energi geothermal tersimpan di dalam bentuk:

    * Gunung api, dan fumarol (lubang dimana gas vulkanik lepas)
    * Sumber air panas
    * Geiser

    Salah satu penggunaan yang sering dilakukan di Indonesia terhadap energy geothermal adalah untuk pembangkit tenaga listrik.

    8. Merupakan teguran agar kita lebih bersahabat dengan alam dan lebih mendekatkan diri pada sang Khalik.

  160. Nama : Luthfiana J.A.
    Kelas : X.3 (20)

    1. Energi yang menjadikan gunung meletus yaitu,energy yang berasal dari dalam bumi (endogen) akibat endapan magma berupa gas dan cairan lava yang memiliki tekanan berkekuatan tinggi sehingga terdorong ke atas dan mengakibatkan terjadinya letusan.
    2. Material-material yang keluar dari gunung berapi sebagi berikut: ~Material vulkanis padat (efflata) a.) Berdasarkan asalnya : *Effata autogen, berasal dari bekuan magma yang keluar. *Efflata aulogen,berasal dari pipa kawah yang terlempar. b.) Berdasarkan ukurannya : *Bom berukuran besar,*Lapili sebesar kerikil,*Pasir vulkanik sebesar butiran pasir,*Abu vulkanik efflata yang halus. c.) Material berupa cairan : *Lava=aliran magma ke permukaan bumi,*Lahar panas=lava yang merupakan campuran lava dengan air,*Lahar dingin=lava yang membeku bersama air hujan. d.) Material gas : uap air,gas nitrogen,gas belerang,asam arang dan lain-lain.
    3. Energi setelah terjadi letusan yaitu, energy kalor,getaran,gelombang,bunyi,gerak,potensial,gesekan,dan lain-lain. Menurut data kecepatan pelepasan magma merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyebur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertical dari bawah ke atas.
    4. Wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua memerlukan waktu. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Dalam upayanya tersebut, tidak ada cara lain kecuali membongkar batuan penutup hingga terbuka peluang magma mengalir ke permukaan. Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar, pertanda bahwa fluida magma sudah berhasil mencapai permukaan. Secara kasat mata dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Pada malam hari dengan jelas terlihat percikan lava pijar, bahkan gulungan bola api menggelinding liar. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas. Istilah awan dipergunakan untuk menggambarkan betapa adonan bebatuan panas tersebut tidak saja menggelinding, tetapi sebagian melayang bagaikan awan di atas puncak menerjang ke bawah. Karena kenampakannya seperti bulu domba,maka disebut juga “wedhus gembel” yang artinya bulu domba. Dan para ahli vulkanologi sering mengatakan adanya wedus gembel disebabkan karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas. *Kandungan yang ada diawan panas merupakan material panas dalam gunung dan energinya merupakan energi dari dalam bumi.
    5. Mitos-mitos rakyat setempat dapat gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada,seperti gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut para sosiolog, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Namun, mitos tak akan bisa menjadi kunci jawaban atas fenomena alam yang sedang terjadi.
    6. Cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya,hingga kini para ahli vulkanologi dan Tim SAR hanya dapat memperingati warga sekitar agar mengungsikan diri dan untuk sementara tidak kembali ke rumahnya. Saya belum mengetahui upaya agar letusan merapi tidak eksplosif,pastinya sebagai manusia biasa hendaknya kita introspeksi atas kesalahan yang kita lakukan, selain musibah ini karena memang peristiwa alam tetapi semua tidak lepas dari perbuatan yang kita lakukan terhadap alam itu sendiri. Dan ingat!! Banyak-banyaklah berdoa kepada Allah SWT atas bencana yang sedang melanda bumi pertiwi ini.
    7. Energi panas bumi akibat letusan gunung berapi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Dan debu vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung menganding zat yang bisa menyuburkan tanah. Kesuburan tanah akibat letusan gunung ini terutama yang berada di daerah tropis seperti Indonesia. Sedangkan material yang dihasilkan dari letusan gunung berapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    8. Tentu saja saya terinspirasi dengan kejadian ini karena dalam musibah ini saya dapat mengetahui sebab akibat dari meletusnya gunung merapi dan mengetahui hubungan antara beberapa ilmu pengetahuan seperti fisika dengan kimia,geografi,dll. Saya dapat mengambil kesimpulan bahwa semua musibah yang terjadi jangan selalu dikaitkan dengan hal-hal mistis,tetapi kita juga harus dapat mengetahui dari sisi pengetahuannya dan semua musibah yang terjadi harus dapat kita ambil hikmahnya dan dari sini pula kita belajar untuk selalu melestarikan alam ini dan saling menolong sesama makhluk ciptaan-Nya.

  161. 1.Energi yang menjadikan gunung merapi meletus??
    jawab:a.Energi endogen.Energi yang dapat menyebabkan pergeseran kerak bumi
    b.Energi tekanan.Gunung meletus diakibatkan tekanan gas gas dari bawah.

    2.Material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut??
    jawab:a.Gunung berapi akan mengeluarkan kaca abu sangat kasar, padat dan sedikit korosif. Materi ini mengandung listrik saat basah dan tidak dapat larut dalam air
    b.magma
    c.lava,lava adalah campuran panas dan dingin dari air dan batuan yang mengalir dari lereng gunung berapi.
    d.lahar
    e.abu vulkanik
    f.Gas yang paling berlimpah biasanya dilepaskan ke atmosfer dari sistem vulkanik adalah uap air (H2O), diikuti oleh karbon dioksida (CO2) dan sulfur dioksida (SO2). Gunung berapi juga melepaskan sejumlah kecil gas lainnya, termasuk hidrogen sulfida (H2S), hidrogen (H2), karbon monoksida (CO), hidrogen klorida (HCL), hidrogen fluorida (HF)
    3.Energi apa setelah terjadi letusan??
    jawab:Energi setelah letusan terjadi adalah energi eksogen.Contoh tenaga eksogen adalah angin.Setelah terjdi letusan biasanya terjadi hujan abu di daerah-daerah tertentu yang diakibatkan oleh angin
    4.Apa penyebab munculnya awan panas??apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya??
    jawab:Penyebabnya adalah karena tipe letusan merapi bersifat erupsi.Kandungan terbesar dalam awan panas adalah besi,sulfur,dan magnesium.Energi yang terdapat dalam awan panas adalh energi gerak.Awan panas dapat bergerak dengan kecepatan 110 km perjam
    5.Apa mitos mitos rakyat setempat yang dapat anda gabungkan dengan keadaan ilmiah yang ada??jelaskan!
    jawab: Biasanya tokoh yang mempelajari kejawen yang memunculkan mitos baru.Misalkan ada orang yang tinggal di lereng Merapi memiliki cemeti yang dia percaya bila dilecutkan ke tanah, maka rumahnya akan aman dari dampak letusan Gunung Merapi.Dan menurut keadaan ilmiah dikarenakan daerah itu subur sehingga merasa rugi bila meninggalkan daerahnya untuk sementara waktu atau dalam waktu yang permanen. Karena itulah mereka bertahan hidup dengan membangun mitos yang sekiranya bisa mewakili dunia batinnya untuk menjawab kegelisahannya tersbut.
    6.Bagaimana cara mengatasi agar gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    jawab:Menurut saya belum ada caranya dikarenakan Salah satu sebabnya: peralatan yang masih berfungsi hanya seismometer. Sementara, alat lainnya seperti alat monitoring deformasi (EDM dan tilt meter), alat pencatat gas, dan alat monitoring visual, rusak. Karena itu, jangankan mengetahui apa yang terjadi dengan Merapi, untuk mengetahui apa saja aktivitas Merapi saat ini, sulit dilakukan.
    7.Secara alamiah dapatkah energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan enrgi alam??bagaimana cara mengendalikannya jika bisa??
    jawab:ya,bisa..Sudah sangat jelas bahwa negara Indonesia dilewati sekitar 20% panjang dari sabuk api atau sering disebut sebagai “ring of fire”. Jalur ini merupakan jalur dimana gunung api banyak dijumpai. Dari gunung-gunung api inilah sumber panas diperoleh.nurut perkiraan yg tercatat hingga saat ini ada sekitar20 ribu MWe — 40% potensi panasbumi dunia –namun yang dimanfaatkan baru sekitar 800 000 MW atau hanya 3-4% saja, jelas ini sebuah peluang yg sangat besar dan perlu dimanfaatkan. Apabila dikonversikan maka total yg 40% ini setara dengan supply minyak bumi sebesar 8 Milyard Barel Ekivalen. Ini masih hanya diperkirakan berdasarkan atas “current technology stages”, efisiensi konversi, serta usia sumur yg mampu dipakai selama produksi/operasi. Karena pada prinsipnya daya kalor panasnya sendiri tidak akan habis dalam ratusan bahkan ribuan tahun.

    Seberapa sih 8 Milyar barrel ekivalen ini ?
    Sebagai gambaran lapangan Minas dan Duri yg terbesar di Asia ini memiliki total cadangan sekitar 4 Milyar Barrel. Sehingga kalau kita mampu memanfaatkan geothermal jelas akan sangat menolong untuk mengurangi subsidi BBM.

    Technologicaly Proven

    Energi geothermal merupakan energi yg dihasilkan oleh panasnya perut bumi. Panas atau suhu tinggi ini sangat mudah dimengerti sebgai sumber energi. Namun panas saja tidak dapat dimanfaatkan secara optimum. Perlu adanya transformasi energi ke dalam bentuk energi lain sehingga siap pakai. Saat ini teknologi pemanfataan geothermal untuk dipakai sebagai pemanas jelas sudah ada, namun karena Indonesia termasuk daerah tropis kebutuhan panas ini tidak banyak diperlukan.Jusru kebutuhan pendingin yg diperlukan dan yang diperlukan di Indonesia ini terutama adalah untuk penerangan dan transportasi.
    8.Apakah anda dapt terispirasi dengan terjadinya gunung merapi meletus??
    jawab:jawban saya adlah YA.Dengan terjadinya gunung merapi meletus saya terinspirasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan,,karena dengan kejadian ini saya sadar saya bukan apa-apa di hadapanNYA..dan saya terinspirasi untuk membantu korban yang terkena bencana tersebut

  162. Nama : Annisa Rachmania
    Kelas : X.2
    No.Abs : 3

    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab :
    a.Energi Kalor / Panas.
    b.Tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab :
    a. Abu vulkanik
    b. Lava pijar
    c. Magma
    d. Lahar panas
    e. Lahar dingin
    f. Awan panas ( Piroklastik )
    g. Pasir
    h. Batuan
    i. Lumpur
    j. Gas beracun
    k. dan lain-lain.

    3. Energi yang dihasilkan setelah gunung meletus ?
    Jawab :
    Energi potensial, getaran gelombang dan bunyi, suhu, kalor.

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    Penyebab wedus Gembel adalah karena erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab :
    Mitos tidak lepas dari kehidupan sebagian masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Mistisme kerap dilekatkan pada salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Mitos-mitos ini memang tidak serta merta muncul.Mitos-mitos yang muncul lantas dikaitkan dengan pengetahuan tentang Gunung Merapi.
    Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan alamiah tidak bisa digabungkan karena mitos tidak bisa di pikir logika dan tidak bisa dibuktikan secara keilmuan. Tetapi menurut masyarakat yang masih memegang teguh mitos itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab :
    Menurut saya, caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus. Juga upaya untuk mengefakuasi wargan disekitar merapi.

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab :
    -Energi panasbumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    -Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    -Sumberdaya Bahan Galian Industri.Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab :
    Ya, menurut saya dengan terjadinya letusan gunung merapi, membuat saya sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, saling tolong-menolong,, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. karena, bencana itu terjadi atas kehendak dari Allah SWT.

  163. 1.Energi yang menyebabkan gunung meletus
    Energi yang menyebabkan gunung meletus adalah energi kalor, tekanan dan kemagnetan. Di bawah kerak bumi terdapat cairan panas berpijar yang disebut magma. Gunung ai meletus bila tekanan di bawah tanah bertambah , sehingga memaksa magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi. Selain itu, adanya peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung.

    2. Material yang keluar dari gunung berapi:
    * Wujud padat (eflata) :
    – Bom (eflata berukuran besar)
    – Lapili (eflata berukuran kecil)
    – Pasir vulkanik
    – Abu vulkanik
    – Batu apung
    * Wujud cair :
    – Lava (aliran magma yang sampai ke permukaan bumi)
    – Lahar (lava yang telah bercampur dengan materi-materi di permukaan bumi)
    * Wujud gas :
    – Gas belerang
    – Gas nitrogen
    – Gas asam arang
    – Uap air

    3. Energi yang dihasilkan setelah gunung meletus :
    Energi potensial, getaran gelombang dan bunyi, suhu, kalor.

    4. Penyebab munculnya awan panas : Gunung berapi memiliki dua kantong magma. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Kemudian terjadi migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar. Kemudian dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas.
    – Kandungan dari awan panas : Campuran material letusan berupa abu, pasir hingga bongkah dalam satu adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi karena densiti dan suhunya yang tinggi.
    – Energi yang terkandung : Energi kinetic, suhu, gerak, tekanan.

    5. Mitos-mitos rakyat setempat tidak dapat digabungkan dengan keadaan alamiah. Karena mitos-mitos tersebut hanya kepercayaan masyarakat setempat dan tidak dapat dijelaskan secara keilmuan.masih percaya pada ramalan

    6.cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya
    Hingga saat ini, eksplosif dari gunung berapi tidak dapat dicegah. Yang bisa dilakukan sekarang adalah mendeteksi kapan kira-kira gunung berapi akan meletus menggunakan berbagai alat, seperti, seismometer, alat monitoring deformasi (EDM dan tilt meter), alat pencatat gas, dan alat monitoring visual. sehingga penduduk disekitar gunung berapi tersebut dapat segera dievakuasi.

    7. Energi alam gunung berapi yang dapat dimanfaatkan :
    Abu vulkanik yang dimuntahkan gunung berapi saat meletus dapat membuat tanah lebih subur. Selain itu, gunung api merupakan daerah penangkapan huja yang baik sehingga dapat berfungsi sebagai tempat reservoir air.

    8.inspirasi dengan meletusnya gunung merapi
    Saya terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi. Meletusnya gunung merapi menyadarkan saya untuk selalu menjaga alam sebisa mungkin dan mensyukuri apa yang telah di berikan oleh-NYA. Serta, kejadian ini lebih menyadarkan saya untuk selalu membantu sesama umat manusia selagi saya dapat melakakanya.

  164. NAMA :ANANDA TRI HANTONO
    KELAS : X.2
    ABSEN1 :2

    1.Energi yang menyebabkan gunung meletus
    Energi yang menyebabkan gunung meletus adalah energi kalor, tekanan dan kemagnetan. Di bawah kerak bumi terdapat cairan panas berpijar yang disebut magma. Gunung ai meletus bila tekanan di bawah tanah bertambah , sehingga memaksa magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi. Selain itu, adanya peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung.

    2. Material yang keluar dari gunung berapi:
    * Wujud padat (eflata) :
    – Bom (eflata berukuran besar)
    – Lapili (eflata berukuran kecil)
    – Pasir vulkanik
    – Abu vulkanik
    – Batu apung
    * Wujud cair :
    – Lava (aliran magma yang sampai ke permukaan bumi)
    – Lahar (lava yang telah bercampur dengan materi-materi di permukaan bumi)
    * Wujud gas :
    – Gas belerang
    – Gas nitrogen
    – Gas asam arang
    – Uap air

    3. Energi yang dihasilkan setelah gunung meletus :
    Energi potensial, getaran gelombang dan bunyi, suhu, kalor.

    4. Penyebab munculnya awan panas : Gunung berapi memiliki dua kantong magma. Pasokan magma dari dapur hingga mencapai kantong pertama tidak pernah berhenti. Kemudian terjadi migrasi magma dari kantong pertama ke kantong kedua. Apabila kantong kedua sudah terisi penuh, maka magma akan menerobos batuan penutup yang ada di puncak. Ketika proses pembongkaran batuan penutup tersebut berlangsung, mulai terjadi guguran bebatuan. Makin lama volumenya kian membesar hingga akhirnya tercampur dengan magma yang masih segar. Kemudian dapat disaksikan gulungan ombak bebatuan turun dari puncak mengikuti lereng. Apabila volume guguran bebatuan ini semakin besar, maka tercipta adonan berbagai ukuran material bersatu padu dengan gas dan menghasilkan awan panas.
    – Kandungan dari awan panas : Campuran material letusan berupa abu, pasir hingga bongkah dalam satu adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi karena densiti dan suhunya yang tinggi.
    – Energi yang terkandung : Energi kinetic, suhu, gerak, tekanan.

    5. Mitos-mitos rakyat setempat tidak dapat digabungkan dengan keadaan alamiah. Karena mitos-mitos tersebut hanya kepercayaan masyarakat setempat dan tidak dapat dijelaskan secara keilmuan.masih percaya pada ramalan

    6.cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya
    Hingga saat ini, eksplosif dari gunung berapi tidak dapat dicegah. Yang bisa dilakukan sekarang adalah mendeteksi kapan kira-kira gunung berapi akan meletus menggunakan berbagai alat, seperti, seismometer, alat monitoring deformasi (EDM dan tilt meter), alat pencatat gas, dan alat monitoring visual. sehingga penduduk disekitar gunung berapi tersebut dapat segera dievakuasi.

    7. Energi alam gunung berapi yang dapat dimanfaatkan :
    Abu vulkanik yang dimuntahkan gunung berapi saat meletus dapat membuat tanah lebih subur. Selain itu, gunung api merupakan daerah penangkapan huja yang baik sehingga dapat berfungsi sebagai tempat reservoir air.

    8.inspirasi dengan meletusnya gunung merapi
    Saya terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi. Meletusnya gunung merapi menyadarkan saya untuk selalu menjaga alam sebisa mungkin dan mensyukuri apa yang telah di berikan oleh-NYA. Serta, kejadian ini lebih menyadarkan saya untuk selalu membantu sesama umat manusia selagi saya dapat melakakanya.

  165. nama: ficky septian ali
    kelas : 10. 5
    absen : 12

    Jawab :
    Energy panas dari magma / Geothermal
    Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam. hasil reaksi magma berupa gas dan cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Ahli goelogi menyadari adanya pergerakan lempeng bumi yang diukur dari pergerakan pertahun antara lapisan dengan membandingkan jarak yang telah diukur pada tahun sebelumnya dengan tahun saat ini. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi. Teori terbentuknya gunung mengatakan bahwa gunung dalam jutaan tahun yang lalu adalah daerah yang labil pada satu sisi dan pada sisi yang lain adalah daerah padat. Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluar dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung. Dibandingkan pada 2006 lalu, erupsi Gunung Merapi kali ini lebih besar dan lebih cepat. Hal ini dikarenakan akumulasi energi yang lebih besar yang dikandung salah satu gunung paling aktif di dunia tersebut. Selain itu di Merapi bagian selatan terdapat bukaan kawah yang jarak ke Kali Adem yang dekat dengan pemukiman penduduk

    2. Material Gunung Meletus
    Jawab :
    Material dikeluarkan dari gunung berapi adalah :
    *bahan padat : bom , lapili , pasir ,abu .
    *bahan cair : lava , lahar panas ,dan lahar dingin .
    *bahan gas :solfatar , fumarol , dan mofet
    Material-material yang dikeluarkan gunung meletus diantaranya : Abu vulkanik, lava pijar, magma, lahar panas, lahar dingin, awan panas, pasir, batuan, Lumpur, gas beracun, dan lain-lain.
    Letusan yang terjadi dini kemarin mencapai tinggi kolom asap tiga setengah kilometer di atas puncak. Getaran letusan dirasakan penduduk yang berada di radius 12 kilometer. Abu vulkanik jatuh dalam radius 20 kilometer.
    3. Energi Setelah Letusan
    Jawab :
    Energy setelah letusan adalah energy gerak / mekanik
    kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.
    4. Sebab dan Energi Awan Panas
    Jawab :
    penyebab terjadinya wedus gembel ( awan panas ) adalah karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas .
    Ketika ada guguran kubah lava maka akan membentuk awan panas. Nah awan panas karena guguran ini arahnya sesuai dengan ketidakseimbangan pada kubah lava. Tiga kali luncuran awan panas Rabu pagi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur cukup panjang dan menghembuskan debu ke arah barat daya. Namun demikian, energi awan panas yang dikeluarkan relatif kecil. Energi kecil tetapi jarak luncur awan panas cukup panjang itu disebabkan tidak ada pepohonan yang dapat mereduksi luncuran awan panas. Pepohonan di sekitar Merapi banyak yang roboh dan mati akibat terjangan awan panas pada Selasa (26/11).
    5. Mitos Rakyat dengan Keadaan Alamiah
    Jawab ;
    Menurut saya, mitos-mitos masyarakat dengan keadaan ilmiah tidak bias digabungkan karena mitos tidak bias di logika dan tidak bias dibuktikan secara keilmuan.ada mitos gunung berapi yaitu :
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    Jawab :
    Caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering dengan ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada yogyakarta, dan tinggal menanti pada zona kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya. Teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali. Rangkaian menutup pintu inilah membuat aktifitas merapi ke depan akan semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung dari pergerakan lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali seperti sebelum gempa atau sebelum merapi meletus
    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu-minggu kedepan setelah 17/06/06, Lebih baik jika warga di lereng gunung merapi tidak dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru kunci merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogyakarta memikirkan langkah relokasi warga lereng merapi, sehingga mereka lebih tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    7. Dapatkah Energi Merapi Dimanfaatkan ? Bagaimana Caranya ?
    Jawab ;
    Ya, dapat. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas. bermanfaat sebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Jawab;

    Tentu, saya terinspirasi dari meleutusnya gunung Merapi. Sebenarnya setiap ada peristiwa pasti dapat dijadikan inspirasi. Di balik musibah bencana alam ini, mengandung segi positifnya seperti pengetahuan tentang geologi, fisika, kimia, sejarah, sosiologi dan yang lain yang menjadi bertambah luas dan dalam. Semoga dengan adanya musibah ini, manusia menjadi sadar akan kelestarian alam, kebesaran Tuhan yang dapat melumpuhkan kita hanya dengan sekejap mata. Kita harus menjaga dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.

  166. 1. Energi Penyebab Gunung Meletus
    Energi Kalor (Panas) beserta Tekanan endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi dan mengeluarkan lahar.
    2.Material yang Keluar Dari Letusan Gunung Berapi
    Jawab :
    *lava dan aliran pasir serta batu panas
    *lahar panas dan lahar dingin
    *gas vulkanik
    *tanah longsor
    *gempa bumi
    *abu letusan
    *awan panas (piroklastik)
    *gas beracunrkan lahar.
    3.Energi setelah letusan adalah:
    Jawab :
    *gerak
    *panas
    *getaran
    *gelombang vertikal
    *gelombang horizontal
    *bunyi
    *potensial
    4. Wedus gembel adalah sebutan menurut masyarakat yang berada di sekitar gunung merapi. Terjadinya awan panas karena adanya guguran lava.
    5. Mitos-mitos rakyat yang tidak tidak ada korelasinya dengan ilmu ilmiah.Seperti mereka yang memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji.
    6. Upaya Agar Merapi Tidak Meletus Eksplosif
    sampai saat ini masih belum ada yg bisa dilakukan.Tetapi ada beberapa yang menyebutkan caranya dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat.
    7.Pemanfaatan energi akibat letusan,apakah bisa? bagaimana caranya? :
    setiap peristiwa pastilah ada hikmahnya.Begitu juga dengan apa yang terjadi dengan Merapi.Kita bisa memanfaatkannya.Antara lain:
    a.Abu vulkanik dan material-material lain dari Merapi bisa menyuburkan tanah.
    b.Aliran sungai yang berada di sekeliling gunung Merapi hampir semuanya meluap akibat adanya lahar dingin dari gunung Merapi.Tetapi dengan memanfaatkan aliran yang meluap bisa kita jadikan sebagai alat pembangkit energi.
    8. Apakah Anda Terinspirasi Dari Meletusnya Gunung Merapi ?
    Tentunya;Ya,meletusnya Gunung Merapi dapat mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja,serta menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,dan menyadarkan kita akan kuasa Tuhan YME.

  167. Nama : Ayu susandra
    Kelas : X.6
    No.abs. : 06

    1). Energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    Jawab:
    energy penyebab terjadi meletusnya gunung berapi yaitu : energy panas dari magma , energi gerak karena adanya pergeseran lempeng . dan tekanan ( endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi ).
    ~Gunung berapi meletus akibat adanya proses pembentukan bumi. Di bawah lapisan kerak bumi, ada lapisan batuan yang SANGAT PANAS. Di beberapa tempat, batuan ini sedemikian panas sehingga mencair dan berusaha naik menerobos kerak bumi. Inilah yang terjadi ketika gunung berapi meletus.
    ~kerak bumi terdiri atas bongkahan batuan raksasa yang disebut lempeng tektonik, mengambang di atas permukaan batuan cair. Lempeng tektonik selalu bergerak dan kadang-kadang saling bertumbukan, membentuk pegunungan.
    ~batuan cair dari gunung berapi sangat panas dan bisa membakar segala sesuatu disekitarnya. Berton-ton batu, abu, dan gas panas yang keluar dari puncak atau sisi gunung berapi bisa mengakibatkan kematian dan kehancuran.
    ~magma adalah batuan cair yang sangat panas. Kadang-kadang, magma berkumpul di dalam kolam besar yang disebut dapur magma. Magma lebih ringan daripada batuan padat disekitarnya sehingga naik menuju kerak bumi. Magma yang mencapai permukaan disebut lava.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab:
    Material vulkanik
    Ada beberapa macam material vulakanik :
    1) Material padat (Eflata), berupa :
    – Bom vulkanik berupa batu-batu besar
    – Lapili berupa batu kecil
    – Pasir vulkanik
    – Abu vulkanik
    2) Material cair (Efusif), berupa :
    – Larva : magma yang keluar
    – Lahar panas : lumpur panas
    – Lahar dingin : lumpur yng berasal dari eflata puncak
    3) Bahan Gas (Eksalasi), berupa:
    – Gas fumarol (H2O)
    – Gas sulfator (H2S)
    – Gas mufel (CO2)
    3). Energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab :
    Energy setelah letusan adalah energy gerak / mekanik
    kilatan api menyamabar di puncak G. Merapi dan suara gemuruh masih terdengar hingga jarak 30 km dari puncak G. Merapi. Lava pijar mengalir ke kali Gendol, Senowo, Lamat, dan Sat dengan jarak luncur 2 km. Hingga Jumat siang (5 November 2010), Merapi sudah memuntahkan sedikitnya 100 juta meter kubik magma. Karena pada letusan-letusan sebelumnya suhu magma Merapi (yang kemudian menjadi lava dan awan panas) memiliki suhu di sekitar 600 derajat Celcius, maka dengan asumsi suhu yang sama, kini energi termal yang dilepaskan Merapi sudah mencapai 12 megaton TNT. Sebagai gambaran betapa besarnya tingkat energi ini, bayangkan ledakan 600 bom nuklir yang setara dengan yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Total ledakan itu sama dengan energi letusan Merapi, hingga Jumat ini. Kecepatan pelepasan (discharge) magma Merapi diperkirakan cukup besar sehingga membuat kerapatan debu vulkanik per satuan luas yang menyembur dari kawah sangat tinggi. Akibatnya peluang gesekan antar debu cukup besar sehingga menghasilkan arus listrik statis yang nampak sebagai sambaran petir vertikal dari bawah ke atas.
    Energi rambatan gunung terjadi dikarenakan gunung memiliki rangkaian yang disebut oleh sabuk gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang paling aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering di dunia, sebagian kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar ke gunung lokal terdekat dan sebagian di daratan.
    Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi gempa guguran terjadi 38 kali, gempa multi phase tercatat 18 kali, sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali.

    4). wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab :
    Karena awan panas terjadi ketika magma atau lava telah mencapai permukaan bumi dan tekanannya berkurang sehingga muncullah awan panas atau wedhus gembel ini.

    Kandungan dan energi yang terkandung dalm awan panas wedus gembel:
    – Sulfur hidroksida
    – Debu
    – Batuan
    – Air
    – Kerikil
    5). Apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab :
    Saat ini, sudah banyak informasi ilmiah tentang gunung berapi. Dulu, gunung berapi dianggap MISTERIUS dan menakutkan sehingga manusia mencptakan dongeng tentangnya. Ada banyak mitos dan legenda tentang gunun berapi.
    Mitos-mitos tersebut diantaranya :
    ~Gunung berapi dalam bahasa Inggris disebut volcano. Ini diambil dari nama Dewa Romawi, yaitu Vulcan. Orang-orang romawi percaya bahwa Vulcan adalah pandai besi yang membuat senjata untuk para dewa. Vulcan membuat senjata di bawah Pulau Vulcan, dekat sisilia.
    ~Dongeng Suku Aztek di meksiko mengisahkan seorang prajurit yang jatuh cinta pada putrid raja. Ketika mereka mati, para dewa mengubah mereka menjadi dua gunung. Sang prajurit berubah menjadi Gunung Popocatepetl.
    ~Pele adalah dewi penguasa gunung berapi dan api di Hawai. Orang hawai percaya dewi ini tinggal di Gunung Kilauea. Menurut mereka, Pele membuat gempa bumi dengan cara menghentakkan kakinya. Ia juga membuat gunung meletus dengan cara menancapkan tongkat ke dalam tanah.
    6). bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab :
    Sampai saat ini, para ilmuan belum menemukan cara untuk mengubah jenis letusan pada gunung yang akan meletus, tetapi hanya ada cara untuk menyelamatkan/mengevakuasi warga yang tempat tinggalnya dekat dengan gunung tersebut.
    Akan tetapi sebaiknya diadakan dengan gunung disuntik agar lubang kepundan tidak tersumbat .
    7). secara alamiah dapatkah energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab :
    Tanah gunung berapi kaya akan mineral yang dibutuhkan tumbuhan. Di mana ada banyak tumbuhan maka aka nada banyak hewan. Sebagai contoh, kepulauan hawai terbentuk dari gunung berapi. Beragam tumbuhan dan hewan hidup disana.
    ~tumbuhan yang pertama tumbuh adalah:
    – Lichen mulai tumbuh setelah terjadi letusan
    – Lichen menjadi tempat berlindung bagi serangga dan makhluk kecil lain
    – Lumut mulai tumbuh. Tanah akan semakin tebal, lalu muncullah tumbuhan besar.
    Energi yang dihasilkan dari gunung berapi, diantaranya :
    – Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
    – Aliran sungai bervolume besar dan deras dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
    – Sumber daya Bahan Galian Industri. Material yang dihasilkan dari letusan/kegiatan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan galian industri seperti yarosit dan belerang untuk bahan industri kimia dan farmasi, tawas untuk penjernih air serta pasir, batu bongkah dan kerikil untuk bahan bangunan.
    dll.
    8). apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.!
    Jawab :
    Ya, saya sangat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi. Karena dengan meletusnya gunung merapi kita dapat lebih memperhatikan alam dan lebih peduli dengan alam. Kita juga dapat lebih mengetahui tentang gunung merapi dan gunung berapi lainnya. Kita pun dapat lebih peduli dengan warga yang terkena bencana merapi, sehingga kita bisa lebih hidup dengan baik. Selain itu juga banyak manfaat setelah terjadinya laetusan gunung berapi.

  168. Kelas : X.4
    No.Abs: 20
    Nama : Karina Dwi Oktaviani
    1. energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    jawab:
    a. Energi Endogen (dari dalam bumi)
    b. Energi tekanan (karena tekanannya yang sangat tinggi, magma mendesak keluar/erupsi dari permukaan bumi sebagai lava)
    c. Peningkatan gelombang magnet dan listrik, sehingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung.
    d. Peningkatan suhu kawah.
    e. Peningkatan kegempaan vulkanik.
    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    Jawab:
    a. Lava.
    b. Tepra.
    c. Gas.
    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    Jawab:
    a. energi kalor/panas.
    b. energi bunyi.
    c. energi gesekan.
    d. energi getaran.
    e. energi gelombang.
    f. energi potensial.
    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    Jawab:
    wedhus gembel/awan panas terjadi bila magma menyentuh air tanah atau air dipermukaan bumi. Suhu tinggi dari magma (dari 600°C sampai 1.170°C) membuat air langsung menguap dan terjadi letusan uap, air, debu, batu dan volcanic bomb.
    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    Jawab:
    Aktifitas di Merapi dapat dijelaskan secara ilmu vulkanologis dan ilmiah, tetapi masih ada kekentalan dengan suasana mistis oleh para warga/masyarakat yang tinggal di sekitar gunung Merapi.
    Gunung Merapi selalu dikait-kaitkan dengan sejumlah mitos. Ada mitos tentang Kiai Sapujagad yang dipercaya bersemayam di Merapi, mitos Mbah Petruk yang dipercaya sebagai sesepuh penunggu Merapi, dan mitos-mitos lainnya.Gunung Merapi pun dipercaya sebagai keraton makhluk halus. Karena itu ada sejumlah tempat di Gunung Merapi yang dikenal angker atau sakral karena ditunggui oleh makhluk halus. Menurut sosiolog Prof Heru Nugroho, mitos-mitos itu ada yang muncul karena pengetahuan tradisional masyarakat, namun ada juga yang sengaja dimunculkan dan dipelihara demi keberlangsungan kekuasaan sang penguasa. “Ada pengetahuan tradisional penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya (warga) perlu mengadakan ritual dan juga memberikan sesaji, Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu, sedang rakyat hanya percaya dan mengikuti kehendak elite-elite spiritual. Mitologi Merapi juga direproduksi Keraton Mataram, sengaja dipelihara demi tegaknya kekuasaan kerajaan.” Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kiai Sapu Jagad (bukan mbah Petruk?) dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Demi keberlangsungan kekuasaan Mataram, maka raja Mataram harus berkolaborasi dengan dengan para penguasa lainnya. Bagaimana caranya? Yakni dengan menjadikan Kiai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Raja adalah sosok yang dipercaya sebagai satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Sedangkan masyarakat sekitar diposisikan sebagai pengikut yang melaksanakan ritual untuk mempercayainya. Ini berkaitan dengan sistem kepemimpinan tradisional di Yogyakarta. Buktinya setelah Mbah Maridjan tidak ada lantas ada kabar telah ditunjuk orang baru untuk menjadi juru kunci Merapi.
    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    Jawab:
    Selalu memantau aktivitas gunung merapi agar masyarakat setempat di evakuasi ketika tanda-tanda peletusan eksplosif terdeteksi.
    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    Jawab:
    a. laharnya dapat menjadikan tanah subur.
    b. hasil material yang keluar seperti batu, pasir ,dll dapt dijadikan mata pencaharian warga setempat(untuk di jual).
    c. memanfaatkan energi kalor yang ada yaitu dapat digunakan sebagai energi pembangkit listrik.
    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    Jawab:
    ya, saya terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi,karena dengan ini seharusnya kita dapat mengetahui kuasa Allh AWT yang sangat besar yang tidak ada yang dapat menyamainya. Kita juga seharusnya sadar bahwa kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT karena tidak ada yang tahu kapan bencana itu terjadi. Selain itu kita dapat mengetahui bagaimana terjadinya gunung meletus.

  169. 1 energi apa yang menjadikan gunung itu meletus?
    jawab: tekanan dari dalam bumi yang mendorong magma(cairan pijar)yang keluar tidak stabil melalui lubang komponden gunung merapi.sehingga menyebabkan gunung merapi meletus.

    2. material apa saja yang keluar dari gunung berapi tersebut?
    jawab:
    -awan panas atu wedhus gembel.
    -gas vulkanik
    -lava
    -lahar
    -abu vulkanik
    -batu panas serta aliran pasir

    3. energi apa setelah terjadi letusan?
    jawab: kalor(panas),getaran,gelombang vulkanik,bunyi,energi potensial.

    4. wedus gembel/ awan panas disebabkan oleh apa? apa kandungan dan energi yang terkandung di dalamnya?
    jawab: karena adanya erupsi eksplosif dengan mengeluarkan abu panas, awan panas tersebut mengandung debu hingga bersuhu lebih dari 700 derajat celsius yang meluncur dengan kecepatan bisa di atas 100 kilometer per jam, energi yang terkandung yaitu energi kinetik, tekanan, suhu.

    5. apa mitos-mitos rakyat setempat dapat anda gabungkan dengan keadaan alamiah yang ada? jelaskan!
    jawab: mitos tidak dapat di hubungkan dengan ilmu ilmiah, hanya kepercayaan rakyat setempat.

    6. bagaimana cara mengatasi supaya gunung merapi tidak eksplosif meletusnya?
    jawab: membuat lubang untuk jalannya magma dari dalam gunung ke luar permukaan agar tidak terjadi ledakan yang dahsyat.

    7. secara alamiah dapatkan energi alam merapi dimanfaatkan sebagai cadangan energi alam? bagaimana cara mengendalikannya jika bisa?
    jawab: bisa.
    a. abu vulkanik yang keluar dari gunng merapi dapat menjadikan tanah lebih subur sehingga para petani dapat mengambil manfaat nya untuk bercocok tanam.
    b. panas magma juga dapat di jadikan sbagai tenaga pembangkit listrik.

    8. apakah anda dapat terinspirasi dengan meletusnya gunung merapi? Jelaskan.
    jawab: Ya pasti, dengan meletusnya gunung merapi kita dapat terinspirasi untuk lebih menjaga lingkungan alam dan tidak merusaknya, juga mengingatkan kita untuk lebih bertakwa kepada allah SWT karena dengan itulah kita dapat hidup lebih baik dan tentram.