TUGAS KELAS X SUHU KALOR JANUARI 2013

TUGAS SISWA KELAS X1 – X4 SMA N1 SLAWI (Januari 2013)

 

Mohon dikerjakan di buku catatan pada jam pelajaran Fisika di perpustakaan agar dapat sekaligus studi pustaka.( materi PPT sudah ada di WordPress ningsihmanto)

 

  1. Apakah mungkin dua benda akan berada dalam keseimbangan termal jika keduanya tidak saling bersentuhan satu dengan yang lain? Jelaskan!
  2. Ketika sebuah cincin logam dan bola logam seperti dalam gambar adalah dalam temperatur ruang, si bola dapat masuk dengan leluasa dalam cincin. Jelaskanlah! Bagaimana jika si cincin dipanaskan dan bola dibiarkan pada temperatur ruang? Apakah bola dapat melewati cincin?
  3. Setelah makanan dimasak dalam sebuah  pressure cooker  (panci pemasak makanan), mengapa sangat perlu membiarkan wadah pemasak makanan itu dingin sebelum berusaha memindahkan penutup panci tersebut?
  4. Zat cair yang massanya 10 kg dipanaskan dari suhu 25 C menjadi 75 C membutuhkan energ sebesar 4 x 105 J. Kalor jenis zat cair tersebut adalah ….
  5. Sepotong logam memiliki massa 1 kg dan bersuhu 80 C dimasukkan ke dalam 2 kg air yang suhunya 20 C. Setelah keadaan setimbang suhu campuran menjadi 23 C. Jika kalor jenis air 1 kal/g C maka kalor jenis logam tersebut adalah ….
  6. On a day when the temperature reaches 25°C, what is the temperature in degrees Fahrenheit?
  7. Suatu thermometer X menunjukkan angka 75o ketika digunakan untuk mengukur suhu air yang mendidih. Ketika digunakan untuk mengukur suhu es yang mencair, thermometer menunjukkan angka 25o. Pada saat thermometer X menunjukkan angka 30o X , maka thermometer Reamur menunjukkan angka…
  8. Koefisien muai panjang aluminium adalah 24 × 10-6/oC. Koefisien muai luasnya adalah…
  9. Pada suhu 30° C sebuah pelat besi luasnya 10 m2. Apabila suhunya dinaikkan menjadi 90° C dan koefisien muai panjang besi sebesar 0,000012 /° C, maka tentukan luas pelat besi tersebut!
  10. A certain gas with temperature of  27o C is warmed up to 127o C at constant pressure. If the volume of gas before is 3  m3 , then volume of gas after warming is….
  11. Sebuah calorimeter bermassa 2 kg terbuat dari besi yang memiliki kalor jenis 450 J/kgoC. Berapa kapasitas kalorimeter tersebut?
  12. A bar of gold is in thermal contact with a bar of silver of the same length and area . One end of the compound bar is maintained at 80°C while the opposite end is at 20°C. When the energy transfer reaches steady state, what is the temperature at the junction? The thermal conductivity of gold and silver are 300 W/m.oC and 420 W/m.oC.
  13. Seember air bermassa 2 kg dimasak dari suhu 25oC sampai mendidih. Kalor yang diperlukan untuk memasak air tersebut adalah…
  14. Suatu wadah dengan kapasitas kalor 1000 J/oC diisi dengan air panas, sehingga suhu wadah meningkat dari 25oC menjadi 30oC. Pernyataan berikut yang benar adalah…
  15. Sebatang besi panas dimasukkan ke dalam air dingin, kemudian dibiarkan sampai suhu keduanya sama. Anggap tidak ada kalor yang hilang ke lingkungan. Diketahui kalor yang diserap air adalah Q. Maka besar kalor yang dilepas besi adalah…

 

SELAMAT BEKERJA SEMOGA SUCCES UNTUK KALIAN, JAGA KETENANGAN PERPUSTAKAAN, SARAN IBU MANFAATKAN BUKU WAKTU DAN BUKU SEBAIK MUNGKIN UNTUK KEMAJUAN ANANDA.

GURU BERPRESTASI

GURU BERPRESTASI

Hmmm…. Beliau adalah salah satu guru kita di SMA N 1 Slawi ini lho…. Tau gak? Cirinya, orangnya baik, tinggi, kecil (he, maaf ya bu….), berjilbab, dan…….. guru berprestasi tingkat propinsi!!!! Hayo, ada yang tahu gak nih??? Apa jawabanmu? Kalau dah dapet jawabannya, ketik REG (spasi) NAMA kirim ke no 00000… JK ya. Just Kidding.

Ok.. Ok… Beliau adalah guru Fisika kita. Satu-satunya wanita yang mengajar Fisika di SMA kita!! Keren gak tuh… Setyaningsih, S.Pd. Ya, itu nama yang udah di kasih kedua orang tuanya empat puluh empat tahun yang lalu di Sleman. Tepatnya tanggal 16 Juli 1966 bu Ningsih (sapaan akrabnya).

Ibu Ningsih  ini mulai mengajar di SMA N 1 Slawi pada tanggal 31 Desember 1988. Selain ngajar di SMA kita ini, bu guru pernah juga ngajar di SMA N 3 Slawi. Soalnya, disana masih belum ada guru fisika.

Sewaktu kecil, bu Ningsih pernah punya cita-cita jadi seorang dokter. But, karena dari kecil udah biasa bantu orang-orang di lingkungannya biar jadi lebih baik dalam masalah taraf hidup, bu Ningsih ngajarin nyulam, terus dijual deh. Hasil jualannya itu dikasihin lagi ke orang yang buat, biar bisa hidup lebih mapan. (So sweet banget ya… Udah gitu udah mikirin nasib orang-orang sekitarnya.)

Bu Ningsih ikut lomba guru berprestasi, karena dapet dorongan dari Bu Sunarni (guru Bahasa Indonesia) n’ Bu Sri Rejekiningsih (kepala sekolah). Karena dorongan dari merekalah yang buat Bu Ningsih  jadi ikut lomba ini… and she is the winner!

Selama jadi guru fisika, bu ningsih  ada rasa sedih n senangnya. Sedih kalau lihat anak-anak didiknya nggak paham sama apa yang udah dijelasin. Tapi, Bu Ningsih  menganggap semua siswa-siswinya sama aja. Karena pasti setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Psst… Ada yang hampir kelupaan!! Ada pesan dari Bu Ningsih . Mau tahu? Simak o…

” Bejuanglah untuk memperoleh prestasi dengan seluruh jiwa raga. Jangan dengan cara yang tidak sportif untuk memperoleh kemenangan itu. Kemenangan tanpa kejujuran dan perjuangan adalah sia-sia belaka. Dan mensyukuri hasil tersebut baik menang maupun kalah. Dan janganlah pernah berfikir, bahwa segala kekurangan kita adalah suatu kerugian. Tapi buktikanlah bahwa suatu kekurangan adalah kelebihan kita untuk mendukung keberhasilan yang jauh tinggi.”Mimpinya sungguh doa untuk kita smua anak didiknya merinding yaitu SISWAKU  BISA MELEBIHI  DIRIKU  ITU BARU NAMANYA  AKU  GURU DAN PENDIDIK  YANG BERHASIL

ANNISA HA

DAMPAK PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA ICT

DAMPAK PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA ICT

Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata “ medium “ yang berarti “ pengantar atau perantara “, dengna demikian dapat diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Sehingga media pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu perantara atau pengantar yang memudahkan pengajar untuk menyampaikan suatu materi kepada siswa.

Kit Lay Bourne  menyatakan bahwa “ penggunaan media tidak harus membawa bungkusan berita-berita semua, siswa cukup dapat mengawasi suatu berita.” Dari pendapat tersebut dapat dihubungkan bahwa penyampaian materi pelajaran dengan cara komunikasi masih dirasakan adanya penyimpangan pemahaman oleh siswa. Masalahnya adalah  bahwa siswa terlalu banyak menerima sesuatu ilmu dengan verbalisme. Apalagi dalam proses belajar mengajar yang tidak menggunakan media dimana kondisi siswa tidak siap, akan memperbesar peluang terjadinya verbalisme.

Media yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian harfiahnya juga terdapat manusia didalamnya, benda, ataupun segala sesuatu yang memungkinkan untuk anak didik memperoleh informasi dan pengetahuan yang berguna bagi anak didik dalam pembelajaran. Sasaran penggunaan media adalah agar anak didik mampu mencipatakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi lain yang berguna  dalam kehidupannya,. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan mamahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada mereka. (http://ictcommunity.multiply.com/journal/item/17/ PEMANFAATAN_MEDIA_BERBASIS_ICT_TERHADAP_PEMBELAJARAN_DI_SEKOLAH)

Dari berbagai macam media yang ada, salah satu yang cukup popular kini adalah media ICT. Apalagi pembangunan suatu bangsa memerlukan sumber daya manusia yang handal dalam menghadapi arus globalisasi. Dampak globalisasi mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia pendidikan dan tenaga kerja sebagai akibat mekanisme pasar. Lembaga pendidikan harus menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu memenuhi tuntutan permintaan pasar tenaga kerja yang cenderung berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi. Kenyataan menunjukan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan harus dipenuhi berbagai persyaratan salah satunya adalah memiliki sarana prasa prasarana yang memenuhi standar seperti pemanfaatan ICT dalam pendidikan. Dengan hadirnya ICT dunia pendidikan bisa membawa dampak positif apabila teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi bisa menjadi masalah baru apabila sekolah tidak siap. Untuk itu, perlu dilakukan suatu kajian tentang dampak pembelajaran dengan media ICT.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara ke sejumlah pihak, baik guru maupun siswa, media ICT tentunya memiliki dampak positif dan dampak negatif. Hanya saja tinggal bagaimana cara agar dampak positif tersebut dapat ditingkatkan serta dampak negatif dapat diminimalisir.

Dampak positif pembelajaran dengan media ICT adalah :

  1. Lebih efektif

Komputer memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat siswa dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Selain itu, biasanya dengan media ICT ini materi yang begitu padat dapat lebih dioptimalkan penyampaiannya. Cara pengoptimalan penyampaian ini biasanya dengan metode berkelompok, sehingga aktivitas belajar siswa akan meningkat.

  1. Siswa terlihat lebih bersemangat

Dengan banyaknya aplikasi pada media ICT membuat semangat siswa meningkat. Pengajar dapat bebas membuat aplikasi menarik yang tentunya merangsang keaktifan siswa dalam pembelajaran tersebut.

  1. Meningkatkan pengetahuan tentang teknologi

Di era globalisasi saat ini media ICT berkembang pesat. Adanya pembelajaran dengan media ICT ini membantu siswa meningkatkan pengetahuan mereka tentang teknologi selain dari mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Itu dikarenakan keingintahuan siswa yang besar sehingga mereka tertarik mempelajarinya.

  1. Mudah dalam mencari informasi

Dengan media ICT akan mempermudah dalam mencari informasi, termasuk mengenai materi-materi pembelajaran, terutama dengan media internet.

Dampak negative dari pembelajaran dengan media ICT adalah ;

  1. Siswa kurang memperhatikan saat proses pembelajaran

Media ICT mempunyai banyak aplikasi yang memudahkan pemakainya. Namun, terkadang karena terlalu berlebihan siswa malah memperhatikan penggunaan aplikasi tersebut bukan materinya.

  1. Siswa kurang memahami materi yang disampaikan

Untuk beberapa mata pelajaran siswa mungkin dapat memahami dengn mudah materi yang disampaikan. Namun untuk beberapa siswa kurang memahami materi di beberapa materi tersebut. Ini dikarenakan penggunaan media kurang sesuai dengan harapannya meningkatkan kreatifitas siswa. Yang terjadi adalah komunikasi searah yang kemudian pembelajaran tersebut menjadi kurang diminati siswa.

  1. Memberikan masalah baru kepada sekolah

Dampak positif teknologi terhadap dunia pendidikan sudah tidak diragukan lagi. Berbagai pendapat pakar dari berbagai disiplin ilmu sepakat bahwa kehadiran teknologi baru seperti internet dan lain-lain akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Namun perlu disadari bahwa kehadiran teknologi tersebut di sekolah juga menimbulkan masalah baru apabila sekolah tidak siap antara lain :

  1. Sarana disekolah belum memadai
  2. Keterbatasan biaya dan tenaga operasional
  3. Kepala sekolah dan guru kurang sadar akan pentingnya media pendidikan
  4. Beban orang tua siswa lebih berat
  5. Kondisi keamanan sekolah kurang memadai
  6. Persepsi yang salah terhadap media pembelajaran
  7. Guru merasa terbebani

Melihat banyaknya dampak negatif media ICT terutama menimbulkan masalah baru bagi sekolah, maka diperlukan solusi agar pembelajaran dengan media ICT dapat berjalan lancer. Solusi tersebut adalah :

  1. Guru mengulas ulang materi yang disampaikan
  2. Siswa seharusnya memiliki bekal terlebih dahulu
  3. Penggunaan aplikasinya jangan terlalu berlebihan
  4. Lebih ditingkatkan penialaian individual
  5. Pembelajaran dibuat lebih menyenangkan

Dampak serta masalah yang timbul dari pembelajaran dengan media ICT bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah maupun siswa saja, namun menjadi tanggung jawab semua pihak baik orangtua/wali murid, masyarakat dan pemerintah.